Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ Eps 83


__ADS_3

⚘Hari mengejutkan⚘


Arsyil membawa Raisa pulang sampai rumahnya,dengan berat dia harus melepas Raisa,tapi entahlah dia merasa masih ingin berjuang mendapatkan hatinya.


Setelah memastikan Raisa sampai dirumah dan masuk dengan selamat,Arsyil mengendarai motornya ke rumah Aluna .


"Assalamu alaikum.." Sapanya sesaat baru masuk ke dalam rumah Aluna.


"Waalaikum salam" Jawab Bi Sumi.


"Eh Den Arsyil ,masuk Den.."


"Iya Bi,Kak Luna dimana ya Bi ?" Tanya Arsyil sesaat sebelumnya mencium dulu punggung tangan Bi Sumi.


"Dek Luna lagi di atas Den,sama Den Arsen juga"


"Oh,kalau Kak Arka belum pulang ?"


"Belum Den,kayanya sebentar lagi"


"Ya udah aku naek dulu ya" Arsyil menaiki tangga menuju lantai atas,dan ternyata Aluna sedang bersama Arsenio ditempat bermainya Arsen.


"Nio...."


"Om Asil.." Teriak girang Arsen sambil berhambur kepelukan Arsyil dan Arsyil langsung menggendongnya.


"Datang juga kamu"Ketus Aluna.


"Iya lah,kasihan kalian mau kencan ke ganggu terus ,hahaha"


Aluna mencebik tak suka "Arsen sayang mainnya sama Bibi dulu ya !! Bunda sama Om Arsyil mau ngobrol dulu sebentar"


Awalnya Arsenio gak mau ,tapi Arsyil meyakinkan kalau nanti bakalan ngajak nya bermain dengan puas.


"Apaan sih Kak ?jangan sambil ditarik juga,napa sih !!" Deçak Arsyil.


"Duduk kamu ,kakak mau bicara sama kamu "


"Apaan ?"


"Kamu laki bukan sih Syil ?kamu mau merelakan Raisa begitu saja ?kamu cinta dia gak sih ?" Pertanyaan Random Aluna tanyakan pada Arsyil,membuat Arsyil memutarkan bola matanya jengah.


"Ya laki lah Kak,perlu aku buktikan ?"Kelakarnya ,dan Aluna menatap Arsyil tajam.


"Ya gak lah kak ,kalau aku gak cinta mungkin aku disana sudah punya pengganti dia,dan kalau ditanya soal rela gak rela,ya jelas jawabannya gak rela kak"


"Lah terus kenapa kamu menyerah begitu saja,inget Syil janur kuning belum berkibar" Tutur Aluna lagi.


"Bendera kali berkibar Kak ?terus aku harus bagaimana kak ?masa aku harus merebut dia dari pacarnya,dia aja udah bilang kalau dia udah bahagia"


"Iya tentu itu yang harus kamu lakukan,merebut hatinya kembali,jangan asal menyerah saja begitu,lakukan kalau kamu bisa"


"Ya bisa saja sih,tapi kalau dianya ngotot ,udah gak mau dengan aku ,ya buat apa diperjuangin lagi,cape sendiri juga nantinya aku"


"Syil,kamu harus berjuang lagi dan lagi,kakak yakin dia juga masih mencintai kamu,yakin dan pasti itu"


"Tau ah,bukannya kakak mau pergi,sana pergi biar Nio aku yang jaga" Arsyil mencelos begitu saja,padahal Aluna belum selesai bicara.


"Eh ,Arsyil mau kemana kamu ?Kakak belum selesai bicara,kamu harus berjuang lagi Arsyil...."


***


"Dari siapa yah ?"Tanya Naura


"Dari Randi" Ardi baru saja menutup teleponnya.


"Kasihan Arsyil yah,beri tau aja dia"


"Maùnya gitu,tapi kasihan juga kalau terlalu lama,tapi kalau dipikir pikir tinggal dua minggu lagi sih ya,Nanti Ayah telepon dia lagi"

__ADS_1


Naura menganggukkan kepalanya


* Hari ini Arsyil berangkat agak lebih pagi,semalaman dia merenung apa yang Aluna bicarakan tadi siang padanya,dia meyakinkan dirinya untuk merebut hati Raisa kembali.


