Lika-Liku Single Parent

Lika-Liku Single Parent
Kabar Baik


__ADS_3

Tiga minggu kemudian berarti satu bulan Mas Arif di Papua.


Selama tiga minggu it mantanku sudah tidak pernah menemui kami lagi, entah kemana dia, aku tidak perduli, dan aku juga tidak akan datang kembali seperti permintaannya.


Pagi hari telpon berbunyi dari hpku, aku raih hp ku dan kulihat ternyata Mas Arif yang sedang menelpon.


“Assalamualaikum” sapaku.


“Waalaikum salam Rinda, kamu di mana sekarang? ” tanya Mas Arif.


Ini di rumahmu jawabku.


“Tumben tidak pulang ke rumah orang tuamu, biasanya liburan kamu ke sana? ” tanya Mas Arif kembali.


Badan capek ini Mas, pingin di sini saja ”jawabku.


“Rin, kamu sudah halangan? ” tanya Mas Arif.


Hampir saja aku melupakannya, loh seharusnya kan aku dua minggu yang lalu halangan, tapi sampai sekarang kok belum.


“Belum Mas” jawabku.


“Seharusnya kan sudah, sudah satu setengah bulan ini sejak kamu marah-marah karena halangan


itu ”kata Mas Arif.


“Kamu cek saja, itu masih ada di almari, dulu aku beli dua, satunya kamu pakai dulu ”jelas Mas


Arif.


“Iya Mas, sudah dulu ya, Rinda mau tespek dulu ”kataku dan hp aku matikan


Aku membuka pintu almari mencari-cari tespek, setelah beberapa detik kemudian akumenemukan, segera aku ke kamar mandi untuk tes kehamilan.


Tapi apa aku hamil, mungkin saja hanya telat biasa, tapi kok dua minggu disamping itu aku


biasa-biasa saja, hanya sering capek dan lelah saja.


Dikamar mandi aku buka bungkus tespek dan mulai aku mencelupkan ke wadah yang tersedia setelah wadah tersebut terisi air kencingku.


Beberapa saat kemudian ...


Aku tersenyum ternyata strip dua, Alhamdulillah Ya Allah semoga menjadi anak yang baik, dan Kami bisa melihatnya lahir selamat nanti.


Semoga saja aku bisa bertemu dengan mantanku dengan perut buncitku, biar dia tau juga kalau suamiku juga bisa buntingin aku, gak hanya dia saja, batinku.


Aku tersenyum melangkah keluar dari kamar mandi dan mengambil telpon kemudian membuka aplikasi Whats up.


Sudah terhubung dengan Mas Arif dan diangkatnya, sambil menunjukkan hasil tespek aku tersenyummelihat suamiku dari layar hp.


“Bagaimana hasilnya, gak jelas itu Rin? ” tanya Mas Arif penasaran.


Aku menunjukkan lebih jelas lagi.

__ADS_1


“Kamu ... hamil, Alhamdulillah ”ucap Mas Arif.


“Gak usah ikut Ibu ke Jogja, sudah di rumah saja ya! ” pesan suamiku.


Aku mengangguk dan tersenyum bahagia.


“Kapan kamu periksa Rin? ” tanya Mas Arif.


“Minggu depan saja Mas, ini baik-baik saja, aku tidak seperti kehamilanku yang kemarin kok ”jawabku.


“Iya benar-benar di jaga ya ”pesan Mas Arif.


“Mas sudah dulu ya, aku mau menemui Ibu, menyampaikan tidak jadi ikut ke Jogja” kataku.


“Iya Rin, hati-hati, sayang kamu bidadariku ”kata suamiku dan telpon mati.


Aku tersenyum bahagia dan mengusap perutku, baik-baik saja ya nak di dalam, batinku.


Keluar dari kamar tidur menuju ruang tengah aku duduk di sana sambil memperhatikan Vano yang sedang menggambar dan melihat TV, Ibu masih di atas setelah sarapan tadi.


“Bunda, kita jadi ke Jogja? ” tanya Vano.


“Tidak jadi Vano, Bunda tidak bisa” jawabku.


Kenapa Bunda? Kemarin kata nenek mau ke sana naik kereta api” tanya Vano.


“Bunda harus menjaga adikmu dalam perut Bunda” jawabku.


Aku tersenyum melihat anakku tersebut.


Ibu turun ke bawah dan duduk di sampingku.


“Rin, kamu jadi ikut ke Jogja lusa?” tanya Ibu.


