
Hari ketujuh Alya dirumah sakit
Hari ini dirinya kedatangan Ara dari Jakarta,Ara diberitahu Aldi soal Alya yang dirumah sakit.
"Aldi.."Seru Ara saat sudah melihat Aldi ada didepan hotel tempat dia menginap diJakarta.
Hubungan Aldi dan Ara masih hanya sekedar teman saja,belum ada tahap yang lain,mereka masih berkomunikasi dengan baik.
"Iya Ra.."Sahut Aldi.
"Kamu nunggu lama ?maaf ya"Ujar Ara.
"Gak kok,baru sampai..yuk udah siap kan ?"
Hari ini Aldi sengaja menjemput Ara langsung ke Jakarta,sudah tiga hari Ara diJakarta karena ada Event yang harus dihadiri,dan kebetulan Aldi memberitahu soal Alya,adi dia ingin ke Bandung menengok Alya,Aldi pun berinisiatif menjemputnya.
"Ya udah yuk..Alya kenapa sih bisa kaya gitu Al ?"Tanyanya setelah duduk nyaman dijok mobil.
"Panjang ceritanya .."Sahut Aldi.
"Iih...ceritain dong Al,aku kan ingin tau ceritanya"Rengek Ara.
Aldi mendesah kecil,dia pun menceritakan apa yang terjadi pada Alya,dan setelah itu respon Ara begitu heboh,selama perjalanan dia terus mengoceh gak jelas.
Aldi hanya menggelengkan kepala,tapi justru itu yang dia suka,Ara itu gadis yang ceria,blak blakan,gak pernah memendam sesuatu apapun dan Aldi suka itu.
Kedekatannya dengan Ara baru beberapa bulan ini,mereka juga LDRan jadi belum begitu serius kalau harus sampai ketahap yang lebih.
***
"Alya..gimana kabar kamu ?"Serunya saat sudah sampai dirumah sakit tempat Alya dirawat.
Luka tusuknya sudah kering dan kemungkinan dia sudah diijinkan pulang beberapa hari lagi,ini hari ketujuh,dan selama itu pula Arsen setia mendampingi Alya,urusan kantor dia mengurusnya lewat laptopnya dan menyuruh Aldi kecuali ada meeting yang harus dia hadiri.
"Ara.."Seru Alya dan Arsen.
"Aku baik Ara..kamu kok bisa ada disini ?"Tanya Alya lagi
"Iya aku pengin nengok kamu Al,aku tau dari Aldi,serius udah baik baik aja Al ?" Tanya Ara.
"Kamu jauh jauh dari Surabaya kesini hanya untuk menengok aku Ra ?aku udah baik baik aja kok" Sahut Alya.
"Gak dari Surabaya juga,sudah tiga hari aku diJakarta ada Event yang harus aku hadiri,jadi karena jarak Jakarta-Bandung gak terlalu jauh,ya sudah aja kesini dulu jenguk kamu Al" Tuturnya menjelaskan.
"Dan sekalian ketemu Aldi kan ya ?" Celetuk Arsen.
Aldi menatap tajam pada Arsen "Apa Di,kamu mau saya poto.." Arsen belum selesai bicara ,Ara sudah melerai.
"Enak aja kalau ngomong,gak kok beneran mau jenguk Alya kesini" Cetus Ara.
"Sekalian mau ketemu Aldi juga gak apa apa kok " Sahut Alya tersenyum menggoda.
"Iihh..apaaan sih Al,gak gitu juga" Tolaknya tapi wajahnya sudah memerah.
Alya dan Arsen tertawa melihat itu,mereka pun berbincang bincang.Rencananya Ara diBandung sekitar tiga harian lagi,dan selama itu Aldi akan memaafkan waktu itu untuk mengenal Ara lebih jauh.
Kalau mereka saling cocok dan berjodoh apa salahnya mencoba untuk saling terbuka satu sama lain.
***
"Sayang..masih sakit gak ?" Tanya Arsen ,saat hari sudah malam.
