Lika-Liku Single Parent

Lika-Liku Single Parent
Resepsi Pernikahan


__ADS_3

Kulihat jam di hp ku menunjukkan pukul empat kurang lima menit aku membereskan berkas yang ada di mejaku, kemudian mematikan komputer dan membawa tasku


"Nia kamu gak pulang?" tanyaku


"Iya Rin, ayo bareng ke bawah" jawab Nia


Kami berdua berjalan bersama menuruni tangga


"Rin, itu suamimu sudah di bawah" kata Nia memberitahuku


"Oh iya" kataku


"Kamu beruntung Nia punya suami yang perhatian sekali" kata Nia


"Alhamdulillah Nia, semoga tidak berubah, oh ya aku dulu ya" kataku kepada Nia ketika bertemu mas Arif, kemudian aku berjalan beriringan menuju mobil mas Arif, mas Arif menggandeng tanganku, ketika sepeda motor Nia mendekati kami


"Romantisnya he he he serasa dunia milik berdua" kata Nia menggoda kami, aku tersenyum mendengar Nia menggodaku


"Temanmu itu bisa saja ya Rin" kata mas Arif


"He he he, ya begitulah mas" kataku dan kami tertawa bersama, sampailah kami di mobil, mas Arif membuka pintu mobil setelah aku masuk baru ditutup kembali, kemudian mas Arif masuk lewat pintu sopir, mobil berjalan meninggalkan tempat kerjaku menuju ke sekolah Vano


"Rin... temanmu sudah kamu hubungi tentang bajunya nanti?" mas Arif mengingatkanku


"Ya Allah.. Rinda lupa, sebentar Rinda telpon Hera" kataku, kemudian aku mengambil hp menelpon Hera


"Hera... kamu sibuk hari ini?" tanyaku


"Enggak Rin, ada apa?" tanyanya


"Oh iya untuk tanggal 15 itu sekalian sama baju ya, warna putih ya, kamu tau kan ukuran untukku?"kataku


"Untuk suamimu ukuran apa?" tanyanya


"Mas, bajumu ukuran apa?" tanyaku ke mas Arif


"L Rin" jawabnya


"Hallo Hera, ukuran L ya, kalau ada jas untuk anak kecil ya usia tiga tahun" kataku


"Oke aku siapkan semuanya" jawab Hera


"Oke terimakasih ya" ucapku kemudian aku menutup telpon


Sampai di sekolah Vano, aku turun bersama dengan Mas Arif


"Bu Rinda... sudah sehat" tanya bu Lia

__ADS_1


"Alhamdulillah bu, Vano mana?" tanyaku


"Itu Vano tidur" jawab Bu Lia


"Mas... Vano tidur" kataku ke mas Arif


"Aku gendong Vano, tas nya kamu bawa ya" kata mas Arif kemudian menggendong Vano masuk ke dalam mobil, aku membuka pintu mobil dan mas Arif meletakkan Vano di kursi tengah, kemudian aku menutup pintu mobil, mobil berjalan menuju rumah ibu mas Arif.


*****


Empat hari kemudian acara resepsi pernikahan, pagi hari Hera sudah berada di rumah ibu mas Arif, juga kedua orang tuaku, Faris dan Fina, Vera, Deddy dan kerabat dekat lainya pun berkumpul di rumah ibunya mas Arif


"Mbak Rinda... manglingi ketika di rias" kata Vera


"Yang rias siapa he he he?" kata Hera dan tertawa


Setelah selesai merias dan memakaikan baju pengantin, kami berangkat ke hotel dimana resepsi diadakan, aku tersenyum memandang suamiku


"Kamu cantik Rin" puji suamiku


"Mas Arif dan Vano juga ganteng" kataku


Iring-iringan mobil meninggalkan rumah ibu mas Arif menuju hotel tempat resepsi diadakan, selang beberapa menit kemudian kami sampai di hotel tersebut dan acara dibuka oleh pemandu acara dari hotel tersebut, acara terakhir adalah makan-makan sekalian ramah tama, aku dan mas Arif menghampiri beberapa meja silih bergati dan bersendagurau, mas Arif tidak melepaskan tanganku untuk di gandeng, tiba acara sesi pemotretan, aku berdiri di sport foto yang disediakan bergantian foto bersama sanak saudara dan teman-teman.