Tak perduli kalau dia harus dapat julukan pebinor (hahahaha)Dan dengan teķadnya yang kuat hari ini dia akan menjemput Raisa,dulu Raisa yang selalu mengikutinya,kini dia yang akan mengikuti Raisa.


Tit..tit..tit


Raisa keluar dari rumah dan mendapati Arsyil disana "Kamu ngapain disini Syil ?"Tanyanya.


"Menjemput kamu lah Sa.."


Raisa menautkan kedua alisnya,ada apa dengan Arsyil,perasaan dia kemarin sudah menyakitinya sekarang dia datang dengan percaya dirinya menjemput dirinya.


Dan Raisapun mau tak mau ikut Arsyil,ada perasaan senang di dalam hatinya.


Selama diperjalanan Arsyil terus menyerocos menceritakan tentang bagaimana kehidupannya jepang,dan tentu Raisa menyautnya.


Dan semenjak hari itu hampir tiap hari Arsyil mengantar jemput Raisa selama beberapa minggu,padahal Raisa sudah menolaknya,tapi Arsyil masih cuek cuek aja.


Dan bahkan bukan hanya mengantar jemput saja,dia kàdang mengajak Raisa untuk makan,dan menonton juga jalan jalan.Arsyil tidak diam begitu saja,dia akan perlakukan Raisa seorang ratu,ya ratu dihatinya.


Seperti hari ini Dia mengajak Raisa menonton


"Kamu mau menonton apa Sa ?"


"Syil,aku pengen pulang aja ,"


"Kenapa takut tunangan kamu marah ?kan aku udah bilang,kasih tau dia aku kakak angkat kamu"


Raisa tak bisa berkutik lagi,dia sebenarnya merasa sangat senang,Arsyil membuktikan kalau dia sungguh sungguh padanya.


Arsyil sedang membeli tiket nontonnya ,dan Raisa dapat telepon masuk.


"Iya,aku setuju Bu ,aku lagi bahagia sekarang,sudah tidak ada lagi keraguan di dalam hati aku untuknya"


***


Hari ini tiba dimana hari Ulang tahunnya Arsyil ke 24 tahun dan semua keluarga sudah merencanakan sesuatu untuk nya.


"Syil,ingat hari ini kamu jangan kemana kemana ya" Titah Ayah Ardi.


"Emang mau kemana sih ,dan juga ada acara apa?"


"Udah kamu gak usah banyak tanya,ikutin aja kata Ayah"Cetus Ardi lagi.


Arsyil hanya mendesah kecil dan mengikuti apa kata Ayahnya.


Sore hari mereka sudah siap,juga Aluna dan Arka beserta Arsenio juga sudah siap.Mereka berangkat dengan memakai mobil masing masing.


Arka dan Aluna sampai lebih dulu ,dan disusul oleh Ardi,Naura juga Arsyil.


"Syil,ayo kita berangkat " Seru Naura yang sudah menunggu Arsyil lama.


Arsyil merasa curiga sebenarnya mereka mau kemana ,sudah bertanya pun jawabannya tetap sama kaya gitu


"Sebentar Bun,tapi Arsyil gak mau pergi sebelum tau kita mau kemana ?" Arsyil tetap kekeuh


"Kakak mau diketemuin sama calon Kakak" Celetuk Adeva dan Naura langsung membungkam mulut Adeva.


"Calon ?ini maksudnya apa Ayah ,Bunda ?"


"Sudah ayo Syil,kita udah hampir telat,nanti Ayah jelasin" Tutur Ardi.


"Gak,jelasin dulu apa maksudnya ini ?" Decak Arsyil.


Ardi mendesah kecil "Ok,kami mau ketemukan kamu dengan calon yang sudah kami tentukan,kamu harus Move On Syil" Jelas Ardi.


Arsyil membulatkan matanya "Maksud Ayah apa ?Ayah mau jodohin Arsyil ?"

__ADS_1


"Ya,sudah ayo kita pergi Syil" Ardi menarik tangan Ardi.


Disepanjang perjalanan Arsyil terus menyerocos kalau dia tidak terima akan keputusan sepihak Ayah dan Bundanya,malah dia meminta untuk diturunkan.


Tapi Ardi dan Naura hanya cengeessan.


