Lika-Liku Single Parent

Lika-Liku Single Parent
Bertemu Ibunya


__ADS_3

Mas Arif terlihat sudah rapi sekali sedangkan aku hehehe ya begitulah... apalagi hari ini lagi datang bulan jadi bermalas-malasan adalah pilihan nomer satu, gak mandi juga betah seharian hehehe jorok juga ya aku


Mas Arif melihatku tertawa,


"Hay... masih muka bantal, jam berapa ini" katanya sambil melihat jam di tanganya


"Vano juga belum mandi kelihatanya" lanjutnya


"Hehehehe" aku tersenyum dan tertawa


mas Arif menggeleng-nggelengkan kepalanya


"Rinda... Rinda... ternyata kebiasaan jorokmu belum hilang ya dari dulu" katanya lagi


aku hanya bisa tertawa saja


"Mandi dulu sana kalian, habis ini aku ajak jalan-jalan" kata mas Arif


"Horeeeee jalan..jalan...jalan...jalan...naik mobil...naik mobil..." teriak Vano sambil berlari ke dalam rumah


ibu yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala.


Sehabis mandi aku segera berdandan dan menemui mas Arif


"Bagaimana mas Arif? sudah gak muka bantal kan?" tanyaku sambil senyum-senyum


"Vano mana?" tanyanya


"Itu" sambil menunjuk ke arah Vano


"Nah gitu lihatnya seneng, bundanya sudah cantik anaknya sudah ganteng, ayo sekarang berangkat" katanya


"Ibuk... bapak.... Rinda jalan-jalan dulu" teriakku


"Rinda.... ternyata kamu tetap ya seperti dulu main teriak-teriak sama orang tua" kata mas Arif


"Itulah mas romantisnya anak dan orang tua" jawabku


Ibu dan bapak keluar rumah setelah aku teriak-teriak pamitan tadi.


mungkin mas Arif seperti kurang suka dengan sikapku tadi ada kecewa di matanya tapi aku diam saja


Di dalam mobil...


"Mas...." tanyaku


"Mas marah ya.... mas gak suka ya lihat aku tadi pagi? aku tidak menarik ya tadi pagi?" tanyaku kemudian.

__ADS_1


Karena dari keluar rumah sampai perjalanan mas Arif diam saja tidak seperti biasanya, sedangka Vano masih asyik bermain di kursi tengah


"Gak marah Rin, kan sudah kebiasaanmu seperti itu jadi aku tidak berhak untuk merubahnya, orang tuamu juga biasa saja" kata mas Arif


"Cuma... nanti... kalau kamu sudah jadi istriku, pagi belum juga bangun belum juga mandi aku yang mandiin, beneran ini" kata mas Arif


"Ih... mas Arif bisa saja" kataku tersipu malu


"Mas... kita mau ke mana ini?" tanyaku


"Ke ibuku" jawab mas Arif


"Hah? kenapa gak bilang-bilang dari semalam? aku kan gak bawa apa-apa? aku juga gak tau kesukaan ibumu apa? kataku terkejut juga agak marah


"Kebangeten deh mas Arif ini" lanjutku


dia hanya tertawa saja seakan puas banget melihatku seperti itu.


Ditengah perjalanan mobil berhenti di sebuah toko oleh-oleh, kami bertiga turun dari mobil


"Ibu suka sama kue wingko, beli wingko saja untuk buah tangan" kata mas Arif


Aku bergegas masuk ke toko membeli yang dimaksud mas Arif, sedangkan Vano asyik bermain dengan mas Arif di sekitaran parkir kendaraan, setelah oleh-oleh kudapat aku keluar toko menuju mas Arif dan Vano yang sedang asyik bermain, kemudian kami melanjutkan perjalanan ke rumah mas Arif bertemu dengan ibunya, lama sekali aku tidak bertemu beliau sejak lulus sekolah sepuluh tahun yang lalu, pernah ke rumah mas Vano yang lama tapi ternyata rumah tersebut sudah ditempati orang kata penghuni baru pindah tidak tau kemana, kira-kira seperti apa beliau sekarang ya... pasti masih cantik dan rapi.


