Lika-Liku Single Parent

Lika-Liku Single Parent
Senyum Di Pagi Hari


__ADS_3

Adzan subuh membangunkan kami, aku menatap lembut wajah suamiku, aku cium lembut pipinya.


"Sayang... ayo bangun, jadilah imamku dalam sholat subuh" bisikku.


Kulihat suamiku membuka matanya dan tersenyum kemudian memeluk dan menciumku.


"Pingin lagi" bisiknya


Aku tersenyum mendengar ucapan suamiku, kupeluk suamiku, kuciumi wajah suamiku dengan lembut


"Ayo..." bisikku lagi


Mas Arif memandangku lembut, mencium setiap bagian tubuhku, dan aku sangat menikmati setiap rangsangannya


"Ah... mas..." lenguh suaraku


"lagi... yang ini" bisik mas Arif


Aku menganggukkan kepalaku dan tersenyum kemudian mendekatkan bibirnya, kami saling menikmati ciuman di pagi ini


Menikmati, kenikmatan yang mendatangkan pahala ini


"Bidadariku, aku selalu merindukan ini" bisik mas Arif


"Ayo mandi bersama" bisikku manja


"Hehehe" suamiku tersenyum dan tertawa lalu menggendongku menuju kamar mandi


Di kamar mandi... kami... melakukannya lagi


"Sayang... dari semalam sudah berapa kali? tanya suamiku


"Tak terhitung he he he" kataku dan tertawa


Kami mandi besar bersama di pagi hari


Keluar dari kamar mandi....


"Kenapa sayang?" tanyaku ketika melihat suamiku memandangku


"Masak mau lagi?" tanyaku lagi


"Rin... aku ingin menikmatimu setiap hari, dirimu membuatku bergairah" bisik mas Arif ketika mendekatiku


"Ayo sholat subuh dulu, setelah itu aku masak untuk sarapan pagi kita" kataku


Kemudian kami keluar kamar bersama, dan sholat subuh berjamaah di imami suamiku, selesai sholat aku merapikan mukenahku dan aku taruh di rak musholla dan berjalan menuju dapur untuk memasak sarapan pagi, suamiku membaca Al-Quran

__ADS_1


Ah... betapa indahnya hidup ini, mendengan lantunan ayat suci dari mulut suamiku di pagi hari, membuat hatiku damai sekali, Ya... Allah terimakasih sekali atas segala nikmat, anugerah yang Engkau limpahkan kepada hamba ini.


Ibu mertua turun dari tangga dan menghampiriku, dengan senyum menggodanya, mungkin melihatku keramas di pagi hari, aku di beri senyuman yang seperti itu merasa kikuk dan malu


"Rin... pagi ini melihatmu seperti bahagia sekali?" tanya ibu membuka obrolan


"He he he, putra ibu yang membuatku bahagia dengan cintanya" jawabku


"Hari ini ibu kerja?" tanyaku


"Enggak RIn, besok ibu ada perlu ke luar kota, kamu besok libur ya?" tanya ibu sembari membersihkan beras untuk di masak dengan magic com


"Iya bu, besok Rinda libur, mas Arif juga belum ada kabar mengenai tiketnya, mungkin hari ini" kataku


Ibu berjalan menaiki tangga meninggalkanku, aku meneruskan masak sendiri setelah masakan sudah matang, Vano mendekatiku di dapur


"Bunda.... " kata Vano dan memelukku minta di manja


"Vano... bunda tidak kuat menggendongmu, jalan ya" kataku


Kemudian aku dan Vano berjalan menuju sofa, kupangku dan kupeluk, kucium Vano denganĀ  lembut


"Kenapa Vano?" tanyaku sambil mengusap lembut rambutnya dan kucium keningnya


"Ayah kok cepat pergi lagi, Vano masih kangen" katanya pelan


"Vano sabar ya... dua bulan lagi kita ketemu ayah" hiburku


Padahal dalam hatiku, aku juga masih ingin bersama suamiku, masih rindu sekali, tapi sudahlah biarlah rindu ini terus bersemi membuat hati dan cinta kami semakin erat.


