Lika-Liku Single Parent

Lika-Liku Single Parent
Semua serba mendadak


__ADS_3

Sampai di catatan capil aku ambil no antrian pengambilan berkas, menunggu dan menunggu hampir dua jam di sini perutku mulai lapar, mau meninggalkan tempat ini untuk makan tapi tinggal tiga nomer akhirnya menunggu sampai giliran nomerku, setelah nomer urutanku tertera di layar aku melangkah le no meja yang di maksud, aku menyerahkan kertas pengambilan tak berapa lama berkas diserahkan kepadaku, aku keluar ruangan tersebut menuju mobil, di dalam mobil aku membuka berkas tersebut, jadi kepala keluarga tapi tidak ada anggotanya hehehe, aku tersenyum, mobil aku kemudikan keluar parkiran kantor catatan sipil menuju


warung makan.


Sampai di warung makan memesan makanan, sambil menunggu pesanan makanan, tak lama kemudian pelayan datang menghampiriku membawa makanan yang aku pesan, setelah selesai makan dan membayarnya, aku keluar dari rumah makan tersebut menuju Kantor urusan agama di wilayah tinggalku.


Sesampainya di Kantor urusan agama, aku masuk bertanya kepada pegawai disitu.


"Maaf... mau cari info syarat menikah di wilayah sini apa saja?" tanyaku.


"Bapak siapkan, fc kk, fc e ktp, fc akta lahir, fc ijazah terakhir, kalau bercerai bawa akta cerai asli" katanya.


"Iya terima kasih, maaf tanya lagi, pendaftaran berapa hari sebelum hari H, maximal seminggu sebelum hari H" katanya.


"iya terima kasih" jawabku sambil berdiri dari tempat dudukku dan keluar dari Kantor urusan agama dengan senyum ceria.


Dalam perjalanan pulang aku senyum-senyum terus mungkin kalau kaca mobil ini terlihat dari luar dikira aku orang gila yang lagi mengemudi mobil hehehe.


Sampai di rumah, aku masuk ke rumah, ibu tidak ada di lantai bawah, kulirik jam di dinding ruang keluarga sudah jam dua sore, dua jam lagi Rinda pulang batinku, menaiki tangga menuju kamar ibu sambil membawa kartu keluargaku, kuketuk pintu kamar ibu, tak lama kemudian dibuka Ibu.


"Kamu dari mana tadi Rif, tidak pamit Ibu?" tanya Ibu dengan wajah dingin.


"Menggurus ini Bu, juga ke KUA" kataku.


"Apa kamu selalu bangun siang waktu ibu tinggal ke jogja terus Rinda yang membersihkan dan menyiapkan makanan di rumah ini?" tanya Ibu lagi.


"Iya" kataku sambil menunduk, alamat kena semprot sampai malam ini, batinku.


"Kamu itu Rif, tidak kasihan sama Rinda, kamu enak-enakin tidur disini, pantas saja Rinda gak kamu perbolehkan pulang, Rif... kamu itu kepala rumah tangga, Rinda mau jadi istrimu, ya belajar berbagi pekerjaan rumah sama Rinda" kata Ibu


Percuma juga membantah ibu tidak tau kalau sore siapa yang ngurus tanamanya batinku.


"Iya Bu" jawabku.


"Nunggu Rinda pulang kita ke rumah Rinda bahas acara nikahmu" kata Ibu


"Mau segera nikah kayak anak kecil minta mainan saja hmmm Arif...Arif" kata Ibu pelan tapi aku masih mendengarnya.


*****


Jam empat lebih Rinda pulang ke rumah bersama Vano.


"Loh Tante kapan pulang?" sapaku sambil berjabat tangan.

__ADS_1


"Tadi waktu telpon kamu, aku sudah di stasiun, eh Rin kita mau ke rumahmu sekarang kamu siap-siap saja, mau bahas hari pernikahan kalian" kata tante Linda.


"Iya Tan, Rinda siap-siap dulu" kataku dan berlalu meninggalkan tante Rinda menuju kamarku, kok secepat ini membahas tanggal pernikahan bukanya nanti ketika mas Arif cuti lagi batinku.


Kami berempat menaiki mobil, mas Arif yang menyetirnya menuju rumahku, dalam perjalanan tidak banyak yang dibicarakan, kami banyak diam, aku bingung juga, apa yang akan dibicarakan oleh mereka ke orang tuaku.


