Lika-Liku Single Parent

Lika-Liku Single Parent
Suamiku Selamat Ulang Tahun


__ADS_3

Nia meninggalkan kamar rawat inap tempatku dirawat


"Mas... ibu gimana? apa masih kurang sehat? tanyaku


"Ibu sudah baikan" jawab mas Arif


"Bu... maaf ya Rinda merepotkan" kataku ke ibuku


"Jangan begitu Rinda, Vano biar sama ibu, kamu istirahat saja" kata ibu


"Ibu bapak tadi kesini naik sepeda?" tanyaku


"Tadi dijemput Arif sama Vano" kata Bapak


"Makasih ya mas" ucapku


Jam di dinding menunjukkan pukul satu siang


"Rin... kamu makan dulu ya! pinta mas Arif


"Nanti saja mas, masih belum lapar" tolakku


"Hmmm bagaimana mau minum obat makan saja tidak mau" kata mas Arif agak jengkel


"Sedikit saja ya, tapi disuapi" pintaku manja


Dan pada akhirnya mas Arif menyuapi sedikit demi sedikit, kedua orang tuaku cuma menggelengkan kepala saja, mungkin batin mereka manjaku semakin menjadi he he he


"Rin... aku sama Bapakmu pulang dulu, Vano ikut sama mbah uti ya, Bunda disini biar cepat sembuh, Ayah biar menjaga Bunda" bujuk Ibu


"Iya Uti" jawab Vano


"Rin... aku antar orang tuamu dan Vano dulu ya" pamit mas Arif


"Hati- hati semua ya" kataku


Mereka meninggalkan kamar rawat inap ini, kulihat jam dinding menunjukkan pukul dua siang, mataku mulai ngantuk akhirnya aku tidur.


Aku gak tau kapan mas Arif datang, ketika aku terbangun mas Arif sudah berada di sofa dan tertidur, aku memandangnya dari pembaringan, hari ini hari ulang tahunya seharusnya aku bisa memberinya kejutan ataupun hadiah kecil, tapi kenyataanya aku terbaring lemah di rumah sakit, ingin aku turun menghampiri suamiku tapi kepalaku pusing lagi, akhirnya aku merebahkan di tempat tidur lagi.


Waktu menunjukkan pukul empat sore, mas Arif belum juga bangun, aku ingin sekali ke kamar mandi untuk buang air kecil, daripada ngompol disini kan malu juga, akhirnya aku pelan-pelan turun dari tempat tidur, infus ditanganku aku angkat ke atas, pelan-pelan aku berjalan ke kamar mandi, setelah selesai aku keluar dari kamar mandi mendekati mas Arif dan duduk di kursi di dekat mas Arif, infus aku taruh di tempatnya semula, aku pegang rambut suamiku dengan pelan aku cium pipinya


Mas... i love you" aku berbisik di telinganya, mas Arif menggeliat dan pelan-pelan membuka matanya


"Rinda... kok kamu turun gak bangunkan aku" kata mas Arif


"Aku sudah baikan sayang" kataku


"Mas... " aku berkata dan memandang suamiku

__ADS_1


"Ada apa bidadariku?" tanya mas Arif


"Selamat hari lahir ya sayang, semoga barokah semuanya, semoga kita selalu bersama menjalani hari-hari ke depan dalam suka dan duka, love you my hubby" kataku, mas Arif tersenyum memandangku


"Terima kasih sayang, aku lupa kalau hari ini ulang tahunku, usiaku sudah tiga puluh tahun hehehe, sudah tidak muda lagi" kata mas Arif dan tertawa, kami tertawa bersama saling peluk cium


"Mas...maaf ya, saat mas ulang tahun begini aku sakit, jadinya tidak bisa merayakanya" kataku pelan


"Sayang... sembuhmu itu adalah kado terindahku" kata mas Arif, aku tersenyum mendengar perkataan suamiku


"Aku gendong ya ke tempat tidur" kata mas Arif


"Aku bisa naik sendiri mas, gak usah" tolakku


"Masak segini masih digendongi terus" kataku dan tersenyum


"Selama aku kuat menggendongmu hehehe" kata mas Arif kemudian tertawa


"Bisa saja mas ini, aku naik ke tempat tidur sendiri mas" kataku kemudian berjalan beberapa langkah dan naik ke tangga kayu di bawah bed pasien untuk naik ke bed pasien, mas Arif memegangi infus dan meletakkan kembali ke tempatnya


"Bisa kan mas aku" kataku dan tersenyum, mas Arif memegang keningku dan berucap


"Sudah tidak panas lagi sayang"


Habis maghrib dokter masuk ke ruang rawat inap memeriksa keadaanku dan berkata


"Besok tes lab lagi ya!"


