Lika-Liku Single Parent

Lika-Liku Single Parent
Mengunjungi Bapak Ibu


__ADS_3

Pagi ini kami bersiap-siap untuk ke rumah orang tuaku, ya... memang sudah lama kami tidak kesana, malah ibuku yang ke rumah merawatku selama seminggu saat aku selesai menjalani operasi kuret, mas Arif masuk ke dalam mobil untuk memanaskan mesin mobil, Vano seperti biasa bermain kesana kemari berlari-larian, aku masih membantu ibu mertuaku memasak di dapur


"Rin... nanti menginap apa tidak di sana?" tanya ibu ke aku sembari memotong sayur wortel


"Sepertinya iya bu, Rinda sudah menyiapkan untuk besok kerja dan Vano sekolah" kataku sambil mengupas bawang merah dan bawang putih


"Salam untuk kedua orang tuamu Rin" kata ibu


"Insyaallah bu" kataku, kemudian aku mengulek bumbu


selesai memasak aku menyiapkan di meja makan, dan mencuci beberapa wadah


"Rin... aku ke atas dulu" kata ibu kemudian berjalan menyusuri menaiki tangga


Setelah itu aku masuk ke kamar berniat untuk mandi, mas Arif sudah ada di kamar tidur


"Mau kemana Rin?' tanya mas Arif


"Mau mandi?' jawabku


"Aku ikut" katanya


"Gak boleh, entar kayak semalam" kataku dan langsung meninggalkan mas Arif menuju kamar mandi tak lupa mengunci pintunya


"Rin...Rin.." teriak mas Arif dari luar"


"Kenapa sih mas, Rinda masih mandi ini loh, nanggung keluar" kataku


"Cepetan mandinya" jawab mas Arif


"Emang kenapa?" tanyaku sambil mengguyurkan air dari gayung ke tubuhku


"Mau pipis" jawab mas Arif


"Alasan saja mas ini, kamar mandi di dekat dapur juga ada, kalau gak mau ya tahan saja sampai aku keluar" kataku,


Setelah selesai mandi, aku membuka pintu kamar mandi, dan kulihat mas Arif bersantai berbaring di atas kasur dengan bermain game, langsung aku lempar bantal ke kepalanya


"Emang dari dulu suka ngerjain orang, orang mandi di gangguin saja, ternyata di sini enak-enakan main  game" kataku jengkel


"Hahahaha, emang enak ngerjain istri, apalagi lihat ngambekmu semakin aku jatuh cinta" katanya


"Gombal diterusin, kalau tiap hari aku ngambek dan ngomel-ngomel bagaimana? mau mendengarkan dan melihat tampang ngambekku?" tanyaku sambil menaburkan bedak di wajahku


"Ya janganlah, kalau ngambek ya tinggal ngajak bercinta hehehe" kata mas Arif dan tertawa menggoda, kemudian meletakkan hp nya mendekatiku dan memeluk menciumku dari belakang


"Love you my wife, bidadariku" bisiknya

__ADS_1


kemudian berlalu meninggalkanku di kamar, aku hanya menggelengkan kepala melihat tingkah suamiku ini, ya... lama memang kami kenal tapi dengan tingkahnya seperti itu hubungan kami tidak pernah merasa bosan, yang ada hanya rindu mendalam di kala jauh


Aku keluar dari kamar membawa tas besar berisi kelengkapanku kerja besok dan Vano sekolah


"Mas... tas nya tolong masukkan ke bagasi" pinta ku ke suamiku ketika aku menemuinya di ruang tamu


"Aku mau ke atas pamit ke ibu" kataku


"Ayo ke atas bareng kalau begitu, Vano... matikan tv nya, ayo berangkat ke mbah uti, tapi Vano pemit sama nenek dulu" kata mas Arif


Kemudian kami bertiga menaiki tangga, sampai di depan pintu kamar ibu, aku mengetuk pintu kamar tok..tok..tok... suara pintu terketuk, tak lama kemudian ibu membuka pintu dan keluar dari kamar


"Bu, Arif mau ke rumah orang tuanya Rinda, sepertinya bermalam di sana, mobil Arif bawa" kata mas Arif pamit ke ibunya, kemudian bersalaman, aku ikuti dan diikuti oleh Vano


"Hati-hati ya.." pesan ibu


"Iya bu" jawabku, kemudian kami meninggalkan ibu


"Oh ya...jangan lupa pintu rumah dan pintu pagar di kunci ya" kata ibu mengingatkan kami


"Iya bu" jawab mas Arif, dan menuruni tangga keluar rumah, aku mengunci pintu rumah dan pintu pagar, mas Arif sudah keluar duluan bersama Vano sambil membawa tas ku tadi.


