
Siang hari terdengar suara pagar diketuk orang, akhirnya aku keluar.
"Dengan Pak Arif?" kata kurir expedisi.
"Iya" jawabku.
"Ini ada surat, tolong tanda tangani tanda terimanya" katanya, aku menandatanginya.
"Makasih pak" kataku dan masuk ke rumah, di dalam rumah aku buka suratnya, masih jam 10, ke kelurahan dulu saja sekarang kataku dalam hati.
Sampai di kelurahan menyerahkan berkas dari Merauke ke petugas.
"Ditunggu sebentar ya Pak, oh iya Bapak isi blanko ini kemudian serahkan ke sini kembali" kata petugas.
Aku mengambil tempat duduk di pojok yang ada mejanya, mulai aku mengisi blanko dan menandatanganinya dan menyerahkan kembali ke petugas tersebut.
"Kapan selesainya Pak?" kataku.
"Ditunggu atau ditinggal Pak, satu jam lagi perkiraan karena harus nunggu antrian" katanya.
"Aku ambil uang, aku serahkan ke petugas tersebut, segera di selesaikan" kataku.
"Iya...iya..." katanya.
Tak lama kemudian namaku di panggil, aku menuju ke loket tersebut lagi.
"Segera ke kantor kecamatan ya?" kata petugas tadi, kemudian aku keluar dari kantor kelurahan menuju kantor kecamatan yang tidak jauh lokasinya.
Aku parkir mobil di parkiran halaman kantor kecamatan, aku masuk ke bagian pengurusan pindah domisili kuserahkan map yang dari kantor kecamatan, kulihat sepi pengunjung semoga bisa selesai hari ini batinku
tidak lama kemudian namaku dipanggil, aku menuju loket.
"Pak, bisa segera ke kantor catatan sipil ya, rejeki Bapak servernya lancar" kata petugas.
"Iya terimakasih" kataku kemudian berlalu meninggalkan kantor kecamatan, waktu menunjukkan jam dua belas kurang seperempat, segera aku menuju kantor catatan sipil, semoga belum istirahat.
Sepuluh menit kemudian... ada petugas yang akan membalikkan tulisan istirahat.
"Pak...sebentar masih bisa kan memasukkan berkas?" tanyaku.
"Masih kurang lima menit lagi kan waktu istirahat" kataku, petugas mempersilahkan aku masuk dan mengambil nomer antrian.
Aku menunggu cukup lama sampai nomerku dipanggil, satu jam lebih, aku serahkan berkasku ke ibu petugas, petugas itu memeriksa satu persatu.
__ADS_1
"Sudah lengkap berkas bapak, besok bisa diambil, ini no pengambilanya" katanya.
Alhamdulillah... akhirnya batinku.
Menuju mobil dan keluar dari kantor catatan sipil, telpon Ibu saja.
"Ada apa Rif?" tanya Ibu.
"Bu berkasku sudah selesai, kapan Ibu pulang?" tanyaku.
"Malam ini Rif naik kereta api, kamu jemput di stasiun besok pagi jam delapan" kata Ibu.
"Rinda masih tidur di rumah?" tanya Ibu.
"Iya gak tak bolehkan pulang" kataku.
"Sudah kamu apakan dia?" tanya Ibu dengan nada marah.
"Belum aku apa-apakan Bu, sumpah, makanya segera nikahkan anakmu ini" kataku memelas.
"Tunggu Ibu pulang" kata ibu segera mematikan telponku.
Sampai di rumah aku tidur siang, setiap malam sejak Rinda disini sangat menyiksaku, hampir tiap malam tidak bisa tidur hmmm, awas saja bentar lagi...kamu yang aku siksa tidak tidur semalaman batinku.
Arif terlelap dalam tidurnya di rumah sendiri yang sunyi, Rinda bekerja, Vano sekolah, waktu begitu cepat menunjukkan pukul empat sore tapi Arif belum juga bangun dari tidurnya.
********
"Ayah kok tumben tidak menjemput Vano ya?" tanya Vano.
"Mungkin ada urusan lain Vano, ayo kita pulang" kataku sambil membawa tas nya Vano.
"Bu pamit dulu, terimakasih, Assalamualaikum" kataku
"Waalaikumsalam, hati-hati Vano" kata bu Lia sambil melambaikan tanganya ke arah kami.
