
Dani mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan ibu kota yang sedikit padat disore hari menjelang malam itu.Dengan rasa khawatir dihatinya dia terus merutuki siapa pun yang sudah membuat sahabatnya begini.
Dirumah mewah dan megah Dani terlihat sedang santai dibelakang rumah nya,ditemani jus buah yang segar disore akhir pekan itu.Ponselnya berdering nyaring,ada satu chat masuk kesana,dengan tanpa nama.
Dani membukanya dan terpampang sebuah foto yang menampilkan tubuh Arsen sahabatnya terkulai lemas di lantai,dengan wajah yang sudah babak belur dan darah yang keluar dari hidungnya.
Dichat itu juga terpangpang alamat keberadaan Arsen ,maka dengan cepat Dani mengendarai mobilnya.Walaupun dia tidak tau siapa yang kirim chat nya itu.
Butuh waktu 45 menit dia sampai ditempat itu,Dani langsung memarkirkan mobilnya asal suasana begitu sepi tidak ada orang yang lewat.
"Ar..."Teriak Dani yang melihat Arsen sudah tergulung lemas disana.
"Ar,siapa yang melakukannya ?"
Dani bertanya,tapi tidak ada jawaban,lantas dia langsung membawa Arsen ke mobilnya,terlintas dipikirannya satu dia harus segala membawanya ke Rumah sakit terdekat.
***
Suara Adzan magrib sudah berkumandang,Aluna yang sudah menyelesaikan Shalat bersama keluarganya kembali menghubungi Arsen,namun tidak ada jawaban sama sekali.
Sedangkan hatinya dari tadi sudah merasa sangat tidak enak dan terus tertuju pada anak sulungnya itu,rasa khawatir mulai menelik di hatinya.
"Yah,,Arsen mana ya ,kok gak diangkat angkat teleponya ,terus Bunda dari tadi gak enak hatinya"Tutur Aluna pada Arka.
"Bunda tenang aja Arsen bisa menjaga dirinya kok,mungkin lagi dijalan,tadi kan dia bilang tidak akan lama,sudah jangan mikir yang aneh aneh ah" Ujar Arka menenangkan .
Tak lama ponsel Aluna berdering dan nama Arsen terpangpang disana ,Aluna segera menggeser tombol hijau.
"Assalamualaikum.." Ucap seseorang disebrang sana.
Aluna menjawabnya segera salam dari sebrang sana,namun tiba tiba dia terdiam tatkala Dani yang memberitahu Aluna soal kabar Arsen yang sekarang sedang diRumah Sakit ,Aluna menjatuhkan ponselnya.
Dadanya bergemuruh hebat mendengar kabar itu,rasa tak enak hatinya sejak tadi benar benar terjadi,air matanya sudah meluruh dikedua pipinya.
Arka yang melihat itu,langsung merangkul bahu Aluna " Sayang,kamu kenapa ?siapa yang menelepon ?Bunda..Sayang.." Desisnya .
"Ayah,ayo sekarang kita kerumah sakit Yah..Arsen Yah.." Lirihnya dipelukan Arka.
"Ada apa dengan Arsen Sayang ?kenapa Arsen ?" Pekik Arka.
Dan Aluna memberi tahu perihal Dani tadi yang memberitahunya.Lalu mereka bergegas pergi ke Rumah Sakit yang sudah diberi tahu Dani.
Arsyil dan Raisa yang masih ada disana ikut bersama mereka,dan Raisa menitipkan Adena pada Queen..Queen jadi tidak bisa ikut,karena harus menjaga adik dan kedua ponakannya itu dirumah,walaupun dia begitu sama khawatirnya.
"Astagfirllah Arsen kenapa kamu Nak ?siapa yang melakukan hal ini sama kamu !!"Aluna memeluk tubuh Arsen yang masih terbaring lemas diblankar itu.Dengan ditemani Raisa,Aluna masih saja menangis.
Sedangkan Arka dan Arsyil berada diluar bersama Dani juga.
"Dan,bisa kamu ceritakan apa yang terjadi ?" Tanya Arka pada Dani saat mereka sudah tiba di RS dan melihat Arseb terbaring lemah diblangkar RS itu.
Saat Dani membawanya ke RS Arsen sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri ,hingga sampai dia diperiksa oleh Dokter disana.
