
Esok hari...
"Bu... aku mau ke kolam renang sama Vano" kataku meminta ijin.
"Aku ikut Rin" kata Ibu.
"Bapak...." panggil Ibu.
"Ada apa?" tanya Bapak.
"Pak... lama kita tidak keluar, ayo ke kolam renang sama Rinda" kata Ibu kepada Bapak.
"Vano, ayo siap-siap renang!" kataku.
Kami berkemas-kemas, Ibu membawa bekal makanan untuk kita makan dan minum setelah berenang, setelah semua siap kami berangkat bersama denga sepeda motor, Ibu dan Bapak berboncengan sedangkan aku menggendong Vano dengan gendongan ransel.
Tak berapa lama kami sampai di kolam renang.
Aku lihat di hpku waktu menunjukkan pukul sembilan pagi, sudah lumayan pengunjung yang datang, rata-rata adalah keluarga muda, dan remaja yang datang ke sini.
"Pak, Rinda yang bayar tiketnya" kataku ketika melihat Bapak berjalan menuju ke loket hendak membayar.
Aku ke loket membayar tiket masuk kolam renang.
"Mbak ini kembalianya" kata petugasnya
"Oh iya terima kasih" ucapku sambil membawa karcis masuk.
Kami berempat masuk ke dalam kolam renang, menyerahkan karcis ke petugas yang di sana.
"Bu, nitip Vano dulu, aku mau ganti baju dulu" kataku ke Ibu.
Aku masuk ke kamar mandi untuk berganti baju renang muslimah.
Setelah itu aku keluar kamar mandi berjalan menuju ke arah Vano dan orang tuaku.
Aku melepas baju Vano yang di dalamnya sudah ada baju renang dan memasangkan pelampung ke tubuh Vano.
Setelah itu Vano langsung turun ke kolam renang yang dangkal untuk seusianya.
Bapak dan Ibuku masih duduk di kursi melihat kami berdua.
"Bunda... Vano boleh naik ke prosotan sana?" tanya Vano.
"Boleh... Bunda tunggu di bawah ya" kataku.
Kemudian Vano naik ke atas prosotan yang khusus untuk anak-anak dan meluncur ke bawah, seketika itu suara air byurrr... dan tubuh Vano masuk ke dalam air dan aku segera menangkapnya dan menaikkan ke atas, Vano gelagapan dan memelukku.
"Takut?" tanyaku.
"Enggak Bunda, tapi seru" katanya.
Aku tersenyum mendengar jawaban Vano.
__ADS_1
Tak lama kemudian Vano naik lagi ke prosotan dan jatuh di air kali ini aku tidak begitu khawatir.
Hampir satu jam aku berada di kolam renang
"Vano... gak dingin?" tanyaku
"Ayo, kita ke atas ganti baju!" ajakku ke Vano
Kulihat bibirnya Vano sudah biru, segera aku selimuti dengan handuk, dan mengajaknya ke kamar mandi untuk mandi dan aku olesi minyak telon ke tubuhnya dan memakaikan baju.
"Vano... masih dingin?" tanyaku.
"Sudah tidak Bunda" jawabnya.
Aku lihat Ibu berjalan ke arah kami.
"Bu nitip Vano, Rinda mau berganti baju dulu" pintaku ke Ibu.
"Rin... aku tunggu di gazebo sana ya!" kata Ibu sambil menunjuk arah gazebo, disana sudah ada Bapak yang sedang duduk.
Aku masuk ke dalam kamar mandi, untuk mandi dan berganti baju, setelah selesai semua, baju yang basah aku masukkan ke dalam kresek, dan aku keluar dari kamar mandi menuju ke gazebo dimana Bapak, Ibu dan Vano menunggu.
"Vano, ini susu kotaknya" kataku sambil memberikan susu kotak ke Vano dan Vano menerimanya kemudian meminumnya melalui sedotan.
Ibu membuka bekal yang di bawa tadi, kami menikmati makanan yang di bawa Ibu, nikmat memang makan bersama setelah berenang dengan semilir angin yang sejuk.
Aku buka tasku berniat untuk mengambil hp, dan mengabadikan moment ini, dan aku kirim ke Mas Arif.
Tak lama kemudian Mas Arif video call.
