Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ Eps 64


__ADS_3

*Arsyil dan Raisa*


" Assalamualaikum.." Sapa Arsyil saat sudah di rumah Raisa,seperti biasa hampir tiap hari dia menjemput Raisa untuk ke kampus bareng.


"Waalaikum Salam" Jawab Lista.


"Tante,aku mau nyulik lagi Raisa boleh !!"


"Ck,kamu tuh kalau mau nyulik dia harusnya bawa makanan yang banyak,kalau gak bawa makanan sono pulang lagi"


"Ayolah Tante,tadi aku lupa bawanya,boleh ya nyulik dia lagi !!"


"Ini jadi hutang ya,nanti kalau kamu mau nyulik dia lagi bawa makanannya double"


Arsyil terkekeh ,Lista memang begitu mungkin karena ketularan Randi.Oh iya Randi dan Lista mereka tidak punya anak lagi,karena rahimnya Lista harus diangkat,sewaktu hamil Raisa Lista selalu banyak keluhan.


Bahkan saat mau melahirkan Raisa pun dia harus diberi pilihan antara dia yang selamat atau Raisa yang selamat,namun Allah masih berkehendak pada mereka berdua,dan menyelamatkannya tapi dengan catatan rahimnya harus diangkat,jadi Lista sudah tidak bisa hamil lagi.


Maka Raisa itu anak satu satunya mereka,Randi tak apa baginya adanya Lista dan Raisa itu kekuatan baginya.


Arsyil sudah dipersilahkan duduk di sofa ruang tamu rumah Raisa,Dan tak lama nampak Randi.


"Kamu gak bosan apa tiap hari datang kesini ?"Cercanya pada Arsyil.


"Eh,Om..gak lah ngapain juga bosan ,justru aku suka nyulik dia"


"Awas ya jangan macam macam kamu sama anak saya,"


"Siap Om,aku bawa pulang masih utuh dia"


"Pagi Bebh.." Sapa Raisa.


"Heh bocah ganti tuh nama panggilan Bab bebh apaan coba"


"Iih Papah syirik aja,suka suka Raisa dong mau panggil dia apa,udah Papah jangan banyak protes Ok !!"


"Ya ampun punya bocah satu,kacau banget ini mah kelakuannya"


Raisa hanya menyengir kuda "Udah ah,aku pamit dulu Papah,Ibu....."


"Raisa pelan pelan napa,lama lama telinga Papah jadi conge karena kamu !!"


"Iih Papah ini banyak ngomel ah,tuh pergi sana udah siang juga,gak ngantor apa ?"


Randi mendengus kesal,dia selalu beradu debat bersama Raisa.


"Apa Sa,kamu teriak teriak aja kaya dihutan"


"Heheh,aku mau pamit pergi dulu"


"Iya Tante aku pergi dulu ya.."


"Iya kalian hati hati,"

__ADS_1


"Ok Ibu".."Ok Tante"


Arsyil mengendarai motornya menuju kampus mereka dan setelah sampai mereka masuk ke kelas masing masing.


"Bebh,nanti aku tunggu di cafe sana ya" Ujar Arsyil


"Ok,siap Bebh "


Jam makan siang tiba,Arsyil sudah selesai kelasnya dan sedang menunggu Raisa datang.Setelah menunggu beberapa menit Raisa pun datang.


"Syil,nunggu lama kah ?"


"Gak kok,baru 10menitan,udah aku pesanin Sa"


"Ok,makasih Bebh"


"Sa,ada yang mau aku omongin"


Raisa mendongkakan kepalanya."Apa Syil,kayanya serius gitu ?"


"Iya emang serius,Sa aku sayang sama kamu,tapi ada yang harus aku kejar untuk mempertahankan kamu"


"Maksud kamu ?"


"Iya,aku ingin mempertahankan kamu dan menjadikan kamu seutuhnya milik aku,namun masih banyak perjuangan yang harus aku lalui"


"Aku ditawari oleh salah satu komikus,kemarin aku daftar disalah satu chanel,dan aku dapat tawaran itu,aku dikontrak Sa mereka menerima hasil karya aku"


"Wah bagus dong,kamu hebat Syil,pacarku ini memang hebat,terus Syil?"


Raisa membulatkan matanya,Jepang !!itu tempat yang jauh,itu artinya dia harus berpisah dengan Arsyil.


"Berapa lama Syil ?terus kuliah kamu disini bagiamana ?"


"Perusahaan itu memberikan beasiswa untuk aku melanjutkan kuliah disana juga,jadi aku masih bisa melanjutkan kuliah aku,Kontraknya selama tiga tahun Sa,kalau selama tiga tahun aku bisa mengembangkan lagi bakatku,aku akan dipindahkan lagi kesini"


Tiga tahun bukan waktu yang sebentar untuk mereka,mereka sudah seperti perangko kemanapun selalu berdua,namun Raisa tidak mau egois,itu cita cita Arsyil.