Waktu menunjukkan jam satu, acara sudah selesai


"Rinda... kamu gak kenapa-napa? wajahmu pucat sekali" tanya mas Arif


"Tidur di hotel sini saja" kata mas Arif


"Ayo" mas Arif memapahku masuk ke kamar hotel, Vano mengikutiku


"Bunda sakit lagi?" tanya Vano sedih melihatku


"Bunda gak kenapa-napa sayang" kataku dan tersenyum, kemudian aku masuk ke kamar mandi hendak muntah, karena mual sekali


"Rin... kamu kenapa?" tanya mas Arif


"Gak kenapa-napa mas, masuk angin mungkin, mas... tolong bantu aku melepas baju ini" kataku, kemudian mas Arif keluar kamar mandi membawa baju gantiku dan membantu melepas bajuku dan jilbabku kemudian kami keluar lagi, Vano masih asyik melihat acara tv, aku rebahkan tubuhku ke tempat tidur dan memakai selimut


"Mas... tamu-tamu dan keluarga sudah pulang?" tanyaku


"Masih dibawah Rin beres-beres" kata mas Arif


"Rin, periksa ya nanti" kata mas Arif kemudian


"Mas... bisa minta tolong beli tespek" pintaku

__ADS_1


"Dimana belinya? aku bilang tespek gitu?" tanya mas Arif sepertinya kebingungan


"Di apotik mas belinya, sudah lima hari ini aku belum haid, bisa jadi hamil mas" jelasku


"Aku ke bawah dulu ya, Vano ikut ayah?" tanya mas Arif ke Vano


"Ikut" kata Vano


"Eh ganti dulu bajunya, oh ya mas ini sekalian titipkan ke Vera atau Ibu untuk diberikan ke Hera, uangnya ditransfer saja, nanti aku hubungi dia" kataku, kemudian mas Arif dan Vano keluar dari kamar, aku sendiri di kamar


🌷🌷🌷🌷🌷


Di tempat resepsi pernikahanku....


"Arif... gimana Rinda?" tanya ibunya Rinda


"Gak kenapa-napa bu, mungkin kecapekan, ibu bisa lihat di kamar" kataku


"Loh... disini kamu?" tanyaku ke Hera


"Iya mas, tadi ikut kesini aku, lah di rumah sendiri hehehe" kata Hera kemayu


"Oh iya kebetulan, ini bajunya tadi, Rinda kurang enak badan, berapa semuanya? aku beri tunai apa transfer?" kataku


"Tunai saja mas" kata Hera


"Ayo ikut ke bawah ke atm" kataku


"Aku keluar dulu, kalau mau ketemu Rinda langsung ke kamar" kataku kepada yang masih di ruangan tersebut ada nenek, bibi, paman, ayah ibu Rinda, Faris, Fita, Vera, Deddy dan Ibuku, kemudian aku keluar dari hotel dan masuk ke atm yang berada di samping hotel tersebut, mengambil uang aku masukkan ke dompetku dan kutemui Hera untuk memberikan sejumlah uang, Hera menerimanya


"Makasih mas, aku pamit dulu, salam ke Rinda ya?" kata Hera kemudian berlalu meninggalkan kami.


Aku dan Vano berjalan menuju apotik yang memang tidak jauh dari hotel tersebut membeli tespek pesanan Rinda, sampai di apotik


"Beli apa mas?" tanya penjual


"Beli tespek mbak, yang bagus ya?" kataku


"Yang ada cawannya ya?" tanya petugas, aku gak tau seperti apa modelnya tespek itu


"Iya mbak terserah, beli dua ya?" kataku kemudian, setelah aku bayar aku bawa tespek pesanan Rinda, kemudian keluar dari apotik tersebut


"Vano, mau beli apa?" tanyaku


"Ayah...boleh Vano minta beli susu?" kata Vano


"Iya boleh, ayo kita ke minimarket disana, kamu gak capek? kalau capek Ayah gendong di belakang" kataku

__ADS_1


"Vano gak capek Ayah, nanti saja kalau capek minta gendong Ayah" kata Vano


Kami berjalan menuju mini market, sampai mini market kami masuk dan Vano mengambil susu yang dimau, setelah itu aku membeli beberapa makanan ringan dan roti yang di sukai Rinda kemudian menuju kasir dan membayarnya.


__ADS_2