
Masih diSurabaya
Arsen masih saja sibuk kesana kemari untuk menyelesaikan masalah yang terjadi,entah sudah berapa banyak yang kena amarahnya.
Sudah beberapa kali juga rapat diadakan,Alya juga jadi ikut sibuk,dan tentu dia juga kena amarahnya Arsen itu.
Alya memang baru dua minggu bekerja disana dan masih tahap belajar bersama Mitha,tapi dia sudah begitu menguasai ,walaupun sempat bertanya pada Mitha atau Aldi lewat ponselnya.
Hari ini sudah hari ke empat mereka diMalang,rencananya hanya mau satu minggu,tapi kayanya akan lebih
"Al,duduk lah " Titah Arsen ,menyuruhnya duduk disofa yang ada disana.
Alya pun duduk.."Tolong pijit aku "
"Hah !!"
"Apa kurang jelas ,tolong pijit aku" Titahnya lagi
"Memangnya aku tukang pijit" Gerutu Alya pelan,tapi masih terdengar oleh Arsen.
"Aku masih bisa dengar Al,kan itu tugas kamu Al"
Aishh rasanya Alya ingin tampol kepalanya dari belakang,ternyata Arsen yang dia kenal itu begitu menyebalkannya.Tapi tak urung dia memijat bahu Arsen.
"Al..sepertinya kita akan lebih dari satu minggu disini,kamu tidak apa apa ?beritahu orang tuamu"
"Oh,baik nanti aku beritahu mereka Pak"
"Alya.."
"Iya Pak.."
"Alya.."
"Iya Pak,saya masih disini"
Arsen langsung membalikan badannya,hingga kini mereka sudah saling bertatap muka,mata mereka saling berpandangan,tangan Alya sudah digenggam oleh Arsen.
Arsen mendekatkan wajahnya,semakin dekat,dan dengan repleks Alya memejamkan matanya.
"Bawakan aku air minum" Lirihnya ditelinga Alya.
Sontak membuat mata Alya membulat sempurna,dia juga merutuki kelakuan dirinya sendiri terutama pikirannya yang sudah berpikir mesum.
Arsen hanya tertawa geli melihat Alya,Alya langsung keluar untuk mengambilkan air minum Arsen.
***
Siang ini Arsen dan Alya akan makan siang bersama disebuah restoran mewah.
Suasana disana terlihat canggung,mereka saling diam ,tidak ada pembicaraan diantara mereka.
"Al.." Hingga beberapa menit kemudian,Arsen memulai pembicaraan.
"Iya Ar.."
"Apa kamu punya pacar ?" Tanya Arsen.
"Hah,pacar ?"
"Iya.."
"Tidak ,aku tidak memilikinya Ar,kenapa ?"
"Tidak hanya tanya saja"
Kembali hening,sampai makanan datang.
"Hemmm,,Ar ,kamu sudah lama menikah ?"
"Uhuk..uhuk.." Arsen tersedak ,lalu dengan sigap Alya memberi air putih padanya.
"Pelan pelan Ar.." Ucap Alya.
"Pertanyaan kamu aneh sih ?"
"Aneh !!aneh kenapa ?emang salah aku bertanya ?"
"Iya gak sih,lumayan lah,kamu mau bertemu istri aku,nanti aku kenalin deh "kelakarnya.
"Ah..tidak ,tidak perlu Ar..nanti salah paham lagi"
"Hahaha,kita sedang disini saja ,sudah membuat dia salah paham Al"
"Masa ?terus bagaimana dong ?dia marah ?"
__ADS_1
Arsen terus tersenyum geli bisa mengerjai Alya seperti ini.
Sebenarnya perasaan dulu yang pernah dia kubur tentang Alya,kembali lagi saat mereka kini sudah bertemu kembali, bahkan Arsen sangat senang dengan kebersamaan mereka seperti in
Tapi rasa kesal dan rasa kecewanya juga masih ada,apalagi saat dia bisa dibodohi oleh Alya.
