Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ Eps 27


__ADS_3

⚘⚘⚘


"Kamu istirahat disini ya,atau kamu lapar kita makan dulu " Ucap Arka


"Aku belum lapar lagi Kak,aku mau istirahat dulu ya"


"Ya udah,kalau kamu perlu apa apa panggil aku ya,aku ada dikamar sebelah" Jelas Arka.


"Iya.." Aluna masuk ke kamar tamu,kamar itu luas,luasnya hampir 2x lipat dari kamarnya.


Aluna mendesah kecil,rasa mindernya masih banyak.


*Sore hari setelah Aluna bangun dari tidur siangnya ,dia mencari keberadaan Arka,rumah itu sangat luas,dia ketuk pintu kamar Arka namun tak ada jawabannya.


Dia berjalan mengelilingi rumah itu,hingga sampai didapur,dia melihat Mami Mely disana.


"Tante.." Serunya


"Eh ,,sayang kamu sudah bangun dari istirahatnya ?" Ucap Mami sambil membelai rambut Aluna.


"Duh,Maaf ya Tante aku malah tidur tadi"Jelas Aluna merasa malu.


"Gak apa apa,kamu juga pasti cape sayang"


"Tante lagi apa ?Tante kan masih sakit"


"Tante lagi buatin makan buat tamu Tante ,buat calon mantu sih"Kelakar Mami.


Awalnya Mami memang tidak setuju akan keputusan Arka,sikap sombongnya yang selalu melihat dari status orang lain itu membuat Mami tidak setuju.


Namun Arka sudah menyadarkan nya,selama ini juga dia merasa bersalah pada Arka,seharusnya saat dulu dia selalu ada disamping Arka,karena Arka butuh kasih sayang dan perhatiannnya saat itu.


Selain itu Papi juga sudah memberitahu kebusukan dan niat jahat Papi nya Nisa,Mami semakin murka ,dan dia tau mana yang baik untuk Arka.


"Tante tidak usah repot repot,biar Aluna aja ya"


"Masa Tamu yang nyiapin makanan untuk dirinya sendiri sih,udah kamu aja yang duduk"Ucap Mami


Namun Aluna tidak menanggapinya,dia malah terus membantu Mami.


"Ini calonnya Den Arka nyonya ?bukannya yang kemarin ya ?" Tanya Bi Lastri.


"Ssttttt,jangan kenceng kenceng Bi"Ucap Mami


Padahal Aluna sudah mendengarnya,dia hanya tersenyum saja.


"Iya ini calonnya Arka,calon mantu Mami,cantik kan ?"


"Iya cantik" Seru Bi Lastri.


"Tante,Kak Arka kemana ya ?"


"Kenapa kamu kangen ya ?" Kelakar Mami.


"Eh,gak Tante bukan gitu "


"Arka tadi Mami suruh ke supermarket beli buah buahan,paling sebentar lagi pulang"


***


Malam hari


Makanan sudah siap,namun Papi Andri belum pulang , katanya tadi dia bilang terlambat pulangnya,maka mereka makan malam tanpa Papi.


Akhir akhir ini memang Papi dan Mami sudah jarang keluar kota atau keluar negeri,apalagi untuk Mami dia memilih mengelola Butiknya yang ada disurabaya,dan tempat lainnya dia percayakan pada orang lain.


Dan untuk Papi karena masalah yang akan diakibatkan keluarga Nisa, maka dia memilih mengelola juga yang ada di Surabaya sampai semua stabil lagi.


"Wah,ini enak !!Mami yang masak pasti ini"Ujar Arka


"Iya,tapi dibantu juga sama Aluna ,calon mantu Mami ini"


"Mami bisa aja"Aluna tersipu malu tiap kali Mami berucap kalau dia calon mantunya.


"Gak nyesel dong aku ya milih kamu Lun"Celetuk Arka.


"Iya kamu gak nyesel,tapi Aluna yang nyesel milih kamu,"Kelakar Mami.


"Eitss,gak ya,kamu gak nyesel kan Luna ?"


Aluna hanya tersenyum saja.Hingga makan malam pun selesai,mereka berpindah tempat keruang keluarga dan berbincang bincang kembali.


"Tante.."

__ADS_1


"Iya apa Lun ?"


"Tante,aku gak tau apa aku masih pantas jadi bagian keluarga ini apa tidak" Ucap Aluna


"Kenapa kamu bilang gitu ?"


