
Hari ini waktunya aku melaporkan hasil kerjaku selama satu bulan, setelah kemarin sore aku lembur di tunggui anak dan suami
"Rin... sudah beres laporanmu?" tanya Nia
"Sudah Nia, ini..." kataku sambil melihatkan laporanku
"Ayo ke pak Farid" ajak Nia, kemudian kami bersama-sama menuju ruangan pak Farid.
Tok...tok...tok...
suara pintu aku ketuk dari luar, kemudian terdengar suara dari dalam "Masuk" Nia membuka pintu dan kami masuk bersamaan, kemudian duduk di kursi di depan pak Farid
"Pak Farid... ini laporan pemasaran bulan kemarin" kataku sambil menyodorkan map berisi laporan, kulihat pak Farid membuka-buka berkas tersebut
"Rinda... ada peningkatan ya pemasaranya, di mana peningkatanya?" tanya pak Farid
"Di penjualan ikan tawar pak" jawabku
"Oke, laporanmu aku terima, silahkan kembali beraktifitas" kata pak Farid.
Kemudian, kami keluar dari ruangan pak Farid dan menuju ke kantin untuk makan siang
"Kemarin kamu menyelesaikan laporan sampai jam berapa?" tanya Nia ketika kami menuruni tanga
"Aku keluar kantor sini sudah adzan maghrib Nia, mas Arif sama Vano ke kantor jam setengah lima" kataku
Tak berapa lama, sampailah kami di kantinnya mbak Yah, ketika mbak Yah melihat kami,
"Bu Rinda... lama tidak ke sini ya? apa bawa makanan dari rumah" tanya mbak Yah
"cuti mbak Yah" jawab Nia sambil duduk di kursi kantin
"Loh... cuti apa lagi?" tanya mbak Yah heran
"Habis keguguran mbak Yah" jawabku pelan
"Ya... Allah, yang sabar ya bu Rinda, nanti pasti dikasih Allah lagi, oh ya mau makan apa?" tanya mbak Yah dengan memegang piring
"Aku mau makan sop saja mbak Yah, sama ayam goreng, minum es teh, kamu mau makan apa Nia" kata Nia sambil menoleh ke arahku
"Sama saja sama Nia mbak, minumnya teh hangat" kataku
Saatnya pulang, aku berkemas-kemas siap untuk meninggalkan ruangan, seperti biasa aku di jemput mas Arif, hari ini Vano libur sekolahnya jadi di rumah dengan mas Arif, sampai di bawah tidak ada mobil ibu mertua ataupun sepedaku, aku ambil hp dari dalam tasku.
"Tuut...Tuut..." telponku tidak diangkat, aku ulangi berkali-kali tetap tidak diangkat, kemana mas Arif ini, batinku, pesan transportasi online saja, pikirku, aku buka aplikasi dan memesan kendaraan online, akhirnya dapat drivernya.
Beberapa menit kemudian mobil yang aku pesan tiba.
"Mbak... sesuai titik ya?" tanya sopir ketika aku duduk di kursi depan
"Iya pak" kataku sambil memasang sabuk pengaman.
__ADS_1
Mobil segera menuju ke rumah ibu mertua, beberapa menit kemudian sampai di depan rumah ibu mertua, aku membayar ongkos kendaraan, melepas sabuk pengaman, membuka pintu mobil dan turun dari mobil,
pintu tidak terkunci berarti ada yang di rumah, pikirku, aku dorong pintu pagar dan aku masuk ke dalam, pintu rumah juga tidak di kunci, aku buka pintu rumah dan menguncinya kembali, kemudian melangkah masuk ke dalam, terlihat Vano tidur di kamar tamu bersama mas Arif, oalah... pantas saja telponku tidak diangkat lah mereka tidur dengan nyenyaknya, kemudian aku memasuki kamarku, merebahkan tubuhku, dan tertidur di sana.
"Rinda..." bisik seseorang, kemudian aku membuka mataku, kulkhat suamiku mas Arif
"Maaf ya... aku ketiduran tidak menjemputmu" ucap mas Arif sambil memandangku dengan perasaan bersalah.
