Lika-Liku Single Parent

Lika-Liku Single Parent
Malu Tapi Suka


__ADS_3

Setelah dari toko baju, waktu menunjukkan pukul sebelas siang, mobil berhenti di pelataran parkir sebuah rumah makan.


"Beli makan di bawa pulang ya?" kata Mas Arif.


"Iya Mas" kataku sambil membuka pintu mobil.


"Ini Rin" kata Mas Arif sambil menyodorkan sejumlah uang kepadaku.


"Aku tunggu di sini saja ya" lanjutnya, aku menganggukkan kepala tersenyum dan berjalan menuju ke dalam.


Setelah selesai memilih makanan dan di bungkus oleh pelayan aku menuju kasir untuk membayarnya kemudian keluar menuju mobil, membuka pintu mobil dan duduk di samping suamiku.


"Cepat Rin?" tanya Mas Arif.


"Iya Mas, beli beberapa makanan, semoga suamiku suka" kataku, kemudian mobil keluar dari pelataran parkir menuju rumah.


Sampai di rumah aku turun dari mobil membuka kunci pagar dan pagar besi membuka pintu rumah menuju ke meja makan, aku pindah makanan yang aku pesan ke tempat-tempatnya, setelah itu mencuci tangan dan menemui suamiku di dalam kamar.


Kubuka pintu kamar, Mas Arif memelukku.


"Mas... pingin lagi?" tanyaku, dia menganggukkan kepalanya menggendongku menurunkanku di ranjang, membuka bajuku dan memakaikan lingerie di tubuhku.


"Istriku... kamu sexy sekali" katanya.


"Tubuh ini hanya aku yang melihatnya saat ini" katanya lagi dan memelukku erat.


"Jangan takut istriku" bisiknya, ketika dia meminta hak nya dan aku memberi kewajibanku aku tidak pernah menolaknya.


Siang ini... di kamar kami, saling menikmati kenikmatan dunia.


"I love you sayang" bisikku.


"Love you too" bisiknya.


"Sayang... aku mau.." bisiknya lagi sambil memelukku lebih erat.


"Aku juga Sayang" bisikku pelan, kupeluk mesra suamiku.


"Enak sayang?" bisiknya sambil memelukku.


"Iya, aku malu memakai ini" kataku sambil memegang baju lingerie.


"Tapi aku suka sayang" katanya, dan akhirnya kami terlelap dalam tidur saling memeluk pada siang hari ini.


****


Waktu menunjukkan pukul dua, aku terbangun, dan turun dari ranjang menuju kamar mandi untuk mandi dan berganti baju kemudian melaksanakan sholat dhuhur, kulihat suamiku masih tidur, aku membangunkanya.


"Sayang... ayo bangun" bisikku dan mencium pipi juga keningnya.


"Iya..." jawabnya kemudian duduk di pembaringan, "kamu sudah mandi?" katanya.


"iya Mas, habis sholat duhur" kataku.

__ADS_1


"Rin... pakek baju yang tadi saja" katanya kemudian berlalu meninggalkanku menuju kamar mandi.


Ketika mas Arif melaksanakan sholat duhur, aku membuka plastik berisi pakaian, hah... beli baju begini lima buah batinku sambil melihat-lihat baju lingerie kebanyakan warna merah hati ada hitam dan merah muda.


"Rin... pakai ini ya sekarang" bisik mas Arif sambil memelukku dari belakang dan melepas bajuku.


"Mas... mau lagi?" bisikku manja.


"Capek sayang... nanti malam saja ya? aku ingin melihat kesexyanmu sepanjang hari ini" bisiknya kemudian melepas pelukanya mengambil lingerie warna merah muda, dan memakaikanya ke tubuhku.


"Istriku benar-benar menggoda" katanya.


"Ayo makan sayang, mau nambah tenaga lagi" katanya lagi sambil menggendongku menuju meja makan.


"Mas... nanti kalau badanku makin besar mas masih kuat gendong aku?" kataku.


"Kalau berat sekali ya gak kuat hehehe, pumpung masih kecil segini aku gendongi terus" katanya dan tertawa kecil.


 


Di meja makan, kuambilkan nasi sayur dan lauk, kemudian mengambil jus buah dari kulkas.


"Makan sepiring berdua ya?" katanya.