Tiba di rumah tante Linda, kok sepi, tapi mobil ada berarti mas Arif tidak keluar pikirku kubuka pintu rumah
sepi juga, masuk kamar menaruh tas di dalam kamar, Vano menghampiriku.
"Hust bunda...itu Ayah tidur di kursi itu tu" kata Vano pelan sambil mengarahkan jari telunjuknya ke mulutnya.
"Vano... Jangan berisik ya?" kataku
__ADS_1
Aku rebahkan tubuhku, sehari lelah sekali di kantor, apalagi setiap malam, mas Arif selalu mengganggu tidurku, kapan aku bisa tidur nyenyak, andai ada tante Linda disini, mungkin aku bisa tidur tenang batinku tak lama kemudian aku tertidur masih dengan baju kerja.
Aku terbangun dari tidur jam berapa ini? kemana mereka berdua, aku lihat jam di dinding ruang keluarga hah... jam sebelas malam, Vano, mas Arif kemana? aku buka pintu kamar Mas Arif, Alhamdulillah mereka disini, tertidur dengan pulas kedua lelakiku ini, perutku terasa lapar ingin membuat mi rebus, melihat di meja makan ada sate ayam yang tersisa mungkin semalam mereka keluar membeli sate ayam ini, makan ini sajalah pikirku, selesai makan mencuci piring aku kembali ke kamarku akhirnya bisa tidur tenang, sebelum tidur aku ganti baju tidur dulu, kurebahkan tubuhku diatas tempat tidur dan mulai mengantuk kemudian tertidur.
Pagi hari aku siapkan makanan untuk makan, kulihat Mas Arif dan Vano belum bangun, setelah selesai masak aku membersihkan rumah dan mandi kemudian menyiapkan keperluanku juga Vano, hari ini hari jumat seharusnya aku pulang ke rumah, semoga hari ini Vano mau diajak pulang pikirku.
Vano bangun dari tidur, seperti biasa mencari susu kotaknya dan bermalas-malasan di depan tv, waktu menunjukkan pukul tujuh pagi, setelah sarapan segera menyiapkan Vano dan menuju sekolahnya Vano kemudian ke tempat kerja.
Kunyalakan komputerku, tak lama kemudian hp ku berdering, tumben tante Linda pikirku, aku angkat telponya
"Assalamualaikum tante? ada apa?" tanyaku
"Waalaikumsalam, Rinda kamu dimana sekarang?" tanyanya
"Rinda di tempat kerja Tante, ada apa?" tanyaku balik
"Kamu semalam tidur di rumah tante?" tanyanya
"iya Tante" jawabku
"Arif di rumah waktu kamu berangkat kerja?" tanyanya
"Di rumah Tan, waktu Rinda berangkat masih tidur" kataku
"Hadew anak ini, kalau tidur gak tau waktu, ya sudah Rin, lanjutkan aktifitasmu" kata Tante langsung mematikan hp nya
********
Di stasiun...
hmmm dasar anak laki, sudah pikun atau bagaimana, katanya jemput aku eh malah tidur, sudahlah aku pulang pakek transportasi online saja batinku, aku buka aplikasi transportasi online dan memesan, nah sudah ada pengemudinya aku tunggu disana saja batinku, kulangkahkan kakiku keluar dari stasiun menunggu ojek online, tak lama kemudian datang.
Sampai di rumah jam setengah sembilan, kuambil uang di dompet untuk membayar ojek online tersebut, kubuka pintu pagar dan pintu rumah, kemudian kubuka pintu kamar Arif, ini anak hmmm.
"Arif... bangun... katanya mau segera nikah... sudah duhur ini" teriakku sambil memukul bantal.
"Ibu kapan datang?" tanyanya.
"Kamu ini katanya mau jemput aku malah tidur, ayo bangun" kata Ibu marah.
"Rinda kemana bu?" tanyanya.
"Diambil laki-laki lain" kataku dengan nada marah dan meninggalkanya naik ke lantai atas.
__ADS_1
Arif melihat jam di hp nya, hah... sudah setengah sepuluh lebih, segera mandi dan bersiap-siap ke catatan sipil, waktuku tinggal seminggu lagi disini pikirku, kalau ini nanti bisa menikah minggu depan aku masih bisa mengurus cuti menikah dari sini, jadi aku ada waktu sebulan disini, semoga sukses batinku
keluar rumah membawa mobil menuju kantor catatan sipil.