Mobil meninggalkan rumah ibu mertua, menyusuri jalan kota kemudian jalan provinsi, ya... pagi ini terlihat langit begitu biru, tanda kota ini bebas polusi , ya kota kecil yang selalu ku rindukan


"Mas, mampir ke toko buah dulu ya nanti buat oleh-oleh orang tuaku" kataku


"Iya" jawabku, kemudian mobil berhenti di kios penjual buah, aku turun dari mobil dan aku memilih beberapa buah dan membayarnya kemudian naik lagi ke mobil


"Sudah Rin... tak ada yang kurang?" tanya mas Arif mengingatkan


"Sepertinya sudah mas" jawabku, kemudian mas Arif mengemudikan mobil menuju ke rumahku


Tak lama kemudian kami sampai di rumah ibu, ada ibu di depan rumah, Vano segera turun dari mobil setelah pintu mobil aku buka dan berlari menghampiri ibuku kemudian di gendong ibuku


"Vano... semakin berat saja ya, sebentar lagi mbah uti tidak bisa menggendongmu" kata ibu, aku dan mas Arif menyalami ibu dan kami masuk ke dalam rumah


"Loh... Ris kapan pulang?' tanyaku ketika melihat Faris di ruang tamu


"Semalam mbak, sebenarnya mau ke rumah mbak setelah ini, tapi mbak sudah kesini" kata Faris


"Fita gak ikut?" tanyaku


"Enggak, Fita ada acara kerjanya keluar kota" kata Faris menjelaskan


"Loh mas Arif kapan pulangnya?" tanya Faris ke mas Arif


"Seminggu yang lalu Rif" kata mas Arif menjelaskan

__ADS_1


"Bapak kemana bu?' tanyaku


"Bapakmu ini tadi keluar sama teman-temanya bersepeda angin" kata ibu


"Wih... enak banget bapak, Rinda juga pingin bersepedaan" kataku


"Mas... ayo kapan-kapan kita naik sepeda angin" ajakku ke mas Arif


"Gak ada sepeda gitu Rin, di rumah" kata mas Arif


"Mas.. aku mau beli sepeda kalau gitu, uangku saja" kataku


"terserah kamu Rin" kata mas Arif


Tak lama kemudian bapak datang dari gowes bersama teman-temannya


"Cucuku sudah datang" kata bapak ketika melihat Vano dan menggendongnya


"Sudah lama sampai sini?" tanya bapak kepadaku


"Lumayan pak, tadi gowes nya ke mana saja?" tanyaku


"Keliling sekitaran sini saja Rin" jawab bapak


"Nanti kamu nginap disini?" tanya bapak


"Insyaallah pak" jawabku


"Faris juga pulang, kamu sudah ketemu, suamimu ke mana, kok cuma ada mobil di depan?" tanya bapak


"Di dalam main game sama Faris" kataku, bapak masuk ke dalam rumah dan aku juga masuk ke dalam rumah kami berkumpul di ruang keluarga


Ya... saat ini di ruang keluarga semua lengkap anak-anak orang tuaku bertambah cucu dan menantu, kebersamaan yang selalu di rindu setiap keluarga, bisa bertemu berkumpul bercanda di sela-sela kesibukan masing-masing, love my family


"Ris... kapan kamu menikahi Fita?" tanya ibu


"Gak tau bu, Faris belum siap saja" jawab faris


"Kamu ini Faris, anak orang kamu gantung harapanya, kamu juga sudah kerja, Fita juga kerja, terus yang kamu belum siap apanya? kamu cinta tidak sama Fita?" omelku pada adikku


"Ya cinta lah mbak aku ini, tapi kok sepertinya Faris ini masih ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan, masih menikmati pacaran" kata Faris


"Kamu ini kebangeten Ris, pacaran itu banyak bisikan syaitan,  kalau nikah apapun yang kamu lakukan akan mendapatkan pahala, kamu sholat istikharoh, minta petunjuk sama Allah pada hubunganmu sama Fita, kasihan juga waktunya terbuang sia-sia menunggumu yang tidak kunjung kamu nikahi" omelku


"Sudah Rin, jangan marah sama adikmu, mungkin belum siap melepas masa lajangnya dia, masih ingin bebas, kita tidak bisa juga memaksa orang yang tidak siap" kata mas Arif


"Yang penting Ris, kamu harus tetap menjaga Fita, jangan macam-macam" nasehat ibu

__ADS_1


"Ayo makan siang, ibu masak apa tadi? sudah lapar bapak bu" kata bapak kemudian, kami bersama-sama berjalan ke ruang makan. kami makan bersama menikmati masakan ibu yang enak.


__ADS_2