
Pak Satpam memisahkan mereka, Arka masih terduduk bersimpuh diaspal,dia memegangi wajahnya yang sudah babak belur.
"Maaf tolong kalian bisa menyelesaikan masalah tanpa harus berkelahi seperti ini kan !!Silahkan bubar selesaikan masalah kalian" Tegas pak satpam
"Mohon maaf Pak" Yang jawab Aluna.
Arsyil masih menahan emosinya,tangannya masih mengepal erat.
"Ayo Syil kita pergi lihat tangan kamu lecet begitu"" Ucap Aluna ,tak dipungkiri saat dia melihat Arka yang sudah babak belur begitu dia khawatir.
Arka lantas berdiri, "Tolong beri waktu aku bicara lagi sama Kakak kamu" Tegas Arka,walaupun dia sedang kesakitan,namun dia tahan itu belum seberapa.
"Kamu udah ngerusak hidup kakak aku,kemana aja selama lima tahun,kenapa baru datang sekarang Hah !!" Maki Arsyil
"Syil,udah ayo kita pergi aja" Saran Aluna.
"Lun,please kasih aku kesempatan untuk menembus kesalahan aku" Mohon Arka.
"Kak,sebaiknya kakak pulang saja,kita bahas ini nanti" Pinta Aluna,lantas dia pergi meninggalkan Arka.
Bukan Aluna kejam,namun dia hanya tidak mau membahas itu,hatinya masih sangat terluka.
"Aluna.. !!!" Teriak Arka
Lagi lagi Aluna menghindar darinya,Arka tidak akan menyerah begitu saja,tekadnya masih sangat kuat.Hatinya berkata dia mau berjuang untuk mendapatkan Aluna.
***
Arsyil dan Aluna tidak langsung pulang mereka memutuskan untuk kesebuah taman,Arsyil mengajak Aluna kesana,karena dia membutuhkan kejelasan dari Aluna.
"Kak,tolong jawab jujur benar dia laki laki itu Kak ?" Tanya Arsyil setelah mereka sampai disebuah taman.
"Syil,Kakak gak pernah berharap bisa bertemu lagi dengan dia" Air mata nya mengalir,rasa sesak di dadanya amat terasa.
Arsyil membawa Aluna ke dalam pelukannya,"Kak,kenapa Kakak gak bilang saat itu pada kami,orang itu pantas dihukum Kak"
"Tidak Syil,saat itu Kakak hanya merasa takut,Kakak tau dia siapa Syil"
"Apa dia begitu menakutkan Kak ?"
"Dia terlahir dari keluarga berada Syil,dia bisa melakukan hal apapun dengan kekuasaannya,Kakak yakin kalau saat itu Kakak melaporkannya juga percuma dia akan bebas lagi Syil,itu lebih menyakitkan buat Kakak".
Arsyil menghela nafas dia tau apa yang kakaknya katakan "Tapi dia sudah buat hidup Kakak menderita dan hancur Kak,seharusnya dia bertanggung jawab akan hal itu" Jelas Arsyil.
"Kakak tidak mengharapkan pertanggung jawabannya Syil,itu sangat mustahil Kakak tau dia seperti apa"
"Kak,aku yang akan buat dia mau bertanggung jawab sama Kakak"
"Gak Syil jangan,itu malah lebih bisa buat Kakak sakit hati,dia sudah punya pasangan Syil"Keluh Aluna
Arsyil memicingkan matanya,dia tidak mengerti kenapa laki laki itu datang lagi ke kehidupan Kakaknya itu jikalau dia sudah pasangan,bahkan dia melihat raut wajah bersalahnya pada Aluna.
"Kak,aku ingin kakak bahagia,jikalau nanti dia datang pada kakak dan dia akan bertanggung jawab sama Kakak,kakak akan bagaimana ?" Tanya Arsyil
"Itu gak mungkin Syil,syil kakak mohon jangan kasih tau Ayah sama Bunda ya"
"Gak ada yang gak mungkin Kak,kenapa Ayah dan Bunda gak boleh tau sih Kak !!"
__ADS_1
"Kakak gak mau buat mereka khawatir Syil,mereka pasti akan marah dan akan menuntut dia"
"Emang pantasnya begitu kan Kak"
"Itu udah Lima tahun yang lalu Syil,udah kita jangan membahasnya lagi,seperti yang pernah kakak bilang,kakak akan menjalani hidup kakak sesuai jalan takdir"
"Kalau takdir kakak sama dia bagaimana ?" Celetuk Arsyil
Aluna mematung dia bahkan tak pernah berharap lebih akan hal itu,sekarang hidupnya sudah tenang tanpa adanya dia,seharusnya dia tidak pernah menampakan dirinya lagi dihadapannya"
"Apa mungkin seperti itu Syil !!"
"Ga ada yang gak mungkin Kak,huh harusnya tadi kakak gak usah menghentikan aku,aku masih belum puas menghajar nya tadi,aku mesti kasih dia pelajaran lagi Kak"
"Gak usah Arsyil,kamu bisa menyelesaikan masalah tanpa harus berkelahi Syil,jangan menyimpan dendam itu gak baik,Bunda selalu mengajarkan itukan sama kita."
