
Selesai makan malam, Vano masih bermain berlari-lari di dalam rumah, tante Linda duduk di sofa keluarga.
"Tante tadi belum selesai ceritanya" aku mulai membuka pembicaraan
"Sampai mana ya Rin tadi?" tanya tante Linda
"Sampai mas Arif pulang kesini tante" kataku
"Ayah mas Arif apa tau kalau mas Arif kesini tante?" tanyaku lagi
"Begini ceritanya Rin, awalnya ayahnya Arif tidak tau kalau Arif pulang kesini dan bertemu denganku, tapi lama-lama curiga, Ayahnya tanya langsung ke Arif, ya akhirnya Arif cerita bertemu aku, marah Ayahnya Arif, tapi Arif tidak perduli, akhirnya Arif tidak pernah pulang ke Ayahnya sejak kejadian itu, Vera nikah saja tidak mau jadi walinya akhirnya wali hakim" cerita tante Linda
"Maaf tante kalau mengungkit masa lalu tante" kataku
"Gak apa-apa Rinda" kata tante Linda
"Mas Arif berarti sering pulang kesini ya tante kalau cuti kerja?" tanyaku
"Baru dua kali cuti ini dia pulang kesini Rin, punya anak dua sibuk semua tante sepi di rumah sendiri, untung ada kamu ada teman ngobrol begini" kata tante Rinda
"Sebentar tante Vano sepertinya sudah mengantuk Rinda ke kamar dulu" kataku sambil berlalu meninggalkan tante Rinda di ruang keluarga dengan menggendong Vano masuk ke dalam kamar, kututup pintu kamar dan aku berdongeng sambil mengusap-ngusap rambut Vano, kulihat mata Vano sudah mengantuk dan tertidurlah Vano, kuselimuti tubuhnya kucium pipi dan keningnya dan aku keluar kamar akan menemui tante Linda.
Di ruang tamu tante Linda tampak duduk sendiri sambil menonton acara televisi, kuhampiri tante Linda dan aku duduk tidak jauh dari tante Linda.
"Maaf tante" kataku
"Vano sudah tidur Rin?" tanyanya
"Sudah tante" jawabku
"Rin, rencana kapan menikah sama Arif" tanya tante Rinda
"Tante tanya sama mas Arif, mas Arif sendiri belum membicarakan hal tersebut sama Rinda tante" jawabku
"Nanti tante tanya sama Arif" kata tante Rinda
"Rin... berumah tangga itu memang berat tidak semudah orang berpacaran, rumah tangga itu tidak hanya cinta saja tapi menyatukan dua hati, dua isi otak,dua keluarga yang jelas memang berbeda, perbedaan itulah yang sering memicu pertengkaran, seperti tante ini gagal membina rumah tangga" kata tante dengan wajah sedih
"Tante...Rinda juga gagal membina rumah tangga tante" kataku
"Rinda kamu bukan gagal membina rumah tangga, tapi kamu terpaksa berumah tangga" kata tante sambil tersenyum kepadaku
"Maksud tante?" tanyaku
"Arif sudah menceritakan semuanya ke tante" kata tante
__ADS_1
"Mas Arif cerita apa saja tante" tanyaku antusias
"Banyak hal, nanti kamu tanya sendiri sama Arif, tapi tante bisa menilai, kamu perempuan kuat Rin" kata tante Rinda sambil menepuk-nepuk pundakku
"Kamu harus optimis Rin, ada saat bahagia pasti kamu dapat nanti, tante ke kamar dulu ya?" kata tante lagi sambil berjalan menuju tangga, aku masing bengong dan memikirkan apa yang sudah di ceritakan mas Arif ke ibunya, ah lebih baik aku tanya sendiri sama mas Arif, kumatikan televisi dan lampu ruang keluarga dan ruang tamu, aku masuk kamar kulihat waktu menunjukkan pukul 20:05 disana sudah pukul sepuluh berarti, mas Arif sudah tidur apa belum ya kira-kira, aku telpon apa enggak ya? pikirku, aku wa saja mas Arif, mungkin bunyi pesan wa tidak mengganggu tidurnya bila dia sudah tidur daripada panggilan telpon.
