
Nda..itu Ayah.."Serunya lagi dan tentu membuat Aluna,Arsyil juga Raisa menengok ke arah yang Nio tunjuk.
Deg.
Aluna diam mematung melihat Arka sedang bersama seorang wanita.
Nio langsung saja berlari menghampiri Arka,dan Arsyil menyusulnya,sedangkan Aluna dan Raisa masih berdiri ditempat yang tadi,masih menatap Arka dari jauh.
"Nio..lagi apa disini ?" Tegur Arka saat Nio sudah berada dipangkuan Arka.
"Aen sama Nda,Om Asil uga ama Ounty Isa.."
Arka menatap ke Arsyil dan celingukan mencari keberadaan Aluna.
Sedangkan sebelumnya Aluna meminta diantar ke kamar mandi pada Raisa,padahal sebenarnya dia hanya tidak mau merasa lebih sakit menyaksikan Arka sedang berduan dengan seorang wanita.
"Sa ,tunggu ya Kakak kebelet" Kilahnya pada Raisa,dan Raisa hanya mengangguk.
"Bundanya mana Sayang ..?"Tanya Arka.
"Nda..tuh disana.."Tunjuk Arsenio,namun yang ditunjuk tidak ada.Arka langsung berpaling ke Arsyil.
"Kalian kesini sama Luna ,Syil ?"
"Eh,iya Kak,,tadi Kak Luna sama Raisa ada disana,kemana mereka ya "
"Oh..shit !!!" Geram Arka seketika.
"Ayah,agi apa di ini ?"Tanya Nio dengan polosnya.
"Ayah,lagi ada perlu dulu sayang,maaf ya hari ini gak nemenin Nio main" Ungkapnya merasa bersalah,dia juga tidak tau kalau mereka akan bertemu disini.
Arsenio hanya manggut manggut saja.
"Mas Arka.. eh maksud saya Pak Arka,kalau begitu saya permisi dulu ,nanti saya hubungi lagi kalau acaranya sudah mau mulai ,terima kasih sudah mau mengambil dan memakai jasa kita Pak " Ucap wanita itu yang bernama Arina.
"Oh iya,tolong kabari saya kalau semuanya sudah selesai, saya yang berterima kasih sudah mau membantu saya"
Arina tersenyum manis pada Arka ,namun Arka menatapnya dingin.
"Terima kasih Tante Rina" Ucap Arsyil selanjutnya.
"Iya Syil,Tante permisi dulu ya Syil,mari Pak"
"Mari.." Ucap mereka berdua.
__ADS_1
Setelah Arina pergi Arka dan Arsyil jadi merasa was was,takut takut rencananya gagal.
"Duh Syil,jangan jangan Aluna pasti salah paham sama Kakak,kalian sih pake acara kesini segala"
"Lah,kenapa salahin Arsyil,salah Kakak kenapa janjian ditempat ini,kenapa gak langsung ditempat nya aja sih.."
"Arina bilang bisanya disini,,kalau ditempanya kejauhan,ya jadi kita disini ,kamu telepon Raisa dimana mereka sekarang !!" Arka merasa gelisah.
Kilatan sikapnya dari kemarin malam sampai tadi pagi ,pasti membuat Aluna begitu kepikiran,tadinya dia tidak tau akan sejauh ini kesalah pahaman yang terjadi,ini jauh dari rencananya.
"Kak ,Raisa bilang mereka lagi di toilet,ayo Kak" Ajak Arsyil.
Dan mereka menuju ke toilet yang dituju terlihat Raisa sedang berada di depan toilet menunggu Aluna.
"Sa..Kak Luna mana ?"Tanya Arsyil saat dia melihat Raisa
"Kak Luna masih di dalam Syil.."
"Dari tadi Sa ?"Wajah Arka nampak khawatir " Kamu masuk Sa,coba kamu cek lagi Kakak khawatir ini"
"Iya Kak sebentar" Raisa masuk ke dalam toilet dan terlihat pintu masih tertutup.
"Kak..Kak Luna udah selesai Kah ?"Tanya Raisa yang ikut khawatir.
"Eh,iya Sa ..maaf lama ya,tadi mules banget dan malah susah"Kilahnya lagi berbohong ,tapi Raisa tau Aluna sedang berbohong matanya yang nampak merah dan sedikit sembab mengatakannya.
"Bentar Ya Sa.." Ucap Aluna selanjutnya ,sambil dia mengambil bedak untuk menyamarkan bekas air matanya,namun itu masih saja terlihat,akhirnya dia memutuskan memakai kaca mata saja.
***
Aluna dan Raisa sudah keluar dari toilet itu,di depan sudah nampak Arka dan Arsyil yang menyambut mereka .
Arsenio turun dari gendongan Arka lalu berlari ke arah Aluna " Nda...." Teriaknya.
