
Mereka sudah sampai dirumah.Aluna tertidur dibangku penumpang,Arka terpaksa menggendongnya walaupun Aluna sudah terasa berat karena kehamilannya itu,namun untuk membangunkannya dia lebih tidak tega.
Dengan langkah mantap dia masuk ke dalam rumah disambut oleh Bi Sumi.
"Malam Den,,Dek Luna kenapa Den ?" Tanyanya saat melihat Arka menggendong Aluna.
"Gak apa apa Bi hanya sedikit syok aja tadi,Bi maaf aku minta tolong bantuin buka pintu ya" Titahnya pada Bi Sumi.
"Oh iya Den"
Bi Sumi mengikuti Arka sampai kelantai dua,dia melihat Arka yang sedikit kewalahan saat naik tangga.
Sampailah dikamar, Arka merebahkan tubuh Aluna ditempat tidur dengan hati hati.
"Bibi ambilin air minum dulu ya Den.." Bi Sumi menawarkan.
"Iya Bi,maaf ngerepotin"
"Gak apa apa Den.."
Arka mengusap dahi Aluna "Maaf ya Yank tadi malah ninggalin kamu," Lirihnya
Tak lama dia dapat telepon dari Agung dan Agung mengatakan sudah melihat dan tau siapa pelakunya,dia mengirimkan isi CCTV itu ke Arka langsung karena tadi sempat mengcopynya dulu.
Arka membuka Filenya itu ,rahangnya mengeras,tangan nya sudah terkepal,wajahnya sudah memerah menahan marah.
Dia melihat dengan licik nya teman masa SMA nya berbuat seperti itu,bahkan mereka tidak punya rasa bersalah sama sekali.
"Ck..kalian berani bermain dengan aku" Gumam Arka.
Dia menghubungi Agung,Arka bilang kalau dia akan urus besok,itu termasuk suatu kejahatan,maka mereka harus membayar kesalahannya.
Arka sudah mengganti pakaian nya ,Aluna masih terlelap tidur dia berniat mengganti pakaiannya Aluna ,namun takut mengganggunya.
Tak lama Aluna terbangun juga..
"Kak..."Panggilnya pada Arka.
"Iya Sayang..." Arka yang sedang memangku laptopnya ,langsung menghampiri Aluna dan membantu Aluna untuk duduk menyender ke kepala ranjang.
"Haus..mau minum"Pintanya
Arka langsung mengambilkan air putih untuk Aluna yang tadi dibawakan Bi Sumi.
"Ini Yank..ada yang sakit gak Yank ?"Tanya Arka khawatir
"Makasih Sayang..gak kok alhamdulillah gak kerasa sakit apa apa,Dede kuat ..karena Bunda juga kuat,tadi hanya ketakutan aja sayang" Aluna mencoba memberi pengertian pada Arka.
Arka membelai rambut Aluna "Kenapa gak nungguin aku sih Yank tadi.." Omel Arka.
"Abisnya lama,aku kan mau makan" Keluhnya sambil cemberut.
Arka memeluk Aluna "Maafin aku ya,gak menjaga kamu sepenuhnya"
"Kamu gak salah Yank,aku yang salah Kok,harusnya aku tunggu kamu aja tadi,tapi aku juga gak tau kejadiannya bakalan kaya gini"
__ADS_1
Arka melepaskan pelukannya ,lalu dia mengelus perut Aluna " Maafin Ayah ya.." Ucap Arka penuh penyelasan.
"Bukan salah Ayah iih.." Aluna mengingatkan.
"Yank ,aku mau ganti baju dulu ya gerah iih" Desis Aluna.
"Aku bantu ya.."
" Gak usah aku bisa sendiri,oh iya tadi aku tertidur kamu yang gendong aku kesini Yank ?"Tanya Aluna sambil mengambil bajunya di lemari.
"Iya dong siapa lagi .."Ucapnya sombong.
"Berat dong.."
Arka cengengessan.. " Namanya juga lagi hamil Yank ,ya berat lah"
Aluna terkekeh dia memakai bajunya di dalam kamar mandi sambil sedikit cuci muka,karena untuk mandi sudah malam.
"Kenapa gak dibangunin aja sih,kan kasihan Calon Ayah ini.."Aluna sudah selesai dan mendudukan dirinya disebelah Arka sambil mengelus elus dahi Arka.
"Gak tega aja Yank,lagian gak apa apa kok,apapun buat kamu"Ucapnya.
"Makasih ya.." Aluna memeluk Arka.
"Iya Sayang,tidur lagi yuk..kamu pasti cape kan"
"Baru aja bangun,belum ada ngantuk lagi Yank"
"Ya udah kita ngobrol ngobrol aja.." Ajak Arka.
***
Itulah tempat Arsyil mengemban Ilmu disana, ditempat itu Arsyil akan belajar lebih giat lagi dan memperdalam bakatnya disana.
Kuliah sambil bekerja itu yang Arsyil ingingkan, sungguh kabar bahagia dia bisa diterima disalah satu perusahaan seni di jepang ,dia juga tak menyangka karyanya dilihat dan bahkan dikontrak,dia akan buktikan pada semua orang kalau dia bisa sukses.
