
Pagi di Mimika.....
setelah sholat subuh aku joging sebentar di depan mes, Rinda pasti masih tidur disana
"Rif... tumben kamu joging pagi hari" tanya Deny
"Biar kuat hehehe" kataku, kemudian aku duduk di teras mes Deny
"Gimana... rasanya?" tanya Deny sambil mengode-ngode dengan tangannya aku paham maksudnya
"Ha ha ha, makanya segera menikah, ya enaklah Den, aku saja pingin segera pulang" kataku dan tertawa
"Perempuan yang dekat denganku hanya mau uangku saja Rif, tidak ada yang tulus" kata Deny
"Oh ya istrimu gak kamu bawa kesini?" tanya Deny kemudian
"Dia lagi hamil muda Den" kataku pelan
"Hah... hebat banget kamu, menikah sebulan langsung jadi" kata Deny kaget
"Iyalah pagi siang malam bikin hehehe" kataku sambil tertawa, Deny hanya menggeleng-gelengkan kepalanya
"Gak kamu dp dulu itu istrimu?" tanya Deny penasaran
"Ya enggak lah, istriku ini beda dengan perempuan yang aku kenal yang kamu ketahui Den, dia bisa menjaga dirinya" kataku menjelaskan
"Tapi kan waktu itu istrimu sebelum kamu nikahi tinggal di rumahmu" kata Deny masih penasaran
"Iya, sungguh menyiksa waktu itu,melihatnya saja tegang terus aku padahal dia pakai jilbab baju panjang begitu, makanya aku segera menyuruhmu mengurus surat-suratku biar bisa segera menikahinya
"Ha ha ha Rif, Arif tak bisa kubayangkan seperti apa rasanya" kata Deny tertawa terbahak-bahak
"Kapan ya aku bisa bertemu jodohku" kata Deny sedih
"Orang tuaku ingin aku segera menikah" curhat Deny
"Banyak doa, perbaiki diri nanti ketemu jodohmu" nasehatku
"Eh sudah dulu, aku mau nelpon istriku" kataku kemudian berlalu meninggalkan Deny.
Waktu sudah menunjukkan jam enam pagi, Rinda pasti sudah bangun, kuambil hp ku untuk menelpon Rinda, ah diangkat sama bidadariku
"Assalamualaikum sayang" sapaku, kulihat Rinda masih muka bantal tapi tetap menggemaskan
"Waalaikum salam suamiku, aku kangen mas" kata Rinda dengan suara seraknya bikin adikku langsung tegang
"Sayang... bagaimana kondisimu sekarang?" tanyaku
"Lebih baik mas, tapi perut bawahku ini kok tambah sering sakit ya?" tanya Rinda
"Dua minggu lagi ya control? tanyaku
__ADS_1
"Iya mas" jawab Rinda
"Sayang... sebulan lagi pulang aku" kata mas Arif
"Rin... lihat sudah tegang gini" kataku sambil mengarahkan video ke bagian bawah
"Ha ha ha ha mas ini ada-ada saja" kata Rinda tertawa
"Kamu gak kangen itu?" tanyaku
"Ya kangenlah mas" jawab Rinda sambil tersenyum
"Rin... aku kangen banget" kataku
"Aku juga mas" kata Rinda, matanya terlihat berkaca-kaca
"Jangan menangis sayang" hiburku
"Mas... dulu waktu belum menikah berat juga berpisah denganmu, sekarang setelah menikah semakin berat rinduku ini, gak enak gak ada mas, gak bisa bermanja, gak ada yang gendong Rinda, juga menyuapi Rinda" kata Rinda tambah menangis, hadew istriku ini membuat hatiku gak karu-karuan
"Sayang... sabar ya... sebulan tidak lama" kataku menghibur
"Sudah jangan menangis lagi, aku juga rindu kamu" kataku
"Iya mas" kata Rinda
"Vano mana?" tanyaku kemudian hp diarahkan ke Vano ternyata masih tidur dia
"Iya mas" jawab Rinda
"Love you istriku" kataku
"Love you too my hubby, miss you" jawabnya
Telpon aku matikan, dan aku masuk ke kamar mandi untuk mandi kemudian sarapan dan berangkat kerja.