Sampai di rumah kami turun, kemudian masuk ke ruang tamu, bapak ibu sudah di ruang tamu sepertinya sudah menyiapkan kue, sepertinya juga sudah tau kalau mas Arif dan tante Linda ke rumah


"Ayo silahkan duduk Bu, Arif" kata Bapak mempersilahkan duduk.


"Ibu Bapak, saya ke sini berniat mengabarkan kalau pernikahanya di laksanakan dalam minggu depan, ini anak saya sudah segera ingin menikah, dan surat-suratnya sudah lengkap tinggal mendaftar ke KUA saja" kata Tante, aku terkejut sekali, kapan mas Arif mengurusnya?" batinku.


"Senin saya daftarkan ke KUA Pak" kata Mas Arif.


"Maksud saya akhad nikah di KUA dulu, acaranya setelah saya cuti lagi" kata mas Arif.


"Bu.. ambilkan kalender" kata Bapak ke ibu.


Ibu berdiri dari tempat duduk masuk kedalam rumah tak lama kemudian ibu datang membawa kalender


"Arif... daftar ke Kantor Agama berapa lama sebelum tanggal akhad?" tanya Bapak


"Seminggu pak" jawabnya.


"Bagaimana Bu?" tanya Mas Arif ke Tante Linda.


"Saya setuju saja Pak" kata Ibu.


"Tempat akhad nikahnya dimana?" tanya bapak.


"Di rumah saya saja pak" kata tante Linda.


"Ya sudah kalau begitu berkasmu kamu siapkan Rin, senin biar di urus sama Arif ke kantor agama" kata Bapak.


"Iya Pak" jawabku.


"Kalau begitu kami pamit dulu Bapak Ibu" kata Tante Linda.


"Kok terburu-buru bu, ini mohon diincipi suguhan kami yang sederhana ini, makanan desa" kata Ibu.


"Ini malah yang sedang di gemari Bu, aman untuk usia seperti kita, beli Bu macam polo pendem ini?" tanya Tante Linda.


"Enggak beli Bu, kapan hari ke rumah orang tua di desa, ini dari tanam sendiri, Arif juga ikut kesana" kata Ibu.

__ADS_1


 


"Kami pamit dulu ibu bapak Rinda" kata tante Linda.


"Sebentar Bu" kata Ibu dan masuk ke dalam tak lama kemudian keluar dengan membawa kardus.


"Loh ini apa?" kata tante.


"Jangan repot-repot Bu" kata Tante lagi.


"Enggak Bu, oleh-oleh dari desa" kata Ibu.


Kemudian mas Arif membawa kardus ke dalam mobil, mas Arif dan tante Linda meninggalkan rumah orang tuaku.


Aku masuk ke dalam membersihkan diri dan bersantai di ruang keluarga.


"Kok mendadak begini Rin?" tanya Ibu.


"Rinda juga tidak tau Bu, kaget juga" kataku.


"Lah selama kamu disana Arif tidak bicara tentang pernikahan tentang kartu keluarganya yang sudah jadi?" tanya Ibu.


"Enggak Bu" kataku.


"Ibunya Arif juga tidak cerita apa-apa?" tanya Ibu.


"Enggak Bu, Tante Linda itu seminggu ke Jogja, Vera adiknya mas Arif keguguran dan pendarahan" kataku.


"Berarti kamu di rumah bertiga saja?" tanya Ibu lagi.


"Iya tapi kan gak sekamar, gak ngapa-ngapain juga" kataku.


"Entahlah Rin, Ibumu ini bingung dibuat Arif, ya seneng ya bingung ya sungkan sama mereka" kata Ibu.


"Rinda juga begitu Bu, disana itu Rinda masak cuma pagi Bu, Rinda berangkat kerja mas Arif masih tidur, eh pulang kerja sudah ada makanan di meja banyak pula bisa sampai malam kadang pagi lagi Bu" kataku.


"Rinda membersihkan rumah pagi hari, sore Rinda pulang kerja sudah dibersihkan sama mas Arif" kataku.


"Arif beli makanan sendiri gitu ya" tanya Ibu.


"Iya jelas Bu, cuma beli dimana Rinda tidak tau" kataku.


"Pak...itu contoh calon mantumu" kata Ibu ke Bapak, Bapak yang di bilang begitu tertawa saja.

__ADS_1


__ADS_2