
Menuju ke kamar tamu kuletakkan tas ku disana dan kuturunkan Vano
"Bunda kita akan tinggal disini bersama nenek" tanya Vano
"Iya Vano, besok atau lusa kita tinggal di rumah mbah uti" kataku
"Disini gak ada om Arif gak enak bunda gak ada yang ngajak aku main" katanya
"Ya main sendirilah Vano" kataku
"Om Arif kapan pulang?" tanya Vano
"Tiga bulan lagi Vano, Vano seneng ya sama om Arif?" tanyaku Vano menganggukkan kepala, sambil memasukkan beberapa pakaian ke almari, tante Linda masuk ke kamar
"Rin jangan sungkan ya, biasa saja, anggap rumah sendiri" kata tante Linda
"Tante ke belakang dulu, kamu bisa mandi kemudian nyusul tante setelah selesai ini" katanya
"Iya tante" jawabku
Setelah membereskan pakaian dan kebutuhanku aku menuju dapur memanaskan air untuk mandi Vano, kucari-cari bak tidak menemukan, akhirnya ke belakang dan menemukan bak di belakang rumah, kulihat tante Linda duduk di taman belakang, kuhampiri tante Linda
"Tante, disini" tanyaku
"Iya Rin, aku biasa duduk disini sambil melihat taman ini, ya beginilah Rin, sepi di rumah ini, punya anak dua tidak di rumah semua, aku suka kamu tinggal disini jadi rame rumah ini" kata tante
"Tante aku mau mandikan Vano dulu setelah itu aku ke sini lagi" kataku sambil berlalu meninggalkan tante Rinda.
Vano di ruang keluarga bermain-main sendiri, aku menyiapkan keperluan mandi Vano, setelah siap kuhampiri Vano
"Vano ayo mandi" kataku sambil melepas bajunya dan menuju kamar mandi, setelah beres urusan Vano sampai ganti bajunya aku mandi setelah rapi aku menemui tante Rinda
"Vano lihat tv apa ikut bunda ke belakang sama nenek?" tanyaku
"Lihat tv bunda" katanya
"Jangan keluar ya... didalam rumah saja" kataku
Kulihat tante Rinda masih di taman belakang rumah, kuhampiri beliau dan duduk di depannya
"Tante.. suka dengan bunga anggrek ya?" tanyaku memulai obrolan
"Suka Rin, bunganya bagus" katanya
"Vano kemana? tanyanya lagi
"Lihat TV tante" kataku
"Arif sudah hubungi kamu?" tanyanya
"Sudah tante" jawabku
__ADS_1
"Syukurlah, Arif itu kasihan Rin, aku yang salah kenapa dulu menyetujui di bawa bapaknya ke merauke, disana dia menderita, untung Arif kuat mentalnya" kata tante mulai bercerita aku mendengarkan dengan serius
"keluarga bapaknya disana tidak menerima baik Arif, lama-lama Arif tidak tahan akhirnya pergi meninggalkan keluarga tersebut, dia diberi uang bapaknya untuk tinggal di luar keluarga tersebut" kata tante
"Kok gak pulang ke jawa saja tante" tanyaku
"Ya begitulah Rin, Arif tidak boleh bapaknya menemuiku, lama tante ini tidak tau kabar Arif, waktu telp bapaknya dijawab baik begitu saja tapi tidak pernah memberikan telpon itu ke Arif jadi tante tidak pernah berkomunikasi dengan Arif" katanya
"Terus tante mulai komunikasi sama Arif kapan?" tanyaku
"Waktu itu, tiba-tiba saja Arif pulang ke sini Rin, tante saja kaget sekali" katanya
"Kapan itu tante?" tanyaku
"Waktu Arif kuliah di jakarta" jawab tante
"Mas Arif tau rumah ini dari mana? Rinda pernah mencari mas Arif ke rumah lama kata penghuni baru sudah pindah dan dijual dan tidak tau pindah kemana" kataku
"Ada teman Arif dari sini kuliah di Jakarta sana cerita kalau pernah melihat tante di rumah ini terus memberi alamatnya ke Arif, waktu itu Arif libur kuliahnya, nah mulai saat itu Arif sering pulang kesini, tidak ke bapaknya" kata tante Rinda, tiba-tiba Vano datang menghampiri kami
