Menikah Dengan Kakak Ipar

Menikah Dengan Kakak Ipar
^Season 2^ Eps 18


__ADS_3

Di rumah


Aluna menangis sesegukan,tubuh nya bergemetar hebat,dia ingat saat kejadian kelam itu,dia ingat bagaimana wajah Arka yang seperti ib**s,Hatinya sakit sangat sakit,dia merutuki takdirnya ,kenapa harus bertemu dengan orang itu lagi.


Dia sudah melupakan masa kelam itu,dia sudah bangkit dari keterpurukan itu,Namun apa sekarang,dia kembali mengingatnya hal yang paling dia benci.


"Kak,kakak kenapa ?kenapa kakak menangis ?siapa laki laki tadi kak ?"Tanya Arsyil beruntun.


Aluna hanya diam dia masih menangis terisak sampai dadanya terasa sesak.


"Kak,jawab aku apa laki laki itu yang melakukan nya kak?"Dengan tiba tiba Arsyil bertanya seperti itu.


Aluna mengdongkakkan wajahnya dan melihat ke arah Arsyil,kenapa Arsyil bisa menebaknya dengan benar.Namun dia mencoba menyembunyikannya.


"Kakak ke kamar dulu syil"Aluna mencoba membuat Arsyil tidak banyak bertanya lagi dan curiga padanya,namun tidak Arsyil sudah curiga.


"Jadi benar kak orang itu yang sudah menghancurkan hidup kakak ?aku akan kasih dia pelajaran Kak"Lirih Arsyil sambil mengepalkan tangannya erat.


Dikejauhan Arka sedang menatap ke arah rumah Aluna " Akhirnya aku bisa ketemu lagi sama kamu Lun,dan aku tau dimana kamu tinggal,ijinkan aku untuk menebus kesalahan ku Lun"Batin Arka.


Dia tidak akan menyianyiakan hal ini,dia akan pergunakan waktunya untuk berjuang mendapatkan maaf dari Aluna,dia sadar sangat sadar akan semua kesalahan nya dimasa lalu,menjadi orang sombong dan tak punya hati itu adalah salah.


Karena kesombongnya itu membuat dirinya sendiri terjebak disebuah penyesalan,ya dia sangat menyesal dulu banyak melakukan kejahatan,membuly dan merendahkan orang lain, hingga dia dapat hukuman nya sendiri.


***


Ke esokan paginya


Karena masa kuliahnya hanya sekitar 1tahun lebih,maka Aluna memilih untuk bekerja ya istilah kuliah sambil bekerja.


Jadi sebelum dia mendapatkan gelarnya dia ingin punya pengalaman dahulu,Maka hari ini dia mencoba memasukan lamarannya ke beberapa perusahaan dengan lowongan sesuai pilihannya.


Selain itu juga untuk tidak terlalu membebankan kedua orang tuanya,dia sadar diri kehidupan mereka sangat sederhana,kini saatnya dia membalas jasa kedua orang tuanya,apalagi untuk Sang Bunda Naura yang sudah mau mengorbankan karirnya demi merawatnya hingga saat ini.


"Lun,udah coba masukin ke perusahaan Atmadja Corp gak ?disana lagi ngebutuhin bagian yang kamu mau"


"Belum tuh Sin,emang lagi ngebutuhin ya?"Aluna memang tidak tau itu perusahaan keluarga Arka,yang Aluna tau Keluarga Arka hanya seorang pengusaha besar,dan untuk nama Atdmadja sendiri dia tak terpikir itu nama keluarga Arka.


"Iya,coba buka websitenya,langsung masukin aja kali aja rezeky kamu tuh "Saran Sindy


"Oh iya aku coba deh,kamu benar disana lagi ngebutuhin bagian pemasaran,cocok buat aku"


"Iya coba sana,mudah mudahan rezeki kamu"


Aluna tidak tau saja kalau itu perusahan keluarga Arka dan Arka sedang dipekerjakan juga disana.Dan hari itu dia memutuskan untuk melamar ke perusahaan itu.


Siang harinya seperti biasa dia nongkrong bersama Sindy dan Rama dicafe yang ada di depan kampus.


"Eh Lun,tuh Kak Irfan nyariin kamu terus,suka dia sama kamu kayanya " Celetuk Rama


"Nah kan aku bilang juga apa,dia suka sama kamu Lun" Sindy menyela.

__ADS_1


"Tau ah jangan membahas yang aneh aneh deh" Keluh Luna yang tak nyaman kalau ngebahas soal laki laki.


"Iih kamu ya Lun,jangan terlalu menjaga jarak dari laki laki deh,bahaya tau"


"Lebih bahaya kalau aku meladeninya,malah nambah membuat mereka berharap Rama"


"Kamu sungguh aneh ya,emang gak penasaran gitu,gak mau tau gitu rasanya pacaran bagaimana,secara kamu ini cantik,pintar masa mau jomblo terus"


"Apa jangan jangan ada yang lagi kamu tunggu Lun"Celetuk Rama lagi.


Deg


Jantungnya berdebar tak menentu,tiba tiba pikirannya tertuju pada Arka,dia memang pernah menyukainya dulu,namun ada rasa benci dihatinya.


