
Waktu menunjukkan jam 16:15 Tante Linda sudah pulang dari menemui clientnya, Vano sudah mandi di rumah mas Arif
"Mau pulang Rin? apa gak nginap sini saja, kan besok Arif berangkat, apa gak ikut mengantar Arif ke Bandara?" tanya tante Linda
"Tapi tante, gak enak tidur sini?" kataku
"Juga belum ijin bapak ibuk" lanjutku
"Kenapa gak enak, disini banyak kamar, kamu bisa tidur di kamar tamu, sudah tidur sini saja, kamu telp orang tuamu bilang tante Linda yang ingin kamu tidur disini" kata tante Linda
Aku menatap mas Arif minta keputusan darinya
"Tidur sini saja Rin"kata mas Arif
Kemudian kuambil telp genggamku, berniat menelpon orang tuaku mengabarkan kalau tidak bisa pulang
Tut...tut...tut... akhirnya diangkat
"Assalamualaikum" salamku
"Waalaikum salam" jawab ibu
"Bu aku gak pulang bu, ini tante Linda pingin Rinda tidur sini sama Vano biar gak bolak balik, karena besok juga mau ke Bandara antar mas Arif, bagaimana bu? tanyaku
"Gak apa-apa, yang penting kamu sama Vano menjaga diri, baik-baik di rumah orang ya?" nasehat ibu
Kemudian mas Arif mengambil HP dari tanganku
"Assalamualaikum bu, ini sama Arif" katanya
"Waalaikumsalam Rif, ada apa? tanya ibu
"Bu Arif besok langsung berangkat ke Papua, Rinda sama Vano biar tidur di sini, Arif pamit ya bu? maaf tidak kesana" kata mas Arif
"Iya gak apa-apa, hati-hati di jalan ya!" jawab ibu
"Rif... bilang sama ibunya Rinda, besok Rinda kuantar pulang" kata tante Linda
"Oh iya bu, besok Rinda di antar pulang sama ibuku" kata mas Arif
"Makasih Arif, salam untuk ibumu" kata ibu
"bu dapat salam dari ibunya Rinda" kata mas Arif
"Salam balik ya, bilang sama ibunya Rinda" kata tante Linda
__ADS_1
"Bu, dapat salam juga dari ibu
Assalammualaikum" kata mas Arif
"Waalaikumsalam" jawab ibu, kemudian mas Arif menutup telp menyerahkannya ke aku
Tak terasa adzan maghrib berkumandang dari masjid di perumahan tante Rinda, rumah ini terasa nyaman sekali, apa karena banyak tanaman yang membuatku betah ya. Hatiku juga sudah lega sudah bisa mengungkapkan segala rasa yang terpendam dalam hatiku kepada mas Arif
"Rin...ayo jamaah sholat maghrib bareng ibu juga" kata mas Arif
"Maaf mas, lagi gak sholat" kataku
"oh... " kata mas Arif
"kenapa mas?" tanyaku
"gak apa-apa" jawabnya
Mas Arif masuk ke belakang untuk wudhu dan sholat maghrib berjamaah dengan tante Rinda, Vano masih asyik bermain dengan mainanya yang selalu dibawa kemanapun pergi, aku mengambil buku di perpustakaan kecil milik keluarga ini, banyak macam buku disini, ada buku tentang agama, psikolog, filsafat, kesehatan, juga tehnik mesin, Novel juga ada disini, sepertinya buku ini memang koleksi tante Linda, Vera, juga mas Arif, kuambil buku keagamaan dengan judul "miracle of Al Quran" kubaca satu persatu halaman sambil mendengarkan mas Arif yang sedang melantunkan ayat suci Al-Quran, lembut suaranya menyejukkan hati yang mendengar
"Ya Allah... aku ingin mas Arif jadi imanku" kataku dalam hati
Selesai mas Arif mengaji, dia menghampiriku
"Rinda aku keluar sebentar ya? kamu sama Vano di rumah sama ibu" katanya
"Ke depan, sebentar kok, mau beli sesuatu gak sampai setengah jam" kata mas Arif sambil meninggalkanku keluar membawa sepeda motor.