Aluna masih saja menangis dan terus menggegam tanganya erat,kemarin baru saja terjadi sesuatu pada Anak perempuannya,kini anak laki lakinya.
"Maaf Om,Dani tidak tau persis apa yang terjadi ,karena memang Dani diberi tau seseorang,Dani juga tidak tau dia siapa Om" Ujar Dani.
Arka menghela nafas,nanti dia akan mencoba menanyakannya pada Arsen saat sudah sadar nanti.
"Ya,sudah terima kasih ya sudah membawa Arsen kesini,Om.berhutang budi pada kamu"
"Sama sama Om,,gak apa apa Om,ini gunanya sebagai Sahabat "Sahut Dani dan Arka menepuk bahu Dani.
__ADS_1
***
Arsen membuka matanya perlahan,mencoba menyesuaikan tatapannya pada sekitarnya yang asing baginya,dia hendak untuk bangun ,namun rasa sakit bekas pukulan di perutnya membuatnya meringis kesakitan.
"Arsen Sayang,kamu sudah sadar Nak ?" Seru Aluna yang masih setia dipinggir tempat Arsen berbaring.
"Bunda,Arsen ada dimana ?" Tanyanya.
"Kamu ada dirumah Sakit Sayang,kamu jangan banyak bergerak dulu Nak..."Tutur Aluna.
Arsyil dan Raisa ikut meringis melihat luka luka yang ada ditubuh Arsen.
"Hai Boy,kenapa bisa begini ?" Seru Arsyil.
"Entahlah.." Jawab Arsen enteng.
Arsyil tak melanjutkannya lagi,mungkin Arsen butuh waktu untuk menceritakan apa yang terjadi.
Waktu semakin petang,Arsyil dan Raisa pamit dulu pulang,takut Adena merengek mencarinya,tinggal Arka dan Aluna disana.Arsen sudah terlelap lagi setelah diberi obat tadi.
"Boy,Om sama Tante pulang,cepat sembuh ya..kamu anak kuat"Tutur Arsyil,dan Araen hanya menganggukan kepalanya.
"Bunda mau pulang ?biar Ayah yang disini jaga Arsen" Ujar Arka.
"Gak Yah,Bunda mau disini aja temenin Arsen,Bunda tidak bisa tenang kalau pulang kerumah"Desisnya.
"Ya udah,tapi Bunda istirahat dulu disana,tadi Ayah minta Pak Jordi untuk dibawakan kasur lipat,Bunda juga harus sehat untuk menjaga Arsen kan" Tutur Arka dan Aluna mengiyakan apa kata Arka,dia pun ikut mengistirahatkan dirinya walaupun masih merasa khawatir.
***
"Om,,apa yang terjadi pada Kak Arsen ?" Pertanyaan dari Queen,Syila dan
"Tidak apa apa kok Queen ,Syila..jangan terlalu khawatir ya,kalian tidur sana,Bunda dan Ayah kamu mau jaga Kak Arsen disana"Raisa yang menjawab.
"Benar Queen,hanya masalah anak muda lah,tenang ya"Arsyil mencoba menenangkan Queen.
Dan besok dia san Syila akan melihat ke Rumah Sakit.
***
Lima hari sudah Arsen dirawat disana,selama itu pula Arsen masih bungkam belum mau mengutarakannya pada Arka.
Selama lima hari itu juga Angel selalu mengunjungi Arsen,membawa berbagai makanan untuk Arsen.
"Bebh,ini makan ya buahnya..kamu harus cepat sehat.kamu bicara dong siapa yang melakukan hal ini sama kamu"Ujar Angel.
"Ngapain sih kamu repot repot segala pake datang kesini"Gerutu Arsen.
"Ya kali Bebh,pacar sakit aku gak nengokin sih"
"Pacar ?sejak kapan aku jadi pacar kamu ?udah sana kamu pergi"Usirnya pada Angel.
"Iihh kamu jangan gitu dong Bebh,aku udah jaih jauh datang kesini,hargai aku dong"Lirihnya
Arsen hanya memutarkan bola matanya merasa jengah.
*
"Ar,kamu masih mau bungkam ?ini termasuk kriminal loh,coba ceritakan apa yang terjadi sebenarnya ?apa memang kamu berantem apa kamu yang dikeroyok ? " Sergah Arka.
"Maaf Ayah,aku rasa ini bukan masalah besar"
__ADS_1
"Kamu bilang bukan masalah besar ?lihat tubuh kamu ,wajah kamu,ini kriminal Ar !!" Sungut Arka kesal.