"Hay,gantengnya Bunda ,maaf Bunda lama ya,kita pulang yuk"Ajaknya kemudian.
"Nio lapal Nda.."Aluna nampak diam ya tadi mereka berniat akan mencari makan,terpaksa Aluna mengajak Arsenio makan dulu padahal dia sudah ingin pulang ke rumah.
"Ya udah yuk kita cari makan dulu,udah gitu pulang ya,Bundanya cape"keluh Aluna.
Semenjak keluar dari toilet ,Aluna tidak memandang Arka sama sekali.Mereka hendak berjalan,Arka meraih tangan Aluna.
"Sayang..tunggu !!" Ucap Arka,namun Aluna menepisnya.
Arka menghela nafas,dia terpaksa mengikuti saja dulu,hingga mereka selesai makan,Arka meminta Aluna untuk ikut ke mobilnya,namun Aluna menolak.
__ADS_1
Setelah sampai rumah,Aluna langsung pergi ke kamarnya,sedangkan Nio bermain lagi sama Arsyil dan Raisa.
Aluna sudah tidak ingin menangis,dia hanya melamun duduk dikursi yang ada dibalkon,terdengar suara pintu terbuka ,nampak Arka disana.
"Sayang.."Arka berjongkok dihadapan Aluna.
"Kalau kamu sudah gak cinta aku lagi setidaknya bilang Ar,aku akan ikhlas akan pergi dari kamu" Ucap Aluna tiba tiba,jelas Arka terhenyak mendengarnya.
"Kamu jangan berkata seperti itu Lun,ini salah paham.."
"Aku tidak tau mengartikan ini apa,dari sikap kamu yang dingin dan cuek juga keberadaan kamu disana berdua dengan seorang wanita,aku harus menilai apa.Anak kamu merengek ingin bermain,namun kamu tidak ada,dan justru malah..." Aluna sedikit menjedanya
"Terus kamu tanpa basa basi mau mengatakan apa apa pada aku,hingga aku berpikiran buruk sama kamu" Ucap Aluna dengan air mata sudah menetes dipipinya.
"Sayang..please jangan menangis" Bukannya menjelaskan Arka malah terus bilang jangan menangis,Aluna semakin geram.
"Malam ini kamu jangan tidur disini !!" Decak Aluna yang masih sangat kesal pada Arka,padahal dia ingin Arka menjelaskan soal siapa wanita itu,dengan diam nya Arka justru malah membuat dia berpikiran semakin buruk.
***
Dan demi rencana nya Arka dengan terpaksa bungkam belum mau menceritakan yang sebenarnya ,malam ini tepatnya dihari jadi mereka yang Ke Lima Tahun akan diadakan.
Selama ini Arka belum pernah memberi kejutan seperti ini pada Aluna,bahkan hari jadi sebelum sebelumnya tidak ada cara resmi seperti ini.
Awalnya rencananya hampir gagal karena terpegoknya Arka saat itu,namun karena dia masih berusaha bungkam ,membuat Aluna masih menatap curiga padanya.
Semua orang sudah siap ,tempat acara juga sudah di dekor secantik mungkin.
Dan mengingat Arina siapa,dia itu hampir saudara sepupu dari Raisa,pekerjaannya sebagai WO atau pembuat dekor berbagai acara.
Arka sengaja sedikit merubah sikapnya pada Aluna,supaya Aluna kesal padanya dulu,namun mengingat dia tau soal Arina,itu jauh dari rencananya.
Ya sudahlah yang terpenting saat itu Aluna masih marah pada Arka,Acaranya iti diadakan disebuah restoran mewah yang ada diBandung.
Aluna dibawa jalan jalan dulu oleh Bunda dan Raisa,dia tidak ingat kalau hari ini hari jadinya bersama Arka,karena kesibukannya yang memikirkan Arka takut selingkuh.
Setelah tepat makan malam Aluna dibawa ke restoran itu,dia dibuat terkejut akan dekoran restorannya,dia juga disambut oleh bunga bunga di setiap lantai tempat dia berjalan,restoran itu sungguh sudah dibooking penuh oleh Arka.
Belum sampai disitu diseluruh ruangan terdapat banyak bunga bunga juga..Aluna terpana melihatnya "Bunda ini ada acara apa sih ?' Tuturnya merasa banyak tanda tanya .
"Ikutin aja Sayang.."Tutur Bunda Naura.
Aluna terus berjalan sampai ke dalam restoran disana sudah terkumpul semua keluarga ,menatap bahagia padanya,terdapat juga beberapa kue di atas meja,Aluna semakin bingung ini ada apa,padahal hari ini bukan hari ulang tahunnya.
***
__ADS_1
ini di bagi dua ya
Next......👉👉👉