Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 3^ Part 22


__ADS_3

Kediaman Arka 


Seperti Raisa ,Aluna pun sama menghampiri kamar ketiga anaknya dan melihat mereka sudah tidur apa belum. 


Sudah dari kamar Syila dia beranjak ke kamar Queen,lalu ke kamar Arsen karena kamar Arsen letaknya diujung lorong. 


Terlihat Syila sudah terlelap dalam tidurnya dengan didampingi beberapa boneka disamping kanan dan kirinya,anak bungsunya ini memang paling senang dengan boneka,berbeda dengan Queen justru dirinya alergi bulu yang ada pada boneka. 


Aluna mengecup keningnya dan membelai rambutnya dengan Sayang,lalu beralih ke kamar Queen,Queen juga sama sudah terlelap tidur. 


Kejadian kemarin dulu sungguh membuat Aluna merasa sangat takut,bagaimana tidak mengingatkan sekali pada kejadiannya dulu. 


Setelah puas dikamar Queen,barulah beranjak ke kamar anak bujangnya yang tampan.Tapi lampu masih menyala,dan benar saja Arsen belum tertidur. 


"Ar,kok belum tidur Nak ?" Ujar Aluna. 


Terlihat Arsen sedang merenung sambil melihat foto ,yang tadi Aldi berikan. 


"Eh,Bunda..belum ngantuk Bun" 


Aluna duduk ditepi ranjang Arsen,sedangkan Arsen sedang berada dimeja kerjanya. 


"Lagi ada sesuatu kah ?mau cerita ke Bunda ?" 


Arsen menghampiri Aluna dan ikut duduk disamping Aluna. 


"Bunda..kalau boleh Ar tau dulu Ayah sama Bunda bagaimana ?ah..maksudnya cara kalian bertemu dan saling jatuh cinta ?" 


Aluna terdiam dan menghela nafas "Ar,yang pastinya kita bertemu karena takdir,dan kita dipersatukan juga karena takdir,Maaf Bunda tidak bisa bercerita banyak dan yang pasti kita bertemu dan kenal sejak SMA dipisahkan oleh waktu dan dipertemukan lagi oleh waktu juga" 


"Jadi Bunda punya kisah seperti itu bersama Ayah ?dan kalian sudah kenal dari SMA ?" 


"Iya Sayang,karena dulu ada sesuatu hal yang Ayahmu perbuat membuat Ibu membenci Ayah,tapi takdir dan waktu mempertemukan kita lagi sampai sekarang,sampai ada kalian juga" 


Arsen terdiam,apakah Alya takdir nya ?bahkan sekarang waktu sudah mempertemukan nya kembali. 


"Bunda,aku menyukai seorang wanita,dulu sejak SMA .saat itu aku melihat dia begitu polos dan manis,tapi ada sesuatu yang membuat aku mempunyai rasa benci padanya,tapi sekarang aku bertemu lagi dengan nya Bun,apa yang harus aku lakukan ?" 


"Apakah rasa itu masih ada dihatimu ?ataukah lebih dominan rasa bencimu ?" 


"Saat aku bertemu lagi dengannya,ada rasa yang tak aku mengerti Bun,antara senang juga Benci,saat mengingat perlakuan dia padaku Bun" 


"Ar,lakukanlah sesuai apa kata hati kamu,dan kalau kamu merasa ada sesuatu yang mengganjal segeralah mencari tau,supaya tidak ada lagi kesalahpahaman pada kalian,ngomong ngomong kalian bertemu dimana lagi ?" 


"Dia sekretaris baru Ars Bun.." 


"Iyakah ?terkadang itulah takdir Ars..lakukan lah apa yang menurut mu terbaik untuk hatimu juga" 


"Iya Bunda..terima kasih sudah mendengarkan aku" 


"Tugas Bunda Sayang,kalau ada masalah seberat apapun bicarakanlah pada Bunda ya !!" 


"Iya Bunda.."Arsen memeluk Aluna erat dan Aluna membalasnya. 


"Anak bujangnya Bunda..kalau bisa percepat ambil hatinya lagi Ars,biar Bunda cepet punya mantu..terus punya cucu deh..!!" 


"Bunda ada ada saja" 


Mereka mengakhiri percakapan mereka,dengan saling mengecup satu sama lain. 


*** 

__ADS_1


Paginya


"Selamat pagi Pak.." Sapa Mitha dan Alya ,sesaat Arsen dan Aldi sudah tiba dikantornya. 


"Pagi.."Hanya Aldi yang menjawab,sedangkan Arsen hanya menatap pada Alya. 


"Ini Pak ,laporan yang bapa minta dan ini CV Alya Pak" Tutur Aldi menyodorkan laporan perihal soal Alya di i padnya. 


Arsen meraihnya,lalu membaca dan menelitinya.Disana semua sudah tercantum dari alamat lengkapnya,nama kedua orang tua Alya.soal ibu dan adik tirinya,semua perihal tentang Alya. 


"Hah,nama Ayah dan Ibunya Alya Pak Halim dan Bu Hanum ?alamat juga alamat yang waktu malam itu mengantarnya ?" 


"Iya betul Ar,semua sudah terangkum disana,sudah jelas juga semuanya..apakah ada yang aneh Ar ?"Tanya Aldi bingung. 


"Kalau ini alamat sesungguhnya Alya,berarti rumah itu milik siapa ?ibu tirinya kah ?" Arsen semakin bingung pada semua itu. 


"Setau aku dan  laporan yang aku dapat ibu tirinya tidak punya apa apa Ar,sejak menikah mereka sudah tinggal dirumah itu" 


"Alya..sungguh banyak misteri padamu,apakah benar yang aku pikirkan kemarin"lirihnya namun masih terdengar oleh Aldi. 


