Lika-Liku Single Parent

Lika-Liku Single Parent
Mengikutiku


__ADS_3

Aku tersenyum mendengar pertanyaan Nia


"Kok senyum saja sih, kamu tunangan ya" bisik Nia


Aku menganggukkan kepala


"Dengan siapa? pacarmu kan pulang sebulan lagi, apa sama sapa kemarin itu yang kamu marahi di atm" tanya Nia


"He he he gak mungkin aku sama dia Nia, aku kemarin jumat tunangan sama mas Arif" kataku


"Hah... bagaimana ceritanya?" tanya Nia


"Aku juga keluarga gak tau Nia dia pulang dan melamarku, aku hari jumat kemarin itu sampai rumah mas Arif dan tante Linda ke rumah membawa seserahan melamarku, ternyata mas Arif sekarang dapat cuti dua bulan sekali" ceritaku


"Wow so sweet banget" kata Nia


"So sweet, so sweet apa, bikin jantungan tau" kataku


"Ngobrol saja, ayo kerja Nia" kataku sambil membuka file-file dokumen untuk aku input di komputer


"Hari ini kok cepet banget ya, sudah jam setengah empat" kataku


"Ya iya, kamunya lagi seneng coba lagi suntuk waktu terasa lama" kata Nia


"Kamu tadi berangkat sendiri gak diantar Arif?" tanya Nia


"Aku naik sepeda sendiri Nia" kataku


"Aku bareng ya?" tanyanya


"Aku pulang ke tante Linda, Vano gak mau pulang ke rumah orang tuaku" kataku


"Disana ada Arif, hayooo sudah ngapain" goda Nia


"Gak ngapa-ngapain Nia, kamarnya kan beda" jelasku


"Ayo pulang Nia, mau masak juga aku di rumah" kataku


"Biasanya ibunya Arif yang masak, sekarang kok kamu?" tanyanya


"Tante ke jogja dari kemarin sabtu belum pulang, adiknya mas Arif keguguran juga pendarahan, kata mas Arif sudah dua kali keguguran" kataku sambil berdiri dan berjalan beriringan dengan Nia turun ke bawah ke parkiran sepeda.


"Oh...terus kapan rencana menikahmu Rin? jangan lupa ngundang teman-teman" kata Nia


"Insyaallah enam bulan lagi Nia" kataku


"Cepet sekali, aku dulu sama Aldi setahun lebih setelah acara pertunangan" kata Nia


"Maunya mas Arif segera mungkin Nia" kataku


"Sudah dulu Nia aku pulang dulu, atau aku gonceng sampai depan?" ajakku


"Oke" kata Nia sambil naik di belakangku


Setelah Nia turun aku menuju penitipan anak, kulihat Vano tidak ada, bu Via menghampiriku


"Maaf bu Rinda pulsa saya habis tidak mengabari ibu, tadi di jemput sama ayah Arif katanya Vano begitu, itu bu yang dulu pernah jemput Vano" kata bu Via

__ADS_1


"Oh iya bu makasih ya?" kataku berlalu meninggalkan penitipan anak, dan kuambil hp mau menelpon mas Arif


Tut...tut...tut...


"Assalamualaikum, mas Vano sama mas?" tanyaku


"Iya tadi aku jemput, maaf tidak mengabarimu, jangan marah ya bidadariku, segera pulang aku sudah kangen ini" kata mas Arif dan mematikan hp nya


Tiba di rumah disambut Vano


"Anak bunda dijemput ayah ya?" tanyaku


"Iya, bunda nyari Vano ya?" tanyanya


"Ya jelas lah anak kesayangan bunda, ayah kemana?" tanyaku


"Itu... tidur di kursi" kata Vano sambil menunjuk ke arah mas Arif


Aku masuk ke kamar untuk berganti baju, tiba-tiba ada suara mengetuk pagar


"Mas... sepertinya ada tamu, mas keluar bentar, aku belum selesai ganti baju nih" kata ku dari dalam kamar, kok tidak ada sahutan dari mas Arif? batinku


Setelah selesai berganti baju aku keluar kamar, kulihat mas Arif masih tidur di sofa dengan pulas, aku keluar rumah dan... ternyata mas Andi di luar pagar, sebelum dia tau, aku masuk rumah membangunkan mas Arif


"Mas... mas... bangun...." kataku sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya


"Ada apa Rin..? tanyanya


"Mas... di luar pagar ada mas Andi terus mengetuk-ngetuk pagar" kataku gugup, mas Arif langsung bangun dari sofa, dan keluar rumah aku mengikutinya di belakangnya.


