Lika-Liku Single Parent

Lika-Liku Single Parent
Kembali Ke Papua


__ADS_3

Dua hari kemudian...


di dalam kamar aku menyiapkan apa yang akan dibawa suamiku, hatiku rasanya berat melepaskanya apalagi aku sedang hamil muda, tapi aku harus merelakan suamiku bekerja kembali


"Rin... " kata suamiku memandangku dan memelukku


"Mas... jangan begini, Rinda jadi sedih" kataku dan terisak menangis, mas Arif mengusap air mataku dan memandangku kemudian mencium perutku yang masih rata,


"Dua bulan lagi Ayah pulang sayang, baik-baik di dalam ya" bisiknya lirih


"Mas... coba lihat apa sudah semua masuk ke koper?" tanyaku, kemudian mas Arif melihat isi koper


"Sudah sayang, Vano..." teriak mas Arif memanggil Vano


"Iya yah" sahut Vano kemudian masuk ke kamar


"Vano..." kata mas Arif pelan sambil menggendong Vano kemudian duduk di pinggir tempat tidur, Vano duduk di pangkuanya, aku duduk di samping mas Arif


"Ayah besok berangkat kerja, Vano jangan rewel ya sama bunda, bunda dijaga" kata mas Arif pelan sambil mencium pipi Vano


"Vano... Vano akan menjadi kakak, di perut bunda ada adik Vano, Vano yang pinter ya" nasehat mas Arif


"Horee Vano nanti punya adik, punya teman" kata Vano gembira, aku mengelus rambut Vano


"Ayo main sama ayah, biar bunda istirahat ya" kata mas Arif kemudian keluar dari kamar dan aku merebahkan tubuhku di pembaringan, mengelus-elus perutku, sayang sehat selalu ya di dalam batinku dan aku tertidur


Kemudian aku terbangun ketika mas Arif tidur di sampingku


"Vano kemana?" tanyaku


"Sudah tidur Rin" jawab mas Arif


"Bagaimana badanmu Rin? masih gak enak badan?" tanya mas Arif


"Sudah lebih baik mas" jawabku


"Ayo istirahat" kata mas Arif


"Mas gak pingin?" tanyaku


"Enggak Rin, aku takut kenapa-napa dengan anak kita" jawab mas Arif


"Mas aku tadi wa sama Fera, katanya gak apa-apa, yang penting pelan-pelan dan hati-hati" kataku


"Yang bener Rin?" tanya mas Arif


Aku menganggukkan kepala mencium bibir suamiku mesra, kami bercinta di malam terakhir karena besok mas Arif sudah berangkat ke Papua


"Rin... makasih ya..., kamu baik-baik saja?" tanya mas Arif


"Iya mas aku baik-baik saja, ayo tidur sayang" kataku


"Love you bidadariku" kata suamiku


"Love you too suamiku" kataku

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹


Pagi hari cuaca agak mendung kami bersiap naik ke mobil, waktu menunjukkan pukul delapan kurang, ketika kami masuk ke dalam mobil


"Vano ikut ayah ke bandara bunda" kata Vano


"Iya hati-hati, jangan bikin ulah ya, jadi anak yang baik" pesanku ke Vano


Kemudian mobil menuju tempat kerjaku, aku turun kulihat Nia di belakang mobil


"Mas aku turun di sini, nanti ke dalam bareng Nia" kataku


Kemudian aku turun dari mobil sebelumnya aku bersalaman dengan ibu dan mencium Vano, mas Arif ikut turun dan menghampiriku kemudian memelukku


"Sudah mas, jangan buat Rinda menangis begini" bisikku


"Hati-hati sayang" kata mas Arif kemudian menciumku dan masuk ke dalam mobil, mobil meninggalkanku


"Hei Nia... bareng masuk" kataku


"Tumben suamimu gak mengantarmu?" tanya Nia


"Mau ke bandara Nia, sudah habis waktu cutinya" kataku


Sampai di parkiran kami turun dan perlahan aku menaiki tangga menuju kantorku, sampai di meja kerjaku, aku menyalakan komputer, dan mengambil map dari atas mejaku, membuka satu persatu laporan, kemudian menginput ke komputer.


