Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
#Bab 26 "Amarah Ardi"


__ADS_3

Mau Ada konflik ya sedikit 😉


****


Satu bulan sudah berlalu,Ardi dan Naura menjalankan hari hari nya seperti suami istri biasanya,Naura menyiapkan segala kebutuhan Ardi,Naura memasak makanan untuk Ardi,Ya itu yang dia lakukan.


Hubungan mereka nampak membaik,lebih sering berkomunikasi,walaupun sama sama belum menyatu,tapi itu tak membuat mereka tidak baik.


Kecupan kecupan yang mereka sering berikan,sedikit menguatkan tekad mereka untuk saling menerima satu sama lain,dan dengan waktu itu membuat mereka sama sama saling mengerti satu sama lain,mencari tau kekurangan masing masing.


Seperti pagi ini.


"Ra,nanti aku jemput langsung ya ke tempat kuliah kamu ?"


"Aku kan hanya sampai pukul 1 ka.."


"Ya gak papa,kita makan siang bareng lagi aja.."


"Tapi kan itu jam kerja kakak ..!!"


"Kenapa kamu gak mau aku jemput..!!.."Sambil melangkah mendekatkan diri ke arah Naura.


Naura menelan saliva nya,melihat tatapan seringai dari suaminya itu ia merasa takut..


"Bu..bukan gitu ka,ya kalau mau jemput,jemput aja..!!ucapnya saat Ardi sudah mendekat lebih dekat,dia menahan dada Ardi supaya tidak semakin mendekat.


"Ka ayo udah siang.."ucapnya lagi.


Tapi Ardi tidak menggubris omongan Naura,malah dia merangkul pinggang Naura dan mendekatkan tubuh Naura,dan kecupan di bibir Naura dia berikan.


"Ah..bibir kamu benar benar jadi candu Ra.." Cup..dia mengecup lagi yang dikecup hanya senyum senyum saja,merasa geli dengan perlakuan suaminya itu.


Hingga aktivitas pagi itu terhenti dikala waktu sudah menunjukan bahwa mereka harus segera berangkat.


****


Ardi sudah ada dikantor dia bergegas memasuki ruangannya,tapi sebelum masuk tiba tiba Bela datang.


"Ar,aku ingin bicara sama kamu.."Sambil memegang tangan Ardi.


"Apa sih bel..pagi pagi udah buat mood aku buruk aja.."jawabnya dengab ketus

__ADS_1


"Ijinkan aku bicara sama kamu Ar,sebentar saja.."


dengan wajah memelas.


"Masuklah.."Mau tak mau Ardi membiarkannya masuk ke ruangannya,


"Apa yang mau kamu bicarakan..?"


"Ar,kamu tau kan kalau aku dari dulu suka sama kamu,bahkan lebih dari suka,tapi kenap kamu gak pernah ngasih aku kesempatan..?"ucapnya panjang lebar.


"Kamu juga tau kalau yang aku cinta Alm Nayla kan,kenapa kamu masih bekerja keras,selama ini aku hanya menganggap kamu teman Bel,jadi jangan berharap banyak lagi dan kamu juga tau aku sudah menikah lagi..?"


"Iya tapi kan sekarang Nayla sudah tidak ada,Tapi kamu tetap gak ngasih aku kesempatan sama sekali Ar,.."


"Diam,,ini yang aku gak suka dari kamu,kamu sadar apa yang sedang kamu katakan,Alm Nayla itu sahabat kamu bagaimana kamu punya pikiran seperti itu.."


"Karena aku cinta kamu Ardi,aku bisa seegois ini karena kamu,aku tau sekarang status kamu dan istri kamu itu apa,dia hanya sebagai pengganti ibu kandung untuk Aluna saja.. Aku tau kamu gak mencintai dia dan aku juga dia itu adiknya Nayla.."


"Diam..!! Sekarang kamu keluar dari sini..Keluar ..!!!"


"Tapi Ar..."


Bela pun keluar dari ruangan Ardi dia menangis,dia tidak terima dengan perlakuan Ardi padanya,hingga dendam menyelimutinya.


