
^ Surabaya ^
"Ck,lebih baik ikutin aja permintaan kita,kita sudah berbaik hati loh memberi sebuah tawaran,dengan kamu mau menikah dengan Nisa,perusahaan Papi kamu akan kembali ke semula,dan semua klien juga pemegang saham akan kembali juga"
"Gak susah Arka,cuma mau menikahi Nisa saja,Saya jamin semua akan kembali,perusahan Papi kamu kembali normal,dan kamu juga akan kembali hidup enak"
"Dari pada mempertahankan yang ada ,gak ada pengaruhnya sama sekali,mending sama Nisa membawa keberuntungan dalam hidup kamu" Jelas Papinya Nisa panjang lebar.
"Dengar Om ,sampai kapan pun aku tak akan sudi menerima itu,lebih baik gak punya apa apa ,dari pada harus mengikuti kemauan orang licik seperti Om"
"Harta tidak akan abadi Om,juga harta tidak akan dibawa mati.Om Salah,Mereka jauh lebih berguna untuk aku,mereka sudah banyak menyadarkan aku,kalau harta bukan segalanya" Jelas Arka.
"Benar apa kata Arka" Ujar Papi Andri,keadaannya memang belum terlalu membaik,namun dia juga ingin menghadapi ini.
"Papi !! kenapa Papi disini ?"
Papi dengan kursi rodanya diantar Mami,Papi sempat memaksa Mami untuk membawanya ke kantor nya Papi Nisa,karena dia tau saat ini Arka sedang berada disana.
"Papi ingin bicara dengannya Ar"
"Ckckck,Andri ..Andri.. dalam keadaan begini saja masih sempat mau bertemu aku !! Oh atau kamu mau memohon dan mengiba padaku !! Boleh,asal kamu mau menikah kan Arka dan Nisa"
"Aku tidak sudi menikahkan anak aku dengan anak kamu !! kalau dia cinta dengan Arka,bukan nya harus tidak melukai dia seperti ini !! "Sentak Mami
"Mi.." Arka memegang bahu Mami, yang sudah naik turun menahan emosinya .
"Dengar,kalau kamu mau ambil seluruh yang aku punya silahkan ambil ,tapi asalkan jangan meminta itu,sampai kapan pun aku tidak akan terima"
"Silahkan lakukan apa pun yang kamu mau,sampai kapan kamu bisa bertahan ,dan sampai kapan kamu kuat melawan aku"
"Inget akan selalu ada balasan,tidak di dunia bisa jadi di akhirat" Jela Papi
Papi Nisa tidak bisa lagi berkutik,dia tatap tajam Papi Andri dan Arka.
"Ck,kalian terlalu menyombongkan diri,sudah mau bangkrut saja masih belaga seperti itu,ulah anak kamu sendiri yang menyebabkan semua hancur ,padahal aku sudah berbaik hati membantu kalian,tapi kalian sungguh terlalu"
"Aku tak sudi menerima bantuan kamu,hentikan lah kamu akan menyesal sendiri nantinya"
"Pergi kalian dari sini !! kalian akan terima konsekuensinya menolak aku"
"Tanpa kamu suruh pun kita akan pergi,semoga kamu bahagia setelah apa yang kamu lakukan" Tegas Papi
***
"Pi,kenapa Papi disini !! Papi kan belum sembuh"Ujar Arka
"Papi hanya ingin dampingi kamu berjuang Ar,maafkan Papi ya dalam kondisi seperti ini Papi tidak banyak membantu"
__ADS_1
"Pi,jangan bicara seperti itu,ayo kita kembali keRumah Sakit"
"Tidak Ar,antar Papi ke suatu tempat,hanya dia satu satunya yang Papi percaya"
Papi Andri meminta Arka untuk menemui rekan bisnisnya plus sahabatnya,dan yang hingga sampai saat ini dia masih berada dipihak Papi.
Arka mengendarai mobilnya ,dibelakang ada Mami dan Papi. Hingga beberapa menit mereka sampai dipekarangan rumah yang cukup besar,setelah sempat berdebat dengan penjaga akhirnya mereka diperbolehkan masuk.
"Ada siapa ini ?bukannya keadaan kamu masih belum pulih Dri ?' Ujar Raka sahabat plus rekan bisnis Papi
"Sudah agak membaik Ka,aku ke sini ada perlu dengan kamu,aku dengar kamu baru pulang dari Itali,makanya aku bergegas kesini"
"Ck,baru saja aku akan menemui kamu ke Rumah sakit Ndri,aku sudah dengar kabar soal kalian"
"Ini Arka anak kamu itu ?"Tanyanya
"Iya dia Arka yang sering aku ceritakan sama kamu"
"Dasar ya,makanya masa remaja tuh habiskan dengan hal yang baik,kena imbasnya juga kan sekarang" Raka malah menceramahi Arka,tapi memang benar kan ya !!