Walaupun harus jauh dari keluarga dan terutama dengan orang yang dia cintai,dia akan berjuang untuk mereka yang berada di Indonesia.
Arsyil tinggal dengan beberapa pekerja disana juga,hari esok dia akan memulai bekerja,dia akan lakukan yang terbaik.
Arsyil membongkar bawaannya dari Indonesia,dia terkekeh saat Sang Bunda sampai membekalinya Magicom bahkan beras dan beberapa sayuran,Bundanya itu memang is the best.
Dia mengabari keluarganya segera termasuk juga Raisa.
*Baru beberapa hari disana Arsyil merindukan Indonesia,dia masih berusaha beradaptasi dengan lingkungan disana,terutama soal bahasa dan makanan,dia benar benar harus teliti dengan makanan,karena itu Negara asing berbeda dengan di Indonesia.
Selain itu pastinya dia merindukan masakan sang Bunda,biasanya tiap pagi sudah tersedia sarapan, siang hari tinggal langsung makan begitu pun malam hari.
"Huh,ternyata hidup diNegeri orang itu tuh tak segampang yang dibayangkan,Rindu Bunda..." Keluhnya.
Namun mau tak mau dia harus bisa menyesuaikan dirinya apalagi selama tiga tahun disana.
Dia juga merindukan Raisa tentunya,gadis itu tiap hari selalu menempel padanya,manja manja padanya.Kini hanya lewat handphone mereka bisa berkomunikasi.
***
__ADS_1
Beruntung disana sedikit banyak juga orang Indonesia,jadi sedikitnya juga dia masih berkomunikasi memakai bahasanya,namun dia tetap mau belajar bahasa disana.
Ada satu orang yang dia kenal juga ternyata itu teman SMPnya dulu.
"Wah gak nyangka ya kita ketemu dan belajar yang sama disini Syil.."Ujar Seina
"Iya Na,setidaknya disini ada yang aku kenal jadi aku gak terlalu pusing juga terutama mencari makanan disini.."
Seina terkekeh..Seina teman Satu SMP Arsyil dan Raisa,Seina gadis tercantik dan terpintar disekolahnya, dia punya bakat yang sama dengan Arsyil,Seina juga pernah jadi alasan akan Kecemburuan Raisa dulu.
Dia sudah lebih dulu kuliah disana ,satu tahun yang lalu berkat kepintarannya,jadi sedikitnya dia sudah banyak tau tentang Negara Jepang itu.
"Kamu tenang aja Syil,aku yang akan bantu kamu ,Oh iya kabar Raisa bagaimana ?Dia masih menempel terus sama kamu ?"
Arsyil tersenyum mengingat bagaimana dulu Raisa yang terus berusaha mendekatinya. " Dia baik kok,masih lah selamanya dia akan tetap seperti itu"
"Kamu gak merasa risih gitu Syil ?" Tanya nya
"Gak,justru aku suka..aku suka dia yang begitu,dibanding dia yang cuek,Setidaknya bisa saling melengkapi kan ,kamu tau sendiri aku bagaimana"
"Haha,jelas aku tau ,satu sekolah juga tau kamu orang paling tercuek dan dingin se sekolah,makanya heran si Raisa kok mau sama kamu"
"Ya jelas ,pesona aku luar biasa tau.."Kelakarnya dan membuat Seina tertawa ceria.
Arsyil menjalankan keseharian nya dengan belajar dan belajar,dia benar benar ingin membuktikan kalau dia bisa.
***
Di Indonesia
Raisa merasa gelisah tatkala dia melihat postingan Seina di IG nya yang dia resahkan Seina berfoto dengan Arsyil ,memang tidak berdua namun mampu mengusik dirinya.
Bahkan dia meminta penjelasan dari Arsyil,namun tidak ada jawaban,sudah lima hari Arsyil tidak ada kabarnya.
Yang membuatnya terusik itu dulu waktu SMP dia pernah cemburu pada Seina,karena Seina sempat mencari perhatian pada Arsyil,dan sok dekat dekat dengan Arsyil karena punya bakat yang sama.
"Duh..Arsyil sebegitu sibuk kah kamu disana ?"Gumamnya.
Suara ketukan dipintu,membuyarkan lamunan nya akan Arsyil.
"Masuk Bu.." Ternyata Lista yang mengetuk.
"Lagi apa sih,lama amat jawabnya !!" Cerca Lista yang sudah mengetuk pintunya berkali kali.
"Maaf Bu,lagi Bete aku"Lirihnya,masih dengan menatap handphonenya
"Bete kenapa ?pasti Arsyil lagi kan ?"
"Iya Bu ,dia bakalan setia gak ya Bu disana,mengingat aku ini yang biasa aja .."Lirihnya lagi
"Kamu ini ngomong apa sih Sa,jangan berpikiran buruk,Ibu yakin seyakin yakin nya Arsyil mampu setia sama kamu,disana kan dia sedang belajar dan berjuang untuk kamu juga Sayang.Udah kamu jangan berburuk sangka padanya,dukung dia Sayang"
Meskipun begitu dia berusaha mencoba percaya pada Arsyil,kalau Arsyil bakalan setia ,seperti yang dia janjikan sebelum pergi.
Itu ujian untuk keduanya,dan itu cara memperkuat kesetiaan masing masing.
__ADS_1
***