"Iya Tante tau sendiri,Aluna hanya orang biasa , berbeda dengan kalian"


"Hei,Sayang jangan bilang seperti itu,tidak ada yang berbeda kita semua sama kok" Terang Mami.


"Lun,jangan merendahkan diri kamu seperti itu lagi,aku gak suka"Jelas Arka.


***


Tak lama kemudian


"Malam,Papi pulang..Wih tumben pada kumpul disini,ada siapa nih ?"


"Malam Om,saya Aluna "


"Aluna !!'


"Iya Pi calon mantu kita" Terang Mami


"Oh iya Papi lupa,selamat datang "Ucap Papi.


"Iya Om"


"Ternyata benar yang Mami bilang tadi,kamu cantik,Maafkan anak Om ya Luna"


"Aku udah maafkan Kak Arka kok Om"


"Insya Allah,bulan depan kalau tidak ada halangan kita kesana ,menemui orang tua kamu"


Aluna tersenyum,tentu saja dia bahagia."Iya Om"


🌼 Keesokan Paginya 🌼


Aluna bangun lebih pagi,karena memang kebiasaannya , tiap pagi pasti selalu membantu Bunda Naura bertempur di dapur.


Dia hendak berjalan menuju ke dapur,namun dia mendengar suara yang teriak teriak di depan pintu,dia pun beranjak menghampiri suara itu,dari kejauhan dia sudah melihat siapa yang datang, ternyata itu Nisa.


Dengan hitungan detik Nisa menghampiri Aluna dan menjambak rambut Aluna,para pelayan disana mencoba memisahkan itu.


"Heh,dasar wanita murahan,wanita pelakor,wanita tidak tau diri,gara gara loe gue gak jadi nikah sama Arka,loe pake pelet apa sih Hah !!!" Makinya pada Aluna.


"Duh lepasin Dek Nisa,lepasin tangannya" Seru para pelayan disana,yang merasa kasihan pada Aluna.


"Diem kalian !! Gue tau loe pake cara guna guna kan buat ngerebut hati Arka" Makinya lagi.


Mami yang mendengar teriakkan dibawah pun bergegas menghampiri sumber suara tersebut, alangkah terkejutnya dia melihat Aluna yang rambutnya dijambak oleh Nisa.


"Nisa,lepasin tangan kamu !!" Teriak Mami,yang seketika membuat Nisa terperangah dan melepaskan tangannya dirambut Aluna.


"Mami.." Nisa hendak mau memeluk Mami ,namun Mami menghindar,Mami memilih menghampiri Aluna.


"Kamu gak apa apa kan sayang ?" Tanya Mami sambil membuat Aluna berdiri dan membenarkan rambut nya yang sudah berantakan.


"Kamu ini apa apaan Nisa,pagi pagi sudah buat ulah dan berisik dirumah Mami !!"Sentak Mami.


"Mami,membela dia dari pada aku ?"


"Ya jelas Mami membela dia,kamu yang salah ,pagi pagi sudah begini,apa Mami kamu tidak pernah mengajarkan sopan santun sama kamu ?"


"Mami,kenapa Mami jadi seperti ini !!Mami lebih memilih wanita kampungan ini dari pada aku Mami ?"


"Diam Nisa,jangan bilang kalau dia ini wanita kampungan,beruntung Mami tidak jadi menjadikan kamu menantu Mami,ternyata begini asli kamu"Sentak Mami lagi .


"Mami sadar apa yang Mami katakan,kemarin Mami muji muji aku pantas jadi calon istrinya Arka,sekarang Mami lebih memilih wanita rendahan seperti dia !!sadar Mami sadar dia itu berbeda sama kita,dia tidak sederajat sama kita !!".


"Diam !!Tidak ada yang berbeda semua sama ciptaan Allah,Uhhhhh kemarin Mami benar benar dibutakan sama kamu,justru kamu yang lebih rendah disini"


"Tante udah,jangan teriak teriak lagi,Tante belum sehat benar" ucap Aluna yang khawatir melihat Mami Mely.


"Heh !!dasar wanita murahan,semua karena kamu !!!!!"


"Ada apa ini pagi pagi sudah ramai !!" Papi dan Arka baru datang,karena mereka baru mendengar teriakan itu (akibat rumah terlalu besar).


"Aluna !!Kamu gak kenapa napa ?" Arka yang melihat Aluna dan Mami terduduk dikursi.


"Aku gak apa apa ,tapi ini Mami tolong Kak " Jawab Aluna yang sangat khawatir melihat Mami yang terus memegang dadanya.