"Dan ini benar kalau ibu tirinya mempunyai hutang sebanyak ini ?dan harus Alya yang menanggungnya ?" 


"Iya betul Ar,itu menjadi Beban untuknya,makanya dia butuh bekerja disini" 


"Di,agenda ku hari ini apa saja ?apa ada jam yang kosong ?" 


"Ada pak sesudah makan siang ada jam kosong selama 2 jam,setelahnya Bapak harus menghadiri acara lain" Aldi kembali formal kalau sudah menyangkut soal pekerjaan. 


"Baiklah,saat itu kamu antar aku kesuatu tempat,panggil Alya kesini dan kamu keluar" 


"Baik Pak.." 


Aldi pun memanggil Alya,Alya menatap bingung karena tidak ada yang perlu dilaporkan.Alya sudah masuk keruangan Arsen ,aura dingin sudah menyelimutinya. 


Alya melangkah maju perlahan menghadap ke meja Arsen,hingga sudah mentok tepat dimejanya. 


Arsen berdiri ,lalu melangkah menghampiri Alya,dan tanpa aba aba dia menarik pinggang Alya ditatapnya wajah Alya. 


Jelas Alya terhenyak akan perlakuan Arsen,dia berusaha menahan dada Arsen dengan tangannya. 


"Maaf Pak,apa yang Bapak lakukan ..tolong lepas"Pekik Alya. 


"Tidak usah pura pura lagi Alya,apa yang sedang kamu sembunyikan dari aku ?apakah kejadian dulu bukan kemauan kamu ?apakah dulu kamu sedang dikendalikan oleh orang lain ?" 


Alya mendongkak ,apakah Arsen sudah tau tentang dulu itu !!batin Alya.Tatapan mata mereka bertemu. 


"Apa yang kamu katakan Ar ?"Ucap Alya. 


Arsen melepaskan pelukannya "Ar ??kita pernah sedekat inikah ?" Ujar Arsen  


"Maaf Pak.."Lirih Alya. 


Arsen melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah jendela dan membelakangi Alya "Coba ceritakan apa yang tidak aku tau Alya ?" Ucapnya. 


"Maaf Pak,tidak ada yang ingin aku ceritakan " 


"Baiklah,aku tidak akan memaksa kamu,keluarlah !!" Titahnya. 


Alya pun keluar dengan keadaan jantung yang sejak tadi berdegub kencang. 


*** 

__ADS_1


"Kita mau kemana Ar ?"Tanya Aldi setelah mereka selesai makan siang. 


"Cari saja alamat itu Di,,tidak usah banyak bertanya lagi "  


Aldi pun kembali diam ,dia tidak mau banyak bertanya lagi.Aldi mengendarai mobilnya ke arah alamat yang sudah Arsen kasih. 


"Inikah tempatnya Ar ?" Setelah mereka sampai diperumahan elite,yang dulu pernah mengecoh Arsen soal Alya. 


"Ya ,benar..kamu tunggu disini "Titahnya,lalu dia keluar untuk bertanya pada warga sekitar. 


Lingkungan itu terlihat sepi,tapi dia akan berusaha mencari seseorang ,dan akhirnya ada satpam komplek yang tak jauh dari sana. 


"Selamat siang Pak,mohon maaf saya ganggu" 


"Selamat siang,ada yang bisa saya bantu tuan?"


"Begini pak,saya mau tanya ..yang tinggal dirumah yang disana yang cat putih itu nama pemilik rumahnya siapa ya ?" 


"Oh itu,rumah milik pejabat Bapak Gunawan dan Ibu Merlin" 


"Oh,kalau mereka punya anak gak Pak ?saya lagi mencarinya nama anaknya Alya bukan ?" 


"Alya ?bukan tuh Tuan ,setau saya nama ankanya Non Angel sama Bima Tuan" 


"Angel..!!maaf pak apakah ini orangnya ?" 


"Ah iya benar sekali itu Non Angel,tapi kayanya itu waktu masih sekolah ya,Tuan ada apa mencarinya ?" 


"Ah..tidak ada apa apa Kok Pak,dia teman SMA saya,terima kasih informasinya ya pak" 


"Rumah ini milik keluarga Angel ?jadi saat itu mereka membodohi aku " 


"Oh shitt...!!!!sentaknya dengan menendang kursi depan mobil. Setelah dia masuk ke dalam mobilnya


"Ada apa Ar ?" Aldi terhenyak saat mendengar Arsen menyentak seperti itu. 


Arsen menutup matanya sekilas,"Di,cari tau soal orang itu,cepat sekarang juga !!" Sentaknya lagi pada Aldi. 


Aldi hanya mengangguk dan menjalankan apa yang diperintahkan. 


"Ini Ar yang kamu pinta" 


Aldi memberikan riwayat soal Angel,disana menerangkan alamat dan nama orang tuanya,sudah jelas kalau selama ini dia sedang dipermainkan oleh Angel. 


Pikiran buruknya ternyata benar,kalau Alya dulu dikendalikan oleh Angel,dan Erik siapa dia ? Arsen akan mencari tau. 


"Di,kembali ke kantor " Titahnya. 



Dikantor 


"Alya masuk !!" Titahnya dengan nada dingin 


Aldi dan Mitha saling menatap,dan dipertambah saat Aldi tidak disuruh masuk. 


***


Segini dulu gaes..besok disambung ya ,,kok gantung Thor ?sengaja😁..


aku sibuk hari ini

__ADS_1


papay...👋


__ADS_2