Lika-Liku Single Parent

Lika-Liku Single Parent
Makan Siang


__ADS_3

Arif berdiri dari tempat tidur berjalan keluar mes nya, hp masih di genggamanya menelpon seseorang, tapi tidak juga diangkat.


Rinda masih sibuk membersihkan rumah dan memandikan Vano mengganti baju Vano setelah itu dia mandi, telpon terdengar dari kamarnya tapi tidak diangkat, setelah selesai mandi dia masuk kamar, berganti baju, melihat hp, dan menelpon seseorang.


"Assalamualaikum mas Arif" sapaku


"Waalaikumsalam, dari mana saja Rin, aku telpon gak kamu angkat?" katanya


"Gimana rasanya kalau telpon gak diangkat? enak gak?" kataku


"Ya gak enak Rin, kamu mau balas dendam ya" katanya


"Bukan balas dendam, biar mas paham seperti apa yang aku rasakan sehari ini?" jawabku


"Maaf ya sayang, kamu dari mana tadi?" tanyanya


"Bersih-bersih rumah mas terus memandikan Vano kemudian aku mandi"jelasku


"Vano kemana?" tanyanya


"Lihat tv" jawabku


"Rin... miss you" katanya


"Aku juga kangen mas" jawabku


"Sudah dulu ya Rin, aku mau makan, kamu istirahat saja, Assalamualaikum" katanya


"Waalaikum salam" jawabku sambil menutup telpon aku menuju ke Vano menemaninya melihat tv


Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, Vano terlihat mengantuk aku ajak ke kamar, kumatikan tv dan aku menuju kamar tidur untuk menidurkan Vano


Jauh di sana di Papua, Arif sudah selesai makan bersama dengan teman-temanya kemudian menuju tempat yang memang untuk bersantai.


"Rif, kamu kenapa? dari pulang Jawa kok murung terus?" tanya Deny


"Gak kenapa-napa Den" kataku


"Masalah cewek ya?" tanya Deny


"Iya..." kataku pelan


"Kenapa dengan cewekmu" tanyanya lagi


"Gak kenapa-napa, aku kangen saja pingin bersamanya, seminggu ketemu dia, bersama dia pingin aku bersamanya terus" kataku


"Hahahaha ternyata betul kata Dilan, rindu itu berat" goda Deny


"Segera kamu halalin Rif, ajak kesini" katanya lagi


"Iya nanti waktu cuti lagi" kataku


Di rumah tante Linda, Rinda tertidur disamping Vano, tidak mengetahui kalau tante Linda sudah pulang, membuka pintu kamar tamu terlihat ibu dan anak tidur pulas, biarlah mereka istirahat, makanan ini kumasukkan saja di kulkas, gak tega membangunkanya, batinku, kemudian menuju dapur memasukkan makanan ke kulkas dan melangkah menaiki tangga menuju kamar.


Mentari pagi bersinar cerah


"Tante pulang jam berapa?" sapa ku di dapur ketika bettemu tante Linda

__ADS_1


"Jam sembilan Rin, kamu sudah tidur, gak tega bangunkan, pagi ini gak usah masak ya hangatkan makanan di kulkas saja ya" kata tante Linda,


Aku mengangguk dan melangkah ke kulkas mengeluarkan beberapa makanan untuk di hangatkan, Vano mandi sambil bermain di halaman belakang, setelah selesai menghangatkan makanan dan menyiapkan makanan, kuhampiri Vano untuk memandikanya


Setelah sarapan aku bersiap-siap untuk berangkat kerja, tante Linda masih santai di ruang keluarga sambil baca-baca buku


"Tante gak kerja hari ini?" tanyaku


"Enggak Rin aku santai saja" jawabnya


"Tante aku pamit berangkat dulu ya" pamitku sambil bersalaman dan mencium tangan tante Linda


Di sebuah rumah terlihat sepasang suami istri yang sedang makan bersama di meja makan


"Pak, Rinda kok tumben ya gak ngasih kabar?" tanya ibu


"Iya ya, semoga baik-baik saja dia bu?" jawab bapak


"Iya pak, semoga juga Arif jodohnya Rinda ya, bapak setuju enggak?" tanya ibu


"Setuju sekali bu, kita sama Arif kan kenal sudah lama, tau lah bagaimana dia" jawab bapak