"Ada perawat yang kesini mengambil sampel darah" kata dokter tersebut kemudian berlalu meninggalkan ruang rawat inap


Beberapa hari di rumah sakit, membuat badanku membaik, akhirnya besok aku diperbolehkan pulang oleh dokter


"Mas... besok aku pulang, aku ingin masuk kerja" kataku


"Istirahat dulu Rin, dua hari lagi setelah pulang, kamu kerja, kemarin kan atasanmu bilang gak apa-apa kamu gak masuk dulu" kata mas Arif


"Waktu kamu mulai kerja, Vano aku jemput di rumah ibu ya" kata mas Arif kemudian


"Iya mas, Rinda sudah tidak sabar menunggu besok" kataku bersemangat


Esok hari, dokter datang ke ruanganku, memeriksaku dan melihat hasil lab, dan hasil widalku sudah normal, aku diperbolehkan pulang, tinggal menunggu administrasinya


"Mas... administrasinya sudah diurus semuanya?" tanyaku


"Sudah sayang, ini aku kemas-kemas barang untuk dibawah pulang" kata mas Arif, setelah barang-barang dikemasi mas Arif kemudian dibawa ke mobil, tak lama kemudian seorang perawat masuk ke kamar untuk melepaskan gelang pasien dan jarum infus, aku keluar kamar rawat inap digandeng mas Arif


"Wajahmu masih pucat Rin, beneran sudah baikan?" tanya mas Arif


"Iya mas, makannya saja yang banyak nanti pasti sembuh total" kataku bersemangat

__ADS_1


Pintu mobil dibuka mas Arif aku masuk kemudian pintu ditutup lagi oleh mas Arif, aku duduk di samping mas Arif, menoleh ke arah mas Arif "Terima kasih semuanya ya mas" kataku


Tak berapa lama aku sampai rumah ibu mas Arif, aku turun, kepalaku masih agak pusing, aku duduk di kursi ruang tamu, mas Arif menghampiriku setelah menaruh tas ke dalam kamar


"Kenapa Rin?" tanya mas Arif khawatir


"Gak kenapa-napa mas" jawabku, kemudian aku berdiri dan berjalan menuju kamar tapi pusing sekali kepalaku, tubuhku tidak seimbang kemudian mas Arif menggendongku masuk ke kamar


"Sudah istirahat saja, jangan banyak gerak, bukan begitu pesan dokter" kata mas Arif, aku menganggukkan kepala


"Rin...bagaimana kondisimu?" tanya ibu ketika masuk kamar


"Masih pusing bu" kataku


"Kamu istirahat saja, ibu tinggal ke dapur" kata ibu


"Iya bu" kataku


"Mas... aku kepingin susu coklat sama roti" rengekku


"Aku buatkan ya sayang" kata mas Arif kemudian keluar menuju dapur


Di dapur ada ibu yang sedang memasak


"Bu masak air bentar, buat bikinkan Rinda susu" kataku


"Rinda minta makan apa?" tanya ibu


"Mau susu coklat sama roti" jawabku


"Apa Rinda hamil ya?" tanya ibu


"Masak iya secepat ini bu? kapan hari aku tanya kapan terakhir haid, katanya seminggu sebelum menikah tapi lupa dia, lah ini aku baru dua minggu setengah menikah bu" kataku


"Bisa jadi awal hamil Rif, coba lusa di tespek" kata ibu bersemangat


"Ibu ini sudah pingin punya cucu ya, belum telat suruh tespek" kataku,kemudian berlalu meninggalkan ibu dan membawa gelas berisi susu coklat hangat dan roti tawar ke dalam kamar


Mas Arif masuk ke dalam kamar


"Sayang ini susunya sama rotinya" kata mas Arif


"Bukan begitu mas" rengekku


"Terus bagaimana?" tanya mas Arif dengan sabar.


****


Teruntuk my hubby, selamat ulang tahun, barokah semuanya, semoga kita selalu bersama menikmati segala suka dan duka

__ADS_1


11 Juli 2020


with love


__ADS_2