Lika-Liku Single Parent

Lika-Liku Single Parent
Curahan Hati


__ADS_3

Setelah pulang kantor lebih awal aku menjemput Vano kemudian pulang ke rumah tante Linda


Di tempat kerja Arif tampak dia sedang membetulkan peralatan kerja yang tidak bisa dikerjakan bawahanya


"Dik... nah begini caranya kalau mau memasang ini" menjelaskan ke anak buahnya sambil menunjukkan cara memasangnya


"Rif di panggil sama pak Agus" kata Deny


"Ada apa ya Den?" tanyaku


"Gak tau" kata Deny sambil mengangkat bahunya, aku menuju ruangan pak Agus kuketuk pintunya dari dalam terdengar suara mempersilahkan masuk akhirnya aku buka pintu, aku berjalan ke arah meja pak Agus dan duduk di depan beliau


"Ada apa bapak memanggil saya?" tanyaku


"Arif... kamu bekerja di sini sudah lama, kamu dapat cuti tiga bulan sekali ya?" tanyanya


"Iya betul pak" jawabku


"Karena posisimu naik, cutimu sekarang dua bulan sekali Rif lamanya tetap dua minggu" katanya


"Alhamdulillah, terima kasih pak" jawabku


"Iya, kamu bisa melanjutkan pekerjaanmu" katanya, segera aku meninggalkan kantor pak Agus dengan hati bahagia, sebulan setengah lagi pulang buat kejutan untuk Rinda saja batinku


*****


Di penitipan anak, Rinda segera menghampiri mengambil tas bekal Vano dan bergegas meninggalkan penitipan anak menuju ke rumah tante Linda, sampai di rumah tante Linda waktu menunjukkan pukul tiga sore


"Rin, tumben pulang jam segini?" tanya tante Rinda


"Lagi gak enak badan?" tanyanya lagi


aku menghampiri tante Linda dan bersalaman dengan tante Linda


"Gak apa-apa tante, Rinda baik-baik saja, Rinda menghindari seseorang pulang cepat ini tadi" kataku


"Kamu istirahat bersih-bersih badan juga Vano nanti cerita ke tante" kata tante


"Iya tante, Rinda masuk dulu" kataku


Masuk rumah, telpon berdering aku angkat


"Assalamualaikum" sapa dari seberang


"Waalaikum salam mas Arif" jawabku


"Masih di kantor?" tanyanya


"Sudah di rumah mas" jawabku


"Kok tumben?" kataku


Vano masih di dalam kamar

__ADS_1


"Vano main dulu ya di sana atau lihat tv ya?" kataku ke Vano masih sambil bertelepon


"Maaf mas, aku pulang cepat menghindari seseorang" kataku


"Siapa? ayahnya Vano?" tanyanya


"Bukan, tapi mas Andi yang dulu berantem sama mas" jawabku


"Orang itu masih terus mengejarmu? tanyanya


"Ya begitulah mas, dia sudah tau tempat kerjaku" kataku


"Sementara kamu jangan di tempat sepi Rin, kalau ada apa-apa segera minta bantuan dari orang sekeliling" katanya


"Mungkin dia gak berani macam-macam Rin, dia kan PNS, kamu hati-hati saja ya" katanya lagi


"Iya mas, makasih, oh ya aku tak mandikan Vano dulu ya, nanti disambung lagi?" kataku


Di ruang keluarga, aku dan tante Linda juga Vano lagi bersantai


"Tante" kataku


"Ada apa Rinda?" tanya tante


"Tadi siang Rinda ketemu sama temanya mas Arif, dari dulu dia ngejar Rinda, dan dia ini gimana ya tante aku menjelaskanya, intinya orang ini apapun yang dia inginkan bagaimanapun caranya dia ingin dapatkan, dulu itu pernah berantem juga sama mas Arif" ceritaku


"Itu bukan cinta Rinda tapi ambisi, nafsu, cuma heran tante kok sampai sekarang masih mengejarmu?" tanya tante


"Nah itu tante yang juga saya herankan, dia sudah tau tempat kerjaku, tapi belum tau aku tinggal disini" kataku


"Bisa jadi dia akan kesini gak mau pulang sebelum aku mau nerima cintanya" kataku


