Lika-Liku Single Parent

Lika-Liku Single Parent
Rindu berat


__ADS_3

Setelah Vano tidur aku menelpon mas Arif lagi berniat untuk mengabarkan kondisi kehamilanku, aku tersenyum melihat suamiku yang sedang tidur di kamar, ya dia sedang tidur sendiri, sepertinya mes nya ini satu kamar satu orang


"Rin... gimana tadi hasil periksanya?" tanya mas Arif


"Alhamdulillah mas sesuai dengan perkembangan janinya, semoga selamat sampai lahir ya?" kataku bersemangat


"Kondisimu bagaimana sekarang? masih suka mual muntah dan pusing?" tanya mas Arif


"Mudah-mudahan besok sudah enggak mas, tadi aku diberi obat untuk keluhan itu" kataku sambil menunjukkan obat dari klinik


"Sayang... maafkan aku ya tidak bisa menemanimu" kata mas Arif


"Mas... gak apa-apa, disini ada ibu yang membantuku" kataku


"Disuruh kontrol lagi kapan Rin?" tanya mas Arif


"Sebulan lagi mas, mas tadi aku ambil uang di laci, itu bisa untuk dua bulan mas" kataku


"Rin... itu untuk satu bulan, aku gak mau kamu kurang asupan nutrisi, kamu dan anak kita harus sehat" kata mas Arif


"Terimakasih mas" kataku kemudian hp aku letakkan di meja tapi posisi menghadapku


"Rinda... kamu mau apa?" tanya mas Arif


"Mau ganti baju dan menunjukkan perutku hehehe" kataku sambil tersenyum dan tertawa, kemudian aku melepas bajuku dan berganti baju tidur dan duduk di pembaringan menghadap hp


"Rinda... perutmu agak gendut ya?" tanya mas Arif


'He he he iya mas" kataku dan tertawa


"Rin... dua minggu ya kita tidak bertemu, aku rindu" kata mas Arif, kemudian aku mengambil baju mas Arif, aku ambil hp dan aku rebahkan tubuhku di kasur dan memeluk guling


"Aku juga kangen mas" kataku dan mataku sudah berkaca-kaca


"Sayang... jangan menangis" kata mas Arif menghiburku


"Enggak mas" kataku kemudian mencium baju mas Arif


"He he he, kamu hamil ini kok lucu sih, itu bajuku apa gak bau kamu cium-cium begitu" kata mas Arif kemudian tertawa


"Ah... mas.." kataku manja


"Rin... love you" kata mas Arif


"Love you too my hubby" jawabku


"Rin... sudah malam, ayo istirahat, kamu besok kerja kan?" tanya mas Arif


"Iya mas aku kerja" jawabku


"Ayo tidur sayang, sini aku peluk" kata mas Arif

__ADS_1


"Iya dalam mimpi ya mas hehehe" kataku dan tertawa


"Kamu peluk bajuku sama juga aku memelukmu kan" kata mas Arif


"He he he, ayo tidur mas" kataku


"Ayo sayang love you" kata mas Arif, kemudian aku menutup telpon meletakkan di meja dan aku memeluk guling juga baju mas Arif, entahlah saat hamil ini, aku bisa tidur kalau mencium baju mas Arif yang sudah dipakai, bau badanya rasanya menenangkanku.


Aku usap perutku, sayang... apa kamu tau tadi bunda sama ayah sedang bahagia, bagaimana ayahmu menghawatirkanmu juga bundamu, lihat kakakmu Vano sudah pulas tidurnya, batinku


ayo kita tidur sayang, baik-baik di dalam ya batinku, kemudian aku menutup mataku memandangi baju mas Arif memeluknya dan menciumnya, rasa kantuk mulai menyerangku, akhirnya aku tertidur mendekap baju milik suamiku.


