Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 3 ^Part 55


__ADS_3

Ervan dan Queen masih menunda Honeymoonya , karena kini Queen sedang mengandung,usia pernikahan mereka baru tiga bulan dan Queen sedang mengandung 8 minggu. 


Pagi tadi Queen merasakan mual mual juga muntah muntah hebat,badannya juga terasa lemas,Ervanpun kembali mengambil cuti untuk menemani Queen. 


Ervanpun menelepon Aluna,menanyakan harus bagaimana mengatasi Queen yang terus muntah muntah. 


Aluna pun datang ke kediaman Queen dan menyarankan Queen untuk melakukan test pack,Queen pun mengeceknya dan hasilnya garis dua. 


"Alhamdulillah,selamat Sayang.."Ujar Aluna memeluk Queen.Begitu juga dengan Ervan yang bahagia akan mendapatkan Baby. 


Tapi Queen terlihat tidak sesenang Aluna dan Ervan,dia terlihat sendu seperti ada yang dia pikirkan. 


"Kamu kenapa Sayang ?pusing atau mual lagi ?Van,bawa ke dokter aja yuk,biar dikasih obat penghilang mual"Ujar Aluna. 


Queen hanya menggeleng "Bunda,aku sedih dan merasa tak enak pada Kak Alya dan Kak Arsen ,mereka kan !!"Queen menghela nafasnya. 


Ya dia memikirkan soal Alya ,dia merasa tak enak dan takut membuat Alya kembali bersedih kalau ternyata dirinya lebih dulu hamil dibanding Alya   


Aluna dan Ervan yang mengerti akan hal itu pun,mencoba menenangkan Queen,dan akan cari cara untuk menguatkan Alya nantinya.Mereka akan berusaha untuk menjaga perasaannya Alya.  


Queen sudah melakukan pemeriksaan soal kehamilannya,semua baik,sehat dan normal,meskipun Queen harus melewati masa masa mual dan muntah. 


*** 


Kabar kehamilan Queen pun sudah terdengar ketelinga Alya,kabar itu dia dapat dari Syila juga Aluna.


"Sayang.."Panggil Arsen yang baru masuk ke kamarnya."Serius banget sih ngelamunnya,sampai suami pulang tak disambut"Ujar Arsen. 


Alya tersenyum "Maaf Sayang...aku gak lihat jam"Seru Alya ,lalu memeluk Arsen. 


Keadaan Alya sudah membaik,sudah tidak memikirkan soal masalah itu lagi,tapi mendengar kabar kehamilan Queen membuat pikirannya kembali terguncang. 


Arsen mengelus punggung Alya lembut "Ars,alhamdulillah Queen sudah hamil,tadi Syila menelepon aku,juga Bunda"Seru Alya dengan nada yang ceria. 


Arsen sudah tau kabar itu juga,Arsen melepaskan pelukannya dan menatap wajah Alya,dia takut Alya kembali bersedih,tapi dia tidak bisa melihat itu. 


"Al,kamu baik baik saja kan ?"Tanya Arsen. 


"Aku !aku baik baik saja Sayang,kamu kenapa sih ?besok Bunda juga bilang kita harus datang ke rumah Queen untuk merayakanya,udah sana kamu mandi dulu"Ujar Alya masih berusaha baik baik saja. 

__ADS_1


Arsen masih menatap Alya,sungguh dia tau meskipun kini Alya tertawa ,tapi pasti hatinya merasa sedih. 


Dia peluk lagi Alya "Al,kalau kamu mau menangis menangislah dipelukan aku,jangan begini..aku justru lebih takut kamu bersikap seperti ini,aku tau perasaan kamu sekarang"Tutur Arsen. 


Dan tangis Alya pun pecah disana "Maaf,maafkan aku Ars,belum memberikan kamu an..." 


"Stttt,aku mohon jangan bahas soal itu lagi,menangis lah sepuas kamu Al" 


*** 


Besoknya Arsen dan Alya pun datang ke kediaman Queen,Aluna bingung saat itu ,antara memilih memberitahu Alya apa tidak soal Queen,tapi kalau tidak memberitahu,toh Alya pasti akan tau juga kan. 


Kedatangan Alya,disambut Aluna dengan hangat,dia langsung memeluk Alya dengan erat,memberikan kekuataan pada Alya,supaya batinnya tidak kembali terguncang. 


