Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
#Bab 28 "Demam"


__ADS_3

Keesokan paginya Naura terbangun,perlahan dia membuka matanya,tapi rasa pusing dikepalanya masih belum membaik.


Tubuhnya pun terasa lemas,untuk sekedar duduk ditempat tidur saja dia tidak sanggup,karena rasa pusing nya sangat terasa .


"Astagfirllah,kenapa kepala aku pusing sekali, aku harus bangun kasian ka Ardi tidak ada yang melayani."


Dia pun bangun dari tempatnya,dan berjalan ke arah kamar mandi,padahal kepalanya masih pusing,tapi dia memaksakan untuk bangun.


Setelah dari kamar mandi,dia bergegas pergi ke arah dapur,sebelum itu dia memilih melihat ke kamar ke dua,dia merasa dirumah itu sangat sepi.


Dia mengetuk daun pintu,tapi tak nampak sahutan dari dalam,Naura pun memilih membuka pintu itu,dan lihatlah tidak ada orang sama sekali,terlihat juga tempat tidur yang masih rapi.


Naura bergegas ke lantai atas,mungkin saja Ardi tidur disana, tapi ternyata salah Ardi tidak ada disana juga.


"Apa aku terlihat seburuk itu ka..?"Batin Naura


****


Di tempat lain.


"Woy bro ayo berangkat,pagi dan malam tadi sungguh loe ngerepotin gue tau ga..??"


"Udah loe pulang aja sana,kasian istri loe ditinggal sendiri.."


"Udahlah banyak ngomong kamu,ayo berangkat.."


#Flash Back On


Ya setelah kejadian dirumah itu saat Naura tertidur Ardi memilih pergi,tadinya dia hanya ingin mencari angin dan sedikit menenangkan pikiran dan hatinya,tapi dia malah memilih berbelok arah dan melaju menuju apartemen Randi,Ntahlah dia ingin kesana.


Tet..tet..tet


Terdengar suara bel pintu berbunyi, sang pemilik tempat mun beranjak berdiri dengan malas,siapa sih yang datang..!!


"Iya,,iya sebentar gak sabaran banget sih .."


Randi sang pemilik tempat itu membuka pintu,dia terkejut siapa yang datang. Setelah pintu terbuka, orang yang bertamu yang tak lain Ardi itu menerobos masuk meskipun belum diperbolehkan masuk oleh Randi.


"Heh, nyuk maen masuk tempat orang aja lu.."Sentaknya yang tak suka dengan cara Ardi itu.


"Gue pinjam tempat loe buat malam ini, dan loe jangan ganggu gue.."


Hah.. !! Randi teraanga mendengar ucapan Ardi.


"Enak aja loe,loe sendiri kan punya rumah, punya istri lagi ada yang peluk loe, udah sana pergi.."


Randi tau kalau Ardi begini pasti dia sedang punya masalah, mungkin pikirnya dia sedang berantem dengan Naura,tapi dia tidak mau untuk ikut campur urusan mereka. Toh dia tahu bagaimana sifat Ardi, nanti juga dia mau bercerita dengan sendirinya.


Dan benar saja ,saar Randi memilih diam Ardi menghampiri Randi diruang tv.


"Gue pikir Naura sebaik yang aku kira,tapi nyatanya gak,kalau emang dia tidak mau menikah,seharusnya dari awal bicara dong ,jangan kaya gini dibelakang gue pacaran ,ckck.."


Randi memicingkan matanya, dia tidak paham apa yang Ardi maksud.

__ADS_1


"Maksud loe apa sih..!!loe lagi cerita ."


"Sialan loe nyuk,iya gue lagi cerita sama loe,terluka nih gue.."


"Hahahah,masa seorang Ardi bisa terluka sih,,"Serunya


"Gue serius nyuk..tadi siang gue melihat Naura dan pacarnya itu sedang bermesraan bahkan Ahhhhhh.."


"Serius gue gak ngerti,coba lu cerita yang bener jangan setengah setengah.."


"Ya tadi gue ke kampus Naura,berniat ngejemput dia dan ngajak dia ngedate ,, Eh yang gue lihat malah dia sedang ciuman sama pacarnya itu.."


"Hah..!!serius loe itu Naura yang loe lihat .?"


"Ya serius lah,terluka gue,meskipun belum ada cinta,tapi ya gue berhak marah dong dia kan istri gue, artinya dia sudah mengkhianati gue.


"Loe salah paham mungkin, loe kn cerita kalau mereka itu sudah putus..!!"


"Ckck,, dia bohong lah sama gue.."