"Tidak apa-apa mas, Rinda juga sudah di rumah" kataku
"Vano sudah bangun mas?" tanyaku lagi
"Vano masih tidur pulas" jawab mas Arif
"Rin... ayo bangun aku tunjukkan sesuatu" kata mas Arif
"Masih ngantuk mas" kataku dengan mata terpejam
"Ayolah" kata mas Arif dengan menggoyangkan lenganku
Akhirnya aku buka mataku, kulihat mas Arif di depanku tersenyum, kemudian aku bangun dari tempat tidur
"Mau tunjukkan apa?" tanyaku dan menguap
"Ayo..." kata mas Arif dan berdiri dari duduknya kemudian melangkah keluar kamar dan aku mengikutinya, mas Arif menuju ke garasi
"Rin... lihatlah" kata mas Arif menunjukkan sesuatu di dalam garasi, kulihat ternyata ada sepeda angin yang ada tempat goncengan di belakang
"Loh... mas Arif kapan membeli?" tanyaku penasaran
"Terima kasih mas, tau saja yang aku mau, bisa aku pakai hari sabtu atau minggu dengan Vano" kataku dan memeluk suamiku
"Mandi sana Rin, bau gini" kata mas Arif
"Bau tapi suka saja hehehe" jawabku sambil menciumi suamiku, kemudian melangkah masuk ke dalam rumah
"Mau kemana?" tanya mas Arif ketika aku berjalan menuju ke dalam rumah
"Ya mandilah, katanya bau" jawabku
Aku buka pintu kamar mandi untuk mandi, tak lama kemudian terdengar adzan maghrib, sekalian wudhu saja batinku, setelah mandi dan berwudhu aku keluar dari kamar mandi dan menuju mushola yang berada di samping kamar ini.
Kulihat mas Arif dan Vano juga sudah bersiap untuk jamaah sholat maghrib
"Mas... ibu kemana?" tanyaku sambil melihat tangga
"Ibu ke surabaya Rin, mungkin malam datangnya" kata mas Arif
"Ayo sholat maghrib berjamaah" kata mas Arif
Setelah sholat berjamaah, aku bersalaman mencium punggung tangan suamiku, demikian juga dengan Vano.
__ADS_1
Kemudian aku melepaskan mukenahku melipatnya dan mengembalikanya di tempat semula.
"Mas... ibu tadi ke Surabaya naik apa? kan mobil mas bawa?" tanyaku
"Mungkin dengan kendaraan kantor Rin" jawab suamiku sambil berjalan meninggalkan mushola menuju shofa ruang keluarga, dan aku mengikutinya kemudian duduk di sampingnya, Vano duduk di pangkuan mas Arif dan bermanja denganya.
"Gak keluar?" tanya mas Arif sambil melihatku
"Ayah... ayo jalan-jalan" kata Vano
"Iya mas, Rinda siap-siap dulu" kataku, kemudian aku berjalan meninggalkan mereka menuju ke kamarku untuk berganti baju.
Setelah siap semua, aku keluar dari kamar dan melambaikan tanganku ke arah mas Arif dan Vano
"Ayo sekarang keluar" kataku
Kemudian mas Arif menggendong Vano berjalan mendekatiku dan kami keluar rumah, aku yang mengunci pintu rumah, mas Arif dan Vano sudah masuk ke dalam mobil dan mobil sudah berada di jalan depan pintu pagar, kemudian aku kunci pintu pagar dan membuka pintu mobil, duduk di samping mas Arif, memasang sabuk pengaman dan menutup pintu.
"Mas... mau ke mana kita?" tanyaku setelah mobil berjalan keluar dari area perumahan
"Kamu lapar tidak?" tanya mas Arif dengan menyetir dan pandangan ke depan
"Ya lapar mas" jawabku
"Makan dulu ya Rin, setelah itu kita ke rumah pak Tulus" kata mas Arif
"Mas sudah tau alamat pak Tulus?" tanyaku penasaran
"Ya sudah Rin, dari teman-temanku" kata mas Arif menjelaskan
"Jauh tidak mas dari kota rumah pak Tulus?" tanyaku
"Enggak Rin, sekitar perbatasan kota, gak jauh kok, paling lima belas menit sampai" kata mas Arif menjelaskan
Mobil berhenti di pinggir jalan, kami turun menuju ke warung makan lesehan di pinggir jalan
Aku memesan makanan dan minuman kemudian duduk di samping mas Arif, Vano masih bermanja duduk di pangkuan mas Arif
"Vano... masih kangen sama Ayah? beberapa hari nanti Ayah kerja loh" kataku
Vano belum menjawab pertanyaanku masih asyik bermanja dengan ayahnya
"Yah... nanti malam tidur sama Vano ya" bisiknya
Makanan dan minuman yang kami pesan datang, kami menikmatinya, setelah selesai makan, aku membayar makanan tersebut dan meninggalkan tempat tersebut, berjalan menuju ke mobil dan masuk ke dalamnya.
Mobil perlahan meninggalkan tempat tersebut menuju ke rumah pak Tulus
Dalam perjalanan
"Semoga pak Tulus di rumah ya mas" kataku berharap
__ADS_1
"Iya semoga saja" kata mas Arif
"Kita beli oleh-oleh untuk pak Tulus ya?" tanyaku, mas Arif hanya menganggukkan kepalanya.