Lika-Liku Single Parent

Lika-Liku Single Parent
Diantar Nenek


__ADS_3

Suatu hari aku menghubungi bu Via


"Assalamualaikum bu" sapaku


"Waalaikum salam bu Rinda, ada apa?" tanya bu Via


"Bu Via... ini saya belum bisa mengantar Vano, habis keguguran bu" kataku


"Innalillahi wainailaihi rojiun" kata bu Via


"Bu Via, saya bisa minta tolong ke bu Via untuk antar jemput Vano sekolah sampai saya kembali bekerja" pintaku


"Bisa bu, di ambil di rumah mertua ibu yang dulu saya pernah ke sana itu?" tanya bu Via memastikan


"Betul bu" jawabku


"Besok mulai saya jemput ya bu" kata bu Via


Kemudian suatu pagi, bu Via datang ke rumah untuk menjemput Vano


"Bu Via... terimakasih ya" ucapku


"Da da bunda" kata Vano sambil melambaikan tangan ke arahku, dan akupun melambaikan tanganku ke Vano, kemudian masuk ke rumah menemani ibu ngobrol di ruang, ibu mertuaku sendiri seperti biasa sibuk dengan aktifitas kerjanya


"Rin... bu gurunya Vano baik ya? mau antar jemput Vano" kata ibu mulai membuka obrolan


"Iya bu, nanti akan Rinda beri uang sebagai ganti bensin, kasihan bu Via ini" kataku


"iya Rin" kata ibu


Tak terasa waktu begitu cepat adzan ashar terdengar dari masjid perumahan, ibu mengambil wudhu dan menunaikan ibadah sholat ashar, aku masuk ke kamar berniat untuk mandi di kamar mandi dalam kamar, setelah mandi aku berganti baju dan merapikan diri kemudian aku keluar kamar menuju teras rumah menunggu kedatangan Vano sembari menyiram tanaman anggrek kesayangan ibu mertua.


Tak lama kemudian Vano datang


"Bunda...." teriak Vano dari balik pintu pagar aku melangkah ke pintu pagar dan membukanya, Vano segera menghampiriku dan mencium memelukku


"Bu Rinda... saya langsung pulang" kata bu Via


"Tidak mampir dulu bu?" tanyaku


"Terimakasih bu, sudah sore lain kali saja" tolak bu Via


"Terima kasih bu" jawabku, dan kulihat bu Via meninggalkan rumah


Ketika Vano masuk ke dalam rumah aku menutup pintu pagar dan berbalik berjalan masuk ke dalam rumah, seperti biasa Vano segera menuju ruang keluarga menyalakan tv, ibu duduk di sofa ruang keluarga tersebut dan aku menghampirinya duduk di sebelahnya mengobrol ringan, tak lama kemudian ibu mertuaku datang membawa beberapa bungkus plastik meletakkan di atas meja makan, ibuku menghampirinya dan membantu menyiapkan tempat makanan, setelah selesai ibu mertua naik ke lantai atas


"Bu, saya tinggal dulu ke atas" kata ibu mertuaku

__ADS_1


Sehabis sholat maghrib, ibu mertuaku turun ke lantai bawah, aku Vano dan ibuku berada di ruang keluarga


"Ayo makan" kata ibu mertua mempersilahkan kami untuk makan, kami menuju meja makan dan duduk disana, kami menikmati makan malam yang di beli ibu mertuaku.


🌹🌹🌹🌹🌹


Suatu pagi langit mendung sepertinya akan hujan


"Vano... bagaimana jadi berangkat sekolah apa tidak?" tanyaku ke Vano


"Bu Via apa sudah berangkat ke sini bunda?" tanya Vano


"Vano... nenek yang mengantarmu sekolah ya sekalian mengantar mbah uti pulang, besok bundamu kan sudah mulai kerja, bunda juga sudah lebih sehat" kata ibu mertua, kulihat ibu juga sudah berkemas-kemas


"Makasih bu, Rinda mau mengabarkan ke bu Via biar tidak menjemput kesini" kataku


Kemudian aku masuk ke kamar mengambil hp dan menelpon bu Via


Tuut... tuut.. tuut... tidak juga diangkat, kembali aku menelponya kembali


Tuut...tuut....akhirnya diangkat oleh bu Via


"Assalamualakum bu Via" sapaku


"Waalaikum salam" jawab bu Via


"Oh iya bu kebetulan, ini tadi saya mau wa ibu kalau hari ini saya tidak bisa menjemput Vano karena ada urusan keluarga" jelas bu Via


"Iya bu, terimakasih ya, assalamualaikum" kataku


"Waalaikumsalam" jawab bu Via kemudian telpon dimatikan, aku menaruh hp ku di atas meja dan keluar menemui ibu, Vano dan ibu mertua di ruang tamu