Arsen memegang sudut bibir Alya,saat ada sisa es krim yang sedang Alya cicipi.
Deg
Jantung kedua nya berdegub kencang,tangan Arsen masih mematung saat tangan Alya memegangnya.
"Makan nya pelan pelan Al,belepotan kaya gitu"Ujarnya kemudian,menghalau kecanggungan diantara mereka.
"Terima kasih Ar.." Alya tersenyum malu.
***
"Arsenio ?" Sapa seorang wanita.
Arsen yang merasa terpanggil melirik ke sana,dia dapati wajah wanita cantik,dengan rambut panjang tergerai indah.
"Iya..siapa ya ?" Sapa balik Arsen.
"Apa kabar Nio ?" Sapa nya lagi ,lalu duduk disebelah Arsenio.
Alya hanya menatap mereka berdua ,beberapa hari diMalang,Arsen sudah bertemu dengan dua wanita cantik sekaligus,masa sih Arsen jadi seperti itu !!pikiran buruk berkeliaran di otak Alya.
"Ah iya,pasti kamu tidak akan ingat padaku,Aku Ara ,Nio "
Deg.
Pikirannya tertuju pada beberapa tahun silam saat dia masih kecil ,masih SD saat itu."
"Ara,,aku mau bicara sama kamu !!"
"Mau bicara apa Nio ?"
"Aku suka sama kamu ?"
"Hah,aku juga suka sama kamu"
"Serius !!berarti sekarang kamu pacar aku kan?"
"Iya ,aku pacar kamu "
*
"Ara jangan menangis,aku akan menunggu kamu !!"
"Kamu janji akan menunggu aku ?"
"Iya aku janji,kelak kalau kita bertemu lagi,kita masih pacaran kan,dan selama itu kamu tidak boleh punya pacar lagi"
"Iya aku janji Nio"
*
"Ara..Clara ?"
"Ya Clara Andini,dan kamu paling suka memanggil aku Ara" Desisnya imut.
Tiba tiba Ara langsung memeluk Arsen "Aku merindukan kamu,maaf aku baru kembali"Lirihnya.
Deg,Alya membulatkan matanya melihat adegan ini,mereka berpelukan bahkan Arsen membalas pelukan itu.
***
"Kamu apa kabar Nio ?sungguh aku sangat merindukan kamu,banyak hal yang ingin aku ceritakan sama kamu Nio"
Saat ini mereka sedang berada di sebuah taman,dan untuk Alya jangan ditanya ,Arsen sudah menyuruh pulang lebih dulu.
Ada rasa sesak didada Alya saat itu,mengetahui kalau Ara cinta masa kecilnya Arsen,rasa sesaknya melebihi saat dirinya tau kalau Arsen sudah menikah.
"Uhhh,kenapa jadi aku yang kesal ya,Arsen itu gimana sih kan dia udah punya istri !!"Batinnya Alya
"Aku baik Ara,kamu bagaimana ?"
"Aku juga baik Nio,,maafkan aku baru kembali,dan parahnya kita malah bertemu tanpa sengaja,kamu lagi apa di Malang ?"
"Lagi ada urusan pekerjaan ,,selama ini kamu dimana Ara ?"
"Waktu pertama kali pindah aku kesini Nio,aku diMalang,lalu aku sekolah SMA dan kuliah diluar Negeri ditempat Kakak ku berada,dan satu tahun yang lalu aku baru kembali ke sini,lalu aku membuka usaha ku disini,tadinya aku berniat untuk menemui kamu diBandung,tapi belum sempat,maafkan aku Nio"jelasnya panjang lebar.
"Tak apa ,aku mengerti Ara,bagaimana kabar Om dan Tante ?"
__ADS_1
"Mereka baik Nio,dan bagaimana kabar Om Arka dan Tante Luna juga Nio ?"
"Alhamdulillah mereka juga baik"
"Nio,kamu diMalang masih lama kah ?"