"Papi,pasti Papi belain Nisa kan ?"Ucap Nisa yang sudah parau menahan air matanya.

__ADS_1


"Duduklah dulu Nisa,kita bicarakan baik baik semua ini"Jelas Papi.


"Aluna,tolong bawa Mami ke kamar dulu ya" Ucap Papi pada Aluna.


"Iya Om"


Aluna membawa Mami ke dalam kamar.Sedangkan Nisa,Papi dan Arka masih diruang tamu.


"Kamu apa apaan sih Nisa ?pagi pagi sudah begini !! Cecar Arka.


"Aku hanya mempertahankan kita Arka"


"Arka diam dulu !!Nisa dengerin Om"


"Maafkan Om sebelumnya karena sudah memaksa kalian untuk menikah,terutama kamu Nisa,tapi Maaf Om membatalkan ini"


"Karena wanita rendahan itu Pi ?Papi membatalkan pernikahan kita?"


"Jaga mulut kamu !!kamu yang lebih rendah disini"Cecar Arka lagi.


"Arka diem !! Sentak Papi.


"Nisa dengerin Om,jangan menyalahkan dalam satu keadaan saja,kalau kamu mau tau alasan nya apa,tanya Papi kamu langsung dia yang paling tau keadaan ini"


"Kalian bakalan nyesel akan semua ini" Sentak Nisa,dia berdiri dan dia hentakan kedua kakinya lalu pergi meninggalkan rumah Arka.


"Beruntung dia tidak jadi istrimu Ar"Ujar Papi.


"Iya Pi"


**Dikamar**


"Tante sarapan dulu ya,terus minum obat,aku ambilkan dulu makannya"


"Luna,gak perlu Nak,Mami bisa panggil pelayan dari sini,kamu temani Mami aja ya disini"Terang Mami.


Tak lama pelayan masuk membawa sarapan untuk Mami "Biar aku suapin ya Tante"


"Iya Sayang"


"Duh rasanya Mami seperti punya anak perempuan, seneng kayanya punya anak perempuan,Mami nyesel"


"Kenapa Tante bilang seperti itu ?"


"Iya Mami nyesel,dulu demi karir Mami mengorbankan keluarga Mami,pas waktu hamil Arka Mami tidak terima,dan pas Arka lahir saja,Mami tidak merawatnya ,sampai Arka besar pun Mami tidak merawatnya,yang Mami pikirin hanya Karir Mami."


"Papi sempet minta Mami untuk hamil lagi,tapi Mami menolak dengan alasan tidak mau terganggu karirnya Mami,Mami nyesel banget sekarang" Jelas Mami.


"Tante,kita ambil hikmah saja sekarang ya"


"Iya Lun,Mami akan menebusnya sekarang,Mami akan menghabiskan waktu bersama Arka ,dan kamu juga nanti bersama cucu cucu Mami"


Aluna tersipu malu saat Mami mengatakan itu.


Ceklek


Suara pintu terbuka dan masuklah Papi juga disusul Arka.


"Mami..!!Mami tidak apa apa kan ?" Tanya Papi khawatir begitupun dengan Arka.


"Mami gak apa apa ko Pi,Arka,disini kan ada Aluna"


"Aluna maafkan ucapan Nisa tadi ya Nak,jangan diambil hati"Ucap Papi


"Gak apa apa kok Om,Luna udah maafin"


"Kamu memang anak baik Lun,membawa pengaruh baik untuk Arka dan keluarga ini" Jelas Papi.


"Tidak begitu juga Om,Tante minum obat dulu ya,terus istirahat ya" Tutur Aluna ,dengan cekatan Aluna memberi Mami obat dan membantu membaringkannya.


"Iya Mami istirahat ya" Ucap Arka dan mereka meninggalkan Mami dan Papi dikamar.


"Kak,aku mau bantu dulu Bi Lastri masak ya " Tutur Aluna setelah keluar dari kamar.


"Jangan nanti kamu kecapean"


"Gak kok,itu udah tugas wanita kan"


Arka tersenyum "Calon istri yang baik"Ucapnya sambil mengusak rambut Aluna.


Semburat rona merah muncul dikedua pipi Aluna


"Ya udah,tapi kalau cape jangan dipaksain ya,nanti siang kita jalan jalan,aku mau bawa kamu keliling Surabaya"

__ADS_1


"Iya Kak"


**⚘⚘**


__ADS_2