Lika-Liku Single Parent

Lika-Liku Single Parent
Dia Lagi Dia Lagi Yang Mengganggu


__ADS_3

Mentari pagi bersinar memberi semangat setiap orang untuk beraktifitas, demikian juga denganku


Arif mulai beraktifitas di tempat kerjanya bersama dengan teman-teman laki-laki, saling membantu memperbaiki mesin yang rusak


"Kamu jadi dapat cuti berapa bulan sekali Rif?" tanya Deny


"Dua bulan sekali Den, kenapa? tanyaku


"Kamu mau ambil Rif cutinya?" tanyanya


"Iyalah, aku sudah rindu sama yang disana?" jawabku


"Risa gimana Rif, dia kan juga pacarmu?" tanya Deny


"Sudah ambyar hahaha" jawabku sambil tertawa


"Kapan?" tanya deny penasaran


"Beberapa hari yang lalu" kataku


"Apa karena yang di jawa itu kamu memutus Risa?" tanyanya


"Kata hatiku Risa bukan perempuan yang bisa aku jadikan istri Den, Rinda lah perempuan yang aku cari untuk aku jadikan istri, untuk mendidik anak-anakku sesuai dengan agama keyakinanku" kataku


"Terus Risa mau begitu saja kamu putus?" tanyanya


"Ya gak maulah, tapi bagaimanapun cara dia ya tetap aku tutup hatiku hanya untuk Rinda" kataku


"Aku pulang depan mau melamar Rinda Den" kataku lagi


"Kalau Risa ke sini gimana?" tanya Deny


"Kamu temui saja" kataku sambil berlalu menuju tempat istirahat kerja akan menelpon Rinda


Jam Istirahat terlihat Rinda dan teman-teman kerjanya melaksanakan sholat duhur berjamaah. Telpon Rinda berdering


"Aku angkat telponku dulu ya, kalian duluan saja?" kataku ke teman-teman


"Assalamualaikum mas Arif" sapaku


"Waalaikumsalam bidadariku" katanya


"Lagi napa ini?" tanyanya


"Baru selesai sholat duhur jamaah mas, ini lagi santai, mas lagi napa? tanyaku


"Santai juga ini, sejam lagi pulang" katanya


"Berapa bulan lagi pulang?" tanyaku


"Kenapa kangen ya?" goda mas Arif


"Aku pulang dua bulan lagi" kata mas Arif


"Iya mas, jaga diri jaga hati ya disana" kataku


"Kamu juga Rin, ntar Andi kamu terima" katanya


"Hehehe enggak lah mas" kataku sambil tertawa


"Hati-hati Rin, aku lanjut kerja" kata mas Arif dan menutup telponya


Aku melanjutkan pekerjaanku, hari ini Vano libur sekolahnya karena bu gurunya ada rapat, jadi Vano di rumah mbah uti, nanti aku juga pulang ke sana, waktu menunjukkan pukul empat kurang sepuluh menit, merapikan pekerjaanku, dan siap untuk pulang


"Kamu pulang ke mana Rin?" tanya Nia

__ADS_1


"Ke rumah ortuku kan Vano libur" kataku


"Kebetulan aku bareng ya, nanti turun dipertigaan sana" kata Nia


"Oke, ayo kita pulang" kataku


Dalam perjalanan...


"Rin kamu langsung pulang atau mampir-mampir?" tanya Nia


"Mau ke atm aku Nia" kataku


Sampailah di atm, tidak ada orang di sana, aku langsung masuk dan mengambil uang, setelah itu keluar menuju parkiran


"Hai Rinda tunggu" kata seorang laki-laki


sepertinya aku mengenal suara ini, ya Allah kenapa dia menggangguku terus, aku berhenti dan membalikkan badan


"Ada apa lagi?" kataku


"Rin... maaf yang kemarin, aku akan merubah sikapku agar kamu mau menerimaku" kata mas Andi


"Tolong jangan ganggu aku lagi, tolong... kalau kamu suka aku, biarlah aku bahagia dengan orang lain, kalau kamu seperti ini sama juga menyiksaku" kataku dan berlalu meninggalkanya menuju sepeda motorku, Nia masih disana bengong melihatku


"Sudah, ayo pulang cepetan naik" kataku sambil menghidupkan sepeda motor dan meninggalkan atm tersebut kulihat dari kaca spion mas Andi terus menatapku


"Rin... tadi itu siapa?" tanyanya saat di jalan raya


"Ya itu yang kapan hari aku cerita, cintanya ku tolak dia jadi paparazi ngikuti aku terus, sampai rumah juga pernah, diusir sama bapakku" ceritaku sambil mengendarai sepeda motorku