"Bu... hati-hati ya?" kataku


"Terima kasih sudah membantu Rinda, sebenarnya Rinda ingin ibu di sini terus" kataku kemudian


"Aku juga senang ibumu di sini Rin, jadi ada teman ngobrol yang seusia" kata ibu mertua


"Bapakmu bagaimana kalau aku di sini terus, ini sudah seminggu Rin, kapan-kapan ke sini lagi, Vano... mbah uti mau pulang, Vano pinter ya sama bunda dan nenek" nasehat ibu


"Pasti mbah uti" kata Vano semangat


"Nanti kalau ayah pulang Vano mau ke rumah mbah uti ya" kata Vano lagi


"Mbah uti tunggu ya" kata ibu


"Bu, saya nitip Rinda dan Vano ya?" kata ibu lagi, kemudian mereka masuk ke dalam mobil, aku melambaikan tanganku sembari berkata "Hati-hati semuanya da da"

__ADS_1


Kemudian aku tutup pintu pagar dan aku masuk ke dalam rumah, duduk di ruang tamu kusandarkan punggungku di kursi, rumah ini tanpa mereka sepi sekali, terus enaknya kenapa ini, rumah juga sudah bersih, makan saja terus lihat acara tv pikirku, akhirnya aku melangkah ke meja makan, duduk di kursi membuka tudung saji, pasti ibu ini yang buat urap-urapnya, dulu waktu aku sakit typus, aku tidak diperbolehkan makan ini, aku ambil piring kemudian nasi, urap-urap ikan asin dan ayam goreng, mantap banget, pikirku, setelah itu aku berjalan ke ruang keluarga dengan membawa piring, menyalakan tv dan duduk di karpet, mulai makan masakan ibu favoritku, betul-betul enak masakan ibu ini, batinku, setelah selesai makan aku berjalan ke wastafel dekat dengan dapur mencuci piringku dan menaruh di tempatnya, kulihat jam di tembok menunjukkan pukul sepuluh siang.


Aku berjalan menuju kursi sofa, merebahkan diri di kursi sofa dan melihat acara tv, mataku sudah terasa mengantuk, dan mulai menguap, nanti sore waktunya aku kontrol ke rumah sakit, dokter Lisa jadwalnya jam tiga biar tidak lama aku berangkat jam satu saja, saat ini mas Arif pasti waktunya istirahat apa gak sebaiknya aku menelpon mas Arif saja ya, batinku.


Akhirnya aku matikan tv dan berjalan menuju ke kamar tidur mengambil hp di atas meja, dan aku naik ke pembaringan merebahkan tubuhku, kemudian video call mas Arif, masih tulisan berdering, tak lama kemudian diangkat terlihat mas Arif sedang makan ada temannya di sampingnya, mungkin itu yang namanya Deny, segera aku mengambil jilbabku, khawatir temanya ikut melihatku


"Rin... aku senang sekali kamu menelponku" kata mas Arif tersenyum.bahagia


"Maaf ya mas, sikap Rinda kemarin" kataku


"Mas pulang kapa?" tanyaku


"Minggu depan aku pulang" kata mas Arif


"Mas..." kataku


"Iya apa?" tanya mas Arif sambil makan


"Lanjutkan dulu makanya mas, nanti Rinda telpon lagi, jangan lupa sholat duhur ya mas" kataku mengingatkan


"Iya sayang" kata mas Arif, kemudian aku tutup video call


Tak lama kemudian terdengar hp berbunyi ku lihat mas Arif menelpon


"Assalamualaikum mas" sapaku dengan tersenyum-senyum


"Waalaikum salam bidadariku, terimakasih senyumanmu bidadariku, beberapa hari tidak melihatmu tersenyum hidupku terasa tidak berarti Rin" kata mas Arif


"Maaf ya mas, mas... di rumah aku sendiri" kataku


"Ibumu, ibuku kemana?" tanya mas Arif


"Ibu mengantarkan ibuku pulang sekalian mengantarkan Vano sekolah, nanti sepulang ibu kerja Vano dijemput ibu, jadi aku sendiri" kataku menjelaskan


"Kamu gak keluar?" tanya mas Arif


"Enggak mas, belum berani, kalau lihat anak bayi hatiku rasanya gak karu-karuan mas" kataku


"Kamu kontrol kapan Rin?" tanya mas Arif


"Nanti siang mas, aku pesan transportasi online saja" kataku


"Hati-hari Rin, kamu harus kuat ya sayang jangan bersedih lagi, love you sayang" kata mas Arif


"Love you too sayang" jawabku


"Sudah dulu Rin, aku lanjut kerja lagi" kata mas Arif kemudian melambaikan tanganya dan menutup video call

__ADS_1


__ADS_2