Tiba di rumah mas Arif, kami bertiga turun dari mobil menuju rumah mas Arif, ya... rumah yang asri banyak bunga-bunga kelihatan terawat sekali, cantik sekali anggrek bulan ini, apalagi sedang mekar bunganya


"Waalaikumsalam..." suara jawaban dari seorang wanita dari dalam rumah


"Ini Rinda? makin cantik saja kamu Rinda? apa kabar?" kata tante sambil memelukku dan mencium pipi kanan kiriku


"Baik tante, tante juga masih cantik juga sehat, bagaimana kabar tante?" tanyaku


"Baik-baik saja Rin, ini anakmu Rin?" tanya tante Linda


"Oh..iya tante, Vano salim sayang sama..." belum sampai selesai bicara tante Linda memotong bicaraku


"Ini nenek Vano" kata tante linda, Vano mengulurkan tangan mungilnya ke tante Linda.


Suasana terlihat begitu akrab, dulu waktu SMA sering aku ngobrol-ngobrol sama tante Linda, orangnya care enak diajak ngobrol


"Duduk Rin, jangan sungkan-sungkan seperti dulu, anggap rumah sendiri


"Iya tante" jawabku sambil melihat sekeliling rumah tante Linda, Asri sekali rumahnya ada beberapa lukisan menghiasi dinding rumah beliau.


Mas Arif sibuk bermain dengan Vano, aku asyik ngobrol sama tante Linda, walaupun tinggal di perumahan, tapi terlihat luas halamanya, sepertinya ini rumah dua atau tiga kapling jadi satu


"Rinda... bagaimana hubunganmu sama Arif?" tanya tante Linda

__ADS_1


Deg... rasanya hati ini, aku mau bilang seperti apa? aku di hadapan mas Arif berusaha jaim walaupun hati nuraniku bilang cinta, terus aku akan jawab apa sama ibunya ini


"Dijalani dulu tante... saya belum tau bagaimana ke depannya, kalau mas Arif jodohku, pasti bersama kembali" jawabku


tante Linda mengangguk-angguk,


"Rin, sudah makan belum" kata tante Linda


"Tadi tante masak banyak?" katanya


"Ada acara apa tante?" tanyaku


"Ini menyambut calon menantu" jawabnya


"Maksud tante?" tanyaku, dalam hati apa ada wanita lain selain aku yang mau datang?


"Masak gak paham sih Rin" kata tante sambil melihatku dan tersenyum


"Aku tau, kamu masih cinta sama Arif, itu kelihatan di wajahmu ada cemburu ketika tante bilang tadi" kata tante


hebat sekali tante Linda ini bisa membaca pikiran orang dalam hati


"Rinda...tante ini jadi psikolog sudah lama tidak mudah tertipu dengan senyuman dan sebagainya" kata tante


"Sekarang jujur saja sama tante, kamu masih berharap hidup berumah tangga dengan Arif kan? masih cinta sama Arif?" tanya tante Linda


Sudah menyerahlah Rinda, jujur saja, sudah tak bisa kamu jaim-jaim di depan ibunya Arif, suara-suara dalam hatiku silih berganti mempengaruhi jalan pikiranku


sambil tersenyum pada tante Linda


"Iya tante, Rinda masih cinta sama mas Arif, melihat keakraban mas Arif dan Vano sudah tidak bisa menghindar darinya tante tapi Rinda takut... takut mas Arif pergi lagi tanpa kabar seperti dulu" kataku


"Calon menantu tante ada yang datang hari ini ya?" tanyaku lagi masih penasaran


"Kamu tau siapa calon menantu tante?" tanya tante, aku menggelengkan kepala


"Rinda... anak tante ini dua, Arif dan Vera, Vera sudah menikah sekarang tinggal di jogja, sedangkan Arif sampai hari ini belum juga menikah, Arif hanya menunggu cintanya,


kamu tau siapa calonnya Arif?" kata tante Linda


aku menggelengkan kepalaku tapi hatiku deg deg an


"Rin... perempuan yang diinginkan Arif itu kamu" kata tante Linda


Dalam hatiku berteriak aku juga menginginkan dirimu mas Arif...


"Kemarin sore Arif banyak cerita tentang kamu, tante sih mendukung saja, tante sudah lama kenal kamu, sudah tau bagaiman kamu Rinda, jadi maukan kamu menerima Arif jadi suamimu kelak" tanya tante Linda

__ADS_1


"Insyaallah tante, Rinda masih banyak belajar untuk jadi istri yang baik, jadi wanita yang baik, terimakasih tante" ucapku


__ADS_2