"Gak lah,kamu kalau ngomong ngaco Ram,aku lagi belum mau aja,mau menikmati dulu masa masa sendiri aja dulu,kalau punya pacarkan yang ada nanti jadi terbatas waktuku" Elak Aluna


"Iya juga sih kata kamu,tapi aku masih penasaran lelaki yang kamu sukai kaya gimana sih,pasti adalah type type gitu ?"Tanya Sindy


"Gak yang aneh aneh sih cuma minta yang baik,sayang sama aku,sayang sama keluarga aku dan terutama yang bertanggung jawab ya,gak seperti seseorang " Dia merapatkan mulutnya,dia sadar sudah salah bicara.


"Hah,apa kata kamu seperti seseorang siapa?siapa yang gak bertanggung jawab"


Tanpa mereka sadari dibelakang Aluna,Arka disana dia sedang mendengarkan percakapan mereka, saat Aluna mengatakan hal itu Arka merasa sangat tersindir saat itu,hatinya kembali sakit mengingat apa yang dia lakukan dulu pada Aluna.


"Kalau kamu mau, aku akan bertanggung jawab Lun,maka ijinkan aku untuk itu dan memohon pengampunan mu" Lirih Arka dalam hati.


Saat itu memang jam makan siang,dari kantornya dia bela belain makan siang disana,karena tau kalau Aluna akan kesana.


Tak berselang lama makanan pun datang, dan mereka saling menikmati makanan mereka.


"Aluna" Sapa seseorang yang disebut Kak Irfan


"Eh iya kak,nanti sore ada acara gak ?aku mau ngajak kamu nonton" Serunya


"Ada ada ko,Aluna ada waktu Kak" Bukan Aluna yang menjawab malah Rama yang antusias menjawabnya.


"Iih Rama" Aluna memelototkan matanya.


"Maaf Kak aku gak bisa,nanti sore aku harus pulang cepat" Tolaknya


Sejurus kemudian


"Aluna ada janji sama aku" Ucap seseorang yang tak lain adalah Arka.


Aluna menoleh ke sumber suara,matanya membulat sempurna siapa yang dia lihat ya Arka.


"Kamu siapa ?" Tanya Kak Irfan


"Aku pacarnya Aluna" Jawab Arka yang membuat ketiga pasang mata membulat sangat sempurna ,terlebih Aluna jantungnya berdetak sangat cepat.


"What ? Kamu pacar Aluna sejak kapan ?Aluna benar dia pacar kamu ?" Pertanyaan beruntun dari Rama

__ADS_1


Aluna masih mematung dia masih belum sadar apa yang terjadi.


"Apa benar dia pacar kamu Lun ?kenapa tidak bilang kalau kamu sudah pacar,mungkin aku tidak akan mengejar ngejar kamu lagi !!" Ucap Kak Irfan dengan nada membentak.


"Eh.."Sesaat dia baru sadar " Kamu kalau ngomong jangan asal" Dia menunjuk Arka dengan nada jengkel


Tanpa menjawab Arka menarik tangan Aluna dan membawanya pergi dari sana.


"Lepasin Kak Arka ,lepasin " Aluna meronta untuk dilepasin


"Ok,aku lepasin tapi tolong dengerin aku dulu Lun"


"Apa yang perlu aku denger ?"


"Tolong Maafkan aku,aku salah dulu sudah..."


"Stop !!Aku gak mendengar hal itu lagi,tolong menjauhlah jangan menganggu aku lagi !!"


"Lun,sungguh aku merasa salah,kamu boleh hukum aku Lun"


Hati Aluna sempat goyah saat Arka meminta maaf padanya,Namun hatinya terlalu sakit dan terlalu takut perlakuannya dulu padanya tidak bisa dimaafkan begitu saja.


"Tolong anggap kita tidak pernah kenal" Aluna hendak pergi ,namun Arka mencegahnya kembali.


"Lun,tolong beri aku pengampunan,atau paling tidak hukum saja aku Lun"


"Lepasin gak !! Kalau gak mau lepasin aku teriak " Ancam Aluna.


Namun tiba tiba


Bugh..bugh..bugh..bugh...


Arsyil datang dan langsung menghantam Arka dengan tinjuannya dia memukul mukul Arka dengan brutal.


"Astagfirllah Syil lepas Syil lepas.."Aluna mencoba melerai perdebatan mereka.


Aluna akhirnya berteriak memanggil manggil orang,karena dia sulit menjauhkan Arsyil dari Arka.


"Ini pukulan karena kamu hidup Kak Luna berantakan,karena kamu dia hancur,karena kamu dia kehilangan masa remajanya ,semua karena kamu dasar manusia tak ber***d..ba*****n..be*****k," Sambil memukul Arka dia juga mencaci maki Arka dengan berbagai umpatan kasar.


Aluna menangis histeris melihat itu,dia baru melihat Arsyil semarah itu.Dan seketika datang satpam kampus juga beberapa orang yang melerai mereka.


Wajah Arka sudah babak belur akibat kebrutalan Arsyil,Meski begitu Arka sama sekali tidak membalas Arsyil,karena itu hukuman untuknya.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2