Lika-Liku Single Parent

Lika-Liku Single Parent
Quality Time


__ADS_3

Sampai di rumah...


"Aku tinggal dulu ya?" pamit Ibu kemudian menaiki tangga satu persatu naik ke atas masuk ke dalam kamarnya.


Demikian juga aku masuk ke kamar untuk berganti baju santai, setelah selesai berganti baju, suamiku masuk ke dalam kamar


"Rin... besok kamu kan libur ya?" tanya Mas Arif


"Iya Mas, ada apa?"tanyaku kembali


"Besok kita ke pantai bagaimana?" tanya Mas Arif


"Iya gak apa-apa Mas, mas gak capek?" tanyaku lagi


"Untuk bidadariku tidak ada kata capek, bidadariku ini yang capek sepertinya" jawabnya menggodaku.


"He he he tau saja Mas ini" jawabku tersenyum malu.


"Mas, besok pulang dari pantai mampir ke Ibu bapak ya?" pintaku.


"Iya gak apa-apa, kan bisa sekali jalan" jawab suamiku


"Rin, ayahnya Vano tidak menghubungimu setelah kejadian dulu itu?" tanya Mas Arif.


"Enggak pernah mas, biarlah... Rinda ini malah senang dia tidak mengganggu Rinda, gak tau lah mas, setiap bertemu dengannya aku masih jengkel juga benci, apalagi dia itu bisanya hanya menyalahkan Rinda terus sama dengan ibunya" kataku.


"Iya Rin, sebenarnya saat aku di Papua, juga khawatir kamu diapa-apakan sama mantanmu, kalau sama si Andi itu sih aku tidak begitu khawatir" kata Mas Arif.


"Mas, ayo nemani Vano" pintaku


Kemudian kami keluar kamar menuju ke Vano.


"Vano lagi buat apa ini?" tanyaku.


"Buat mobil bunda, ini rodanya" kata Vano menjelaskan gambarnya.


"Bagus Vano" kataku menyanjungnya.


"Tapi... coba ini ban nya lebih bulat Vano, kalau seperti ini kan nanti mobilnya gak bisa jalan, meleyot-leyot gini, seperti ban bocor" kataku.


Vano tertawa terbahak-bahak.


"Ha ha ha, iya bunda, Vano cetak pakek uang koin saja ya" katanya kemudian berjalan ke kamar mengambil uang koin yang ada di celengan, kemudian kembali lagi.


Ya... anak kecil menggambarnya juga masih belum bagus, tapi sebagai orang tua, selalu mendukungnya.


"Vano... sini ayah ajari menggambar ya" kata Mas Arif.


Kemudian Mas Arif mengambil buku gambar mengajari Vano menggambar.


"Ayo... bisa Vano?" tanya Mas Arif.


Kemudian Vano mulai meniru gambaran Mas Arif, setelah lelah menggambar, Vano bermain balok, menumpuk-numpuk membentuk suatu bangunan.


Kelihatannya Vano sudah merasa mengantuk karena beberapa kali menguap.

__ADS_1


"Vano ngantuk?" tanyaku.


Dia menganggukkan kepalanya.


"Ayo tidur bunda temani" kataku.


Kemudian aku dan Vano menuju kamar tamu menidurkan Vano, Mas Arif masih di kursi ruang keluarga melihat acara tv.


Setelah Vano tidur, aku selimuti anakku, aku cium pipinya dan meninggalkan kamar tidur menuju ke ruang keluarga duduk bersebelahan dengan Mas Arif.


"Vano sudah tidur Rin?" tanya Mas Arif.


"Sudah Mas" jawabku


"Kamu sepertinya lelah sekali Rin istirahatlah, besok kita ke pantai" kata Mas Arif.


"Bagaimana Rinda tidak lelah mas, lah dari kemarin sudah berapa kali kita begituan" jawabku.


"He he he, habisnya enak sih, juga lama tidak melakukanya" kata Mas Arif tertawa dan tersenyum memandangku


Entah siapa yang memulai duluan,  bibir kami sudah saling bertemu.


"Rin... aku ingin" bisik Mas Arif.


"Rinda lelah Mas" jawabku pelan.


Kemudian suamiku menggendongku menuju ke kamar tidur merebahkanku di atas pembaringan, tersenyum manis memandangku dengan tatapan mata yang lembut, membuatku terlena, dan pada akhirnya kami bercinta kembali.


"Terima kasih istriku, bersamamu seperti ini membuatku selalu bergairah, love you my wife" bisik Mas Arif


"Love you too, my hubby" bisikku sambil memeluk Mas Atif.


Segera suamiku keluar kamar tak lama kemudian kembali membawa dua botol air minum, aku meminumnya.


