Lika-Liku Single Parent

Lika-Liku Single Parent
Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

Malam ini akhirnya aku tidur di Rumah sakit, untuk kenyamananku, mas Arif memilih kamar yang untuk satu orang


"Mas... Vano?" tanyaku dengan tubuh lemah


"Vano di bawah kesini apa gak kasihan Rin?" tanya mas Arif


"Titipkan ibuku saja mas" pintaku


"Iya besok Rin, Vano aku antar ke sana ini sudah malam, Vano sudah tidur di rumah di temani ibu" kata mas Arif


"Sudah istirahat saja ya? aku temani di sini" kata mas Arif


"Makasih sayang" ucapku, kemudian aku tertidur, menjelang malam aku merasa tubuhku kedinginan memggigil aku panggil suamiku


"Mas... mas... mas Arif" panggilku, kemudian mas Arif mendekatiku


"Kenapa?" tanyanya


"Mas... tubuhku kok dingin begini" kataku


"Mas... ac nya bisa dimatikan?" pintaku, kemudian mas Arif berjalan mengambil remot ac dan mematikanya, dan berjalan menujuku, mengambil selimut dan menyelimutiku


"Badanmu panas lagi" kata mas Arif, kemudian mas Arif memencet tombol di atasku, tak lama kemudian perawat datang


"Ada apa Pak?" tanya perawat


"Ini istriku menggigil katanya kedinginan, tapi badanya panas" cerita mas Arif


"Iya, sebentar saya ambilkan obat, memang waktunya minum obat ibunya" kata perawat kemudian berlalu keluar dari kamar tak lama kemudian masuk lagi


"Pak, ini obat yang harus di minum istrinya, besok pagi saya berikan lagi, saya permisi, kalau ada apa-apa hubungi kami" kata perawat kemudian keluar kamar dan menutup pintu, tinggal aku dan mas Arif di kamar rawat inap


"Rin... minum obatnya" kata mas Arif sambil membuka bungkus obat dan membawa air minum, aku bangun dan duduk di pembaringan, kemudian mengambil obat dari tangan mas Arif dan air minum, aku memasukkan obat ke dalam mulutku kemudian meminum air


"Sudah mas, makasih ya" ucapku


"Istirahat ya sayang" kata mas Arif memegang keningku kemudian menciumku dan mengambil kursi di dekatkan di tempat tidurku.


*******


Pagi hari, badanku sudah lumayan enak, kulihat mas Arif tidur di sofa, aku tidak tega membangunkanya, aku ambil hp ku di meja sebelah pembaringan


"Assalamualaikum" ucapku


"Waalaikumsalam" jawab dari sana


"Bu... Rinda masuk Rumah sakit, Rinda nitip Vano" kataku ke ibu


"Kapan kamu masuk Rumah sakit?" tanya ibu


"Semalam bu, ini sudah lebih baik tapi di suruh tidur saja" kataku


"Kamu sakit apa?" tanya ibu


"Typus bu, mungkin dua hari lagi bisa pulang" kataku


"Nanti aku ke sana bersama Bapakmu" kata ibu


"Makasih bu, assalamualaikum" ucapku


"Waalaikumsalam" jawab ibu.

__ADS_1


Kemudian aku tutup telponku dan mau menelpon Nia


"Halo... Nia" kataku


"Hei.. pengantin baru apa kabarnya, tidak memberi kabar sama sekali" kata Nia


"Nia bisa minta tolong hari senin ke rumah ambil surat ijin sakitku?" tanyaku


"Kamu sakit, kebanyakan itu hehehe" kata Nia dan tertawa


"Iya... aku di rumah sakit ini" kataku


"Serius?" tanya Nia


"Iya serius aku" kataku


"Nanti aku kunjungi, kamu di rumah sakit mana?" tanya Nia


"Aku di RSU, di kamar VIP" jawabku


"Oke" katanya kemudian telpon di tutup Nia


Beberapa menit kemudian mas Arif bangun, pintu kamar rawat di ketuk dari luar, ada petugas membawa makanan.