"Hah... " kaget tante mendengar ceritaku


"Tapi bila dia sampai kesini dan begitu berarti gak punya malu Rin, kamu panggil keamanan saja untuk menyuruhnya pergi atau kamu ancam lapor ke atasanya" kata tante


"Betul tante, makasih saranya" kataku dan tersenyum lega rasanya mendengar ide tante Linda


"Arif sudah tau hal ini?" tanya tante


"Sudah tante, barusan tadi telpon, Rinda kasih tau" kataku


"Rival Arif abadi ya hehehe" kata tante sembari tertawa


Kami melanjutkan obrolan-obrolan ringan sampai Vano mengantuk tertidur di karpet


"Tante... Rinda masuk kamar dulu ya, mau memindahkan Vano" pamitku


"Iya Rin, tante juga mau istirahat" kata tante


Di dalam kamar, Vano sudah tidur dengan pulasnya, kucium pipi dan keningnya, beberapa hari ini aku tidak menelpon orang tuaku


"Assalamualaikum" sapaku

__ADS_1


"Waalaikumsalam Rinda, bagaimana kabarmu disana? sudah krasan ya disana sampai tidak menelpon sini" kata ibu


"Maaf bu.. Rinda disini kan beda dengan disana, gak enak kalau pulang kantor kayak di rumah tidur-tiduran" kataku


"Bapak ibuk semua sehat kan?" tanyaku


"Iya sehat" jawab ibu


"Insyaallah lusa Rinda pulang bu, sudah dulu ya bu, jaga kesehatan," pesanku


Assalamualaikum" kataku


"Waalaikumsalam" jawab ibu dari seberang


Aku matikan telpon kurebahkan tubuhku di kasur, waktu menunjukkan pukul sembilan malam, mau telpon mas Arif tapi disana sudah hampir tengah malam, akhirnya aku urungkan niatku, berlanjut memejamkan mata dan terlelap dalam tidur.


*****


Suatu hari, waktu pagi hari di Mimika, Arif sudah bangun melaksanakan sholat subuh, Andi ini gak pernah lelah mengganggu Rinda, tidak mungkin aku membawa Rinda kesini sebelum menikah, tapi bagaimana dia disana? semoga Rinda mampu melewatinya, aku yakin Rinda bisa, tapi bagaimana kalau dia menyerah dan menerima cinta Andi? pertanyaan demi pertanyaan menggelayut dalam pikiranku, kurang satu setengah bulan pulang, telpon Rinda saja pikirku


"Assalamualaikum" sapaku


"Waalaikumsalam mas" jawab Rinda


"Tumben pagi telpon mas?" katanya lagi


"Rin... kamu baik-baik saja kan?" tanyaku


"Rinda baik-baik saja mas, kenapa?" tanyanya


"Aku khawatir kamu trauma dan takut keluar ketika Andi mengetahuimu" kataku


"Mas... Rinda harus kuat mas, Rinda berusaha melepas semua kejadian yang menimpa Rinda di masa lalu, ada tante Linda yang menguatkanku, yang mensuport aku" katanya


"Ya sudah Rin kalau begitu aku tenang disini" kataku sambil menghela nafas.


******


Di sebuah kamar terlihat Rinda meletakkan telpon di meja kamar, Vano di ruang keluarga melihat tv, mas Arif... aku baik-baik saja, aku bisa melewati semua ini, terimakasih semua perhatianmu, ibumu begitu baik serasa ibu, kawan, saudara posisinya, ya Allah terimakasih semuanya batinku, segera aku ke dapur membantu tante Linda masih ada waktu satu jam untuk aktifitas di rumah


"Pagi... tante..." sapaku


"Gimana perasaanmu saat ini Rinda?" tanya tante


"Lebih baik tante, sudah tidak takut seperti kemarin, makasih ya tante" kataku


"Oh iya tante nanti kerja?" tanyaku


"Iya Rin, tapi gak lama sepertinya, kenapa? kata tante


"Gak kenapa-napa tante, tante mungkin nanti Rinda langsung pulang, ortu Rinda kangen sama Vano" kataku


"Iya Rin, hati-hati diikuti sapa itu ya oh iya Andi" kata tante sambil mengingat-ingat

__ADS_1


"Salam untuk orang tuamu" katanya lagi


"Iya tante, semoga dia gak ngikuti Rinda, beberapa hari ini tidak ada tanda-tanda dia disekitar Rinda" kataku


__ADS_2