Pagi hari seperti biasa, aku menyiapkan kebutuhan Vano dan sarapan, kemudian memesan mobil online untuk mengantarku dan Vano


"Bu... Rinda berangkat" pamitku


"Vano juga mau sekolah nenek" kata Vano dan kami bersalaman kemudian keluar rumah


"Hati-hati Rin, dijaga badanya" teriak ibu dari dalam


"Iya bu makasih" jawabku, tak lama kemudian mobil yang aku pesan datang, aku membuka pintu belakang mobil, Vano masuk duluan kemudian aku


"Pak ke sekolahnya anakku dulu ya, sejalan kok" kataku


"Iya bu" kata sang supir, mobil berjalan menuju sekolahnya Vano


"Nah... kita berhenti di depan dulu pak" kataku


"Sebentar ya pak" kataku


"Iya bu santai saja jangan terburu-buru" kata pak sopir, kemudian aku menuju penitipan anak menaruh tas bekal Arman, bersalaman mencium pipi Arman


"Bu nitip Vano" pesanku ke bu Via


"Iya bu Rinda" kata bu Via kemudian aku menuju mobil membuka pintu dan duduk di kursi dan menutup pintu lagi


"Ayo pak!" pintaku


"Iya bu" jawab pak sopir


tak lama kemudian aku sampai di parkiran tempatku bekerja


"Sudah pak, ini ongkosnya" kataku sambil memberikan uang ke pak sopir dan keluar dari dalam mobil.


Kemudian berjalan menuju ke kantorku, ketika sampai ditangga bertemu dengan Nia, kami berjalan beriringan naik ke atas, seperti biasa ketika sampai di meja kerjaku aku langsung menyalakan komputerku, sambil menunggu aku mengambil hp mau kirim pesan pada mas Arif


"Assalamualaikum suamiku 😘, aku sudah di kantor ini, balasnya kalau lagi senggang ya, love you 😘😘" pesanku kemudian aku taruh hp di atas mejaku kerja dan mengambil beberapa map berisi laporan untuk aku input di komputer, sejak hamil ini aku sering cepat lelah jadi banyak pekerjaan yang harusnya selesai satu hari jadi satu setengah hari mudah-mudahan akhir bulan tidak terlambat memberikan laporanya batinku.


Tak lama kemudian ada pesan masuk dari hp ku, mas Arif membalas pesanku


"Waalaikumsalam bidadariku, hati-hati ya, dijaga kehamilanya, sudah makan belum? love you too" pesan mas Arif

__ADS_1


"Tadi pagi mas, pingin gado-gado aku sekarang di kantin tidak ada" pesanku


"Pesan online sayang" pesan mas Arif


"Oh iya, sebentar ya mas, aku mau pesan online" pesanku


"Oh ya... mas sudah makan?" tanyaku


"Sudah, ini juga sama makan sayang" jawab mas Arif, kemudian aku membuka aplikasi makanan online mencari gado-gado, wah... ini sepertinya enak batinku


"Rin dari tadi kok senyum-senyum lihat hp" kata Nia


"Oh...ini wa an sama mas Arif" kataku sambil memesan gado-gado


"Cie cie... rindu itu berat ya Rin" kata Nia


"Iya... hehehe, satu setengah bulan lagi juga pulang kok" kataku


"Nia... aku delivery order gado-gado, kamu mau enggak?" tanyaku


"Iya Rin sekalian, teman-teman ada yang mau nitip gado-gado enggak?" tanya Nia pada teman-teman


"Oh iya aku nitip" kata widya


"Tiga Rin" kata Nia


"Oke, aku pesan tiga ya" kataku


Hp ku berbunyi, ada pesan dari mas Arif


"Rin...sudah pesan gado-gadonya?" tanya mas Arif


"Sudah mas, ini nunggu, mas lagi istirahat ini?" tanyaku juga


"Iya Rin, setengah jam lagi masuk" kata mas Arif


"Mas... gak istirahat siang?" tanyaku


"Wa an saja sama kamu, mengobati rinduku" kata mas Arif


"He he he, miss you mas" kataku


"Mas...Rinda lanjut kerja ya" tulis pesanku kembali


"Iya sayang, hati-hati ya" pesan mas Arif


tak lama kemudian gado-gado yang kami pesan datang aku makan juga teman-teman, lumayan lah rasanya.


Kemudian aku melanjutkan pekerjaanku yang tertunda-tunda karena kondisi kehamilanku, waktu istirahat aku tetap di dalam kantor tidak turun kebawah.


Waktu pulang seperti biasa aku dibonceng Nia sampai di depan memesan transportasi online, menjemput Vano dan pulang

__ADS_1


__ADS_2