"Aku suapi ya?" tanya mas Arif, aku mengangguk tanda setuju


"Bagaimana sekarang rasanya badanmu? tanya mas Arif lagi


"Sudah lebih baik mas dari semalam, makanan ini juga tidak pahit seperti kemarin" kataku


"Rin... apa karena sering bercinta kamu sakit begini?" tanya mas Arif


"Terlalu ya aku hehehe, habisnya dekat denganmu tegang terus" kata mas Arif kami tertawa bersama.


Tak lama kemudian pintu kamar di ketuk dari luar, "mas coba lihat siapa!" pintaku, kemudian mas Arif membuka pintu


"Rin, temanmu" kata mas Arif


"Hei Nia" kataku


"Bisa sakit juga kamu" kata Nia


"He he he" aku tertawa


"Rin... aku tinggal dulu ambil Vano" pamit mas Arif


"Hati-hati mas" kataku,


"Mas...!" panggilku, kemudian mas Arif berbalik


"Ada sesuatu?" tanya mas Arif


"Vano bawa ke sini ya mas, nanti bapak sama ibu ke sini" kataku


"Ibu sama bapak aku jemput sekarang saja, setelah itu aku ambil Vano" kata mas Arif


"Baiknya bagaimana saja" kataku


"Aku tinggal dulu ya, Rin... kalau butuh apa-apa kamu pencet tombol di atasmu ya" mas Arif mengingatkan


Aku tersenyum dan melambaikan tangan ketika mas Arif akan meninggalkan kamar inap ini.

__ADS_1


Nia masih menemaniku di kamar inap, kami ngobrol banyak hal, hampir dua minggu aku tidak bertemu juga tidak sering berkirim kabar


"Rin, kemana saja kamu selama cuti?" tanya Nia


"aku ke jogja kemarin, ada oleh-oleh untukmu tapi di rumah, waktu aku kerja aku bawakan ya" kataku


"terima kasih Rin" kata Nia


"Nia... sepertinya aku harus istirahat lagi, mungkin seminggu ini, gimana ya?" tanyaku


"Rin, kan ada surat sakit dari sini, besok aku mampir kesini untuk mengambilnya" kata Nia


"Sepertinya tadi suamiku minta surat ijin deh, Nia tolong lihat di laci situ" pintaku, kemudian Nia membuka laci dan ada amplop putih


"Apa ini?" tanya Nia


"Coba kamu buka" kataku, kemudian Nia membuka amplop tersebut


"Iya Rin, betul ini, besok aku berikan ke Pak Farid" kata Nia


"Nia, aku juga boleh nitip undangan resepsi pernikahanku?" tanyaku


"Ya Allah Rin, sakit begini masih mikir resepsi" kata Nia


"Bukan aku yang mikir, tapi suamiku, sepertinya semalam sudah diambil undanganya, nanti tolong dikasih nama ya?" pintaku.


Tak lama kemudian mas Arif datang bersama kedua orang tuaku dan Vano


"Rin, gimana lebih baik atau lebih buruk kondisimu?" tanya Bapak


"Sudah lumayan Pak, besok paling pulang" kataku


"Besok pulang, entar sakit lagi" omel mas Arif


"Mas... mas... bosan tidur terus begini" kataku


"Bunda... Vano nanti tidur sama mbah uti ya di rumah mbah uti" kata Vano


"Iya, nanti diantar Ayah Arif ya" kataku


"Mas.. undanganya sudah mas ambil di mas Anton?" tanyaku


"Sudah semalam waktu kamu tidur" kata mas Arif


"Sekarang ada di mana undanganya?" tanyaku


"Di mobil, kenapa?" tanyanya


"Tolong ambilkan lima puluh undangan mas, biar dibawa Nia ke kantor" pintaku


"Iya Rin, sebentar aku ambilkan" kata mas Arif kemudian meninggalkan ruang inap


"Sudah tidak panas Rin" kata ibu sambil memegang keningku


"Iya bu, habis minum obat Rinda" jelasku


Tak lama kemudian mas Arif datang membawa undangan


"Nia... tolong di berikan kepada teman-teman ya? salamku untuk mereka" kataku


"Iya Rin, aku pamit dulu, semoga lekas sembuh" pamit Nia, kemudian bersalaman denganku, orang tuaku dan suamiku

__ADS_1


__ADS_2