"Nia dah sampai ini, diantar sampai sini apa rumah sekalian?" tanyaku ya


"Disini saja Rin, nanti dijemput Aldi aku" katanya


*****


Arif bersantai di kamarnya sambil melihat acara Tv terdengar ketukan pintu dari luar, Arif turun dari tempat tidurnya melangkah menuju pintu dan membukanya


"Risa... ada apa lagi?" tanyaku


"Kak Arif... ada yang aku omongkan?" kata Risa akan masuk ke kamarku


"Risa... ngomongnya di luar" kataku


"Kak Arif sekarang berubah? kak Arif tidak seperti dulu, siapa wanita yang dekat denganmu" katanya


Aku keluar dari kamar kututup pintu kamar duduk di kursi teras depan kamar


"Risa... apa salah aku berubah lebih baik? kataku


"Maksudmu kesini apa? apa yang akan kamu omongkan?" tanyaku


"Kak Arif... aku gak mau putus kak" katanya


"Risa...maaf...aku gak bisa Risa" kataku


"Kak aku..akan berubah seperti apa maumu" kata Risa


"Maaf Risa, aku tidak bisa, tetap aku tidak bisa, lebih baik sekarang ini kita dengan kehidupan masing-masing Risa, kalaupun kita terus bersama tidak akan menemukan titik temu, pandangan kita beda, rumah tangga itu tidak bisa berjalan dengan baik jika prinsip dan pandangan kita beda" jelasku


"Jadi... bagaimanapun kamu, aku tidak bisa kembali, maaf Risa, silahkan kamu pulang, daripada kamu disini akan menyakitimu terus" kataku sambil berlalu meninggalkan Risa masuk ke dalam kamar dan menguncinya.


*****


Di rumah Rinda...

__ADS_1


"Vano gak rewel gak nakal bu seharian?" tanyaku ke ibu


"Minta ke mbah uyutnya minta kelinci" kata ibu


"Lah kelinci masih kecil bu, ya kasihan kan di bawa" kataku


"Terus dia nangis" kataku lagi


"Enggak Rin, aku bilang nanti kalau sudah besar diambil" kata ibu


"Ya bu" kataku sambil berlalu meninggalkan ibu menuju kamar untuk istirahat, waktu sudah menunjukkan pukul 20:05 Vano sudah lelap tertidur, aku baringkan tubuhku melepas lelah seharian beraktifitas


Telpon berdering aku raba-raba mencari hp di sekitarku


"Iya, iya" kataku


"Rinda... bangun... sudah jam empat ini, sayang ayo bangun" katanya


"Masih ngantuk mas.." kataku


"Rinda... ayolah...temani aku ngobrol" katanya


"Rinda... sayang... bidadariku..." katanya


"Iya sayang.. " kataku


"Sudah bangun ya...?" tanya mas Arif


"Tapi masih ngantuk mas" kataku


"Rin... ayo sholat subuh" katanya


"Jam berapa sih mas sekarang?" tanyaku


"Jam empat lebih" katanya


"Ah... bohong masih jam dua gini, ah.. mas Arif ganggu tidurku" kataku manja


"Ayo bangun bidadariku sholat tahajud, ayo sayang... nanti tidur lagi" katanya


"Iya mas" kataku sambil menutup telpon dan berlanjut tidur lagi


*****


Adzan subuh mengalun indah dari masjid membangunkan orang-orang untuk sholat subuh


sepertinya tadi malam mas Arif telpon aku, mimpi apa enggak ya aku, batinku


kuambil hp di sebelahku, loh iya telp semalam, berarti gak mimpi, batinku, kulihat Vano masih tidur, aku keluar kamar untuk wudhu dan sholat subuh, setelah itu kembali ke kamar mengambil hp menelpon mas Arif


"Sudah bangun Rin?" tanya mas Arif


"Iya mas barusan sholat subuh, semalam telpon Rinda ya?" tanyaku


"Iya, kamunya tidur ngomong iya iya aja" katanya


"Ngantuk lah mas, mas... pulang kapan?" kataku manja


"Tahun depan Rin, gak ada cuti aku" katanya


"Yang bener saja, jangan goda Rinda mas, gak lucu" kataku sewot


"Pasti semakin menggemaskan wajahnya kalau lagi ngambek gini"kata mas Arif terus menggoda


"Rin... nanti waktu aku pulang mau bikin kamu kejutan, sudah dulu ya, aku tak siap-siap mau sarapan dan berangkat kerja sudah jam setengah tujuh disinj" katanya sambil menutup telpon

__ADS_1


__ADS_2