"Kurang tau,sampai perusahaan Ayahku kembali stabil,baru aku pulang ke Bandung"
Ah,kalau gitu maen kerumah yuk,Daddy dan Mommy pasti senang bertemu sama kamu Nio,sekarang kan masih sore tuh,nanti makan malam disana aja mau ya ?"
"Tapi.."
"Ayolah Nio,kita baru bertemu lagi loh,mumpung kamu diMalang ,jadi kita mengobrol ngobrol,mau ya !!"
"Baiklah,Eh..tapi aku mau tanya ,kamu kok tau aku,kitakan terakhir ketemu waktu kecil ?"
"Kamu lupa,ada media sosial,kamu tuh sudah terkenal sebagai pembisnis termuda Nio,dan aku begitu mengenali nama kamu Arsenio Raditya Atmadja,masih ada diingatan aku"
"Oh,iya Nio..perempuan tadi siapa ?" Tanya nya soal Alya,karena tadi mereka tak sempat mengobrol.
"Dia sekretaris aku.."
Ya udah yuk jalan jalan dulu,mumpung masih sore nih,aku mau bawa kamu jalan jalan disini.
Mereka pun menelusuri sore hari dikota Malang itu,mereka bercanda dan tertawa riang ,tanpa tau ada hati yang sedang gelisah disana.
Ya hati Alya dari tadi masih gelisah,ada rasa yang tak nyaman.
Malam harinya Arsen memilih makan malam dirumah nya Ara teman masa kecil plus cinta pertamanya itu.
"Neng Alya,Den Arsen tidak akan pulang ?"Tanya Bi Narsih.
"Sepertinya gak Bi,lagi asyik mungkin"
"Oh,boro Bibi masak banyak hari ini"
"Eh,Bi aku mau tanya dong..kenapa rumah ini gak dikasih pada sanak saudara Oma,dan Opanya Arsen Bi ?"
"Mereka juga sudah punya tempat masing masing Neng,salah satu perusahaan yang ada diluar negeri itu dipegang alih oleh saudara mereka,terus mereka juga pada punya usaha sendiri,jadi gak butuh mungkin"
"Wih,emang sultan ya Bi keluarga Arsen ini"
"Ya begitulah Neng,tapi meski begitu Bibi salut aja mereka tuh tidak sombong Neng,apa adanya..malah sering berbagi pada sesama,tiap bulan pasti memberi hak nya pada mereka yang membutuhkan"
"Wah,hebat dong mereka ya Bi,,Insya Allah Surga Milik mereka"
"Iya Neng.. "
***
"Gak nginep disini Nio ?"Ujar Mommynya Ara.
"Gak makasih Tante,Nio kan punya tempat disini ada rumah alm Oma,dan Opa Nio"
"Ya sudah,nanti main lagi kesini ya,salamin juga sama Ayah dan Bunda kamu ya,"
"Iya Tante,nanti aku sampaikan pada mereka,kalau ada luang main juga kesana lagi Tante ,Om"
"Insya Allah,nanti juga pasti sering bertemu ,kan kamu mau jadi Mantu Tante"
Eh !!
"Mommy,jangan bercanda deh !!"Desis Ara.
"Iya,iya Maaf ya Nio,Tante cuma berharap aja Kok,kamu hati hati ya"
"Iya Tante,Asalamualaikum"
"Waalikum Salam"..Sahut mereka
*
"Nio,besok kalau kamu ada waktu makan siang bareng aku ya,aku masih ingin mengobrol sama kamu"
"Baiklah,sekarang kamu masuk,ini sudah malam,aku juga mau istirahat..masih banyak yang mau aku urus"
"Aku sebenarnya masih kangen kamu Nio"
"Masih ada hari esok kan Ara"
"Hmmmm,baiklah..kamu hati hati ya"
Arsen pun pulang dengan dijemput supirnya,waktu sudah menunjukan pukul 10 malam,tak terasa dia banyak bercerita disana.
"Nio,apakah kamu masih menunggu aku ?atau kamu sudah punya hati yang lain,aku berharap bisa bersama kamu lagi"lirih Ara
__ADS_1
***