"Bunda... susunya mana?" tanyanya
"Sebentar tante" kataku
"Iya Rin, ini tante juga mau masuk rumah, sudah mau maghrib" katanya
Masuk ke kamar, mengambil susu kotak untuk Vano dan memberikan ke Vano, kurebahkan tubuhku di kasur, melihat sekeliling kamar, suasananya sangat beda disini dan di rumah ibuk, di rumah ibuk masih rame sepeda motor yang lewat disini sepi sunyi, kasihan tante Rinda di rumah sendiri, kuambil hp di meja kamar, menulis wa untuk mas Arif
masih centang satu, mungkin masih sibuk
Suara adzan maghrib berkumandang dari masjid, aku beranjak dari tempat tidur menuju tempat untuk wudhu dan ke mushola rumah mas Arif, tante tidak terlihat mungkin di atas, istirahat juga sholat di atas, kutunaikan kewajiban sholat maghrib setelah selesai aku duduk sendiri mengawasi Vano yang sedang bermain, hp ku berbunyi aku menuju kamar tamu, kuambil hp, kulihat nama mas Arif, segera aku angkat
"Assalamualaikum mas" sapaku
"Waalaikumsalam, bagaimana tinggal di rumah?" tanya mas Arif
"Sepi mas... tante Linda di atas dari tadi belum turun" kataku
"Ibu sudah makan belum?" tanyanya
"belum sepertinya" jawabku
"Rin... kamu naik ke atas lihat ibu ya" katanya
"Bilang kalau aku telpon mau ngomong sama ibu" katanya
"Iya mas, jangan dimatikan dulu ya, aku naik ke atas" kataku
"Vano ikut bunda naik ke atas? tanyaku ke Vano
"Ikut..." jawabnya
__ADS_1
Naik ke lantai dua
"M*as kamar tante yang mana? ada tiga kamar di atas" kataku
"Yang pojokan sebelah kiri dari tangga kamar ibu" jelas mas Arif*
Kuketuk pintu kamar tante Linda
"*Ta**nte... ini mas Arif mau telpon tante" kataku dari luar, belum ada sahutan dari dalam
"Mas kok gak ada jawaban?" tanyaku*
"Kamu buka Rin pintunya?" kata mas Arif
kubuka pintu kamar tante Linda
"Kosong mas...aku salah kamar apa? tapi ini bener kamar pojok sebelah kiri kalau dari tangga" kataku
"*Ka*mu ketuk pintu atau buka pintu dua kamar lainya" pinta mas Arif
Kuketuk kamar kedua tetap sama tidak ada jawaban, kamarnya terkunci dan kuketuk kamar yang terakhir, belum aku ketuk tante Linda sudah keluar kamar
"Ada apa Rin?" tanya tante Linda
"Tante ini mas Arif telp mencari tante" jawabku sambil memberikan hp ke tante Rinda
"Ada apa Rif" tanya tante Rinda
"Gak ada apa-apa bu, nitip Rinda bu" jawab mas Arif
"Rinda sudah seperti anakku sendiri Rif, kamu baik-baik saja disana?" tanyanya
"Baik saja, bu, sudah dulu bu" katanya dan mengembalikan hp padaku
"Ayo makan dulu Rin" ajak tante Rinda sambil berlalu menuruni tangga, aku mengikutinya dan Vano di belakang tante Rinda
Di meja makan kami duduk di kursi masing-masing dan menikmati makanan yang tersaji, aku sambil menyuapi Vano juga makan
"Tante... Rinda tidak tau harus bagaimana membalas kebaikan tante ini" kataku
"Rinda...jangan ngomong begitu, kamu sudah aku anggap anakku Rin" kata tante
"Tante...Vera ke sini terakhir kapan? tanyaku
"Vera sebenarnya sering pulang ke sini tapi memang tidak pernah nginap, sibuk sekali dia dengan pekerjaanya" jawab tante Rinda
"Kerja apa Vera di jogja?" tanyaku lagi
"Dia sekarang lagi menempuh pendidikan lagi untuk mengambil spesialis kandungan" jawab tante Rinda
"Dokter tante Vera"tanyaku lagi
__ADS_1
tante menganggukkan kepalanya