"Iya Sih Kak,tapi aku masih kesel aja,dia udah buat Kakak menderita dulu"
"Itu udah lima tahun Syil,sekarang kakak udah bahagia kan",,"Udah yuk,kita pulang" Ajak Aluna
***
Ditempat lain
"Kenapa loe bisa gini sih Ka" Omel Agung
Ya tempat persinggahan hingga saat ini adalah Agung,beruntung Agung tidak pernah pindah dari apartementnya itu.Walaupun sudah lima tahun tak bertemu tapi persahabatan mereka masih sama.
"Gue pantas mendapatkannya gung"
"Emang loe udah ngelakuin apa sampe pantas mendapatkan tabokan kaya gini ?"
"Gue makin gak ngerti Ka"Keluh Agung.
"Loe inget kejadian lima tahun lalu,waktu gue dikeluarkan dari sekolah,penyebabnya apa ?"
"Iya karena si Dika ngerekam loe sama si Vina dulu,dia dendam sama loe "Jelas Agung
"Loe tau,siapa yang gue tuduh sebelum gue tau si Dika pelaku sebenarnya !! Gue menuduh Aluna "
"Aluna !!Kenapa tiba tiba Aluna ?" Agung makin tak mengerti .
"Karena saat itu dia melihat gue sama Vina,gue pikir dia yang merekam,gue marahlah sama dia ,gue udah berbuat jahat sama dia" Arka sedikit menahan dia tarik nafas dalam.
"Gue udah merebut kesuciannya secara paksa Gung"
Agung membulatkan matanya,dia tidak percaya akan yang Arka katakan,dia tau senakal nakalnya Arka tak mungkin sampai melakukan hal itu.
"Loe gak salah Ka ?"
"Gue nyesel Gung,seharusnya saat itu gue gak pergi,seharusnya saat itu gue bertanggung jawab padanya"
"Jadi saat loe udah begitu,loe tinggalin dia sendiri ?Selama lima tahun ini?pantas saja dia tidak sekolah lagi saat itu,ya ampun Ka ,kamu keterlaluan Ka"
"Iya gue udah dapat hukumannya Gung,tapi mungkin masih kurang,gue belum mendapat pengampunannya"
"Terus sekarang apa yang mau loe lakuin Ka ?"
__ADS_1
"Gue lagi berjuang buat memohon maafnya,kalau perlu gue bertanggung jawab gue bakalan lakuin itu Gung"
"Serius ?terus tunangan loe ?"
"Itu bukan kemauan gue ,itu Mami gue yang paksa"
"Loe telat Ka,seharusnya lima tahun lalu loe bertanggung jawab"
"Iya gue sadar itu Gung"
Agung menepuk bahu Arka,dia bisa melihat bagaimana perbedaan yang terjadi pada Arka,dia tau Arka paling tidak bisa meminta maaf lebih dulu pada orang lain,dan sifat sombong nya sangat melekat.
Tapi saat ini dia tidak melihat itu,dia melihat sisi Arka yang lain,apa karena Aluna dia berubah,atau karena rasa bersalahnya pada Aluna !! Entahlah yang pasti dia senang melihat Arka seperti ini.
***
Dan hari hari lainnya
Arka masih berusaha mendekati Aluna,dia datang ke kampus Aluna disaat jam makan siang,dia juga mengikuti Aluna sampai rumah.
Dia tau dengan cara seperti itu salah,itu sama aja seperti meneror Aluna,dia tidak tau harus cara apalagi mendekati Aluna.
Aluna selalu menghinndar darinya,Siang itu seperti biasa Arka akan datang ke kampus Aluna.
Terlihat Aluna sedang berjalan bersama Fadil,Aluna tertawa tawa ceria bersama Fadil entah apa yang mereka bicarakan.Ada desiran hangat menjulur dihati Arka,dia senang melihat senyum Aluna seperti itu.
Tapi disisi lain dihatinya juga terselip rasa cemburu,dia tertawa saat bersama laki laki lain.Tanpa sadar dia mengepalkan tangannya.
"Aluna.." Teriak Arka
Aluna yang merasa terpanggil,menoleh dia kaget ternyata Arka masih mengejarnya.
"Ngapain kamu disini ?" Sentak Fadil,dia memang belum tau soal Aluna dan Arka,namun entah jika melihat Arka,emosinya tiba tiba meledak.
"Biasa aja bro,jangan emosi begitu,aku ada perlu sama Aluna bukan sama kamu" Telak Arka.
"Lun,bisa kita bicara ?"Tanyanya pada Aluna.
Aluna hanya diam saja dia bingung harus bagaimana,dia hanya ingin tidak mau bertemu lagi dengan Arka.
"Lun .."
"Maaf Kak aku gak bisa,Dil ayo pergi"
"Kamu denger sendiri kan Aluna tidak mau bicara sama kamu"Sentak Fadil.
Arka menghela nafasnya berat,lagi lagi Aluna tidak mau bicara dengannya lagi,dia harus apa !!hatinya selalu ingin mendekati Aluna,ada hal lain selain meminta maaf darinya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.