Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ Eps 79


__ADS_3

⚘Tiga Tahun Kemudian⚘


"Arsenio....." Teriak Aluna menggema dirumahnya itu.


Yang diteriaki tidak mendengarnya malah asyik bersembunyi dengan sang Ayah.


"Sstttt,yayah iem angan lisik" Bisiknya pada Arka.


Arka hanya mengangguk.


"Bi,lihat Arsen sama Arka gak ?" Tanyanya pada Bi Sumi.


"Gak Dek Lun,Bibi gak lihat kenapa lagi Dek ?dia buat ulah lagi kah ?"


"Iya Bi,baru aja ditinggal ke kamar mandi ,kamar udah kaya kapal pecah,dia mengacak ngacak kosmetik aku Bi ,tuh anak bikin kesel aja deh"


"Hahaha,ya ampun anak laki tapi mainannya kaya gitu" Seru Bi Sumi.


"Iya Bi,ini pasti juga sesekongkol nih sama Ayahnya" Geram Aluna.


"Arsen,Ayah keluar..!! Bunda tau kalian sedang bersembunyi,keluar gak ?kalau gak keluar Arsen gak akan Bunda kasih uang jajan,untuk Ayah gak akan Bunda kasih jatah selama satu bulan" Decaknya dan membuat kedua orang yang sudah membuatnya kesal itu keluar.


"Nda aaf" Ucap polos Arsen


"Astagfirllah,kalian ya ampun...!!!Ayah iih.." Aluna semakin geram tatkala melihat kedua wajah Anak dan Ayah itu dipenuhi coretan kosmetik Aluna.


Yang diOmeli malah cengengesan saja,Aluna mendesah kesal pada mereka berdua.Sambil berkacak pinggang Aluna menatap keduanya dengan sorot mata yang tajam.


"Singa sebentar lagi mau mengamuk Ar" Bisik Arka pada Arsen.


Arsen tertawa renyah dan membuat Aluna semakin meradang.


"Sini kalian berdua.." Lalu dia tarik kedua tangan Ayah dan Anak itu sampai ke kamar yang sudah berantakan itu.


"Beresin itu semua kaya semula kembali..!!" Titahnya pada kedua makhluk itu.


Dan mereka pun menurut membereskannya," Lalu cuci muka sana .. !!"Titahnya lagi.


Mereka juga menurut lalu Aluna menyeret keduanya hingga duduk disofa,matanya masih setajam silet menghakimi mereka.


"Kenapa main main dengan peralatan Bunda seperti itu Ayah ,Arsen !!" Decaknya kesal.


"Ain colet coletan Nda,yang alah dicolet gini gini," Jelas Arsen sambil berkata dengan wajah imutnya


"Terus kenapa harus pake peralatan Bunda ?"Desak Aluna


"Ata Yayah upaya isa cepet diapusnya Nda"


Aluna melotot kearah Arka "Maaf Bun,Abisnya Arsen maksa juga pengen main itu,ya udah terpaksa,nanti Ayah beliin lagi deh" Rayunya pada Aluna.

__ADS_1


"Bukan masalah itu Ayah,nanti dia kebiasaan kaya gitu iih,jangan kalian ulangi lagi !!"


"Arsen dengar Bunda gak ?"


"Nio Nda ukan Alsen.."


"Arsen.."


"Nio.."


"Arsen.."


"Nda,ata Om asil juga Nio bih agus,dali pada Alsen"


Aluna memijit pelipisnya gara gara Arsyil sering memanggilnya Nio,jadi Arsen pengen dipanggil Nio.


"Sudah sana kalian bikin Bunda pusing saja"


Arsenio sudah tumbuh besar usianya saat ini menginjak 3 tahun lebih hampir 4 tahun,sudah banyak hal yang dia pelajari,dan tentu semakin nakal saja membuat Aluna harus extra sabar dan sabar.


Arsenio juga tumbuh semakin tampan ,banyak yang mengaguminya dan menyukainya,dia juga lucu juga pintar,usianya segitu sudah pintar bicara walaupun masih belum jelas didengar dan masih berbelit belit.


***


"Nio....." Teriak Arsyil yang sedang mengunjungi rumah Arka dan Aluna dihari minggu itu.


Ya Arsyil sudah kembali beberapa bulan yang lalu,kontraknya sudah habis dan dia juga sudah menyelesaikan masa kuliahnya hingga sudah sarjana.