Sampai di pintu pagar.. jantungku berdetak lebih kencang aku takut mereka berantem seperti dulu aku terus memegang erat lengan mas Arif


"Kenapa kamu di sini?" tanyanya balik


"Hey... kamu tidak tau kalau ini rumahku, ini istriku" kata mas Arif, tanganku memeluk pinggang mas Arif aku takut ada adu mulut dan pertengkaran diantara mereka


"Jangan ganggu istriku lagi, kamu lihat sendiri bagaimana kami" kata mas Arif lagi


Mas Andi tidak berkata apa-apa lagi langsung pergi meninggalkan kami


"Hei... tumben mau meluk aku, gandeng tanganku?" tanya mas Arif


Aku melepaskan tanganku menunduk malu


"Aku takut mas kayak dulu waktu SMA menghajar dia" kataku


"Sayang... itu dulu, kalau sekarang begitu aku bisa dihukum sayang" kata mas Arif


"Ayo masuk rumah" kata mas Arif lagi


Di ruang keluarga Vano masih sibuk dengan mainanya


"Loh baru mainanya?" tanyaku


"Iya tadi Vano dijemput ayah terus ke toko mainan terus makan ayam kentucky enaaaakk" katanya bersemangat


aku menggelengkan kepala

__ADS_1


"Hmmm hancur sudah pendidikanku selama ini" kataku


"Memang kenapa?" tanya mas Arif


"Ya iya... kan aku ngajari Vano boleh minta sesuatu harus pinter dulu" kataku


"Sekali-kali Rin, anggap saja hadiah dariku, sudah jangan marah lagi" kata mas Arif


"Gak usah masak Rin, tadi sekalian aku beli makanan" katanya lagi


"Terima kasih mas" kataku


"Aku mandi dulu mas" kataku sambil meninggalkan mereka menuju kamar mandi.


Selesai merapikan diri, kulihat mereka masih asyik main puzzle, kuhampiri mereka, aku duduk di karpet bersama mereka.


"Mas, tante Rinda kapan pulang?" tanyaku


"Hari sabtu katanya, kamu di sini saja" katanya


"Vano... tidur sini saja ya, besok ayah jemput lagi" kata mas Arif ke Vano


"Asyikkkk" katanya


"Vano... nanti malam mau tidur sama ayah, di kamar ayah" kata mas Arif


"Mau...mau.." katanya


"Vano tidur sama ayah sendiri ya, bunda tidur di kamar bunda" kataku


"Ya gak mau, harus ada ayah sama bunda" katanya sambil bermain


Aku jewer telinga mas Arif sambil berlalu meninggalkan mereka menuju meja makan untuk menata makanan.


Arif melihat hp nya ada pesan masuk dari Deni


"Rif, besok sudah selesai surat pindah domisilimu aku kirim sesuai alamat ya" kata Deni


"Terimakasih sobat, habis berapa, aku transfer?" tanyaku


"Kamu transfer seluruh isi saldo tabunganmu ya?" balas Deni


"Gratis semuanya Rif" kata Deni


"Kamu kirim yang paling cepat ya, biaya aku ganti" kataku


"Gak usah Rif" kata Deni


"Terimakasih ya Den" balasku


Di meja makan Rinda menata makanan yang di beli mas Arif tadi ke dalam wadah-wadah yang ada, kemudian bergabung bersama mas Arif dan Vano, mas Arif kemudian duduk di sofa, aku di sampingnya


"Rin... tadi bagaimana Andi bisa kesini?" tanyanya


"Aku juga tidak tau mas, apa dia mengikuti seperti dulu?" kataku


"Bisa jadi, tapi setelah kejadian tadi mungkin dia tidak akan berani mengganggumu lagi

__ADS_1


Rin" kata mas Arif


"Semoga saja mas" kataku


__ADS_2