
Dua minggu kemudian
Malam hari Arif menyiapkan sesuatu yang dibawa pulang ke jawa tidak lupa cincin emas yang akan diberikan Rinda sebagai tanda melamarnya nanti, Rinda masih di rumah ibu, kalau aku telpon ibu nanti pulang pasti kedengaran Rinda, ini hari jumat Rinda pasti pulang ke rumah orang tuanya, aku wa ibu saja untuk menjemputku jam 1 siang
"Bu, Arif nanti pulang, bisa ibu jemput Arif di bandara jam 1 siang, lebih juga gak apa-apa tapi jangan bilang Rinda bu" tulisku
tak lama kemudian hp ku bunyi
"Loh... kenapa pulang cepat kamu di pecat ya?" balas ibu
"Aku naik posisi bu, jadi cutiku sekarang dua bulan sekali" balasku
"Oh... terus setelah dari bandara kemana?" tanya ibu
"Beli sesuatu untuk melamar Rinda, aku pingin hari ini ke rumah Rinda sama ibu" kataku
"Mendadak sekali sih Rif kamu ini, ibu sama sapa ke sana?" tanya ibu
"Sama Arif saja, memang ibu mau ngajak siapa? bapak? gak mungkin kan?" kataku
"Iya ya..." kata ibu
"Rif.. biar ibu yang nyiapkan semuanya besok pagi ya, ibu yang beli untuk melamar Rinda, biar nanti sampai bandara kamu santai, kamu transfer uangmu sekarang ke ibu" kata ibu
"Iya bu, yang bagus loh bu barangnya" kataku
"Aku tau seleramu Rif" kata ibu
"Cincin sudah aku beli dari sini bu, gak usah ibu beli" kata Arif
*****
Di kamar Rinda...
mas Arif apa sedang sibuk ya beberapa hari ini jarang menelponku, coba aku telpon batinku
"Assalamualaikum" sapaku
"Waalaikumsalam bidadariku" jawabnya
"Mas Arif apa sibuk? sehari gak hubungi Rinda?"tanyaku
"Iya Rin, maaf ya, kamu belum tidur disana sudah jam sepuluh?" tanyanya
"Mikir mas Arif disana" jawabku
__ADS_1
"Mikir apa kangen?" tanyanya
"Ah... mas Arif bikin Rinda malu" kataku
"Sebulan lagi pulang ya?" tanyaku kemudian
"Iya, mau nitip apa kamu?" tanyanya
"Gak nitip apa-apa, cuma pingin mas Arif pulang dengan selamat bertemu aku" kataku
"Iya Rin, kamu istirahat ya, besok pulang ke rumah orang tuamu?" tanyanya
"Iya mas, sudah kangen rumah Rinda" jawabku
"Jam berapa kamu pulang kerja Rin?" tanyanya
"Jam tiga mas, mungkin sampai rumah setengah empat" jawabku
"Ya sudah, kamu istirahat saja Rin, aku baik-baik saja di sini, Assalamualaikum" katanya
"Waalaikumsalam" jawabku
Pagi hari seperti hari biasanya aku membantu tante Rinda di dapur membersihkan lantai bawah dan bersiap-siap untuk mengantar Vano sekolah dan aku ke tempat kerja
"Rinda... nanti dari kantor kamu mampir sini apa langsung pulang?" tanya tante
"Ada apa tante?" tanyaku kemudian
"Gak apa-apa cuma tanya saja" jawab tante
"Tante Rinda berangkat kerja dulu ya, ayo Vano salim sama nenek" kataku, kami bersalaman, aku juga Vano mencium tangan tante Rinda
"Hati-hati Rinda, salam ke orang tuamu" kata tante
"Insyaallah tante" kataku sambil menaiki sepeda dan berangkat beraktifitas
Setelah mengantar Vano ke sekolahnya, aku menuju tempat kerjaku, kuparkir sepeda motor diparkiran dan aku menaiki tangga menuju lantai dua, masuk ke kantor menuju meja kerjaku dan menyalakan komputer, yang datang baru aku, kulihat jam di dinding jam delapan kurang seperempat