Ruangan kantor terlihat sepi, semua orang mengerjakan tugas masing-masing waktu menunjukkan jam dua belas kurang lima menit


"Nia... aku keluar dulu ya" kataku


"Eh mau kemana?" tanyanya


"Urusan pribadi Nia nanti saja aku kasih tau" jawabku dan meninggalkan Nia


"Rin mau pesan apa?" tanyanya


"Terserah saja mas" kataku sambil melihat daftar menu sebenarnya sih malas aku menemuinya tapi kok gak bisa nolak


"Loh jangan terserah" katanya


"Gado-gado saja mas, sama es teh" jawabku sambil melihat hp ada sebuah pesan


"Rinda... masih marah?" kata mas Arif segera kubalas


"Enggak sayang sudah gak marah, I love you" balasku


"Jadi kangen bibirmu Rin" balasnya


"Ish mas Arif" balasku


Pelayan datang membawa pesanan kami


"Rin.. sapa yang sms tadi?" tanyanya


"Oh... suamiku" jawabku berbohong


"Kamu bohong Rin, aku tau kalau kamu sudah bercerai" katanya


Jleb rasanya mendengarnya, dia tau dari mana terus maksudnya apa memintaku menemuinya batinku


"Mas tau dari mana?" tanyaku

__ADS_1


"Aku pernah lihat kamu di Pengadilan dan ada namamu disana" katanya


"Iya memang aku sudah cerai mas, maaf aku membohongimu" kataku


"Rin... lama aku menunggumu, apa sudah gak ada harapan untuk masuk ke kehidupanmu?" katanya


Pikiranku melayang ke mas Arif, aku sangat mencintainya...


"Mas Andi, sebelumnya aku minta maaf, sudah ada yang mengkhitbah aku" jawabku


"Rinda... sebelum janur kuning melengkung siapa saja bisa masuk ke hidupmu" katanya dengan nada marah


"Mas... " kataku langsung dipotong


"Apa? apa aku kurang secara materi? kamu bilang Rin? aku akan beri untukmu" katanya


Ingin segera pergi dari sini, tapi bagaimana alasanku hadew... ini orang keras kepala sekali batinku


"Mas... maaf aku bukan perempuan materialistis, tolong hargai pilihanku, maaf sebentar lagi aku masuk kerja" kataku sambil meninggalkan meja makan menuju kasir


"Gak usah, aku yang bayar" kata mas Andi


"Iya terima kasih" jawabku sambil melangkah meninggalkan rumah makan tersebut menuju tempat kerjaku


Sampai kantor langsung duduk di kursi kerjaku dan minum air di botol kemasan rasanya seger... lumayan bisa meredam panas hati batinku dan menghela nafas panjang


"Kamu habis ngapain Rin?" tanya Nia


aku hanya diam saja


"Habis ketemu hantu?" katanya lagi


"Ceritanya panjang Nia" jawabku


"Iya pelan-pelan kamu ceritakan" kata Nia


"Aku kemarin bertemu dengan kakak kelasku, terus ini ngajak makan siang aku iyain, eh dia maksa aku nerima cintanya, apa gak pusing aku juga takut" kataku


"Bagaimana ceritanya dia langsung suka sama kamu" tanyanya


"Panjang Nia, dia itu suka aku dari dulu, gimana ya... aku gak suka dengan caranya mendekatiku, waktu itu aku juga kan sudah sama mas Arif, dia tau aku sudah cerai eh dia mendekatiku lagi, orang itu seperti paparazi Nia..." kataku


"Aku sudah lepas dari mantanku, orang ini datang lagi, aku harus bagaimana lagi?" kataku lagi


"Semoga saja dia tidak mengganggumu lagi Rin" kata Nia


"Yang jelas dia terus mengikutiku Nia, dulu waktu SMA saja mas Arif berantem sama dia gara-gara sikap dia ke aku" kataku


"Cinta mati mungkin dia ke kamu" kata Nia


"Bukan cinta mati, tapi sudah sakit jiwa" kataku


"Ayo pulang Nia, mau curhat sama tante Linda aku tentang ini" kataku


"Eh enak sekali bisa curhat sama ahli psikolog" kata Nia


"Iya lah, yok aku pulang dulu" kataku sambil membereskan meja kerjaku

__ADS_1


__ADS_2