Arka hanya tersenyum
"Tapi Om salut sama kamu,kamu punya keberanian itu "Ucapnya lagi sambil menepuk bahu Arka
"Aku juga sudah dengar soal masalah kalian yang lain,Ndri maaf aku telat baru datang,tapi aku pulang kesini pun karena ingin membantu kamu,tanpa kamu meminta pertolongan pun ,aku sudah siap membantu kamu"Tutur Om Raka.
"Aku jadi malu datang kesini,niat awal aku sudah terlihat"
"Sesama teman harus saling membantu kan !! Aku heran karena masalah kalian begini saja,mereka malah lebih memilih mundur,ck Aneh memang"
"Tapi aku yakin ada sesuatu dibalik ini,mungkin saja mereka dibungkam seseorang "
"Maksud kamu dia (Papi Nisa) yang melakukannya ?"
"Ya jelas,coba kamu pikir siapa pula yang mendapatkan keuntungan lebih besar dari ini "
Raka benar ,Papi Nisa yang ada dibalik semua ini,dia memang benar benar licik.
"Kalian tenang saja,aku akan membantu sebisa aku"
"Terima kasih Ka,,"
"Tak perlu sungkan Ndri"
"Terima kasih Om Raka"
"Jangan lakukan hal yang sama,lakukan lah yang terbaik untuk keluarga mu"
__ADS_1
"Insya Allah Om"
***
Beberapa hari kemudian
"Kak,beberapa investor mereka akan mengadakan rapat soal ini,mereka meminta kehadiran Kakak disana" Jelas Om Farhan
"Rapat,soal ?"
"Soal masalah ini,mereka sepertinya sudah sedikit melunak Kak"
"Aku ikut ya Pi "
"Ar,kamu sudah terlalu lama disini,pulang lah Nak kasihan Luna menunggu kamu" Tutur Mami.
"Benar Ar,pulang lah.Kalau ada apa apa Papi kabarin kamu,makasih ya kamu sudah berjuang untuk kita" Papi menepuk bahu Arka.
"Kalau ada masalah lagi kabarin Arka ya Mi,Pi,Arka juga sudah rindu Luna"
"Iya pulang lah sana" Pinta Mami.
Karena masalah perusahaan Papi sedikit membaik, Arka bisa pulang ke Bandung dengan tenang, walaupun sih belum begitu baik banget,tapi setidaknya selama diSurabaya dia sudah berusaha semampunya dia.
Papi dan Om Farhan menghadiri Rapat itu,dihadiri beberapa Investor penanam saham yang sebelumnya memilih undur karena merasa malu.
Namun disini ditempat ini,mereka berkumpul berkat Om Raka mereka mau mengikuti nya.
Dan puji Syukur setelah melewati beberapa jam rapat itu berujung manis,mereka kembali bekerja sama dengan perusahaan Papi,Om Raka menjelaskan semuanya dan tentu Om Raka berperan banyak akan hal itu.
Keadaan perusahaan kembali stabil,beberapa klien yang sebelumnya menghilang kini kembali,dan soal berita soal Arka mereka berpikir itu sebagai pembelajaran dalam hidup,kalau kita tidak boleh salah langkah,dan terutama mereka juga melihat bagaimana ketulusan Arka dalam menghadapinya.
Seperti kata Om Raka " Semua orang punya sebuah kesalahan entah dimasa lalu,entah dimasa sekarang,tak terkecuali kita disini ,tak terkecuali juga aku sendiri, tidak mungkin kita hidup mulus mulus saja,pasti pernah melakukan kesalahan"
"Namun akan lebih baik kita mengakui kesalahan kita,sekecil dan sebesar apa pun itu yang penting kita mau mengakuinya,dan telebih lagi kita mau berusaha memperbaikinya bahkan bertanggung jawab akan hal itu"
"Jadi apa yang terjadi pada Arka,jelas aku bangga dia mau mengakui kesalahannya dimasa lalu,bahkan dia sudah mau bertanggung jawab akan hal itu.
^ "Terim kasih banyak Ka"
"Tak masalah,aku berhak melakukan hal ini ,jagalah kesehatan Ndri" Om Raka menepuk bahu Papi dan memberi Papi kekuatan.
Keadaan Papi juga sudah membaik,dia sangat bersyukur apa yang saat ini terjadi. Ujian hidup akan selalu mereka dapatkan.
***
Yank aku otw
__ADS_1