
Sepulang kerja seperti biasa aku menjemput Vano di Penitipan anak
"Vano... ayo pulang!" ajakku
"Iya Bunda" jawabnya
Segera aku bereskan perlengkapan Vano aku masukkan ke tasnya dan pamit kepada bu gurunya Vano, kemudian meninggalkan Penitipan anak tersebut
Dalam perjalanan aku tidak langsung pulang ke rumah mertua, sejak pagi sudah suntuk sekali hatiku kebawa sampai sore, gara-gara ayahnya Vano telpon terus dari kemarin, untung saja mas Arif tadi siang tidak telpon cuma mengabari lewat pesan wa kalau sudah sampai mes dan mau istirahat.
Vano... kita makan dulu saja gimana?" tanyaku meminta persetujuan Vano
"Iya Bunda, Vano ingin makan ayam kentucky" pinta Vano
"Oke, ditempat biasa ya?" tanyaku
"Iya Bunda" jawabnya
Kemudian sepeda motor aku arahkan ke tempat makan cepat saji.
Sampai di sana, Vano turun dulu kemudian aku ikuti, aku masuk ke dalam menggandeng tangan mungil Vano menuju kasir, dan memesan makanan siap saji.
Setelah memesan makanan dan membayarnya aku duduk di tempat duduk yang tersedia.
Hp dari dalam tas ku berbunyi, masih malas mengangkat kwatir kalau ayahnya Vano yang menelpon lagi, kalau dia telpon aku matikan saja, batinku, akhirnya aku ambil hp ku, Alhamdulillah... akhirnya suamiku tercinta yang telpon, aku tersenyum-senyum dan aku angkat video call dari suamiku
"Assalamualaikum my hubby" sapaku dengan senyum manisku
"Waalaikum salam istriku" jawabnya dengan senyumanya
Aku lihat suamiku berada di teras mes nya
"Rin, kamu di mana ini? Vano mana?" tanya Mas Arif
Aku arahkan kamera hp ke arah Vano
"Itu Mas, Vano lagi main prosotan" jawabku
"Tumben Rin, makan di situ kamu?" tanya Mas Arif
"Vano minta ke sini Mas, katanya pingin ayam kentucky" jawabku
"Mas mau ngomong sama Vano?" tanyaku
"Iya Rin" jawab Mas Arif, aku berjalan menuju ke Vano yang asyik bermain prosotan yang tersedia di tempat ini
"Vano...Vano..." panggilku
Vano menoleh ke arahku
"Apa bunda?" tanyanya sambil menghampiriku
__ADS_1
"Ayah mau ngomong sama Vano" kataku
Vano mengambil hp dan tersenyum melihat wajah mas Arif
"Ayah, kapan pulang?" tanya Vano
"Vano...Vano... baru berangkat di tanya kapan pulang? ya dua bulan lagi Vano" jawab Mas Arif
"Gak enak gak ada Ayah, di rumah saja, Bunda gak mau di ajak jalan-jalan biasanya" cerita Vano
"Lah ini sudah jalan-jalan sama bunda" kata mas Arif
"Gak jalan-jalan malam lihat lampu-lampu jalan gitu yah" kata Vano
"Hei...bahaya kalau jalan-jalan malam sama Bunda, nanti ada yang jahat sama Bunda atau Vano, Vano jalan-jalannya sepulang Bunda kerja saja, jangan habis maghrib ya" kata Mas Arif menasehati Vano
"Begitu ya Yah" kata Vano
Pelayan datang menghampiri kami mengantarkan pesanan makanan kami
"Sudah dulu ya Mas, nanti di sambung lagi, ini mau makan aku sama Vano" kataku
"Iya Rin, setelah ini langsung pulang ya" pesan Mas Arif sambil tersenyum
"Love you" katanya sambil memanyunkan bibirnya tanda mencium
Aku tersenyum dan tertawa melihat expresi mas Arif, kemudian aku lambaikan tanganku
"Waalaikum salam" balas Mas Arif dan video call di matikan Mas Arif
"Ayo makan sendiri Vano" kataku
Aku sebenarnya bingung harus menceritakan atau tidak kalau mantanku menghubungiku dua hari ini, tapi kalau aku cerita, aku khawatir mas Arif cemas dan kepikiran di sana, entahlah mantanku ini memang bikin suntuk orang saja, batinku.