Arsyil dari kecil memang pintar menggambar,seperti Naura,dulu Naura juga punya cita cita untuk menjadi seorang Desainer,namun karena tuntutan dia tidak bisa mengembangkan itu.Sekarang menurun ke Arsyil,walaupun Arsyil memilih untuk menjadi pengarang komik.


Bakatnya semakin menjulang,maka kesempatan itu tidak akan Arsyil sia siakan,dia juga ingin membuktikan dia bisa sukses,dia juga punya keinginan untuk membuat sebuah perusahaan kecil.Tapi sebelum itu dia mau belajar lebih giat lagi.


"Sa,kamu mau nunggu aku kan ?tapi kalau kamu tidak mau menunggu aku,tak apa"


"Syil,kamu bilang apa sih itu kan cita cita kamu,impian kamu ?aku senang Syil dapat kabar ini,kapan kamu akan berangkat Syil ?"


"Minggu depan Sa,aku pasti akan sering pulang juga kok Sa,kita masih bisa berkomunikasi lewat chat dan VC,kamu tenang aja aku akan setia disana,aku pulang akan melamar kamu"


Pipi Raisa sudah merona merah,Arsyil mampu membuatnya terpana.


"Apaa sih kamu Syil,kalau tiga tahun kemudian,berarti usia kita sekitar 22 tahun,masih muda Syil untuk menikah"


"Ya gak apa apa dong Sa,maaf selama itu aku gak bisa nemenin kamu Sa "

__ADS_1


"Syil,jangan pikirin aku,pikirin masa depan kamu.Katanya mau berjuang untuk aku,aku akan selalu menunggu kamu disini"


"Janji kamu selalu nunggu aku ya Sa.."


"Iya aku janji,Om Ardi dan Tante Naura sudah tau ?"


"Udah kemarin aku kasih tau mereka,ka Luna juga udah tau,walaupun awalnya Bunda gak setuju,tapi Ayah menyakinkan Bunda,akhirnya Bunda setuju juga"


"Baguslah kalau begitu Syil,aku ikut senang,baik baik disana ya Syil."


"Aku belum pergi Raisa,ayo kita pulang,aku harus beritahu Om Randi dan Tante Lista juga mereka juga harus tau".


***


Satu minggu kemudian Arsyil akan berangkat ke Jepang selama tiga tahun.Tentu keluarga merasa senang,karena itu impiannya Arsyil,walaupun Naura sempat tidak setuju awalnya.


Karena meskipun Arsyil anak laki laki ,tapi semua kebutuhannya Naura yang mengaturnya.


"Syil ingat jangan banyak makan mie disana,itu kan Bunda udah masukin Magicom untuk buat nasi disana,pokoknya kamu jangan lupa makan jangan banyak begadang,banyak minum vitamin" Begitulah Naura .


"Iya Bunda,iya..Bunda tenang aja disana Arsyil bisa jaga diri Kok,Arsyil bakalan sempetin untuk pulang kesini"


"Bunda bakalan kehilangan kamu Syil.."


"Bunda, Arsyil cuma pergi tiga tahun aja Bun,"


"Iya Bunda tau,kamu jaga diri baik baik disana,inget apa kata Bunda"


"Iya Bunda Sayang.."


"Syil,jangan begadang terus,jaga kesehatan disana ya,Ayah bangga sama kamu"Ardi memeluk Arsyil dan menepuk nepuk punggung Arsyil.


"Siap Yah,Ayah tenang aja.Arsyil bakalan berusaha lebih membanggakan kalian"


"Syil,Kakak gak mau tau pas lahiran Nanti kamu harus ada disini !!kan keponakan kamu ini pengen lihat kamu juga" Keluh Aluna,Aluna juga ikut mengantarkan Arsyil ke Bandara dan tentu bersama Arka.


"Huh,kakak ku ini cengeng sekali,malu tau lagi hamil juga,Arsyil pasti pulang kok Kakak Sayang,tenang aja ya keponakan Om,Om pasti datang kok"Aluna memeluk Arsyil dan Arsyil membalasnya.


Begitupun Arka,Randi dan Lista memberi ucapan selamat juga dan beberapa wejangan untuk Arsyil dan terakhir Raisa.


Walaupun dari tadi Raisa nampak tersenyum,namun tak dipungkiri dia juga merasa sedih.


"Hai,bocah jangan sedih dong,aku kan berjuang untuk kita,tunggu aku disini ya"


"Iya Syil jaga diri kamu baik baik disana ya,jangan lupa hubungi aku selalu"


"Siap ..aku pamit ya"Arsyil hendak mencium kening Raisa namun dihadang oleh Randi.


"Eitsss,maen nyosor aja,sana sana pergi"


"Papah.."Dan membuat mereka tertawa.


Arsyil pergi untuk mengejar impiannya,semoga itu awal baginya untuk sukses dan terutama dia ingin membanggakan Ayah dan Bundanya.

__ADS_1


Naura tak berhenti menangisi kepergian Arsyil,dan Ardi terus berusaha menenangkannya Dan tak lama Raisa juga ikut menangis di dekapan Lista.


***


__ADS_2