
Alya..tunggu !!" Seru Arsen memanggil Alya,
Alya melirik kesumber suara yang memanggilnya itu,dan ternyata Arsen,dia tersenyum simpul melihat Arsen yang ada disana.
"Al,pulang bareng aku ya,tapi naik bis kota" Ajak Arsen.
Alya hendak mau menjawab dan mengiyakan tapi tiba tiba dia menolak ajakan Arsen.
"Maaf gak bisa,aku sudah ada yang jemput " Sahut nya kemudian dan hendak berlari tapi Arsen menahannya.
"Tunggu Al,kenapa kamu selalu menolak aku ?" Tukasnya
"Aku bilang aku sudah ada yang jemput Ar,lepasin tangan aku" Sentak Alya menghempaskan tangan Arsen.
"Kamu bohong ,selama ini kamu selalu menghindari aku,aku ingin dekat dengan kamu Al" pekik Arsen.
Tapi Alya langsung berlari menjauh dari Arsen,Arsen hanya menatap nanar kepergian Alya.
"Aishhh..mengambil hati perempuan saja sulit nya minta ampun"Keluhnya sambil mengacak acak rambutnya.
"Kenapa Sen..?" Ujar Dani yang melihat wajah kusut Arsen.
"Entahlah,susah sekali ya dapatkan dia !!"
"Alya maksud loe ?"
"Ya,siapa lagi ?"
"Gue kira si Angel.."
"Ogah gue sama dia.." Dani hanya tertawa tawa ,
Arsen pulang menaiki bis kota,seperti kesehariannya itu,dia menolak untuk dijemput supir.
***
"Queen kamu yakin,mau pergi ?gak ijin dulu sama Bunda kamu ?nanti nyari kamu loh ?" Saran Naya.
Tapi Queen tidak menggubrisnya dia malah melewatinya dan menghampiri ketiga temannya yang sudah menunggu.Naya tau Queen marah karena tadi pagi,padahal Naya hanya mengingatkan dirinya saja.
"Ayo Queen jadi kan kita pergi ?"Ujar Desi
"Jadi Kok,ayo kita pergi..supir aku udah nunggu,"
Mereka pergi ke Mall tanpa membawa Naya,ketiga temannya itu meracuni Queen lagi,kalau adanya Naya itu ribet.
Pak Jordi selaku supir pribadi Aluna,mengingatkan Queen untuk laporan dulu sama Aluna kalau akan ke Mall,tapi Queen tidak menggubrisnya.
Benar saja selama di Mall,ketiga temannya itu memanfaatkan Queen,mereka merayu dan meminta ini itu pada Queen,dan bodohnya Queen,iya iya aja..
Mereka tersenyum ceria karena berhasil mengkelabui Queen.
***
"Assalamualaikum.." Sapa Arsen saat dia baru tiba dirumahnya.
"Waalikum salam.." Sapa Aluna.
"Kamu naik bisa lagi Ar ?kenapa gak mau dijemput aja sih Nak ?lihat jadi keringatan gini?"Omel Aluna.
"Enak pakai Bis Bun..belajar mandiri juga Bunda..." Sahutnya sambil mengecup pipi Aluna.
__ADS_1
"Kak Nio.." Sambut Daffin sambil salim padanya
"Hay Boy,kamu disini !!maen PS yuk ah " Sahut Arsen sambil menarik bahu Daffin
Dan Daffin mengiyakan ajakan Arsen,mereka melangkah kelantai atas ke kamar Arsen,sebelumnya Arsen bergantin pakaian dulu,lalu menemui Naura.
Aluna terus menatap ke pintu depan,sudah pukul dua siang Queen belum terlihat pulang kerumah,ditelepon gak diangkat angkat,menelepon supir juga sama tidak diangkat.
"Bunda..kok Kak Queen belum pulang ya ?" Tanya Syila yang belum melihat Queen juga.
"Bunda juga lagi nunggu dia Syila,ditelepon gak diangkat angkat"
"Mungkin lagi les Bun.." sahut Syla.
Aluna ingin mengiyakan apa yang Syila bilang,tapi seingatnya tidak ada jadwal les hari itu,karena Aluna tau jadwal les Queen..
"Bunda,kak Nio kayanya belum makan siang deh,tadi malah langsung main Ps sama Daffin" ujar Syla lagi.
Benar tadi dia tidak melihat Arsen makan siang,dia langsung melangkah ke lantai atas dan menyuruh Arsen untuk makan siang.
"Ar,makan siang dulu sayang.."Seru Aluna pada Arsen.
Arsen tak banyak membantah dia langsung menurut pada Aluna
***
Pukul 4 sore Queen baru pulang dengan wajah yang takut melihat wajah Aluna yang sedang menunggunya di depan.
"Kamu dari mana aja Queen ?lihat sekarang jam berapa ?kamu sama sekali tidak mengabari Bunda ?" Pekik Aluna
"Maaf Bunda,aku gak ijin dulu,tadi aku di ajak ke Mall cuma lihat lihat aja kok Bunda,aku cuma beli ini aja" Sahut nya sambil melihatkan bungkusan tas yang berisi baju.
Aluna juga memarahi Pak Jordi selaku supir,tapi Pak Jordi bilang kalau Queen melarangnya untuk bilang kepada Aluna.
"Queen,Bunda tidak pernah mengajarkan kamu seperti ini loh !!"
"Maaf Bunda,maafkan Queen..Queen janji tidak akan mengulangi hal ini lagi" Ujarnya merasa bersalah.