"Gak terlalu Ars..makasih ya kamu setia banget ada disini,padahal ditinggal juga gak apa apa"
__ADS_1
"Aku gak mau ninggalin kamu sendirian Al,aku ingin disini dampingi kamu sampai sembuh,kata Dokter dua hari lagi kamu sudah boleh pulang,pulang kerumah langsung ya ?"
"Iya..tapi gimana barang barang aku ?"
"Tenang,kamu gak usah pikirin soal itu,aku sudah menyuruh orang untuk membawanya kerumah"
"Iya..ya aku lupa kalau calon suamiku ini anak sultan,sultan mah bebas.."Kelakarnya.
"Hahah,,iya makannya kamu manfaatin aja anak sultan ini !!".
Mereka tertawa bersama..selama Alya dirumah sakit,yang mengurus pekerjaannya ada Devi selaku karyawan yang sudah lama disana,jadi Alya sudah tenang,walau sempat terus bertanya bagaimana pekerjaannya disana.
Arsen juga menyuruh Alya untuk langsung berhenti bekerja saja,tapi Alya gak mau.
Dan soal hari pernikahan Arsen dan Alya,akan diundur beberapa bulan,yang tadinya 3 bulan menjadi 5 bulan kemudian,mengingat Alya baru saja terluka,dia tidak boleh terlalu cape.
***
Dua hari kemudian,Alya sudah dinyatakan sehat dan sudah diperbolehkan untuk pulang.Tentu ditemani oleh Arsen,Aldi dan Ara ikut disana.
Dirumah Alya disambut hangat oleh keluarga Arsen.
"Kak Alya..akhirnya sembuh juga,selamat datang di istana kita" Seru Syila.
"Iya kak Alya selamat datang Kak,,seneng deh Kakak bisa tinggal disini,jadi aku ada teman" Kini Queen menambahi.
"Iya Syila..Queen terima kasih ya"
"Ayo masuk Sayang,mau istirahat dikamar ?" SeruAluna.
"Iya Bunda.." Sahut Alya..tapi sebelum kekamar Alya disambut juga oleh Naura yang memakai kursi rodanya.
Saat acara pertunangan saat itu,Naura tidak ikut karena badannya lemas,jadi dia hanya mendoakan yang terbaik untuk cucunya.
"Baik Oma..kenapa Oma disini ?" Tanyanya
"Iya Oma ingin melihat kedatangan cucu menantu Oma yang cantik ini"
"Oma bisa saja.." Sergah Alya malu.
Dan setelah itu Alya diantar ke kamarnya yang ada dilantai bawah,kamar tamu sebelah kamar Naura.
"Ini kamar yang akan kamu tempati,tidur yang nyaman disini ya,kalau ada perlu apa apa panggil aja Bi Ane atau Bi Lastri ya.." Ujar Aluna.
"Iya bunda..makasih"Balas Alya.
Dia sangat terharu kali ini,lagi lagi dia disambut hangat oleh keluarganya Arsen,semua menyambutnya dengan baik dan terbuka.Sungguh harapan yang luar biasa,yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
Semua sudah keluar untuk mempersilahkan Alya untuk beristirahat,tinggal Arsen disana.
"Istirahat ya ..kalau ada apa apa,segera hubungi aku,ponsel kamu harus kamu pegang jangan jauh jauh,soalnya kamar aku diatas,jangan teriak teriak kalau manggil,kalau mau manggil Bi Ane pencet tombol ini Okay"Tutur Arsen menjelaskan semuanya.
"Iya..iya..kamu bawel juga ya Ars.." Celetuk Alya.
"Aisshhh..bawel juga demi kebaikan kamu,aku gak mau ada apa apa sama kamu lagi Al,sudah cukup Okay !!" Tuturnya lagi.
"Iya Ars,,udah sana keluar..gak enak berduaan dikamar" Titah Alya.
"Iya..ya nanti yang ketiga setan kan ya "Kelakar Arsen dan membuat mereka tertawa bersama.
***
Aldi dan Ara masih disana hingga malam hari,mereka ikut makan malam disana bersama sama.