"Yakin kamu gak mau ?Cantik loh orangnya ,udah gitu baik,ceria,cerewet" Jelas Naura sambil tersenyum usil.


"Tidak akan ada yang menggantikan dia Bunda," Cetus Arsyil.


"Baìklah terserah kamu saja,tapi kalau sudah sampai sana jangan sampai kamu menyesal ya"


"Tidak akan.." Jawabnya dingin.


Tak lama mereka sampai disebuah restoran mewah milik salah satu teman Papinya Arka.


Arsyil dipaksa masuk oleh Ardi dengan langkah malas dia berjalan di samping Ardi dan Naura.


"Nah akhirnya datang juga,lama banget sih ?" Cetus ibu hamil yang sudah menunggu agak lama.


Arsyil terbengong sesaat melihat wanita yang dia harapkan untuk bersamanya ada disana,Ya Raisa dan kedua Orang tuanya ada disana.


Arsyil masih merasa bingung ini ada apa ?Raisa nampak cantik dengan Dress dibawah lututnya dengan rambut yang tergerai indah,dia juga nampak tersenyum pada Arsyil,senyum yang membuat jantung Arsyil berdegub kencang.


Ardi menyadarkan lamunan Arsyil " Syil ,ayo duduk" Titah Ardi.


"Ini sebenarnya ada apa Ayah ,Bunda ?Tanya Arsyil bingung.


"Sabar dulu napa !!" Ketus Aluna.


"Bagaimana,kamu nyesel gak ,udah ketemu sama wanitanya ?" Tutur Naura sambil menunjuk Raisa.


"Maksud Bunda apa ?"


Naura mengeluarkan sebuah kotak cincin ,Arsyil semakin menautkan alisnya ,sungguh dia tidak mengerti ini ada apa.


"Kita sepakat buat jodohin kalian" Naura yang menjawab.


Arsyil membulatkan matanya "Ya benar,kalau saja kamu itu bisa lebih peka sama keadaan,kita gak akan merencanakan ini semua" cetus Randi.


Semua orang tertawa riang ,hanya Arsyil yang masih terbengong.


"Kenapa masih diam sih ?pasangan tuh cincin yang sebenarnya pada jari manisnya wanita mu itu ?" Aluna berkata sambil terkekeh melihat raut wajah Arsyil yang bingung.


"Tunggu ini sebenarnya ada apa ?"


"Saat kamu pergi lagi ke Jepang saat itu,Ayah tau kalian sedang bertengkar,dan sesaat kamu pergi Raisa terus menangisi kamu,jadi Ayah sama Om Rendi merencanakan ini semua" Jelas Ardi.


"Kenapa,kenapa harus seperti itu ?kenapa kalian tidak bilang sama Arsyil ?" Cetus Arsyil.


"Ini kejutan buat kamu,biar kamu juga menyadari kesalahan kamu,dan kita juga sengaja supaya kamu bisa lebih berjuang lagi pada Raisa,dan ini hasilnya hasil perjuangaan kamu Syil" Ardi menepuk bahu Arsyil.


"Tapi kalian udah kejam pada Arsyil " Arsyil masih belum mau terima.


"Sudahlah Syil,lagian juga pada akhirnya Raisa masih milik kamu" Cetus Aluna.


"Jadi kalian sengaja mengerjai Aku ?kalian sengaja menyembunyikan ini semua ?" Ketusnya lagi


"Iya Syil kita sengaja,maafin kita ya .Tapi ini tetap yang kamu inginkan kan ?" Tutur Naura lagi


Arsyil merenung dan tak paham apa yang Kedua Orang tuanya lakukan,tapi tak urung jua dia merasa senang,dan sangat berterima kasih pada mereka.


Arsyil bèrpandangan dengan Raisa,Raisa hanya tersenyum puas sudah mengerjai Arsyil.Arsyil tersenyum bahagia saat itu.


Sungguh kejutan yang tak terduga baginya,bahkan tidak terbayang oleh dirinya sendiri,sungguh dia bahagia sangat bahagia,hadiah terindah ditahun ini


Dan saat itu Arsyil meresmikan tunangan mereka,dengan sambil merayakan hari jadinya Arsyil,Senyum ceria dan bahagia terukir di semua orang yang disana,terutama kedua pasangan itu.


***

__ADS_1


__ADS_2