
Raisa..." Seru Arsyil.
Raisa merasa dipanggil berbalik dan melihat sosok Arsyil ada di depannya.
"Arsyil.."
Mereka saling menatap dalam,mata nya sama sama menyiratkan kerinduan.Setelah pertemuanya mereka saat bertengkar dulu,ini pertemuan mereka kembali setelah beberapa tahun.
Arsyil mendekat "Apa kabar Sa.. ?" Tanyanya dengan tersenyum sumringah.
"Kamu sudah kembali Syil ?" Bukannya menjawab ,Raisa malah tanya balik dan tentu itu hanya kepura puraan saja.
"Iya Sa,udah beberapa bulan yang lalu,kamu abis dari mana Sa ?"
"Aku baru pulang dari Surabaya ,Ibu dirawat disana ,tapi udah mendingan kok"
"Iya aku tau itu dari Bunda.."
Setelahnya hening,mereka merasa saling canggung ,tapi Arsyil tidak bisa menahan nya lagi dia hendak menyentuh tangan Raisa.
"Aku rindu kamu Sa..Aku minta maaf" Ucapnya sambil meraih tangan Raisa namun Raisa menepisnya.
"Jangan sentuh aku Syil.." Ucapnya dengan ketus
Arsyil menautkan kedua alisnya,yang ada dipikirannya mungkin Raisa masih marah.
"Kamu masih marah Sa ?,,Aku minta maaf" Ucapnya lagi
Raisa tidak menatap Arsyil sama sekali.
"Maaf Syil,kita bahas lagi nanti ,aku harus segera ke kantor" Ungkapnya lagi sambil mencelos masuk ke dalam rumahnya .
Arsyil mematung,dia masih bergeming ditempatnya masih menatap kepergiannya Raisa.
Ini Saatnya dia harus berjuang lagi ,gumamnya.
Raisa masuk ke dalam rumah,dibalik pintu dia pegang dadanya,tak dipungkiri dia senang bisa bertemu Arsyil ,namun ada sesuatu hal yang menghalanginya .
***
Arsyil melakukan aktivitasnya seperti biasa,sebagai seorang owner dia harus sungguh sungguh dalam bekerja.
Namun dia masih kepikiran akan Raisa,dia ingin tau dimana tempat kerjanya Raisa,semua orang seakan menutup supaya Arsyil tidak tau.
Ok tak apa,dia akan berjuang sendiri dan mencari tau sendiri.Yang terpenting dia sudah bertemu dengan gadis yang dia rindukan itu.
"Syil ini daftar yang harus dicek dulu,terus besok ada jadwal bertemu klien kita,minta janjian pas makan siang di cafe xxx" Ujar Risa yang statusnya sebagai sekertaris Arsyil.
__ADS_1
Risa itu masih sodara Arsyil,cucu dari bibi nya Naura atau lebih tepat adik dari Alm Mamah Erin.
"Oh iya Ris,Ok aku cek dulu ya,dan besok ingetin aku lagi Ris"
"Ok,Siap Syil..aku permisi dulu".
Arsyil kembali berkutik dengan pekerjaannya,besok pagi dia akan menemui Raisa lagi,Semenjak marahnya Raisa dulu ,Raisa sempat mengganti Nonya,jadi Arsyil tidak tau No ponsel Raisa yang baru.
Dan lagi lagi semua keluarga menutupi nya lagi,Arsyil tidak tau ada apa sebenarnya dengan mereka.
Makan siang tiba,Arsyil ada janji temu dengan temannya jadi dia akan bergegas pergi ke cafe yang sudah mereka janjikan.
"Hey,Ki sudah lama menunggu ?maaf kalau agak lama" Ujar Arsyil yang baru saja sampai di cafe itu.
"Hey Syil ,gak kok baru sekitar 10 menitan,apa kabar ?" Sapa Riki teman SMAnya dulu.
"Baik,kamu sendiri ?"
"Baik dong,oh iya Raisa apa kabar ?" Tanyanya,ya seluruh teman SMA nya tau bagaimana kedekatan mereka.
"Kayanya baik ,aku baru bertemu lagi dengan nya hari ini "Jelas Arsyil.
"Bagaimana kedekatan kalian ?apakah tetap berlanjut ?"
"Ya masih begitu lah Ki ,Oh iya ngomong ngomong gimana kabar si Ari,dan si Eko masih suka kontekan gak ?" Arsyil berusaha mengubah topik pembicaraan mereka.
