
Waktu menunjukkan pukul sebelas malam, kami turun di stasiun Tugu Jogja,
Kulihat mas Arif sedang menelpon, mungkin telpon Vera.
"Vera dan suaminya sudah menuju ke sini, kita tunggu di sana saja" kata Mas Arif.
"Vano Mas?" tanyaku.
"Loh tadi kan bangun kok tidur lagi di kursi tunggu" kata Mas Arif kemudian menggendong Vano sedangkan aku menarik tas koper mengikuti langkah mas Arif dari belakang.
Kami menunggu di pinggir jalan raya, tak lama kemudian sebuah mobil menepi dan keluarlah Vera dan suaminya Deddy.
"Mbak Rinda ya? masih ingat Vera?" tanya Vera.
"Masih lah, makin cantik saja kamu" kataku.
"Dulu saat aku sering main ke rumah kamu masih SD apa SMP ya?" tanyaku sambil berjalan menuju mobil.
"Mau masuk SMP Mbak, sudah lama sekali ya tidak ketemu" katanya
Kemudian kami masuk ke dalam mobil, Vera duduk di depan bersama Deddy suaminya, aku di belakangnya bersama Mas Arif dan Vano.
"Ver, masih jauh rumahmu?" tanya Mas Arif.
"Bentar lagi tiba Mas" jawab Vera.
Tak lama kemudian mobil memasuki pekarangan rumah yang luas, rumah model joglo.
"Ayo masuk semua" kata Deddy
Kami masuk ke dalam rumah, rumah yang kental dengan nuansa jawa.
"Mas, tidur di kamar depan saja, langsung istirahat saja Mas" kata Vera, sambil menunjuk sebuah kamar, Mas Arif menuju kamar tersebut dan aku mengikutinya di belakang, Mas Arif menidurkan Vano di ranjang.
Aku menutup pintu kamar, dan berganti baju kemudian merebahkan tubuhku di ranjang bersebelahan dengan Vano, kemudian Mas Arif juga merebahkan tubuhnya di sebelahku, memandangku dengan pandangan mesra.
"Kenapa mas?" tanyaku.
"Melihat bidadariku" katanya kemudian memelukku mesra.
"Ayo tidur sayang" bisiknya.
*""
Mentari pagi bersinar cerah di langit Jogja, kami sedang duduk santai mengobrol di ruang tengah rumah Vera.
"Mas rencana mau kemana?" tanya Vera.
"Belum tau Ver, ada tempat yang bagus di kunjungi?" tanya Mas Arif.
__ADS_1
"Kalau yang dekat sini, Malioboro, Istana, Kebun Binatang Gembira Loka" kata Vera menjelaskan.
"Kalau mau kesana bawa saja mobilku Mas, aku kerja nanti siang bareng Mas Deddy" kata Vera.
"Ayo sarapan semua, sudah di siapkan sama bi ijah" lanjut Vera
Kemudian berdiri menuju meja makan, aku duduk di sebelah Vano dan Mas Arif di sebelahku, sedangkan Vera dan Deddy duduk bersebelahan di depan kami.
"Mas, rencana mau resepsi nikahan kapan?" tanya Vera di sela-sela acara makan.
"Belum tau Ver, mungkin dua bulan lagi" kata Mas Arif.
"Mas Arif balik kerja kapan?" tanya Vera.
"Tiga minggu lagi, kenapa?" tanya Arif.
"Gak kenapa-napa Mas" jawab Vera.
"Mobilnya aku pinjam ya mau keliling kota Jogja" kata mas Arif dan Vera menghiyakan.
Setelah sarapan, aku, Vano, mas Arif berencana untuk keliling kota Jogjakarta
Di dalam mobil
"Mas... kita mau kemana?" tanyaku.
"Ke Kebun Binatang Gembira loka, bagaimana?" usul Mas Arif.
"Mau Bunda" jawabnya, kami menuju Kebun Binatang Gembira loka dengan menggunakan google map dari hpku.
Ketika sampai di Kebun binatang Gembira Loka, kami turun dari mobil menuju loket masuk, setelah membayar tiket masuk kami memasuki area kebun binatang, Vano terlihat sangat antusias melihat berbagai macam binatang, dan beberapa kali bertanya kepada kami nama-nama binatang yang dijumpai, untungnya ada papan tulisan jadi kami bisa menjelaskanya.
