
"Assalamualaikum, tante Linda" sapaku ke tante Linda setelah sampai di rumahnya
"Waalaikumsalam calon mantu" jawabnya sambil tersenyum
"Bisa aja tante ini" kataku sambil membuka gendongan ransel dan Vano turun dari gendongan ransel menuju ruang keluarga untuk melihat ipin upin
"Loh masih di sini kamu Rin, gak mandi?" kata tante
"Nanti saja tante, Rinda kurang enak badan kayak mau flu" kataku
"Kamu istirahat saja Rin, sudah minum obat?" tanya tante
"Iya tante, Rinda ke dalam dulu ya" pamitku
Setelah meletakkan tas bekal dan tas ku di dalam kamar aku menuju ke kamar mandi untuk menyeka diri kemudian berganti baju dan merebahkan tubuh ke kasur, Vano masih asyik melihat TV, hp berdering dari dalam tas aku ambil
"Assalamualaikum" sapaku
"Waalaikum salam" jawabnya
"Mas Arif...tumben pakek video call?" tanyaku
"Pingin lihat bidadariku" jawabnya
"Rin... kok kelihatan lemes gitu kamu sakit?" katanya
"Kurang enak badan mas" jawabku
"Ibu dimana?" tanyanya
"Di depan mas lagi menyiram tanaman" kataku
"Vano?" tanyanya lagi
"Itu lihat tv" jawabku
"Rinda... " panggilnya
"Apa mas?" kataku
"Aku kangen" katanya
"Di dengar tante Linda" kataku
"Biarin" katanya
"Rin minta no rekeningmu" pintanya
"Untuk apa?" tanyaku
"Mau transfer uang untuk bidadariku" katanya
"Gak usah mas, aku belum jadi istrimu, nanti saja kalau sudah jadi istrimu" kataku
"Aku itu ikhlas ngasih ke kamu" katanya
"Terimakasih sayang, mas simpan saja, nanti kalau aku sudah jadi nyonyamu berikan ke aku sebanyak-banyaknya hehehe" kataku sambil tertawa
__ADS_1
"Aku kan kerja mas, aku ada uang kok" kataku
"Rin... jangan kamu tolak ya?" pintanya
"Mas... terimakasih niat baiknya, bukan menolak tapi aku tau diri mas, aku gak mau menerima uangmu sebelum kita menikah" kataku lagi
"Ya sudah Rin, mauku ingin membantumu tapi maumu tidak mau menerima bantuanku, aku simpan saja ya?" katanya
"Iya sayang" kataku
"Sudah makan belum? makan banyak Rin, biar enak badanmu" katanya
"Nanti saja mas, cuma mau flu saja, dipakek istirahat nanti sembuh sendiri" kataku
"Istirahat yang banyak sayang, sudah dulu ya!" katanya
"Iya mas, hati-hati ya, jaga kesehatan" kataku sambil mengakhiri video call
Di kamar Arif...
baru kali ini bertemu perempuan menolak pemberian uangku, Rinda...Rinda... aku tau kamu pasti butuh tapi kenapa kamu tolak? kebutuhanmu banyak batinku
terdengar pintu diketuk dari luar aku melangkah membuka pinta
"Ada apa Den?" kataku
"Gak kenapa-napa Rif, mau santai saja disini" kata Deni
"Risa gak kesini?" tanyanya lagi
"Sudah gak kesini lagi dia, kenapa? tanyaku
"Ya syukurlah kalau sudah dapat laki-laki lain" jawabku
"Kamu beneran mau meninggalkan Risa? gak nyesel?" tanya Deni
"Enggak Den, aku lebih menyesal meninggalkan Rinda" kataku
"Boleh lihat foto Rinda?" tanya Deny
aku mengambil hp menunjukkan foto Rinda bersama anaknya waktu ke kebun binatang dulu, aku mengambil foto tanpa sepengetahuanya saat dia terlihat begitu bahagia
"Ini Den" kataku sambil menunjukkan foto Rinda dalam hp ku
"Cantik, menenangkan wajahnya ya, pantas kamu meninggalkan Risa, anak kecil ini siapa? adik atau keponakannya?" tanyanya
"Itu anaknya" jawabku
"Loh... dia janda? gak salah kamu Rif mau nikahi janda?" tanya Deni
"Ceritanya panjang Den, dia itu kekasihku waktu SMA, setelah lulus aku pergi tanpa kabar, dia tetap menungguku, tidak begitu saja menerima laki-laki lain, pulang kerja dia ketemu laki-laki dikasih obat di minumanya dan diperkosa" ceritaku
