
"Sudah bicara sama Arsen Yah ?apa katanya dia mau ?"Tanya Aluna saat melihat Arka baru masuk ke kamar mereka.
Arka memeluk Aluna,meski usianya sudah tidak muda lagi,tapi mereka selalu berusaha bermesraan apalagi dihadapan anak anaknya,tiap ada masalah juga mereka mampu menghadapinya dengan bijak.
"Sudah Sayang,jelas Arsen senang ,besok kita langsung mau ke sorum motornya,biar dia yang memilih sendiri" Ujar Arka.
"Alhamdulillah kalau mau,kirain dia bakalan nolak"
"Gak lah,Sayang..kayanya Arsen lagi jatuh cinta,tadi pas Ayah ke kamarnya dia lagi di balkon,lagi senyam senyum sendiri.
"Jatuh cinta !!,anak kita sedang jatuh cinta Yah ?tapi masih sekolah dia,apalagi sekarang sudah kelas 3"
"Ya apa yang salah dengan jatuh cinta sayang,ya asalkan dia bisa membagi waktu aja supaya tidak lupa belajar"
"Emmmm,ya semoga saja dia sungguh sungguh ya Yah.."
"Iya ,tidak seperti aku"
"Ayah,sudah jangan ingat masa lalu" Desis Aluna.
"Iya Bunda Sayang.."Arka menatap lekat wajah Aluna,Aluna masih terlihat cantik,wanitanya ini sudah melahirkan ketiga anaknya dan membesarkan mereka tanpa kenal lelah.
Perlahan Arka mendekat dan menyerbu bibir Aluna dengan lembut,rasanya masih sama manis,tidak pernah berubah..Arka memanggutnya lembut,dan Aluna membalasnya,mereka pun melalui malam indah penuh gairah.
***
Pagi hari seperti biasa Aluna menyiapkan kebutuhan suami dan putra putrinya setelah itu mengurusi Naura sang Bunda tercinta.
Aluna sangat menikmati perannya itu,menjadi anak,istri dan Ibu,,dia tidak mengeluh sedikit pun walau harus terbangun dipagi hari.
Sarapan sudah siap,semua sudah berkumpul dimeja makan ,bukan Arsen dan Queen kalau tidak meramaikan meja makan,tiap pagi ada saja yang diributkan mereka,dan si bungsu pun ikut ikutan,meja makan menjadi ramai karena mereka.
Dan setelah selesai mereka berpamitan untuk pergi dengan aktivitasnya masing masing,Arka dengan mobilnya,dan Arsen dengan diantar pak joko lagi,Queen dan Syla di antar supir.
"Kami pamit Bunda,,Oma..Assalamualaikum" Seru mereka dari jauh dan melambaikan tangan mereka.
Aluna dan Naura membalas lambaikan tangan mereka,Aluna mendorong kursi roda Naura dan membawanya ke taman belakang.
"Luna Sayang.." Seru Naura sambil mengelus rambut Aluna.
"Iya Bunda.."
"Bunda bangga sama kamu nak,kamu sudah sukses menjadi anak,istri dan Ibu yang luar biasa,Bunda sudah tenang kalau Bunda pergi,kalian jaga diri kalian ya,jaga kesehatan dan tetap lakukan tugas tugas kamu Nak,Bunda sudah ingin menemui Ayah kamu"
__ADS_1
Aluna memegang tangan Naura "Bunda,,jangan
Bicara seperti itu,Bunda masih akan disini bersama kita" lirih Aluna yang sudah membendung air matanya.
Meskipun kematian akan kita hadapi,tapi saat kehilangan orang yang kita cintai,tetap saja belum rela dan sedih.
"Sayang,Bunda sudah tua,,tugas Bunda sudah selesai,melihat kalian bahagia,Bunda juga sangat senang.Besok kasih tau Arsyil juga Deva untuk kesini ya,bawa cucu cucu Bunda juga" pinta Bunda..
"Iya Bunda,sekarang Bunda istirahat dulu ya,Luna temani Bunda"
***
"Bebh Nio..ke kantin yuk,lapar nih" Ujar Angel sambil bergelayut manja dilengan Arsen.
"Kalau lapar ya makan aja,kenapa ngajak ngajak aku ?" Sungut Arsen jengah.
"Aku kan maunya sama kamu Bebh,yuk mau ya" Tanpa tau malu Angel masih melakukannya di depan semua siswa.
"Apa kalian lihat lihat !!kalian iri kan ?" Decaknya pada siswa yang melihat dirinya .
Arsen mendengus kesal akan kelakuan Angel,sebagai perempuan rasanya Angek tidak punya rasa malu .