"Vano suka ya?" tanya Mas Arif.
"Iya Yah, Ayah... ayo ke sana" ajak Vano .
Sambil menggandeng tangan Mas Arif, aku mengikuti langkah mereka.
"Capek Rin? ayo istirahat di sana!" kata Mas Arif sambil menunjuk tempat duduk yang memang sengaja dibuat untuk beristirahat.
"Iua mas capek juga ngikuti Vano lari sana lari sini" kataku kemudian minum air dari botol kemasan.
"Ayah... lebih banyak di sini binatangnya dari pada kebun binatang yang dulu ya" kata Vano yang duduk di pangkuan.
"Dari tadi ayah terus yang diajak omong, Bunda dicueki" kataku
"He he he...Bunda lambat...kayak kura-kura jalanya" kata Vano sengaja membuatku jengkel
Mas Arif melihatku jengkel tertawa.
__ADS_1
"Ha ha ha... apa Vano? Bundamu seperti kura-kura" kata Mas Arif.
"Iya Ayah, kita dari tadi jalan di depan, Bunda di belakang jauh" kata Vano..
"Mas... ayo pulang, sudah jam satu ini" pintaku.
"Vano... ayo pulang" kata Mas Arif ke Vano.
Terlihat Vano sudah lumayan capek berlari berkeliling Kebun Binatang Gembira loka, mas Arif menggendong Vano di punggungnya, aku berjalan disamping suamiku.
Setelah meninggalkan Kebun Binatang Gembira Loka, mobil menuju sebuah angkringan, masuk ke angkringan terlihat beberapa makanan khas antara lain nasi kucing, bacem tahu, tempe dan berbagai sate tersedia di sana, setelah selesai makan di angkringan kami menuju rumah Vera.
Tak berapa lama kami sampai rumah Vera masih terkunci, mungkin masih di Rumah Sakit atau di Klinik, karena Vera dan suaminya sama-sama berprofesi Dokter.
"Mas bawa kunci rumahnya Vera?" tanyaku.
"Tadi bilang di taruh di dekat pintu" kata Mas Arif.
Kemudian turun dari mobil mencari-cari kunci ditempat yang di maksud Vera sesuai dengan pesan di whats up nya
Setelah menemukan kunci, mas Arif membuka pintu, kemudian masuk ke dalam mobil menggendong Vano yang lelap tidurnya masuk ke dalam kamar dan aku mengikutinya dengan membawa beberapa barang kami masuk ke dalam kamar.
"Kamu kelihatan capek Rin, mandi dulu terus istirahat" pinta Mas Arif.
"Iya Mas, makasih" kataku kemudian mencium pipi Mas Arif dan berlalu meninggalkan kamar menuju kamar mandi yang berada di belakang.
Waktu menunjukkan pukul empat sore, aku dan Mas Arif duduk di teras rumah Vera menikmati suasana sore hari di kota Jogja, Vano masih pulas tidurnya di kamar.
"Disini tenang ya Mas?" kataku memulai obrolan.
"Iya Rin, pantas saja Vera betah di sini" kata mas Arif.
"Mas, besok rencana ke mana?" tanyaku.
"Ya pulang Rin, apa mau di sini lebih lama?" tanya Mas Arif.
"Terus ke malioboro kapan? tanyaku.
"Nanti malam bisa, kan dekat sini saja" kata Mas Arif.
"Besok kereta apinya jam berapa?" tanyaku.
"Tiketnya kemarin bukanya kamu yang simpan Rin?" tanya Mas Arif.
"Oh iya mas, aku yang simpan, bentar aku cari dulu" kataku cemas.
Dan berlalu meninggalkan mas Arif masuk ke kamar mencari-cari tiket, isi tas sudah aku keluarkan semua tidak ada, hadew... dimana ini? batinku, akhirnya mencari di tas koper, aku keluarkan satu persatu barang yang ada di koper, tidak ada juga, panik aku memanggil mas Arif.
"Mas... Mas Arif gak ada"
__ADS_1
Tak lama kemudian Mas Arif datang menghampiriku .
"Brlum ketemu Rin?" tanya Mas Arif.