kulihat hp tidak ada pesan dari mas Arif, apa dia sibuk banget ya hari ini batinku, kutaruh hp di mejaku, tak lama kemudian Nia, widya datang dan kami melaksanakan aktifitas seperti biasanya, aku telpon mas Arif tapi hp nya mati, ada apa? gak biasanya begini, sudahlah semoga dia baik-baik saja mungkin hp nya di charge batinku
****
Di bandara Hasanudin terlihat diantara penumpang seorang laki-laki dengan postur tinggi tegap sedang menunggu di ruang tunggu keberangkatan ke bandara Juanda, tak lama kemudian terdengar panggilan untuk semua awak penumpang ke Surabaya segera menaiki pesawat, tak terkecuali dengan laki-laki tersebut, setelah mencari tempat duduk sesuai dengan nomor bangku, Arif duduk disitu terlihat senyum bahagianya, pesawat siap untuk terbang ke juanda, beberapa jam kemudian pesawat sudah sampai di juanda, Alhamdulillah sudah sampai disini batinku sambil menyalakan hp
terlihat begitu banyak pesan dan telpon dari Rinda, biarkan dulu saja, aku nelpon ibu dulu
__ADS_1
"Ibu sudah dimana?" tanyaku
"Ini sudah di ruang tunggu Rif, itu di tempat dulu ngantar kamu berangkat" kata ibu
"Arif ke sana bu" kataku sambil mematikan hp membawa koperku menuju tempat ibu, waktu menunjukkan jam setengah dua, akhirnya bertemu ibu
"Rif pulang dulu ya? kamu gak mandi? kata ibu
"Sudah siap semuanya bu?" tanyaku
"Lihat di mobil saja" kata ibu sambil berjalan keluar dari bandara menuju parkiran mobil kulihat ada bungkusan yang begitu cantik di kursi tengah mobil
"Makasih bu, sudah semua sepertinya, Arif yang nyetir saja bu" kataku
"Biar ibu saja, kamu baru perjalanan jauh" kata ibu sambil masuk dari pintu kemudi dan Arif masuk dari pintu sampingnya, kalau tidak macet perjalanan satu setengah jam sampai rumah berarti jam tiga sampai rumah batinku
*****
Di kantor Rinda, Rinda tampak gelisah
"Kamu dari tadi kok tidak tenang Rin" kata Nia
"Iya dari tadi lihat hp gak tenang gitu, ada apa?" tanya widya juga
"Gak apa-apa perasaanku kok kayak gimana gitu, mas Arif hp nya off ini tadi jam setengah dua hp nya aktif tapi gak membalas wa ku aku hubungi mati lagi hp nya, biasanya gak begitu" kataku
"Berdoa yang terbaik saja" kata Nia
Waktu menunjukkan pukul tiga sore aku keluar dari kantor menuju penitipan Vano, setelah menjemput Vano segera menuju rumah orang tuaku, akhirnya sampai di rumah orang tuaku, Vano sudah mandi di penitipan anak, aku yang belum setelah bersih-bersih aku santai di dalam kamar melihat hp tidak juga ada tanda-tanda dari mas Arif
Terdengar ada suara mobil dari luar, mungkin tetangga pikirku
"Rinda... kamu keluar ini gimana ini, Arif sama ibunya ke sini ya Allah bawa apa ini" kata ibu dengan gugup
ibu ini kenapa ya? mas Arif kan masih di Papua batinku
"Rinda... segeralah keluar" teriak ibu
kuambil jilbab dan keluar dari kamar menuju ruang tamu
Di ruang tamu...
tertegun aku melihat mas Arif juga tante Linda membawa seserahan dengan hiasan yang cantik, tak terasa air mataku jatuh dan berlari memeluk mas Arif
"Mas Arif kebangetan pulang gak bilang, sehari gak bisa dihubungi" kataku sambil menangis di pelukanya
__ADS_1
"He he he kejutan untukmu sayang" bisiknya sambil melepaskan pelukanku dan duduk di kursi tamu