"Si Ari udah gak diBandung dia pindah ke kota asalnya ,kalau si Eko udah lama aku tidak kontekan sama dia ,terakhir 2 tahun yang lalu"
"Reunian ?kapan ?"
"Bulan depan ,buka aja website sekolah ,disana undangannya,padahal kalau gak salah sudah dikirim ketiap akun medsos semua siswa deh ,emang kamu gak dapat ?"
"Gak tau,udah lama gak buka buka medsos aku,Ok kabarin lah kalau kamu mau ikut "
"Oh,,ok siap"
Makanan sudah datang dan mereka menghentikan obrolan mereka,dilanjut dengan makan siang mereka.
Hingga jam makan siang berakhir,mereka saling berpamitan kembali ketempat masing masing.
Arsyil hendak menaiki motornya ,namun diurungkan karena melihat Raisa baru keluar dari cafe itu,Arsyil tersenyum lantas dia menghampiri Raisa.
"Sa.." Panggil Arsyil
Raisa menatap ke arah Arsyil ,mereka saling memandang kembali namun tak lama karena Raisa langsung memalingkan wajahnya.
"Kamu lagi apa disini Syil ?"
__ADS_1
"Baru makan siang sama Riki,masih inget gak sama dia teman SMA kita ?"
Raisa nampak berpikir,"Oh iya yang sering usil itu kan sama Eko" Jawabnya seketika.
"Ya benar sekali ,kamu habis makan siang juga Sa ?"
"Iya Syil,aku permisi dulu ya" Raisa berpamitan pada Arsyil,namun Arsyil langsung menarik tangan Raisa.
"Tunggu Sa ,aku antar kamu" Tuturnya ,Raisa kembali menepiskan pegangan tangan Arsyil. Arsyil sempat tertegun sendu.
"Lepas Syil,jangan sembarangan menyentuh aku" Ketusnya dengan raut wajah yang kesal pada Arsyil.
"Kenapa ?kenapa aku tidak boleh ?aku masih pacar kamu Sa ?" Decak Arsyil.
Raisa terhenyak "Kita udah gak punya hubungan itu Syil ,semenjak itu kita sudah berakhir" Jelasnya dengan nada sendu.
"Tapi aku tidak memberi jawaban itu Sa,aku masih menganggap kamu kekasih aku"
"Gak Syil,semua sudah berakhir,kamu lupakan aku ,aku sudah punya yang lain" Jelas Raisa lagi.
Deg
Punya yang lain?
Arsyil tersenyum getir "Tak perlu berbohong untuk menjauh dari aku Sa.." Tutur Arsyil.
"Aku gak lagi berbohong Syil.."
Arsyil masih mematung tak mengerti,dan masih belum bisa menerimanya.
"Beri aku kejelasan .." Ucapnya sambil menghalau jalan Raisa.
Raisa menatap Arsyil jengah "Tidak ada waktu untuk itu Syil..aku harus pergi"
"Ikut aku,pergi dengan aku" Arsyil menarik lagi tangan Raisa
"Lepas..kamu harus hargai itu !!"
Raisa lalu pergi begitu saja bersama temannya yang tadi sedang menunggu.Arsyil masih bergeming ditempatnya.
Dia menatap kepergiaan Raisa dengan perasaan yang kacau dan tentu banyak pertanyaan yang ingin dia tanyakan pada Raisa,apalagi terkait soal dia yang sudah punya tunangan.
Secepat itukah dia sudah punya ganti dirinya,secepat itukah hatinya sudah berpaling,Apa sungguh sungguh yang dia katakan tadi !! kenapa kenapa semua orang,termasuk keluarganya menutupi hal ini darinya.
Dengan langkah gontai dia melangkah menaiki motornya.Ok dia akan mencari tau ,dia masih tidak percaya apa yang Raisa katakan,maka dia akan mencari tau lagi.
Dia terpaksa harus kembali ke kantornya kalau saja tidak ada yang penting,dia tidak akan kembali kesana,dia butuh tempat untuk meyakinkan dirinya dan tentu menenangkan diri dari kenyataan yang ada.
__ADS_1
Sedangkan Raisa dia nampak melamun dari tadi,satu kenyataan yang harus Arsyil tau Ya dia sudah milik Orang lain.
***