Lika-Liku Single Parent

Lika-Liku Single Parent
Curahan Hati


__ADS_3

Vano sudah tertidur di karpet ruang keluarga, Mas Arif segera menggendong Vano masuk ke kamarnya.


"Rinda" panggil Mas Arif.


Aku berjalan menghampiri Mas Arif dan memeluknya.


Menjijit dan mencium bibirnya.


Kemudian Mas Arif menggendongku masuk ke kamar, dan merebahkan tubuhku di pembaringan, menatapku dengan mesra.


Aku tersenyum memandang suamiku, dan kami berciuman kembali.


"Mas, aku kangen" bisikku.


"Kangen orangnya atau rasanya?" goda Mas Arif.


"Kangen keduanya he he he" jawabku.


"He he he, aku juga Rin" kata Mas Arif dan kami tertawa bersama.


Kami masih saling berpelukkan, berciuman.


"Rin... " bisik Mas Arif.


"Apa Mas?" tanyaku dengan suara pelan.


"Aku pingin" jawab Mas Arif.


"Ayo!" kataku dan tersenyum kemudian mencium bibir suamiku.


Menikmati setiap rasa


Kami saling melepas rindu, rindu pada kenikmatan dunia


Kami saling tersenyum setelah selesai pada titik puncak kenikmatan.


"Terima kasih Rin" bisik Mas Arif.


"Mas... aku mencintaimu" bisikku.


Mas Arif masih memeluk tubuhku dan menciumku.


"Dingin Mas" kataku.


Kemudian Mas Arif mengambil selimut dan kami berselimut berdua.


"Rin... apa yang menjadi beban pikiranmu saat ini?" tanya Mas Arif.


"Vano itu Mas, aku takut mantanku menggunakan cara yang licik untuk mengambil Vano" jawabku.


"Seandainya Vano dia bawa apa untungnya di dia Rin?" tanya Mas Arif.


"Gak tau juga aku Mas, cuma kok kesanya ingin sekali mengambil Vano" jawabku dan aku menghela nafas.


"Mas... sebelumnya aku minta maaf sama Mas, tidak langsung bercerita, tapi baru saat ini aku akan bercerita" kataku lagi.


"Mau cerita apa Rin?" tanya Mas Arif sambil mencium pipiku.


"Kapan hari mantanku telpon aku, minta ketemu Vano, tapi aku belum siap Mas, jadi aku marah-marah sama dia" jawabku.


"Rin... kalau mau ketemu Vano, kalau ada aku saja, lain kali kalau dia hubungi kamu minta ketemu sama Vano bilang nunggu aku ada di sini" kata Mas Arif.


"Aku ingin tau bagaimana reaksi dia" kata Mas Arif kemudian.


"Iya Mas" kataku.


"Rin... " panggil suamiku.


Aku menoleh ke Mas Arif dan mencium bibirnya dengan lembut kemudian melepasnya.

__ADS_1


"Kamu ingin lagi ya?" goda Mas Arif.


"Ah Mas, malu jadinya Rinda" kataku sambil mencubit pinggangnya.


"Aduh... sakit sayang" kata Mas Arif.


Aku tersenyum dan tertawa "He he he"


"Sekarang istriku sudah bisa menikmatinya" bisik Mas Arif.


Aku tersenyum malu dan membenamkan wajahku dalam pelukan suamiku tercinta.


"Rin..." bisik Mas Arif.


"Kenapa Mas?" tanyaku.


"Rin... tegang lagi" jawab Mas Arif.


Aku tersenyum memandang Mas Arif.


"Entahlah Rin, dekat denganmu seakan tidak pernah puas, ingin dan ingin terus menikmatimu sepanjang hari" kata Mas Arif lagi.


"Ah bisa saja Mas Arif ini" bisikku.


"Ini beneran dari dalam hati atau cuma rayuan gombalmu Mas?" tanyaku.


"Ya beneran sayang" jawab Mas Arif.


Dan....


Kami kembali berpelukan, berciuman, dan saling menikmati.


Lenguhan, desahan dari bibir kami membuat kami semakin bergairah dalam bercinta.


"Rin... aku cinta kamu" bisik Mas Arif.


"Aku juga sayang" bisikku.


Kami saling melempar senyum kepuasan.


"Kamu memang menggairahkan sayang" bisik Mas Arif.


Aku tersenyum dan mencium pipi Mas Arif kemudian bangun merapikan pakaianku menuju ke kamar mandi.


Tak lama kemudian Mas Arif menyusul masuk ke dalam kamar mandi.