"*Kalau aku gak bisa dapatkan kamu,maka orang lain pun tidak akan bisa.."


Argggghhhhhhhhhhhh*....teriaknya didalam toilet kantor.


Sedangkan Ardi ,dia merasa benar benar bad mood hari itu,dan entah kenapa hatinya merasa tidak tenang.


Hingga jam sudah menunjukan pukul 1 siang,sesuai yang dia janjikan dia akan menjemput Naura dan Naura juga bilang kalau kelasnya sudah selesai.


Ardi bergegas segera pergi ke kampus Naura.


Dan sekarang dia sudah ada di depan kampus Naura,tepatnya berada dicafe AR ,dia mencoba menelepon Naura,tapi tidak diangkat..


Hingga beberapa menitpun belum ada jawaban dari Naura. Ardi pun mencoba mencari Naura dengan peegi ke dalam kampus Naura, dia juga mencoba bertanya tanya kepada orang yang disana kali aja kenal Naura,setelah ada yang tau Naura dimana,dia pun mengikuti arah orang itu.


"Oh cari Naura,tadi aku lihat dia disana,coba aja kesana mungkin masih ada.."Tutur orang tersebut.


"Ok..Makasih ya.."Orang itu hanya menganggukan kepalanya.

__ADS_1


Ardi berjalan melewati lorong lorong kampus itu,Saat berada di depan sebuah ruangan dia melihat Naura disana bersama seorang lelaki,awalnya Ardi kira itu teman kampusnya,tapi tiba tiba membuat rahangnya mengeras,tangannya mengepal,dan wajahnya sudah merah menahan marah.


Dia melihat Naura yang di cium oleh Orang itu,Ardi dia mendekat dan memberikan pukulan pada Orang itu,Ya orang itu Kevin.


Naura nampak syok,dia merasa ketakutan saat Kevin mencoba melecehkannya,dan dia lebih syok saat kedua orang pria itu sedang berkelahi saling memukul.


"Ahhhhhh,tolong kalian berhenti,ka Ardi berhenti ka.."


"Diam kamu..!!" Ucapnya dengan nada membentak.


Naura makin syok,Hingga datanglah beberapa orang dan mencoba meleraikan perkelahian mereka.


Ardi mengatur nafas nya masih dengan menahan amarahnya. Dia menghadap ke arah Naura,ditariklah tangan Naura dengan kasar,dan Naura meronta merasa pergelangannya itu sakit.


"Masuk..!!"Setelah mereka sudah di depan mobil Ardi.


Naura hanya menurut saja. Ardi mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi dan masih menahan marah,matanya masih nampak merah,rahangnya masih mengeras.


Setelah sampai rumah ,Ardi menarik lengan Naura lagi dan dia menghentakan tubuh Naura ke sofa ruang tamu.


"Jadi itu kelakuan kamu diluar,pantas saja betah berada dikampus.."masih dengan nada membentak.


"Gak ka,ini gak yang seperti kakak kira,ini salah paham,dia mau melecehkan aku ka.." Tutur Naura dengan berderai air mata.


"Hah,,dia gak mungkin ngedeketin kamu,kalau kamu ga mancing dia,Ternyata kamu ga seperti yang aku kira.."


"Ka sungguh ini salah faham.."


"Cihh.."..Ardi pergi berlalu ke kamar ke dua,dia benar benar merasa hari itu sangat buruk.


Arrghhhhhhhh...Teriaknya.


Sedangkan Naura masih menangis sesegukan,dia berada didepan pintu kamar kedua.


"Ka maafkan Naura,ini benar benar salah paham ka,tolong percaya yang Naura katakan ka."


Di dalam Ardi memejamkan matanya,rasa sakit diwajah dan tubuhnya itu tidak terasa sakit tidak sesakit rasa hatinya.


Entah dia merasa marah saat melihat itu,bagaimana tidak istrinya itu sedang berciuman dengan seorang lelaki,walaupun dia hanya melihat dari sisi lainnya saja.


****

__ADS_1


__ADS_2