"Bunda,tidak bisa mentolerin lagi kalau kamu kaya gini lagi Queen,ingat !!" Aluna masih merasa kesal
"Iya Bunda.."
"Ya sudah ganti baju dulu,terus makan kalau belum makan siang"
Queen pamit untuk ke kamarnya,Aluna duduk disofa mengurut keningnya,dari tadi dia terus merasa khawatir pada Queen,karena Queen anak perempuan jadi banyak rasa takut dibenaknya,dia takut hal yang terjadi padanya dulu,terjadi juga pada anak anaknya,semoga tidak.
Arsyil yang ada disana,hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan keponakan nya itu
"Tenang Kak,jangan marah marah nanti darah tinggi sama cepet tua loh" Seru Arsyil yang ikut duduk di sofa.
"Kakak bukan marah marah Syil,kesel aja dia gak ngabarin sama sekali,kakak kan khawatir" Decak Aluna.
"Iya,,iya Arsyil mengerti..ya udah Arsyil pulang dulu ya,udah pamitan tadi sama Bunda juga"
"Gak makan malam disini Syil ..?Tanya Aluna
"Gak Kak,kasihan Raisa pasti kelelahan jaga Bila dia kan lagi aktif aktifnya"
"Ya udah ,Daffin mana ?"
"Fin..ayo pulang besok kesini lagi aja Boy .."Seru Arsyil.
__ADS_1
Daffin yang sedang bersama Arsen menghampiri Arsyil dan Aluna "Iya Ayah..Kak Nio,Daffin pulang dulu ya,besok main lagi"seru Daffin
"Ok,Boy..hati hati ya"
"Iya Kak,,Bunda Luna pamit ya,Assalamualaikum"
"Waalaikum salam.."
*
Malam harinya setelah selesai makan malam,saat semua orang sudah tidur dikamarnya masing masing,Aluna menceritakan perihal Queen pada Arka.
Arka yang mendengarnya pun merasa geram pada Queen.Besok pagi dia akan menasehati Queen.
***
Dan ke esokan harinya Arka menasehati Queen dan sedikit memotong jatah uang jajan nya.
"Ayah,gak mau denger kamu kaya gitu lagi Queen,jangan buat Bunda khawatir" Tuturnya saat mereka sedang berdua di dalam kamarnya.
"Maaf Ayah,Queen janji akan ngabarin Bunda nanti nanti,tapi jangan potong uang jajan Queen please Ayah !!"Mohonnya pada Arka.
"Tidak bisa Queen,kamu harus diberi pelajaran biar belajar dari kesalahan,jangan seenaknya kaya gitu !!" Tukas Arka sambil berlalu dari kamar Queen.
Queen cemberut merasa kesal,uang jajannya dikurangi,pasti teman temannya ngomel ngomel nanti.
Benar saja saat jam istirahat,ketiga teman Queen yang rese itu merasa kesal,mereka sudah berniat untuk menikmati makanan enak dikantin dan dibayarin oleh Queen.
"Nay,istirahat bareng yuk !!"Ajaknya pada Naya,karena ketiga temannya yang lain tidak mau ikut .
Naya mendesah "Giliran mereka tidak mau,kamu ngajak aku,jadi aku hanya pelarian kamu aja Queen" Decak Naya sebal,Naya tau Kalau Queen tidak banyak bawa uang,jadi mereka tidak mau ikut Queen karena takut kekurangan.
"Jangan gitu dong Nay,aku traktri deh,tapi beli minuman aja ya,uang jajan aku dipotong" Pinta nya memelas pada Naya.
Naya hanya mendelikkan matanya dan mengiyakan saja,karena Queen sahabat nya.
***
"Al,,tunggu !!sampai kapan kamu mengabaikan aku,aku suka sama kamu Al" Tanpa basa basi lagi Arsen mengutarakan rasa sukanya pada Alya.
Alya tercengang akan pernyataan Arsen,antara senang juga sedih.
"Aku udah bilang kan jangan ganggu aku,jangan mengusik aku,kamu tuh punya telinga gak sih,berkali kali aku bilang jangan mengejar ngejar aku..!!"Sentak Alya pada Arsen.
Arsen sudah tidak asing mendapat sentakkan dari Alya,karena ini bukan pertama Alya membentaknya.
"Aku tau kamu juga suka sama aku kan Al..?,kamu tidak usah bohong lagi sama aku" Desisnya merasa yakin.
"Kamu pikir aku akan suka sama kamu,kamu tau kamu tidak selevel dengan aku !!" Tukas Alya.
Arsen hanya tersenyum,dia tau Alya sedang berbohong.
"Ar,kita itu tidak sebanding..kamu dan aku berbeda ,kita tidak satu level,kamu hanya orang biasa,yang tidak punya apa apa,pulang pergi aja naik Bis kota,apa bagusnya !!" Tuturnya dengan nada Angkuh.
Arsen semakin tersenyum geli melihat akting yang Alya tunjukan pada Arsen.
"Jadi sebaiknya kamu pergi sana,cari yang selevel dengan kamu,kamu itu tidak punya apa apa !!mau kasih apa kalau aku jadi pacar kamu !!yang ada cuma makan ati saja,kesusahan lagi nanti aku,tiap hari harus naik bis,ogah banget deh !!panas..." Desisnya masih dengan nada sombong dan angkuh.
Namun diraut wajahnya ada rasa yang tidak bisa diartikan ,dia menatap kearah belakang Arsen,dan dia semakin ingin segera menjauh dari Arsen.
***
__ADS_1