Kami berciuman sebentar di dalam kamar mandi kemudian keluar kamar mandi bersamaan.


"Mas... Ayo tidur" kataku ketika kami sudah berada di atas pembaringan.


"Sudah ngantuk Rin?" tanya Mas Arif.


"Iya Mas, besok bangun pagi mandi besar" kataku.


"Iya bidadariku, love you" bisik Mas Arif dan aku tidur dalam dekapan suamiku.


****


Pagipun tiba, aku membuka mataku, masih jam setengah empat, Mas Arif masih tidur dengan memeluk tubuhku.


"Mas... ayo bangun" bisikku.


"He em" begitu jawaban Mas Arif masih dengan mata tertutup.


Aku melepaskan pelukanya Mas Arif kemudian bangun dari tempat tidur menuju kamar mandi untuk mandi besar.


Saat bajuku aku buka, tiba-tiba Mas Arif memeluk tubuhku dari belakang mencium tengkuk dan leherku, tangannya meremas bagian tubuhku.


"Ah Mas" bisikku.

__ADS_1


Aku berbalik menghadap ke suamiku.


Tersenyum memandangnya, aku kalungkan tanganku di lehernya dan mencium lembut bibir suamiku.


Air dari shower membasuh tubuh kami membuat segar badan ini.


Di bawah pancuran air shower kami saling menikmati peluk dan ciuman ini.


Sampailah kami bercinta lagi, suara gemericik air, menyamarkan suara desahan kami, desahan dalam puncak kenikmatan dunia.


"Love you, istriku" bisik Mas Arif mesra.


Aku tersenyum memandang suamiku, kemudian memakai handuk dan keluar meninggalkan kamar mandi.


"Mas... ayo sholat subuh" kataki.


Kemudian kita melangkah ke musholla dan melaksanakan sholat subuh berjamaah.


"Rin... mau masak apa?" tanya Mas Arif.


"Gak tau Mas, masih ngantuk" jawabku.


Kemudian Mas Arif menggendongku kembali masuk ke kamar dan merebahkan tubuhku di pembaringan.


"Mas Arif suka banget gendong aku?" tanyaku.


"Pumpung masih bisa di gendong he he he" jawabnya.


"Kamu suka enggak aku gendong?" tanya Mas Arif lagi.


"Ya suka Mas" jawabku manja.


"Mas... Rinda tidur dulu ya? ngantuk berat" kataku.


Tak lama kemudian mataku terpejam dan tertidur.


Terbangun dari tidur, badan lumayan enak. Mas Arif tidak berada di sampingku, kulihat waktu menunjukkan pukul tujuh lebih.


Aku keluar kamar, Mas Arif sedang menemani Vano, aku menghampiri Mas Arif dan duduk di samping Mas Arif.


"Mas, Ibu bagaimana?" tanyaku.


"Ibu sudah baikan Rin" jawab Mas Arif.


"Gak jadi periksa Mas?" tanyaku lagi.


"Sudah gak mau Ibu, katanya sudah enak gitu" jawab Mas Arif.


"Rin, Kamu sarapan, tadi aku sama Vano keluar beli sarapan" kata Mas Arif.


"Mas Arif dan Vano juga sudah sarapan?" tanyaku.


"Sudah Rin, habis lapar sekali, jadi makan duluan, bareng sama Vano, he he he" kata Mas Arif.


"Ibu bagaimana Mas, sudah sarapan juga?" tanyaku lagi.


"Sudah Rin, sudah kamu sarapan sana, setelah ini kita jalan-jalan" kata Mas Arif.


"Jalan-jalan saja, Ibu sakit begitu" kataku.


Aku berdiri menuju ke meja makan untuk sarapan pagi, Alhamdulillah ya Allah Engaku beri aku suami yang baik dan pengertian begini, batinku saat menikmati sarapan pagi.


"Mas... memangnya mau jalan-jalan kemana?" tanyaku.


"Ke alun-alun atau cuma jalan-jalan saja keliling kota" jawab Mas Arif.


"Oh... disekitar sini saja, aku kira jauh, kayak ke pantai atau ke mana gitu, kalau di sekitaran sini saja gak apa-apa, ayo!" kataku.


"Aku siap-siap dulu, Vano sudah mandi?" tanyakuu.

__ADS_1


"Sudah Bunda, Vano dimandikan Ayah" jawab Vano.


"Terima kasih suamiku, pokoknya suami termengerti ini" bisikku sambil mencium pipinya.


__ADS_2