Ketika aku akan mengambil piring untukku, aku tersenyum dan mengambil sendok kemudian mulai makan dari piring Mas Arif, kami saling lihat dan tersenyum, setelah membereskan meja makan dan mencuci piring, aku menuju kamar tidur.


"Mau kemana bidadariku?" tanya Mas Arif sambil memegang tanganku.


"Mau tidur Mas, lelah sekali aku, maaf..." kataku, kemudian mas Arif menggendongku ke kamar tidur menyelimutiku dengan selimut dan berbaring di sampingku.


"Gak apa-apa sayang cuma lelah kurang tidur sepertinya" kataku.


"Tapi wajahmu pucat sekali" katanya khawatir.


Menghadap mas Arif.


"Aku gak apa-apa sayang, aku istirahat dulu, tolong Vano di jemput ya?" pintaku kemudian aku tertidur pulas.


******


Waktu menunjukkan pukul tiga lebih, Mas Arif keluar rumah dengan membawa sepeda Rinda berniat untuk menjemput Vano, sampai di penitipan anak plus sekolahnya Vano, terlihat Vano bermain dengan teman sebayanya, ketika melihat Arif datang.


"Ayah... Bunda mana? Bunda kan tidak kerja" tanya Vano.


"Bunda di rumah lagi gak enak badan" Arif


"Bunda sakit lagi?" tanya Vano.


"Enggak sakit cuma capek saja" jawabku.


"Ayo pulang, kamu kemasi barang-barangmu, Ayah tunggu di sini" kata Arif.


Vano mengemasi barang-barangnya memasukkan ke dalam tasnya di bantu oleh gurunya.

__ADS_1


"Pamit dulu Bu" kata Arif  ke Bu gurunya Vano.


Kemudian membawa tasnya Vano menggandeng tangan Vano menuju ke sepeda motor.


"Vano langsung pulang apa main?" tanyaku.


"Ke Alun-alun boleh?" pintanya.


"Boleh" jawab Arif.


*****


Bangun dari tidur, Rinda mandi dan sholat ashar, rumah masih sepi, kok belum pulang mereka ya batinku, aku ambil hp berniat untuk menanyakan ke mana Mas Arif dan Vano tapi ternyata ada pesan dari Mas Arif kalau mereka bermain ke Alun-alun, bisa istirahat lagi aku batinku, menuju ruang keluarga kurebahkan tubuhku di atas sofa sambil menyalakan tv, terdengar pintu pagar di buka, mungkin mereka sudah datang.


"Bunda.... Bunda... Vano datang" teriak Vano dari luar.


Vano berlari menujuku dan memeluk menciumiku seperti berhari-hari tidak bertemu.


"Darimana Vano tadi?" tanyaku.


"Dari alun-alun sama Ayah" katanya.


"Tapi gak lama Bunda... mainanya ramai dipakai anak lainya" katanya.


"Habis maghrib ke sana lagi, mau?" usulku.


"Ayah... ke Alun-alun lagi sama Bunda ya?" tanya Vano ke Mas Arif.


"Kamu gimana Rin, sudah enakan?" tanya Mas Arif.


"Sudah Mas, kan sudah istirahat" kataku.


"Ini kan karena Mas minta terus" bisikku manja.


****


Adzan maghrib berkumandang di masjid sebelah rumah, kami segera mengambil wudhu dan melaksanakan sholat maghrib diimami Mas Arif, setelah selesai berdoa aku cium punggung tangan suamiku, suamiku mencium keningku, aku tersenyum dan melepas mukenahku.


"Rinda... apa gak ingin pulang ke rumah Ibu?" tanya Mas Arif.


"Ya pingin Mas, apa setelah ini kita ke sana?" tanyaku.


"Menginap di sana ya?" tanyanya.


Aku menganggukkan kepalaku.


"Setelah dari Alun-alun ya Mas?" tanyaku.


"Iya Rin, ayo siap-siap" pinta Mas Arif.


"Vano setelah dari Alun-alun ke rumah Mbah Uti ya" kataku ke Vano.


"Asyiikkkk..." teriaknya girang.

__ADS_1


Segera bersiap-siap menuju Alun-alun kota, aku memastikan pintu dan jendela terkunci kemudian mematikan beberapa lampu menutup pintu rumah dan pintu pagar kemudian masuk ke dalam mobil, disana Vano dan Mas Arif menunggu, segera Mas Arif menjalankan mobil melewati ruas jalan perumahan yang beraspal menuju alun-alun kota.


__ADS_2