"Mending loe cari tau dulu kebenarannya,jangan asal berpendapat yang gak jelas.."


"Tau ah,gue gak mau ketemu sama dia,gue udah menilai dia tidak baik,entah gue juga mau mempertahanin rumah tangga ini apa gak.."


"Busyetttt dah,,jangan asal ambil keputusan bro,nyesel nyaho loe..!!


Ardi malah melengos berdiri dan pergi menuju kamar tidur Randi.


Yang diteriaki tak menggubris,dia malah terus melangkah.


"Sialan ..!!"


"Seperti nya gue harus mencari tau soal itu ,ahh ini mungkin akan jadi alasan buat deket sama Lista .."gumam Randi.


#Flash back Off


Kepalanya makin terasa pusing, dan tubuhnya makin lemas. Naura akhirnya memilih merebahnkan tubuhnya ditempat tidur. Hingga dia tidur terlelap.


Beberapa saat kemudian terdengar suara telepon berdering,mau tak mau Naura bangun dan mengangkat telepon tersebut, ternyata Lista yang telepon.


".............."


"Wa alaikum salam Ta,ada apa ?"


"............."


"Aku gak ke kampus Ta,gak enak badan.."


".............."


"Gak ko parah banget,bentar lagi juga mendingan Ta.."


"..........."

__ADS_1


"Ga usah Ta,aku baik baik aja ,gak usah khawtirin aku ya.."


"........."


"Iya Lista bawel, waalaikum salam.."


Telepon pun berakhir setelah Naura bilang ke Lista kalau dia baik baik saja,padahal sebenarnya tidak baik baik saja.


Naura mencoba bangun dari tidurnya,dia baru sadar pagi tadi perut nya belum di isi sama sekali, dia ingin beranjak berdiri dan berjalan ke dapur ,tapi rasa pusing dikepalanya membuatnya tidak bisa pergi.


Tapi dia sangat kehausan, dan mau tak mau dia memaksakan untuk berjalan.


Setelah mengisi perutnya dengan sedikit makanan, Naura kembali ke kamar dan dia mencoba mencari obat untuk sedikit menghilangkan rasa pusingnya.


Dan tentu setelah minum obat pusingnya sedikit mereda,karena efek obat juga beberapa menit kemudian pun dia terlelap tidur kembali .


Waktu sudah menunjukan pukul 3 sore, Naura masih terlelap akan tidurnya, tiba tiba bel rumahnya berbunyi .


Tet..tet..tet


Seseorang yang bertamu makin gelisah ,saat ia berkali berkali memencer bel, dan mengucapkan salam tapi tidak ada jawaban dari sang pemilik rumah.


"Assalamualaikum Ra..kamu ada dirumah kan ?"seru Lista


Ya orang itu Lista..Lista ditambah khawatir ,setelah menelepon Naura tadi dia benar benar dibuat sangat khawatir kepadanya .


Naura terkesiap mendengar suara bel dan suara seseorang diluar sana ,hingga dia memaksa untuk bangun dari tidurnya dan mencoba membuka pintu itu.


"Ya ampun Ra,kamu kenapa muka kamu pucat sekali.."ucap Lista setelah Naura membuka pintu.


"Aku gak papa Lista,aku baik baik saja ko.."


"Baik baik saja gimana,muka kamu pucat banget.. Ya ampun Ra badan kamu juga panas gini.."


Belum sempat menjawab Naura sudah mau terjatuh, dan Lista dengan sigap membantu Naura berjalan ke arah kamar.


Lista merebahkan Naura ditempat tidur, dia meraba lagi keningnya Naura ,nampak terasa panas dan itu artinya dia sedang demam.


"Bentar ya Ra ,aku telepon dulu ka Ardi.."tutur Lista.


Tapi Naura menggelengkan kepalanya


"Kenapa Ra..dia berhak tau kamu sakit gini ,atau jangan jangan dia gak dirumah malam tadi ..??"


"Tunggu sebentar disini Ra.."


Lista pergi keluar kamar, dan mencoba menelepon Ardi memakai handphonenya Naura, tapi berkali berkali dia menelepon tidak ada jawaban sama sekali.


Lista menggerutu kesal akan suami sahabatnya itu ,bagaimana tidak istri sakit masih aja mikirin egonya ,sekali pun mereka lagi berantem tapi kan gak harus mengabaikan istrinya jga .


Akhirnya Lista memutuskan untuk menelepon dokter pribadi keluarganya. Dan tak lama doktenya pribadinya Lista datang dan segera memeriksakan Naura.


***

__ADS_1


__ADS_2