Enggak dulu Bu, ini tadi Rinda baru tespek hasilnya positif ”jawabku.


“Yang bener Rin? Alhamdulillah panen cucu” kata Ibu bahagia.


“Iya Bu, lusa Rinda periksa ke Dokter Lisa ”kataku.


“Tapi kamu gak ada keluahan kayak kehamilan kemarin? ” tanya Ibu khawatir.


“Enggak Bu, hanya lekas capek saja ”jawabku.


“Periksa yang rutin, jangan capek-capek, kalau tidak kuat tidak usah bekerja, keluar saja ” kata ibu.


“Iya Bu” Jawabku.


“Kalau kamu keluar kerja, kamu bisa sewaktu-waktu ke kantor Ibu, sekalian belajar, tidak setiap hari gak apa-apa” usul ibu.


“Iya Bu, Rinda lihat nanti seperti apa, doakan baik-baik saja ya Bu” pintaku.


Kamu kalau kangen sama orang tuamu minta antar Pak Dirman, atau Ibumu tinggal di sini

__ADS_1


beberapa hari seperti dulu, Ibu kangen ngobrol sama Ibumu juga kangen rasa masakannya he he he” kata Ibu dan tertawa.


“Rin, selama Ibu ke Jogja bagaimana kamu, gak apa-apa kan aku tinggal?” tanya Ibu.


"Insya Allah baik-baik saja Bu, sini dan tempat kerja juga tidak jauh kok" jawabku.


“Kalau ada apa-apa bisa naik transportasi online atau beli makanan online Bu, atau kalau boleh teman kerjaku biar tidur di sini" kataku.


“Temanmu yang perempuan yang kapan hari itu ke sini itu?” tanya Ibu.


“Iya Bu, Nia namanya, hanya saja Rinda tidak tau dia mau apa tidak menginap di sini selama Ibu di Jogja” kataku.


“Coba ditanyakan dulu saja, jika Ibumu tidak bisa ke sini biar temanmu yang ke sini, hamil


sendiri di rumah dengan anak juga tidak enak Rin, kalau ada apa-apa akan susah” kata ibu.


“Iya Bu” kataku.


Kami asyik dengan obrolan-obrolan kami, tak terasa sudah jam 11 siang, Ibu pamit ke atas untuk istirahat, Vano juga sudah tertidur pulas di karpet depan tv, aku melangkah ke kamar untuk mengambil hp dan berjalan kembali ke sofa ruang keluarga.


Aku mau menelpon Ibuku untuk mengabarkan tentang kehamilanku.


Aku mencari kontak ibu di hp ku, setelah menemukan aku menghubunginya, tak berapa lama diangkat Ibu.


“Assalamualaikum Bu" sapaku.


“Waalaikum salam Rin, ada apa?" tanya Ibu.


“Gak apa-apa Bu, bagaimana kabar Ibu di sana?” tanyaku.


“Baik Rin, kamu bagaimana?” tanya Ibu kemudian.


“Alhamdulillah sehat Bu, ini Rinda juga mau mengabarkan kalau Rinda hamil kembali" jawabku.


“Alhamdullillah Rin, kamu bagaimana? Apa kehamilanmu ini?” tanya Ibu.


“Ini biasa saja Bu, belum ada keluhan hanya sering lelah dan mengantuk saja” jawabku.


"Aku kesana ya?" tanya Ibu.


“Iya Bu dengan senang hati, Ibunya Mas Arif juga mau ke Jogja lusa Bu” kataku.


“Iya aku ke sana sebelum Ibu mertuamu berangkat ya” kata Ibu.


“Iya Bu aku tunggu" jawabku.


“Bu, bagaimana dengan Faris, jadi lamaran kapan?” tanyaku.


“Oh masalah Faris, kamu tenang saja, nanti kalau sudah di sana kita ngobrol-ngobrol dengan tentang Faris, yang pasti kabar baik" jawab Ibu.


“Iya Bu, sudah dulu ya, Assalamualaikum” kataku dan menutup telpon setelah terdengar jawaban salam dari Ibu.


Alhamdulillah punya Ibu mertua dan Ibu kandung yang sama-sama perhatian dan saling perduli, ya kasih sayang Ibu kepada anak-anaknya, demikian juga dengan ibu mertua, di bela ke Jogja di tengah kesibukannya di kantor untuk menjaga anaknya Vera, demikian juga dengan Ibu ku. Cintai ibuku.

__ADS_1


__ADS_2