Atas hasil yang peroleh di Jepang,dia mampu membangun perusahaan itu,walaupun masih terlihat kecil,namun tentu membanggakan semua orang .


Sudah beberapa bulan dia di Indonesia itu ,namun dia tidak pernah bertemu dengan Raisa .Tante Lista sakit maka saat ini mereka sedang berada diluar kota untuk penyembuhan Tante Lista.


Arsyil jelas rindu akan Raisa,namun Bunda Naura tidak memberi tahu dimana keberadaan mereka.Arsyil hanya bisa menunggu kedatangan mereka lagi di Bandung,dan semoga Raisa belum punya pengganti nya,seperti dirinya yang hingga sampai saat ini belum punya pengganti Raisa.


"Om Asil....." Teriak Arsenio juga saat melihat kedatang Arsyil.


"Arsen ,Arsyil.. Arsen,jadi kebiasaan tau dia sekarang panggil dirinya sendiri pengen Nio,gara gara kamu tuh !!" Omel Aluna.


"Ya ampun kak,Nio nya aja gak berkomentar dia malah suka" Cebik Arsyil tak mau kalah.


"Iya semua gara gara kamu !!" Decak Aluna lagi


"Uda uda,Nda ama Om Asil angan belantem" Arsenio melerai perdebatan Bunda dan Om nya itu.


"Nda uga angan malah malah telus,asihan dede ayinya"Sambil mengelus perut Aluna.


Ya saat ini Aluna sedang mengandung anak kedua mereka,yang usia kandungannya baru menginjak 10 minggu.Mereka memang sudah sepakat untuk memprogram lagi,lagian biar jarak nya dengan Arsen tidak terlalu jauh.


Arsyil ditarik paksa oleh Arsen hingga ketaman belakang dan disana ada Arka .

__ADS_1


"Assalamualaikum ,Kak" Salam Arsyil pada Arka.


"Waalaikum salam Syil,sengaja kesini ?"


"Iya jenuh juga hari minggu dirumah aja"


"Makanya cari pacar dong"


"Pacarnya lagi gak di Bandung "


"Masih berharap sama Raisa Syil ?bagaimana kalau dia sudah ada yang punya ?"


"Gak mungkin Kak,aku yakin dia masih menunggu aku disini,"


"Yakin gitu Syil ?" Goda Aluna.


"Yakinlah Kak,cinta itu harus diyakini" Ucapnya dengan nada bangga.


Aluna dan Arka hanya tertawa menyikapinya,tiba tiba Aluna merasa limbung.


"Kenapa Bun ?pusing lagi ?Istirahatin gih" Arka yang melihatnya merasa khawatir.


"Iya nih Yah,pusing banget.. aku ke kamar dulu ya" Ujar Aluna ,sambil berdiri.


"Aku anterin aja,Arsen sama Om Arsyil dulu Ya" Titah Arka.


"Nio,Yayah.."Protesnya namun sambil mengangguk.


Arka hanya menggelengkan kepalanya,Aluna tidak ikut berdebat karena merasa pusing..


"Siap tenang aja Nio aku yang jaga" Ucap Arsyil.


Arka dengan cepat langsung menggendong Aluna ,biar lebih cepat sampai ke kamarnya,Aluna sempat menolak karena takut jatuh ,tapi Arka tetap melanjutkan langkahnya.


Kedua makhluk yang dibelakangnya tertawa geli melihat itu,apalagi Arsyil yang tiba tiba merindukan gadisnya itu.


"Ayah,turunin iih,aku masih bisa berjalan ,aku juga udah berat kan"


"Gak berat ,kata siapa berat Yank,biar cepet nyampenya Sayang"


Mereka sampai dikamar utama mereka,Arka menurunkan Aluna dengan pelan pelan,lalu menyelimutinya.


"Istirahat ya Sayang.." Ucapnya sambil mengecup perut datarnya Aluna dan lalu beralih ke bibir nya,cukup lama kecupan itu berlangsung.


Kehamilan kedua ini berbeda dengan yang pertama,yang kedua Aluna merasa lebih parah,karena mual dan muntah hampir tiap hari,belum lagi rasa lelah dan pusing selalu menyertainya.


Dia juga tidak nafsu makan,apalagi melihat nasi ,rasanya enggan.Tapi dia lebih suka makan yang manis manis ketimbang yang asem.


Namun begitu dia berusaha menikmati kehamilan keduanya itu dengan rasa senang,dan itu harusnya .

__ADS_1


***


__ADS_2