Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
#Bab 9 "Tidak Bisa"


__ADS_3

Tiga bulan setelah kepergian Nayla ,Ardi masih belum bisa menerimanya,setiap malam dia selalu teringat akan Nayla,dia selalu menangis. Kenapa secepat ini Nayla harus pergi,ditambah lagi bagaimana dengan Aluna,Ayah dan Bunda sudah tidak kuat untuk merawat Aluna.


Apalagi selama itu Aluna sangat rewel.Mungkin dia bisa saja menitipkan ke Mamah Erin juga Papah Yogi,tapi dia tidak bisa bertemu dengan Aluna tiap hari.Karena lokasi tempat kerja Ardi dan Rumah Mamah Erin sangat jauh,tidak memungkinkan untuk pulang bulak-balik.


Contohnya saja satu minggu yang lalu,dimana Mamah Erin meminta ketemu Aluna,Sehingga Ardi harus menitipkan Aluna disana,Selama satu minggu itu juga Ardi tidak ketemu Aluna.


Terkadang dia merasa bingung,dan terbesit didalam pikirannya untuk menyewa baby sitter saja,supaya ada yang menjaganya di rumah Bunda dan Ayah,karena lokasi tempat kerjanya lebih dekat kesana. Tapi Bunda dan juga Ayah tidak setuju,mereka hanya meminta,kenapa tidak menikah lagi saja supaya Aluna ada yang menjaga.


"Aduh Ar kenapa akhir-akhir ini Aluna jadi rewel gini sih..Bunda udah gak kuat ini Ar.."ucap Bunda


"Ya Bun,makannya aku mau pake baby sitter aja Bun,supaya Bunda gak repot seperti ini.."Pinta Ardi


"Bunda gak yakin sama Baby sitter gitu Ar,Bunda hanya takut gak ada yang sesuai tau gak.."


Selama mereka sedang bercakap-cakap seperti tadi,tiba-tiba ada yang datang.


Tok..tok


"Assalamualaikum...Tante"Ucap seseorang dibalik pintu .

__ADS_1


"Waalaikum salam"..Jawab kompak Bunda Dan Ardi.


"Ardi aja yang bukain Bun.."


Setelahnya Ardi membuka pintu,munculah Naura disana.Naura sempat kaget melihat Ardi,karena dia pikir ini masih jam kerja kantor,dan seharusnya dia masih ada dikantor saat ini.


"Eh Naura,,ada apa ya,ayo silahkan masuk.."Tawar Ardi setelah melihat siapa yang datang.


"Emmmm...Aku disuruh bawa Aluna ka sama Mamah Erin,Mamah katanya mau ketemu,tadi sudah nelepon Tante Mira(Bunda Ardi)."


"Oh..ya sudah ayo masuk dulu,Aluna sedang menangis dari tadi."


Naura segera masuk dan menghampiri bunda juga Aluna.


"Eh Naura ,kamu datang juga..gak tau ini tante juga Ra,dari tadi rewel,udah dikasih Air susu juga masih nangis gini.."tutur Bunda


"Sini,sini sama Ateu Naura sayang.."Naura pun menggendong Aluna,Tak disangka setelah Aluna ada digendongan Naura,tiba-tiba tangisannya reda .


Bunda dan Ardi tebengong kaget melihat adegan itu,Naura menggendong Aluna sambil menepuk-nepuk punggung kecil bayi itu. Tak selang lama Aluna tertidur digendongannya Naura.

__ADS_1


"Tuh Ar lihat,Aluna langsung diam digendong Naura,kayanya batinnya udah cocok tuh sama Naura,pilihan Nayla gak salah ,benar kata Nayla Naura yang pantas menjaga Aluna,jadi udah aja kalian Nikah,itung-itungan ngabulin amanah terakhirnya Nayla kan.."Ucap Bunda menggebu-gebu,berharap banyak pada Naura,karena dia bisa melihat ketulusan didiri Naura.


"Tidak bisa...!!!" Jawab Ardi dan Naura bersamaan.


Bunda tercengang mendengar jawaban Ardi dan Naura,tapi setelahnya Bunda tertawa keras,sedikit mengusik tidurnya Aluna digendongannnya Naura.Bunda Repleks menutup mulutnya segera.


"Ra,kamu tidurin aja Aluna disitu dulu,nanti kalau bangun kamu bisa bawa Aluna.."ucap Bunda lagi


"Oh iya Tante.."


Aluna ditidurkan dikasur lantai didepan ruang keluarga,setelahnya Naura menghampiri Bunda dan Ardi lagi.


"Ra sini duduk deket tante.."Bunda menyuruh Naura untuk duduk disampingnya,sedangkan Ardi pergi ke kamarnya.


"Ra,tante tau ini sulit buat kalian,apalagi hubungan kalian sebagai Kakak dan Adik Ipar,Tapi tante pengen punya menantu lagi,bukan berarti tante mau menggeser posisi Nayla,tapi apa yang Nayla katakan sebelum Meninggal itu ada benarnya juga. Aluna itu butuh sosok seorang ibu,dan Nayla mempercayakan nya hanya padamu Ra. Tante sangat setuju dengan pendapat Nayla,kalau kamu lah yang pantas menjaga Aluna,Tante bisa lihat betapa tulusnya kamu mau mengasuh dan menjaga Aluna,jadi Tante pikir gak ada salahnya kalian menikah,walaupun tanpa cinta tapi tante yakin semua bakalan mengalir adanya,percaya deh sama tante.." Tutur panjang lebar Bunda sambil mengelus-elus rambut Naura.


Naura hanya diam mendengarkan dengan seksama pernyataannya tante Mira, sedikitnya dia juga berpikir apa salahnya menerima itu,semua demi Aluna dengan begitu dia sendiri,Mamah dan Papah masih bisa bertemu dengan Aluna kan.


"Tapi tante,Naura tidak bisa..pertama kita gak saling mencintai,yang ada menikah karena terpaksa kan,terus kedua Naura udah punya calon. Maafin Naura ya tante Naura tidak bisa.."tapi Naura berpikir kembali,dia tidak mau ada keterpaksaan dalam ikatan pernikahan apapun alasannya.

__ADS_1


"Hmmmm...Padahal tante udah setuju kamu jadi mantu tante ,tapi tante gakkan maksa kamu ko,toh yang ngejalaninyakan kamu dan Ardi. Tante cuma kasih tau ini amanah terakhir dari Nayla,bagaimana pun itu berat apalagi amanah dari orang yang sudah meninggal.."


***


__ADS_2