Lika-Liku Single Parent

Lika-Liku Single Parent
Masuk Kerja Lagi


__ADS_3

"Rinda.... sudah baikan kamu?" tanya Ibu.


"Sudah Bu, bosan di rumah, kangen Vano" kataku


"Dijaga tubuhmu Rin, kalau sakit kasihan Arif juga Vano" kata Bapak


"Iya" jawabku


"Vano kemana?" tanyaku kemudian


"Tidur siang Rin, kamu istirahat saja di kamarnya Faris" pinta ibu


"Arif sudah makan?" tanya ibu


"Tadi pagi bu" jawab mas Arif


"Ayo makan dulu, ibu tadi masak urap-urap sama ikan asin" kata ibu


"Wih... enak banget bu, Rinda pingin" kataku


"Rinda... kamu belum boleh makan seperti itu, nanti kalau sembuh beneran" kata mas Arif, mataku berkaca-kaca


"Sedikit saja mas" rengekku


"Iya kamu incip sedikit saja" kata ibu, kemudian aku mengincipinya, "enak banget bu, pingin nambah lagi" kataku sambil melirik mas Arif


"Kalau sakit, aku gak mau mengurusmu" mas Arif segera bicara keras


"Rin... turutilah suamimu, nanti kalau sudah sembuh beneran, ibu buatkan lagi, aku mengangguk kecewa kemudian pergi ke kamar Faris


Di meja makan, ibu dan mas Arif sedang mengobrol ringan


"Rif... kamu gak lihat perubahanya Rinda?" tanya ibu


"Sensitif, mudah tersinggung sekarang bu, mintanya aneh-aneh" kataku


"Apa Rinda hamil ya Rif? mungkin nyidam dia" kata ibu


"Arif tidak tau bu, yang Arif rasakan Rinda sangat manja sekali sekarang" kataku


"Kamu yang sabar ya" kata ibu menasehatiku


"Iya bu" kataku kemudian makan masakanya ibu, memang enak sekali


"Bu, Arif nambah lagi, habis enak banget" kataku


"Iya gak apa-apa Rif" kata ibu, setelah menghabiskan makan aku menuju kamar Faris menemui Rinda


Di kamar Faris, kenapa makan sedikit lagi saja gak boleh, kan aku lagi pingin banget batinku kemudian menangis, pintu kamar dibuka dari luar


"Rin... " kata mas Arif aku menoleh


"Apa?" kataku jengkel, kemudian mas Arif memelukku dan mengusap air mataku


"Sayang... maaf ya?" kata mas Arif


"Apa kamu hamil?" tanya mas Arif


"Ibumu dan ibuku mencurigai kamu hamil, karena kamu sekarang beda dari biasanya" kata mas Arif


"Sekarang tanggal sepuluh ya mas? Rinda bulan kemarin haid tanggal sepuluh juga" kataku


"Ya... belum dikata terlambat lah, habis resepsi kalau belum terlambat rinda beli tespeck" kataku kemudian

__ADS_1


"Iya sayang" kata mas Arif sambil membelai rambutku dan mencium keningku kemudian bibirku lagi


"Mas pingin?" tanyaku pelan


"Iya sayang" jawabnya


"Aku di atas saja" kata mas Arif kemudian


"Mas... pintunya dikunci" kataku


"Hehehe" mas Arif tertawa dan berdiri mengunci pintu


"Sayang..." kata mas Arif, mencium bibirku kemudian leherku, dan kebawah lagi, aku menikmati setiap rangsanganya


"Mas... love you" bisikku


"Love you too sayang" bisiknya


"Mas... " kataku dan mencium bibirnya menikmati puncak kenikmatan


"Love you sayang" kataku


"Terimakasih Rin" kata suamiku dan memeluk tubuhku


"Rin... kamu gak apa-apa setelah bercinta? tanya mas Arif


"Enggak mas, aku baik-baik saja" jawabku


Kemudian aku tertidur setelah bercinta dengan suamiku, badanku terasa lebih baik


sayup-sayup terdengar ada suara Vano memanggilku


"Bunda... bangun"


Aku membuka mataku walaupun berat sekali, ternyata Vano di kamar ini membangunkan tidur siangku


"Vano sudah lama?" tanyaku


"Ayah kemana?" tanyaku kemudian


"Baru saja Vano ke sini, Ayah tidur di kamar Bunda.