Mas Arif sudah selasai membaca Al Quran dan berjalan mendekati kami menciumku juga mencium Vano


"Vano, sekolah ya hari ini, ayo mandi dulu, kemudian sarapan" kata mas Arif


Aku membawa Vano ke kamar mandi yang sudah aku siapkan air hangat dalam bak, kemudian Vano mandi, selesai mandi aku membalut tubuh mungil Vano dengan handuk dan Vano berjalan ke arah sofa, duduk di sana bersama mas Arif, aku berjalan menuju kamar tamu mengambil baju seragam untuk Vano, kemudian memakaikanya


Ibu turun dari tangga dengan memakai baju kerjanya


"Ibu... pagi sekali sudah berangkat?" tanya mas Arif


"Sarapan dulu bu" pintaku


Kemudian kami sarapan bersama, setelah ibu berangkat kerja duluan


Jam di dinding ruang keluarga menunjukkan pukul tujuh pagi, aku masuk ke dalam kamar berniat untuk berganti baju kerja, suamiku masuk ke kamar melihatku berganti baju dan memelukku dari belakang


"Mas... masak minta lagi?" tanyaku sambil melepaskan pelukannya

__ADS_1


"He he he, habisnya enak sih" jawabnya menggoda


"Nanti malam lagi, istrimu ini mau kerja" ucapku dan aku memakai baju kerjaku kemudian berhias, dan memakai jilbab


Setelah semua siap kami bertiga meninggalkan rumah mengendarai mobil di kemudikan oleh suamiku, dari masuk mobil sampai mobil meninggalkan perumahan suamiku terlihat tersenyum-senyum


"Senyum-senyum terus sih mas?" tanyaku


"Karenamu aku tersenyum pagi ini sayang" jawabnya sambil melirikku


Mobil berhenti di sekolahnya Vano, aku turun dari mobil membuka pintu belakang dan Vano turun dari mobil aku membawa tas bekal juga tas sekolah Vano dan berjalan menggandeng tangan Vano menuju Penitipan anak, ya... pagi ini hati kami bahagia


"Bu... saya tinggal dulu, nitip Vano" kataku ke bu Lia


"Iya, bu Rinda hati-hati" kata bu Lia


"Bu Lia kalau ada sesuatu dengan Vano, saya segera di kabari ya" kataku dan di jawab dengan anggukan kepala bu Lia


Vano bersalaman denganku juga dengan suamiku, dan mencium pipi Vano, kami berdua segera meninggalkan Vano di Penitipan anak, dan mas Arif mengantarkanku ke tempat kerjaku


Aku buka sabuk pengaman dan akan membuka pintu mobil


"Rin..." panggil mas Arif


Aku menoleh ke arah mas Arif


"Ada apa mas?" tanyaku


"Kamu cantik istriku" jawabnya


Aku tersenyum dan mendekat ke wajah mas Arif dan mencium pipinya


"Terima kasih suamiku, nanti di lanjut lagi ya" kataku sambil mengedipkan mata


Kemudian aku turun dari mobil berjalan meninggalkan suamiku dari jauh aku berbalik lagi dan melambaikan tangan kemudian cium jauh tersenyum dan berbalik lagi menuju tempat kerjaku


"Rin... ceria banget pagi ini" tanya Nia


"Iya lah, makanya segera menikah biar tau rasanya bahagia orang menikah" jawabku


"Hadew... pagi-pagi sudah kena ceramah" kata Nia kemudian melanjutkan kerjanya


Aku tersenyum melihat tingkah Nia, kasihan juga dia, usia udah sepantaran denganku, menunggu dinikahi pacarnya tapi tak kunjung di lamar, sudah lama mereka menjalin hubungan, ah semoga saja Nia di segerakan menikah, batinku


Aku nyalakan komputer di mejaku, kemudian aku ambil laporan penjualan di mejanya widya, aku buka lembar demi lembar, kemudian aku input ke komputer


Waktu begitu cepat berlalu, hari ini hari jumat, istirahatnya lumayan lama ada dua jam an, dari jam 11 sampai jam 13, jadi aku bisa istirahat siang, lelah semalam bertempur dengan suami he he he, begitu masih di tambah pagi hari, badan rasanya lelah dan mengantuk sekali.

__ADS_1


__ADS_2