🌷🌷🌷🌷


Di Bandara Juanda... waktu menunjukkan pukul sepuluh kurang seperempat


"Bu... Arif berangkat dulu, titip Rinda sama Vano, kalau ada apa-apa Arif segera di kabari" kataku


Kemudian mencium Vano dan aku bersalaman pada ibuku kemudian meninggalkan mereka menuju ruang tunggu, hatiku terasa sakit meninggalkan Rinda, tapi bagaimana lagi, aku harus kembali ke Papua untuk bekerja, untuk Rinda, Vano dan anakku.


🌷🌷🌷🌷


Bu Linda dan Vano berjalan bergandengan tangan keluar dari Bandara menuju parkiran mobil, kemudian mereka masuk ke dalam mobil


Mobil yang di kendarai bu Linda keluar dari area parkir Bandara, Vano duduk di kursi tengah, sedang menggambar


"Vano... langsung pulang ya" kata ibu Linda sambil menyetir mobil


"Iya nek, nanti siapa yang jemput Bunda?" tanya Vano


"Nanti nenek telpon bundamu pulang minta jemput atau bagaimana ya Vano" kata ibu Linda


"Iya nek" kata Vano


🌷🌷🌷🌷🌷


Di kantor Rinda...


Waktu menunjukkan pukul tiga lebih, badanku merasa sangat lelah, padahal tadi sudah beristirahat di musholla, telpon di hp ku berdering, kulihat ibu mertua yang menelponku


"Assalamualaikum" sapaku

__ADS_1


"Waalaikumsalam" jawab ibu


"Ada apa bu, Vano apa rewel?" tanyaku


"Enggak, Vano pinter kok Rin, kamu aku jemput ya?" tanya ibu lagi


"Enggak usah bu, aku pulang pesan transportasi online saja" kataku


"Ya sudah gak apa-apa, hati-hati ya, ibu sudah siapkan makanan di rumah, semoga kamu suka" kata ibu


"Iya bu makasih" kataku kemudian telpon di tutup dari sebrang


"Siapa yang telpon tadi Rin?" tanya Nia


"Oh... ibu mertua, mau jemput aku, tapi gak enaklah Nia, aku naik transportasi online saja, aku bareng kamu sampai depan ya" kataku


"Iya, aku antar sampai rumah juga gak apa-apa" kata Nia


"Kasihan kamu pasti malam sampai rumah, sudah aku bareng sampai depan saja" kataku


Waktu menunjukkan pukul empat aku keluar kantor, pelan-pelan aku turun tangga


"Nia kok gak ada lift ya kantor kita ini?" tanyaku


"Kamu mimpi ya Rin? atau lagi mengigau?" tanya Nia


"Hehehe, menghayal saja" kataku, sampai di bawah aku dibonceng Nia kemudian turun di depan di tepi jalan, aku lihat hp ku, driver transportasi online menuju ke arahku, tak lama kemudian terlihat mobil dengan plat yang sama dengan di aplikasi mendekatiku, aku segera membuka pintu depan dan duduk di kursi, kemudian menutup pintu dan mobil melaju meninggalkan tempatku bekerja menuju rumah ibu mas Arif


Lima menit kemudian aku sampai di rumah, aku memberi uang sebagai biaya transportasi online dan turun dari mobil,


"Terimakasih mas" ucapku,


"Sama-sama" jawab pengemudi


Kemudian aku membuka pintu pagar, Vano berlari menghampiriku


"Sayang... tidak nakal hari ini?" tanyaku


Vano menggelengkan kepala, aku masuk ke dalam rumah, Vano mengikutiku dari belakang, bertemu ibu di dalam


"Rin... baik-baik saja kondisimu?" tanya ibu


"Alhamdulillah bu, tapi cepat lelah Rinda" kataku


"Kamu istirahat saja Rin" kata ibu


"Mas Arif..." tanyaku tapi dipotong ibu


"Arif berpesan kamu jaga kehamilanmu, kalau ada apa-apa segera kabari dia" kata ibu


"Iya bu, Rinda ke kamar dulu" pamitku


Aku masuk ke kamar dan langsung merebahkan tubuhku ke kasur, tak lama aku terlelap dalam tidur.


Adzan maghrib membangunkanku dari tidurku, Vano... batinku, kemudian aku keluar kamar berniat mencari Vano, ternyata Vano sudah rapi sepertinya sudah mandi

__ADS_1


"Vano sapa yang memandikanmu?" tanyaku


"Nenek" jawab Vano, begitu baiknya ibu sama Vano, batinku


__ADS_2