Kuambil hp di meja, kubuka whats up dan mulai menulis
"mas Arif sudah tidur?" tulisku, kulihat centang dua tapi belum warna biru berarti aktif wa nya tapi belum dibaca, kurebahkan tubuhku disamping Vano, ada panggilan masuk dari hp ku, kulihat mas Arif, segera kuangkat telponya
"Assalamualaikum" sapaku dengan semangat
"Waalaikum salam" jawab mas Arif
"Gimana Rin, tidur di rumah ibu? nyaman atau bagaimana?" tanyanya
"Ya nyaman mas, tante Linda juga welcome" jawabku
"Tapi... mas, orang tuaku pasti kangen Vano" lanjutku
"Ya jumat pulang ke rumah ortumu Rin, biar gak capek di jalan" kata mas Arif
"Mas... boleh aku tanya?" kataku
"Tanya apa sayang" kata mas Arif
"Oh... itu, iya aku cerita tentangmu waktu aku minta ijin serius sama kamu, maaf ya Rin" jelas mas Arif
"Terus tante gimana tanggapanya?" tanyaku
"Respek dan bangga sama kamu, kamu bisa melanjutkan kehidupan ini, dan melewati kesulitanmu dengan optimis" kata mas Arif
"Rin... kangen aku" kata mas Arif
"Hehehe kangen sapa mas?" tanyaku menggoda
"Kangen bersamamu Rin" jawabnya
"Aku juga kangen mas, tapi kita masih berjuang untuk cinta kita mas" kataku
"Iya Rin, jaga hatimu ya... jangan beri cinta untuk laki-laki lain" kata mas Arif
"Mas... I love you" kata ku
"Love you too Rinda" jawabnya
__ADS_1
"Mas... disana sudah malam ya... ayo mas istirahat, kalau mas sakit sapa yang merawat disana?" kataku
"Ya kamu kesini Rin merawatku hehehe" kata mas Arif sambil tertawa
"Ayo istirahat Rin, love you" kata mas Arif
"Love you too" balasku dan kumatikan telpon mas Arif, merebahkan tubuhku memeluk Vano akhirnya tertidur pulas
Pagi pun tiba, setelah melaksanakan sholat subuh, aku ke dapur, kulihat tante Linda sudah disana memasak, Vano masih tidur di kamar
"Tante Rinda bantu" kataku sambil mengambil pisau akan mengupas bawang
"Tante mau masak apa?" tanyaku
"Oseng-oseng Rin, oh ya nanti sepertinya tante pulang agak malam sekitar jam 9 an" kata tante sambil mengiris sayur di tanganya
"Kenapa tante pulang malam?" tanyaku
"Ada tes psikolog kemarin Rin, tante yang menilainya hasilnya harus kelar lusa" jawabnya
"Susah ya tante kerja seperti tante?" tanyaku
"Enggak juga Rin, semua proses, di awal memang susah tapi lama-lama sudah biasa" katanya sambil mencuci sayur
"Setelah ini tante berangkat ya"lanjut tante
"Iya tante, sarapan dulu tante" pintaku
"Pasti Rin, kamu juga sarapan, atau bawa bekal ke kantor" kata tante
Setalah selesai menyiapkan sarapan, tante Linda naik ke atas, aku menuju kamar melihat Vano masih tertidur pulas, santai dulu saja berangkat bisa jam setengah delapan pikirku
kutinggalkan Vano aku keluar rumah lari-lari kecil di sekitaran halaman rumah, lumayan keluar keringat, kalau di rumah ibu gak mungkin bisa begini, jam segini sudah ribet sama Vano.
Masih di halaman depan rumah, selesai joging aku menggunting daun-daun tanaman yang kering, kulihat tante Linda keluar rumah, cantik sekali tante Linda ini diusianya pikirku
"Rin... tante berangkat dulu ya, hati-hati" katanya sambil membuka pintu mobil
"Tante juga hati-hati ya" kataku
"Rinda nanti kamu pulang sini kan?" tanya tante
"Iya tante Rinda ke sini nanti" kataku
"Jangan masak Rin, nanti tante bawa makanan " kata tante
__ADS_1
Kuhampiri tante yang akan berangkat kerja dan aku bersalaman
"Hati-hati tante" kataku lagi sambil menundukkan kepala dan melambaikan tangan ke tante