Waktu menunjukkan pukul setengah delapan, aku hampiri mes nya Deny
"Den..ayo berangkat" kataku dari luar
"Bentar aku bajuan dulu" kata Deny dari dalam
tak lama kemudian Deny keluar dan memakai sepatu sefty nya dan kami berjalan menuju tempat penjemputan, perjalanan lumayan sekitar lima belas menit, tapi kami berjalan bersama dengan teman-teman lainya jadi tidak terasa lelah, sampai di tempat jemputan, tibalah kendaraan yang menjemput kami, aku dan Deny menaikinya dan kendaraan melaju menuju tempat kerja.
Sampai di parkiran kami turun berjalan menuju mesin cek lock, lumayan antri juga, akhirnya tiba giliranku, aku menempelkan telunjuk jariku dan menunjukkan wajahku setelah selesai aku masuk ke dalam menuju tempat kerjaku yang kebetulan juga sama dengan Deny.
Waktu menunjukkan pukul dua belas lebih, saat aku istirahat sebentar kuambil hp ku dan mengetik pesan untuk Rinda
"Rin... lagi napa?" pesanku
"Wa istrimu Rif?" tanya Deny
__ADS_1
"Jelas" jawabku singkat
tak lama kemudian hp ku berbunyi
"Lagi membaca wa suamiku" bunyi pesan dari Rinda
"Ha ha ha bisa saja kamu ini, di kantor sekarang? Vano sekolah" tulisku
"Iya mas, mas istirahat ini?" tanya Rinda
"Iya, Rin... kangen" tulisku
"Sama mas" tulis Rinda
"Rin... aku mau makan siang istirahat sebentar, nanti disambung ya, love you sayang" tulisku
"Love you too my hubby, Rinda kangen banget" tulis Rinda
"Ayo Den makan siang" ajakku ke Deny, kemudian kami berjalan menuju ruang makan tempatku kerja, disana sudah tersedia banyak makanan untuk karyawan dari menu nusantara juga luar negeri, karena disini ada juga yang dari luar negeri
"Hei... pengantin baru, bagaimana kabarnya?" tanya yusuf
"Langsung jadi suf" kata Deny
"Gak dp dulu kan?" tanya yusuf
"Enggak lah ngawur kalian ini" kataku
"Ayo makan, masak mau bahas tentang percintaanku, entar malah kalian jadi pingin hehehe" kataku
"Bisa saja kamu ini Rif" kata yusuf
"Hei... tapi lebih enjoy loh kalau sudah menikah, sudah halal dapat pahala pula" kataku di sela-sela makan
"Sejak kapan Rif kamu pinter ngomong begitu?" tanya Yusuf
"Suf, kamu tak tau, istrinya Arif ini beda banget dengan kekasih-kekasihnya, makanya Arif ngebet langsung segera menikahinya" kata Deny menjelaskan
"Maksudnya beda bagaimana Den?" tanya Yusuf penasaran
"Ah kalian ini ngomongin istriku saja, nih aku lihatkan fotonya" kataku sambil membuka hp mencari foto Rinda dan menunjukkanya pada Yusuf
"Dimana kamu kenal perempuan seperti ini? apa kamu di jawa suka masuk ke pondok atau ikut pengajian?" tanya Yusuf
"Itu pacarku dulu, waktu aku Sma, aku tinggalin begitu saja tanpa kata putus, aku beralih dari hati ke hati ternyata dia ini yang selalu ada di hatiku, setahun ini aku cuti pulang ke jawa untuk mencarinya, setelah ketemu Deny aku suruh ngurus surat-suratku dari Merauke untuk menikah" ceritaku ke Yusuf
"Oh... cinta lama bersemi kembali ceritanya" kata Yusuf
"Ya begitulah, kasihan dia menungguku lama, tapi sudahlah sekarang aku sudah bersamanya" kataku dan mengakhiri makan kemudian mengambil gelas berisi es teh dan aku meminumnya.
"Aku mau istirahat dulu ya" kataku kemudian berjalan meninggalkan Yusuf dan Deny.
__ADS_1
Waktu menunjukkan pukul empat sore, aku segera berkemas untuk kembali ke mes.