"Ayah,sudah lah jangan diperpanjang,aku memilih jalan damai saja,aku tidak mau memperpanjang masalah ini,sudahlah lupakan yang penting sekarang aku baik baik saja kan" Desisnya mencoba meyakinkan Arka.
Arka menghela nafasnya ,dia tidak bisa memaksa Arsen lagi,kalau Arsen lebih memilih jalan damai.
"Terserah kamu deh.."
"Ayah,ini hanya masalah wanita saja kok,jadi tidak usah diperpanjang ya "Pinta Arsen
***
Arsen menjalani pemulihan dirumahnya,karena Dokter memang sudah memperbolehkan dirinya keluar dari Rumah Sakit,dengan cekatan dan penuh sabar Aluna membantu Arsen untuk masa pemulihannya.
"Abang..sakit ya..?" Tanya Queen
"Udah tau pake nanya ..!!"Ketus Arsen dengan mencebikkan bibirnya
Queen terkekeh "Ya Maaf,,lagian kenapa pake begini masa Abang gak bisa melawan sih !!" Seru Queen lagi
"Iya tau nih Kakak,katanya kuat ..mampu melawan banyak orang,nyatanya apa !!" Sambung Syila.
"Eh..para bocah jangan ikut campur dah kalian,sana sana ganggu aja" Usir Arsen ,tapi mereka tidak mau pergi,malah tambah mengganggu Arsen.
"Ar,Ayah bilang ini soal wanita ?apa kamu lagi menyukai seseorang Sayang?bisa cerita sedikit sama Bunda gak ?" Tanya Aluna,saat kedua adiknya sudah keluar dari sana.
"Bagaimana ya Bunda,kalau bisa dibilang ya Arsen menyukainya Bunda,tapi dia sudah punya kekasih dan Arsen sudah mengusiknya,jadi dia marah deh"
Aluna terkekeh,"Emang gak ada wanita lain lagi apa ?itu yang suka datang tiap hari keRumah Sakit siapa ?"
"Ah..itu mah cuma yang suka pada Arsen Bun,"
"Ya sudah,lain kali jangan ada hal seperti ini lagi ya Sayang,Bunda khawatir sekali pada kamu."
"Iya Bunda..maaf ya Bunda "Ucapnya merasa bersalah.
Aluna mengangguk dan memeluk Arsen.
***
Arka semakin ketat mengatur pengawalan pada anak anaknya,kemarin Queen dan Syila yang diberi pengawal sekarang Arsen diberi pengawal juga,mungkin berlebihan ..tapi itu caranya melindungi ketiga anaknya,karena dia tidak bisa meninjau nya selama 24 jam
Arsen pasrah saja kala Arka sudah bertindak seperti itu padanya,hingga dapat tatapan aneh dari teman temannya.
Ya Arsen sudah kembali ke sekolah,seluruh siswa sudah tau keadaan Arsen,mereka bersimpati pada Arsen,dan mereka baru tau kenyataannya kalau Arsen itu anak dari seorang pengusaha terkenal diKotanya itu.
Arsen sudah menunjukan jati dirinya yang sebenarnya disekolah.
Mereka jadi merasa sedikit segan pada Arsen,dan Angel tentu saja dia semakin terus menempel pada Arsen dan terus mencari perhatian padanya.
Dan tentu Arsen merasa begitu risih,dan tak nyaman sama sekali.Apalagi pada Angel.
"Hay,,hay teman teman semua,aku mau memberi pengumuman nih,My Baby Arsen ku sudah kembali kesini,dan kalian tau dia itu anak dari seorang pengusaha terkenal dikota kita"Ucapnya dengan bangga.
Arsen semakin merasa risih "Kamu apa apain sih Angel,aku gak suka ya kamu begini"Sungutnya dan berlalu meninggalkan Angel.
Dan tentu dapat surakan dari semua siswa disana.
Arsen terus berjalan menghindari Angel,lalu dia pun bertemu dengan Alya,tatapan mereka sempat bertemu,namun Arsen yang pertama memalingkan mukanya.
"Kamu puas ?kita memang tidak satu level kan ?"Seringai kecil muncul dibibir Arsen "Semoga bahagia"Ucapnya kemudian.
__ADS_1
Alya berdiri mematung,dia sempat memejamkan matanya.
***