"Enak Vano?" tanyaku sambil meminum es susu coklat
"Enak Bunda, kapan-kapan ke sini lagi ya?" tanya Vano
"Oke" jawabku dan tersenyum
"Vano... Bunda pingin es cream, Vano mau?" tanyaku
"Iya mau Bunda" jawab Vano
"Habis ini kita beli es cream ya?" tanyaku
Vano mengangguk sambil menghabiskan makananya.
Mungkin dengan cara ini aku bisa sedikit menghilangkan kesuntukanku, entahlah sampai kapan aku bersikap begini sama ayahnya Vano, masih terlalu sakit untuk memaafkannya atas segala yang dilakukanya padaku dulu.
"Vano sudah selesai makanya?" tanyaku
__ADS_1
"Sudah Bunda, ini sudah habis" jawabnya sambil menunjukkan makanan yang habis
"Ayo cuci tangan dulu, setelah itu beli es cream!" pintaku
Kemudian aku menuju wastafel dan mencuci tangan begitu juga dengan Vano, keluar dari tempat makan siap saji, aku mengendarai sepeda motorku menuju ke tempat yang jualan es cream, sampai di sana aku turun dan masuk ke dalam memesan es cream yang kami mau. Aku menunggu dengan melihat kendaraan yang lalu lalang di depanku, kulihat Vano masih asyik dengan bermain mainan mobil besi yang diambil dari tasnya.
Tak lama kemudian pelayan datang membawa pesanan kami, aku cuma pesan satu saja, khawatir tidak habis kalau pesan dua. Aku menikmati es cream berdua dengan Vano, Vano memakan es cream sendiri dengan memakai sendok kecil demikian juga denganku.
Rasa es cream coklat ini sedikit membuat suasana hatiku membaik.
"Ayo pulang Vano, sudah mau maghrib!" ajakku
Setelah membayar es cream tersebut aku keluar dari tempat tersebut dan mengendarai sepeda langsung pulang ke rumah ibu mertuaku.
Sampai di rumah aku lihat ibu mertua duduk di teras
"Rin... tumben jam segini baru pulang? apa lembur?" tanya Ibu
"Vano tadi pulang dari Penitipan anak minta makan Bu, katanya lapar, jadi Rinda ke sana dulu" jawabku
"Iya Rin, masuk dulu sana, mandi dulu" kata Ibu
"Iya Bu, Rinda tinggal dulu ya" kataku kemudian masuk ke dalam rumah menuju kamar Vano untuk meletakkan tas sekolahnya dan aku menuju ke kamarku.
"Vano tadi sudah mandi ya?" tanyaku ke Vano yang sedang berjalan ke ruang keluarga
"Sudah Bunda" jawabnya
"Ya sudah kalau begitu, Bunda mau mandi dulu, Vano lihat tv dulu ya!" pintaku
Adzan maghrib terdengar dari masjid perumahan, segera aku mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat maghrib, saat aku keluar kamar menuju musholla, bertemu ibu
"Bu... Ibu yang mengimami ya!" pintaku
"Iya Rin, ayo!" ajak Ibu
Kami sholat berjamaah diimami ibu, selesai sholat berjamaah ibu bertanya kepadaku
"Rin... kamu tadi sudah makan?"
"Sudah Bu sama Vano" jawabku
Setelah itu ibu meninggalkan musholla menuju dapur, dan aku mengambil Al quran untuk melantunkan ayat suci Al quran agar hatiku lebih tenang.
Selesai membaca Al quran aku melepas mukenahku dan menghampiri Vano.
"Vano... ayo tidur!" ajakku
"Iya Bunda" jawab Vano sambil menguap
"Tidur di kamar Ayah ya" kataku memberitahu Vano
__ADS_1
Aku mematikan tv, dan mengecek pintu juga jendela lalu mematikan beberapa lampu dan masuk ke kamar tidur, kulihat Vano sudah tertidur di tempat tidur, tersenyum melihat Vano yang sedang tidur, aku hampiri dan aku ciumi pipi Vano, kemudian aku rebahkan tubuhku di samping Vano dan mulai memejamkan mataku kemudian tidur.