Waktu menunjukkan pukul empat sore, aku bersiap-siap untuk pulang ke rumah ibunya mas Arif


"Hati-hati ya" kata ibu


"Iya bu, lain waktu Rinda ke sini lagi" kataku


kemudian mobil meninggalkan rumah orang tuaku menuju rumah ibu mas Arif


Malam menjelang, Vano sudah tidur dikamar tamu, aku tidur berdua dengan mas Arif


"Kenapa memandangku begitu?" tanyaku


"Gak kenapa-napa, cuma terpikir saja, seminggu lagi aku balik ke Papua, kamu jaga diri ya" kata mas Arif


"Iya mas, mas jangan khawatir" kataku


"Rin... ayo tidur, aku malam ini tidak meminta hak ku, kamu istirahatlah, sini aku peluk" kata mas Arif pelan, aku tersenyum dan mendekatkat tubuhku masuk kedalam pelukan lelaki yang menjadi suamiku


*****


Pagi hari... cuaca cerah, aku bersemangat untuk masuk kerja juga Vano masuk sekolah setelah beberapa hari ijin, ketika semuanya sudah siap, mas Arif masuk ke mobil, aku dan Vano berpamitan dengan ibu di teras rumah yang sedang menyiram tanaman, mobil melaju meninggalkan rumah ibu mas Arif.

__ADS_1


Tak berapa lama sampailah di sekolah Vano, aku tidak ikut turun untuk menjaga kondisi tubuhku yang tidak boleh capek, Mas Arif yang mengantar Vano, tak lama kemudian mas Arif masuk lagi ke dalam mobil dan mobil meninggalkan sekolah Vano menuju tempat kerjaku, aku turun dari mobil diikuti oleh mas Arif


"Mas... aku bisa jalan sendiri" kataku


"Sudah aku antar sampai tangga naik" kata mas Arif, aku menganggukkan kepala, kami berjalan beriringan, mas Arif memegang tanganku, sampailah kami di tangga naik ke kantorku


"Mas sampai sini saja, aku bisa naik" kataku


"Hati-hati ya" kata mas Arif


"Kalau ada apa-apa segera menghubungiku" katanya kemudian


Aku naik ke tangga satu persatu, kemudian aku masuk ke kantor


"Selamat beraktifitas kembali pengantin baru" sambut teman-temanku, aku tersenyum


"Terimakasih kawan" kataku kemudian duduk di mejaku


"Sudah kangen aku sama kursi dan komputerku ini" kataku


"Kamu gak kangen sama kami?" tanya Widya


"Iya nih, yang dikangeni Rinda masak benda mati" kata Nia


"Ha ha ha, ya kangen sama kalian juga" kataku dan tertawa, kami pun tertawa bersama-sama


"Bagaimana kondisimu?" tanya Nia


"Sudah baikan begini Nia" kataku, kemudian aku menyalakan komputer


"Nia, ada pekerjaanku selama aku cuti?" tanyaku


"oh... ada, ini Rin" kata Nia sambil memberikan setumpuk map berisi laporan-laporan dan dokumen


"Terima kasih ya" ucapku


Satu persatu berkas yang diberikan Nia aku buka dan aku pelajari, tiba-tiba ada yang masuk ke ruangan


"Maaf... ada yang namanya Bu Rinda?" kata laki-laki tersebut


"Oh ya saya, ada apa?" kataku


"Ini ada makanan yang di pesan Pak Arif untuk diantar ke Bu Rinda" kata laki-laki tersebut kemudian menyerahkan bungkusan makanan kepadaku


"Uangnya berapa?" tanyaku


"Oh...sudah dibayar online sama Pak Arif" kata laki-laki tersebut


"Terima kasih" kataku, kemudian laki-laki tersebut meninggalkan ruangan, aku buka bungkus makanan, ternyata bubur sumsum, dan susu, segera aku makan, makanan dari suamiku


"Enaknya... dapat kiriman makanan" kata Nia


"Perhatian sekali suamimu Rin" kata Widya


"He he he, semoga begitu seterusnya" kataku


setelah selesai makan aku mengambil hp di tas ku dan mengirim pesan whats up ke mas Arif


"Terimakasih suamiku sayang, sudah mengirim makanan ke tempat kerjaku, kamu tau saja yang aku butuhkan, love you very much" pesanku


Tak lama kemudian hpku berbunyi balasan dari mas Arif


"Semua untuk bidadariku sayang, love you"

__ADS_1


pesan mas Arif


__ADS_2