Dan botol air minum tersebut aku berikan ke suamiku, aku rebahkan tubuhku yang lumayan lelah dan aku tarik selimut untuk menutupi tubuhku yang setengah telanjang karena ulah suamiku tadi.


Mas Arif mendekatiku dan merebahkan tubuhnya di sisiku.


"Rin... " panggil suamiku pelan dan menghadap ke arahku kemudian membelai rambutku.


"Jangan minta lagi Mas" kataku dengan wajah muram.


"He he he, aku keterlaluan ya?" tanya suamiku


"Bukan keterlaluan, tapi sudah over bercinta denganku, coba hitung sudah berapa kali ini tadi belum malam kemarin, Rinda tadi di kantor tidur saja mas waktu istirahat siang" kataku.


"He he he" suamiku tertawa dan menciumiku dengan gemasnya.


"Kamu itu memang menggemaskan, menggairahkan" katanya lagi.


"Rin..." panggil suamiku lagi.


"iya..." jawabku.


"Ini namanya waktu yang berkualitas Rin, kita bertemunya dua bulan sekali, tapi di setiap pertemuan tidak ada pertengkaran, tapi saling merindukan" kata suamiku.

__ADS_1


"Aku juga suka mas, aku sangat menikmatinya juga, terima kasih mas, selalu ada selalu menemaniku di saat libur cutimu" kataku.


Kami mengobrol sepanjang malam ini, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


"Sayang... sudah mengantuk?" tanya suamiku, ketika melihatku menguap berulang kali.


"Iya Mas, Rinda tidur dulu ya" pamitku.


"Pakai baju dulu, nanti masuk angin" kata suamiku.


"Tolong ambilkan ya" kataku manja.


Kemudian suamiku mencium pipiku dan beranjak dari pembaringan menuju almari mengambil baju untukku, kemudian kembali menyerahkan baju untuk aku pakai.


"Mas... " bisikku pelan.


"Iya, ada apa?" tanya suamiku sambil memeluk tubuhku


"Mas... aku ingin mendengar ragu romantis" kataku.


Kemudian suamiku meraih hpnya mencari lagu-lagu romantis menemani tidur kami, beberapa lagu romantis baik dari dalam negeri maupun luar negeri silih berganti menambah keromantisan suasana di kamar ini dengan lampu temaram, aku tertidur dalam dekapan hangat suamiku.


Adzan subuh membangunkan kami, kemudian beranjak dari pembaringan untuk mandi bersama.


Di dalam kamar mandi suamiku memandangku, menyalakan air shower kami mandi bersama di bawah jatuhnya air dari shower, saling memeluk dan mencium.


Aku tersenyum memandang suamiku.


"Sekarang suka mandi bersama" bisikku menggoda suamiku.


"He he he" suamiku tertawa mendengar ucapanku.


Selesai mandi besar kami mengambil wudhu dan melaksanakan sholat subuh berjamaah, selesai sholat subuh aku bersalaman, mencium punggung tangan suamiku dan suamiku mencium keningku.


"Terima kasih suamiku, telah menjadi imam sholatku" kataku.


Suamiku tersenyum mendengar ucapanku, kemudian mengambil Al quran untuk di bacanya, aku membuka mukenahku merapikannya dan meletakkan di tempatnya kemudian berjalan menuju dapur menyiapkan sarapan pagi.


Selesai menyiapkan sarapan pagi, Vano datang menghampiriku seperti biasa bermanja denganku, ku lihat ibu menuruni tangga.


"Rajin sekali menantuku pagi ini, sudah siap sarapanya, mau ada acara kemana hari ini?" tanya ibu mertua.


"Mas Arif mau mengajak ke pantai sekalian mampir dan pamit ke orang tuaku bu" jawabku.


"Sampaikan salam ibu ke orang tuamu ya Rin" pesan Ibu.


Selesai membaca Al quran mas Arif menghampiri kami, waktu menunjukkan pukul setengah tujuh.


"Ayo sarapan kemudian kita bersih-bersih rumah" kata suamiku.


"Loh... Mas Arif lupa? kan semalam bilang mau ke pasir putih dan ke rumah ibu bapak" kataku mengingatkan.


"Tidak lupa, kita ke rumah orang tuamu setelah kita bersih-bersih rumah, ke pantainya sore hari saja, kan bagus itu melihat senja di pantai juga tidak panas" kata Mas Arif menjelaskan.


Pagi ini... setelah sarapan, Ibu pamit bekerja dan aku dengan mas Arif di bantu Vano membersihkan rumah, setelah itu kami bersiap berangkat menuju rumah orang tuaku, waktu menunjukkan pukul delapan lebih seperempat.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


jangan lupa like, vote dan bintang limanya ya 😍😍😍😍😍


__ADS_2