"Ayolah Bebh,ya..ya..ya.." pintanya memelas
Angel yang melihat itu terlihat marah dan mengepalkan tangannya erat,dia tidak suka akan tatapan Arsen pada Alya,karena dia tau Arsen menyukai Alya.
Arsen dan Angel duduk di depan Alya,Tapi Alya duduk memunggungi Arsen,Arsen masih tersenyum melihat Alya ada disana.
Tak lama makanan datang ,mereka menikmati makan nya,Alya sudah selesai dia akan beranjak untuk kembali ke kelas bersama temannya yang bernama Sinta,dia melewati Arsen dia juga sempat bersitatap bersama Arsen ,tapi langsung berpaling.
Arsen berdiri dan lansung meraih tangan Alya,Alya terhenyak tatapan mereka kembali bertemu,namun dengan cepat Alya menghempaskanya.
"Lepas ,Ar.." Sungutnya.
"Aku mau bicara sama kamu ?"ujar Arsen.
"Apalagi yang mau kamu bicarain sih ?waktu itu kurang jelas apa ?aku sudah bilang jauhi aku,jangan dekati aku " pekik Alya .
"Gak,aku masih mau berusaha untuk mendapatkan kamu Al,, tolong kasih aku kesempatan untuk dekat dengan kamu,walau hanya sebagai teman" Jelas Arsen.
"Apaan ini !!lepasin tangan kamu dari kekasih aku !!" Pekik Erik siswa yang sudah terkenal akan ketampanannya itu.
Erik langsung merangkul bahu Alya,dan Alya diam saja,raut wajah Arsen sudah berubah ,ada rasa panas disana.
__ADS_1
"Kamu gak usah ikut campur ?"sahut Arsen.
"Heh,loe yang harusnya gak usah ikut campur !!Alya ini cewe gue ba**ke !!" Sentak Erik ,mendorong bahu Arsen.
"Jangan ngaku ngaku kamu !!"Arsen masih tidak percaya.
"Si**lan an**ng,,Bebh katakan padanya siapa aku buat kamu ?" Pekik Erik lagi.
"Erik benar,dia kekasih aku..jadi kamu jangan berani mendekati aku lagi,kalau kamu tidak mau berhadapan dengan Erik ,puas kamu !!" Alya memeperingatinya
"Dengar ba**ke !!jadi loe jangan berani berani mendekati kekasih gue lagi !!"
"Dengar Arsen..sudah aku bilang kita tidak satu level,lihatlah kekasih aku dia laki laki paling terkenal disini,dan dia juga orang terkaya disini,jadi kita tidak sederajat ,you know !!" Ucap Alya dengan nada angkuh.
"Ayo Bebh,kita pergi aja dari sini.." Ajak Alya selanjutnya
Arsen masih mematung tak percaya apa yang dia lihat dan dia dengar,tapi hatinya masih belum bisa mengatakan iya,dia masih yakin kalau Alya itu hanya pura pura saja.
"Bebh,kamu dengar sendiri kan ?dia itu tidak sepolos yang kamu kira,awal awal dia hanya akting aja ,so polos dan so tidak punya apa apa,padahal kaya ular.." Desis Angel memanasi Arsen.
Arsen tidak menanggapi Angel,dia pergi berlalu dari sana meninggalkan Angel.Angel merasa jengkel dia menghentak hentakkan kakinya.
Arsen pergi mengejar Sinta ,yang dia tau teman Alya.
"Sinta !! "Seru Arsen.. Sinta yang merasa terpanggil menatap Arsen "Ada apa ?" Tanyanya kemudian.
"Aku mau bicara sama kamu ?" Pinta Arsen.
""Bicara disini saja," Tukas Sinta.
"Kamu sudah berteman dengan Alya sudah lama kan ?jadi kamu pasti tau kan segala hal tentang dia ?yang tadi sungguh sungguh bukan dia kan ?" Tanya Arsen beruntun.
Sinta sempat menghela nafasnya "Semua sama seperti apa yang kamu lihat dan kamu denger Ar,jadi sudah jangan mendekati Alya lagi" Sahut Sinta.
"Kamu bohong,kalian sungguh sedang menyembunyikan sesuatu dari aku !!" Decak Arsen.
"Ar,sudah..lupakan Alya,sudah jelas kan apa yang dia katakan tadi.." Tukas Sinta dan dia berlari dari hadapan Arsen..
Arsen meraup wajahnya kasar. Dia sangat ingat,dulu Alya benar benar gadis polos dan ramah,makanya dia tidak yakin saat melihat perubahannya saat ini.di belakang ada yang menatapnya dengan tatapan marah.
"Aku harus dapatkan kamu Ar,kamu hanya milik aku"Desis Angel sambil menyeringai senang.
***
__ADS_1