__ADS_1
Meja makan jadi terlihat penuh saat itu,Alya juga memaksa untuk ikut makan malam disana,tidak mau dikamar,sedangkan Arsen maunya dikamar saja jangan membuat Alya banyak berjalan.
Tapi Alya tetap kekeuh,jadi dia juga ikut makan bersama disana.
"Sayang,kenapa ikut makan disini ?" Tanya Aluna.
"Iya Bun..aku ingin disini,biar rame.." Ujarnya.
"Gak tau nih ,main paksa aja..kan jangan banyak gerak juga kata Dokter" Cetus Arsen masih kesal.
"Iya maaf..aku juga kan ingin sambil mengobrol sama kalian"
"Udah ..udah kita makan sekarang"Arka melerai.
Dan pada akhirnya mereka makan bersama pada malam itu,setelahnya mereka kumpul diruang keluarga untuk saling berbincang bincang.
Pukul 9 malam Aldi dan Ara pamit pulang dari sana,tapi Aldi dan Ara memilih untuk jalan jalan malam dulu sekitaran Bandung.
"Kita kesana dulu sebentar ya Ra.." Ujar Aldi saat mereka sudah dimobil.
"Kemana ?" Tanya Ara.
"Nongkrong dulu bentar Ra,,besok kan kamu sudah pulang lagi ke Malang,waktu kita sangat singkat loh Ra.."Ujar Aldi lagi.
Ara tersenyum,benar juga waktu mereka singkat sekali untuk bertemu,perbedaan jarak yang memisahkan mereka.Akhirnya Ara setuju kemana pun Aldi membawanya..
Hingga sampai disebuah cafe coffe yang banyak didatangi anak muda mudi disana.
"Masih ramai ya jam segini ?"Seru Ara.
"Iya memang Cafe ini baru buka jam segini,tutup di jam subuh"Jelas Aldi.
"Wah..kamu kok tau bener tempat kaya gini ?emang suka kesini juga ya ?"
"Yap..tempat nongkrong aku kalau lagi suntuk pada pekerjaan dikantor"Jelasnya.
Ara manggut manggut saja "Al,boleh tanya ?kenapa kamu memilih untuk bekerja jadi asisten personalnya Arsen ?"
"Kenapa ya ?karena mungkin kita dulu satu kampus bersama,emang sih saat itu aku datang kesana bukan untuk jadi asistennya,tapi untuk tempat yang lain.Eh,tapi Arsen malah menempatkan aku disana,ya sudahlah aku jalani saja,aku juga sudah nyaman bekerja sama dia"Jelas Aldi.
"Ouh gitu,salut aja sih..pekerjaan sebagai Asisten kan ribet,kemana pun si Bos pergi harus ikut" Ujarnya.
"Iya sih,tapi menyenangkan kok.." Sahut Aldi lagi.
Dan mereka habiskan waktu berdua untuk.mengenal satu sama lain dimalam itu.Ara senang dekat dengan Aldi.
Karena selama ini kan dirinya memang tidak pernah dekat laki laki,dan baru Aldi yang pertama,kalau saja mereka tinggal disatu kota yang sama,pasti mereka sudah menjalani ikatan lebih dari teman.
Tapi nyatanya Aldi masih ragu akan jarak mereka ,juga mungkin status sosial diantara mereka.
"Al,makasih sudah ngajak aku jalan jalan beberapa hari ini "Ujar Ara sesaat mereka sampai dihotel tempat Ara menginap.
"Sama sama Ra..masuk sana,besok aku antar kamu sampai bandara"Sahut Aldi.
"Al..bisakah kita lebih dari teman,aku nyaman sama kamu" Ujar Ara lagi.
Aldi terhenyak,dia diam mematung.
"Eh,gak usah dipikirin Al..maaf,pulanglah.Sekali lagi terima kasih" Ara langsung masuk kehotel meninggalkan Aldi yang masih mematung.
***
Maafkan baru up lagi🙏,
__ADS_1