"Waalaikum salam" jawab Mas Arif
"Habis berenang ya?" tanya Mas Arif.
Aku mengarahkan kamera menghadap Ibu, Bapak juga Vano.
Mas Arif sedang berada di jalan bersama dengan temanya.
"Ayah... Ayah... tadi Vano main prosotan turunya masuk ke air" cerita Vano bersemangat.
"Berani Vano?" tanya Mas Arif
"Berani Ayah, Ayah... nanti kalau pulang berenang ke sini ya?" tanya Vano.
"Insyaallah Vano" jawab Mas Arif
"Ibu dan Bapak ikut berenang juga?" tanya Mas Arif.
"Malu Rif, sudah tua masak masuk kolam renang he he he" jawab Bapak dan tertawa
"Ya gak apa-apa Pak berenang, itu di sana malah lebih tua dari Bapak" kataku sambil menunjuk ke seseorang yang berada di kolam renang.
"Rin... sudah dulu ya, nanti di sambung lagi, ini aku mau keluar beli keperluan sama temanku, ini namanya Yusuf" kata Mas Arif sambil mengarahkan kamera hpnya ke temanya.
__ADS_1
"Iya Mas, Assalamualaikum" salamku.
"Waalaikum salam" jawab Mas Arif dan telpon dimatikan oleh Mas Arif.
"Bu, apa kita pulang sekarang?" tanyaku.
"Iya Rin, ayo" jawab Bapak.
Kami berjalan saling beriringan, Ibu dan Bapak berjalan bergandengan tangan di depanku.
Aku mengikutinya di belakang beliau bersama dengan Vano menuju parkiran.
Setelah parkir aku bayar, kami meninggalkan kolam renang tersebut menuju ke rumah.
Dalam perjalanan.
"Bunda, Vano pingin belajar renang" kata Vano mengungkapkan keinginan.
"Iya Vano, Bunda cari informasi dulu tempat les renang" kataku.
Sampailah kami di rumah, waktu menunjukkan pukul 13:05, Vano tertidur dalam gendongan ranselku, kemudian aku rebahkan tubuhnya di tempat tidur, demikian juga aku rebahkan tubuhku dan tertidur.
Adzan ashar membangunkanku, hendak melaksanakan sholat ashar, tapi sepertinya aku halangan, ya... aku lagi halangan hari ini, Alhamdulillah kemarin tidak jadi.
Vano bangun dari tidurnya dan berjalan menuju ruang keluarga dengan langkah malasnya kemudian merebahkan tubuh kecilnya di karpet, tangannya meraih remote tv dan menyalakan tv.
"Vano tidak capek setelah renang ini tadi?" tanyaku ketika aku berada di samping Vano.
"Tidak Bunda" jawabnya.
Ibu datang dari luar rumah menghampiriku.
"Rinda, kamu berangkat kerja dari sini, atau sore ini pulang ke rumah ibu mertuamu?" tanya Ibu.
"Besok saja Bu, Rinda berangkat dari sini, baju seragamnya Vano juga baju kerjaku sudah aku bawa kemarin" jawabku.
"Ya sudah kalau begitu, Ibu mertuamu sehat saja kan?" tanya Ibu.
"Sehat Bu, oh iya Ibu dan Bapak dapat salam dari Ibu mertua" kataku.
"Salam kembali dari Ibu ya" kata Ibu.
"Insyaallah Bu" kataku.
Kemudian Ibu ke dalam menuju ke dapur, sepertinya mau memasak, aku berniat untuk membantu Ibu memasak, kemudian aku menghampiri Ibu.
"Bu, mau masak? Rinda bantu" kataku menawarkan diri.
"Kamu sejak menikah sama Arif, rajin ke dapur sepertinya?" tanya Ibu
"Ibu bisa saja, ya... pingin belajar masak Bu, masak sampai tua beranak cucu Rinda gak bisa masak kalau tidak belajar" kataku.
"He he he, bisa saja kamu ini Rin, ini tolong kamu kupas sayur manisanya" kata Ibu.
__ADS_1
Sore ini Ibu ingin memasak lodeh manisa, aku membantunya dan memperhatikan bumbu-bumbu apa saja yang dipakai.