"Bunda,aku sesak nafas"Desis Alya,karena Aluna memeluknya terlalu erat.Aluna terkekeh,lalu melepaskan pelukan nya,lalu memberi beberapa kecupan diwajah Alya  


Alya merasa terharu,meskipun Aluna tidak bicara,tapi Alya tau apa maksud Aluna. 


"Queen nya mana Bunda ?"Seru Alya, dengan senyum merekah,Aluna memberitahu dimana Queen,lalu Alya berlari ke kamar dan menemui Queen disana. 


Aluna langsung menghampiri Arsen "Alya baik baik saja kan Ars ?"Tanya Aluna khawatir. 


"Mudah mudahan baik baik saja Bun,karena Alya pintar menyembunyikan kalau sedang sedih,seperti yang Bunda lihat tadi"Lirih Arsen. 



"Queen..selamat sayang,Kakak ikut bahagia"Seru alya yang melihat Queen sedang terbaring,karena merasa lemas,disana juga ada Raisa,Syila dan Ervan. 


Semua saling menatap,mereka takut ada yang salah bicara. 


"Kakak,kapan kakak datang ?makasih ya Kak"Sahut Queen. 


"Baru saja Queen,gimana keadaan kamu ?katanya kalau hamil itu suka muntah muntah"Seru Alya lagi,masih dengan raut wajah yang ceria  


"Iya Kak,ini juga lagi mual sama lemes,Kak maafkan aku"lirih Queen selanjutnya. 


"Maaf,maaf kenapa ?memang kamu punya salah ?Kakak ikut senang dengar kabar ini Sayang,udah ke dokter kan ?" 


Queen hendak mau bicara soal maafnya tadi,tapi terhenti saat dapat kode dari Raisa. 

__ADS_1


"Udah Kak," 


Mereka pun mengobrol halhal biasa ,tidak membahas soal yang bisa membuat mood Alya sedih. 


Terbukti selama siang itu,Alya bersikap baik baik saja,ceria seperti biasanya,bercanda juga bersama Syila dan Bila. 


Tidak ada tanda tanda kalau Alya bersedih,tapi Arsen tau karena saat ini Alya sedang bersama kelurganya,tapi entah kalau Alya sedang sendiri. 


Arsen akan berusaha mendampingi Alya. Selalu ada disampingnya.




Hingga malam tiba semua keluarga masih berkumpul dirumah Queen,Queen juga sudah ikut bergabung bersama mereka ,karena badannya sudah enakkan. 


Tidak seperti tadi pagi yang sangat lemas,"Ars,Alya dimana ?"Seru Aluna. 


Saat ini mereka sedang diruang keluarga,dan Aluna baru sadar kalau Alya tidak ada disana ,Arsen juga kaget perasaan tadi Alya ada disampingnya,tapi Arsen sedikit melepaskannya karena ada chat masuk keponselnya. 


Aluna dan Arsen mencoba mencari Alya,Aluna yang pertama menemukan Alya yang sedang dberjongkok di depan kolam renang. 


"Alya.."Pekik Aluna lalu berhambur memeluk menantu tersayangnya itu. 


Alya yang heran melihat Aluna yang begitupun tak urung membalas pelukan Aluna. 


"Sayang,Bunda khawatir sama kamu,Bunda juga cari cari kamu"Lirih Aluna. 


"Kenapa Bunda ?aku tidak hilang,aku hanya ingin mencari angin malam"Tutur Alya. 


"Tapi kenapa tidak bilang Nak"Seru Aluna lagi. 


Alya mengenyitkan keningnya "Bunda,Alya baik baik saja,Alya tau seharian ini kalian mencoba membatasi obrolan kalian,supaya tidak menyinggung aku dan soal Queen lebih dulu hamil dibanding aku,makanya aku menjauh daru kalian"Alya pun menangis,dia sudah tidak tahan menahan sesak di dadanya,sekuat apapun dia berusaha kuat,tetap saja di tidak sekuat itu . 


Dia tetap wanita lemah yang punya perasaan juga.Aluna pun memeluk Alya lagi "Maafkan Bunda Sayang.." 


Aluna masih memeluk Alya,lalu merasakan Alya yang lemah dan ambruk kelantai. 


"Alya..sayang"Alya pingsan dan Aluna panik. 

__ADS_1


"Ayah..Arsenio !!!!!!"Pekiknya memanggil Arka dan Arsen. 


*** 


__ADS_2