"Terus hamil itu?" tanyanya
"Iya, tapi laki-laki itu menikahinya, dalam rumah tangganya bukan bahagia tapi malah dihianati sama suaminya, suaminya punya banyak perempuan, suka selingkuh akhirnya cerai itu" ceritaku
"Nah... ini perempuan aneh, baru kali ini aku nemui, aku tanya kamu Den, setiap kamu kenal perempuan kamu kasih uang pasti gak nolak kan? tanyaku
__ADS_1
"Mana ada perempuan nolak uang Rif" jawabnya
"Barusan aku minta no rekeningnya mau kasih dia uang, tau jawabanya?" tanyaku
"Dia ngasih nomer rekeningnya?" tanya Deni
"Enggak, dia menolak katanya aku bukan suaminya tidak wajib memberi uang dan dia gak mau nerima, padahal aku tau dia sangat butuh, dia menghidupi anaknya sendiri, mantanya sudah gak perduli, dan dia tidak tergantung sama keluarganya" kataku
"Bidadari dunia itu Rif, makanya kamu memilih dia daripada Risa, aku lihat Risa cuma cari uangmu saja" katanya
"Kapan hari dia didatangi temanku, kaya lah orang ini, dari dulu laki-laki ini suka sama Rinda, kata laki-laki itu mau memberi apapun yang diminta asal mau hidup denganya tapi apa jawabanya dia gak butuh uang, cinta dan bahagia tidak bisa diukur dengan uang" kataku
"Perempuan langkah di jaman sekarang, makanya kamu pingin segera pulang, sudah kamu apain dia hehehe" kata Deni sambil tertawa
"Belum kuapa-apakan Den" kataku
"Hah, dia kan maaf Rif janda, pasti tau nikmat dunia, masak dia gak pingin?" tanya Deni
"Megang tanganya saja dia bilang bukan muhrim, aku sangat tersiksa dekat denganya Den, adikku sudah meminta-minta ini" kataku dengan wajah melas
"Ha ha ha ha ha, kasihan" kata Deni sambil tertawa
"Lah kamu mau nemui dia apa gak menyiksamu?" tanya Deni
"Aku bersamanya memandang wajahnya sudah senang Den" kataku
"Dia kan tidur di rumahku, malam aku masuk ke kamarnya menciumnya, dia terbangun bukanya meladeniku malah menyuruhku meninggalkan kamarnya" kataku
"Ha ha ha ha" tawa Deni mendengar ceritaku
"Walaupun dia janda tapi dia sangat menjaga harga dirinya Den" kataku
"Segera kamu nikahi Rif, sebelum diambil orang lain" kata Deni
"Sekarang dia tinggal dimana?" tanya Deni
"Ya tinggal di rumah ibuku, nemani ibuku, kadang pulang ke rumah orang tuanya" kataku
"Kamu pulang nanti dia masih tinggal di rumahmu? pasti kamu bisa mendapatkanya" kata Deni
"Gak mikirin keinginan si adik ini aku Den, sudah pasti kalau aku pulang dia pasti pulang ke rumah orang tuanya, orang tuanya sendiri punya rumah dekat kerjanya, tapi dia gak mau nempati alasanya khawatir ada orang yang melihat itu menjadikan fitnah" kataku
"Dua minggu lagi kamu pulang ya Rif, dia tau kamu pulang?" tanya Deni
"Gak aku kasih tau, mau buat kejutan sama dia, pingin segera aku nikahi saja dia Den, sudah tak kuat aku melihat pesonanya, walaupun dia menutup auratnya tapi kenapa aku semakin tertarik saja" kataku
Banyak obrolan-obrolan antara aku dan Deni sampai jam sepuluh malam
"Ayo tidur Den" kataku
"Iya Rif, aku balik dulu ya" katanya
"Semoga bermimpi dengan Rinda ha ha ha" kata Deni sambil tertawa dan keluar kamarku
****
Di rumah tante Rinda, sudah jam delapan malam
__ADS_1
"Vano ayo tidur, bunda agak kurang enak badan" kataku sambil mematikan tv, mengajak Vano masuk kamar untuk tidur, tak lama kemudian sudah hening tanpa suara di rumah tersebut pertanda penghuninya sudah tidur.