Kuletakkan kembali buku yang aku baca tadi ketempatnya, kulihat tante Rinda sibuk di dapur, kuhampiri tante Rinda
"Tante... masak apa? tanyaku
"Masak nasi goreng Rin, kamu coba enak gak? kata tante Rinda, kuambil sendok dan kuincipi nasi yang masih di wajan
"Enak sekali tante, ah... tante gak ngajak aku tadi, kan pingin tau proses juga bumbunya" kataku
"Tak kira tadi mau keluar sama Arif, jadi gak tak ajak masak" jawab tante Linda sambil tersenyum
dalam hati bahagianya punya ibu yang selalu mengerti anak-anaknya dan mengikuti perkembangan jaman, beda sekali antara ibuku dan tante Linda mungkin pergaulan dan keseharian yang membuat mereka berbeda.
Bunyi sepeda motor terdengar dari luar, kutengok Mas Arif sudah datang.
"Gak lama kan?" kata mas Arif masuk rumah membawa beberapa kresek, aku tak tau apa, mungkin juga yang dibutuhkan dia disana
"Arif ajak Rinda,Vano makan, ayo makan..."kata tante Rinda dari ruang makan.
__ADS_1
Kami menuju ruang makan, disana ada nasi goreng, ayam goreng, telur ceplok, pasti enak banget ini, tapi aku malu kalau makan banyak hehehe, kulihat Vano juga menikmati makanya.
"Rin nambah lagi, jangan sungkan-sungkan" kata tante Linda
"Iya tante makasih" jawabku
"Mas Arif mau nambah?" tanyaku
"Iya Rin" kata mas Arif, aku ambilkan nasi untuk mas Arif
"Tau gak, aku kalau pulang ke jawa begini paling suka kuliner, makanan disana tidak cocok dengan lidahku" kata mas Arif
"Makanya kamu sekarang kalau dapat cuti pulang kesini, ada Rinda disini" kata tante Linda
"Memang mas Arif kalau cuti gak pulang kesini? tanyaku
"Enggak, baru dua kali cuti dia pulang sini Rin, gak tau dia kemana kalau cuti, tante saja baru tau kalau dia ada cuti kerja tiga bulan sekali" jelas tante Linda, obrolan-obrolan kami di meja makan tak terasa masakan tante Linda habis, kubantu tante Linda mencuci bekas makanan tadi dan membereskan meja makan sehingga bersih kembali
Di ruang keluarga, disini kami lanjutkan obrolan-obrolan ringan, sesekali terdengar tawa kami, keakraban yang lama muncul kembali saat ini
"Rin, tante istirahat dulu ya, Rif jangan macam-macam sama Rinda" kata tante sambil berjalan naik ke tangga.
"Rin... Vano kamu tidurkan dulu, setelah itu bantu aku berkemas untuk besok" kata mas Arif
"Mas... Vano tidur ternyata di karpet" kataku
mas Arif menghampiri Vano dan menggendongnya menuju kamar tamu meletakkan di tempat tidur.
"Rin... ac bisa dinyalakan kalau suka dingin" kata mas Arif
"Iya mas nanti saja, aku bantu berkemas ya" kataku.
Kuikuti mas Arif menuju kamarnya, mas Arif mengambil koper dari dalam Almari dan mengeluarkan beberapa baju juga kebutuhan pribadi juga obat-obatan
"Rin... tolong ini masukkan ke koper ya?" kata mas Arif
Aku segara menata semuanya ke dalam koper, mas Arif masih terus menaruh beberapa barang di sampingku, setelah selesai aku tutup koper tersebut
"Sudah gak ada yang tertinggal mas?" tanyaku
"Ada yang tertinggal, hatiku tertinggal disini" katanya sambil mendekati dan memelukku mencium keningku, aku tersenyum dan berkata
"Mas... aku ingin bersamamu"
"Aku juga Rin, masih kangen sekali sama kamu" kata mas Arif memelukku lebih kencang,
__ADS_1
"Jangan gini mas, sesak nafasku" rengekku
"Maaf Rin, ayo kita ke depan saja ngobrol-ngobrol" kata mas Arif